SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 456



Axel hanya bisa terpaku menatap kepergian kedua orangtua Kyra. Sementara itu Kyra tersadar dan lekas mengambil handuk dan memberikannya pada Axel. "Abaikan ucapan Apap... Dia pasti hanya bercanda karena tadi melihat kita...! Cepat ke kamar dan gantai pakaianmu jika tidak kau bisa sakit...!" Kyra kemudian berbalik badan dena hendak meninggalkan Axel, tetapi laki-laki itu langsung meraih pergelangan tangannya dan menahannya untuk pergi.


Axel memegang kedua bahu Kyra, membalikkan tubuhnya sehingga Kyra bisa melihat ke arahnya. Axel memandangi wajah Kyra penuh dengan keyakinan sambil tersenyum. "Aku tidak melihat sama sekali ada candaan dari wajah atau ucapan Apapmu, dia mengatakannya dengan serius dan sekali lagi menantangku, aku akan melakukan apa yang dia minta, dan kau bersiaplah....! Aku tidak mau menunggu lebih lama lagi...!" Ucap Axel dengan penuh keyakinan, dia tersenyum lagi dan mengedipkan sebelah matanya pada Kyra. Axel juga mencium kening kekasihnya itu dengan lembut sebelum akhirnya pergi meninggalkannya untuk mengganti pakaian.


Kyra hanya bisa menghela napasnya panjang. Tidak Axel tidak Apapnya, keduanya memang selalu punya caranya sendiri. Apapnya yang dipenuhi berbagai cara untuk melihat seberapa seriusnya Axel dan Axel yang suka dengan tantangan yang diberikan Apapnya. Kyra sebenarnya tidak mempermasalahkannya, karena dia tahu bahwa apa yang dilakukan Apapnya adalah untuk kebaikannya dan Axel juga selalu berusaha menunjukkan keseriusannya dalam hubungan ini. Kyra juga merasa bahwa bukan sebuah masalah jika nantinya hubungan ini berakhir lebih cepat, yang artinya dia dan Axel mengakhiri hubungan ini dan memulai hubungan baru dalam sebuah pernikahan. Mengingat dia juga sudah merasa sangat yakin bahwa Axel adalah pelabuhan terakhir untuknya.


Kyra tersenyum kemudian melangkah masuk ke dalam rumah dan berharap bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar. Kyra tentu sudah memiliki bayangan dan keinginan akan seperti apa nantinya pesta pernikahannya. Kyra benar-benar ingin semuanya istimewa karena itu akan jadi hal yang akan diingatnya seumur hidup. Kemarin setelah melihat kebahagiaan Gienka dan Kyros di pelaminan membuat Kyra juga langsung berangan, meskipun pernikahan mereka dadakan tetapi itu tidak mengurangi kesakralannya, kemeriahannya juga kemewahannya tidak kalah dengan pernikahan yang dipersiapkan jauh-jauh hari. Semua sangat sempurna bahkan mungkin orang akan mengira bahwa itu sudah diprsiapkan sejak lama. Gienka serta Kyros juga terlihat seperti raja dan ratu. Gienka yang cantik luar biasa dan Kyros yang juga sangat tampan, benar-benar sempurna sekali. Kyra sangat ingin suasana pernikahannya serti Kyros dan Gienka, tetapi dengan banyak tamu undangan.


"Ra....!! Kok senyum-senyum sendiri...!" Gienka menghentikan Kyra yang berjalan sambil tersenyum.


Kyra terlonjak dan berhenti. "Eh Gie...! Ada apa???" Tanya Kyra.


"Yeee malah tanya ada apa, situ yang kenapa? Jalan kok senyum-senyum... Hayoloh habis ngapain?? Tadi Axel juga basah kuyup... Kenapa???"


"Tidak ada apa-apa, itu tadi Apap datang pas kita berdua sedang mengobrol serius, karena terkejut, aku refleks mendorong Axel jadi dia jatuh ke kolam... Hahaha"


"Kalian benar-benar mengobrol atau yang lainnya? Sampai terkejut seperti itu???" Goda Gienka.


"Ih.. apaan sih Gie...!" Uvap Kyra malu.


"Mama menyuruhmu dan Axel berbelanja, karena nanti temannya Ky akan datang kesini karena Ky mengundangnya untuk makan malam, itu Smith dan istrinya yang kemarin sudah bantu jaga aku di rumah sakit...!"


"Oh iya iya....! Aku tahu... Ya sudah aku siap-siap dulu, Axel juga sedang berganti baju...!"


****


Malam tiba, seperti yang sudah dijanjikan oleh Kyros, Smith datang bersama istrinya ke rumah. Kyros sudah menjelaskan kepindahannya kepada Smith, bahkan juga sudah menceritakan semuanya tentang apa yang sudah dilakukan oleh Camilla. Smith mengenal Camilla dari Kyros, dan dia sangat tidak menyangka jika Camilla bisa berbuat sejahat itu pada Gienka. Smith juga memuji Kyros dan keluarganya karena mengambil keputusan yang sangat baik dengan berpindah tempat tinggal, menjauhi orang seperti itu memang harus dilakukan agar tidak semakin memperbesar masalah, karena hati orang siapa yang tahu.


Kyros memperkenalkan Smith dan Shanon pada seluruh keluarganya. Kyros juga mengatakan kepada semua bahwa Shanon kemarin sudah menjaga Gienka saat dirumah sakit. Jika tidam ada Shanon saat itu entah apa yang akan terjadi, karena Kyros sempat berniat menghubungi Camilla agar bisa menjaga Gienka, karena waktu itu dia tidak tahu jika dalang dibalik tragedi Gienka adalah ulah dari Camilla. Semua orang pun mengucapkan terima kasih pada Smith dan juga Shanon atas bantuan keduanya. Mereka kemudian mengobrol sebelum akhirnya makan malam bersama.


★★★★★★


Beberapa hari kemudian....!


Semua sudah kembali dari Amerika, dan memulai aktifitasnya lagi seperti biasa. Kyra juga disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk dikantor begitu juga dengan yang lain. Sementara Axel masih belum kembali ke klub sepak bolanya karena besok adalah sabtu dan dia akan kembali minggu sore. Axel juga sudah berbicara dengan kedua orangtuanya perihal rencananya untuk segera menikahi Kyra. Axel juga sudah mengatur waktu mengundang orangtua Kyra untuk makan bersama dan membicarakan kelanjutan hubungannya dengan Kyra. Axel sudah sangat mantap untuk meminang dan menikahi Kyra. Sore nanti Axel akan bertemu dengan Kyra serta kedua orangtuanya di salah satu restoran mewah milik Ariel, tidak lain pasti untuk membahas rencana itu. Axel tidak ragu dan langsung menyanggupi keinginan Aditya, mengingat dia memang sangat mencintai Kyra dan ingin segera menghalalkannya.


Di tempat lain, Kyros masih berkutat dengan laptopnya, sementara istrinya sudah tidur sejak beberapa jam yang lalu. Dia masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya untuk bahan presentasi besok di kantor. Ini sudah cukup larut dan pekerjaannya baru saja selesai. Kyros menyandarkan punggungnya di kursi putar kerjanya, dan menghela napasnya panjang merasa sangat lega. Kyros tersenyum menoleh ke arah Gienka yang sedang terlelap. Kondisi Gienka sudah jauh lebih baik dan tidak lagi merasa pusing, tetapi Kyros tetap menyuruh istrinya untuk mengkonsumsi obatnya sampai habis. Kyros tidak ingin mengganggu tidur lelap istrinya, meskipun dia belum begitu mengantuk saat ini.


"Cek email ah...! Sudah lama juga tidak membuka emailku...!" Kyros kembali menatap layar laptopnya dan me log out email khusus pekerjaannya mengganti dengan email pribadinya. Sudah cukup lama dia tidak membuka email itu, dan juga tidak dia sambungkan ke ponselnya karena memang dia hanya ingin email di ponselnya itu untuk pekerjaan saja, sebenarnya bisa juga menyambungkan email lain, tetapi Kyros enggan melakukannya.


Email Kyros terbuka, dan ada beberapa notif email masuk. Kyros mengernyit ketika menemukan email dari Camilla, email itu baru dikirim beberapa hari yang lalu. Meskipun enggan membukanya tetapi ketika melihat ada kata SORRY yang ditulis Camilla, Kyros pun akhirnya membukanya.


...Im so sorry Ky...! Jika aku harus menyampaikan ini via email, kau memblokir kontakku, aku juga sudah berusaha menemuimu di apartemen tetapi ternyata kau sudah pindah..! Aku tahu kenapa kau pindah, pasti karena kau tidak ingin lagi berurusan denganku dan kau takut jika aku bisa saja melakukan hal lain lagi untuk menyakiti istrimu kan? Tidak apa Ky, aku sangat mengerti hal itu, aku hanya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya padamu dan Gienka atas semua kesalahan yang sudah aku lakukan, aku tahu hubungan kita tidak akan seperti sebelumnya karena ulahku sendiri tetapi aku saat ini hanya butuh maafmu saja Ky...! Hanya itu... Aku tidak akan lagi melakukan kesalahan yang sama dan aku juga bisa pastikan bahwa aku tidak akan bisa menemui kalian berdua lagi, karena saat ini aku sudah pindah ke Los Angeles. Perusahaan tempatku bekerja tiba-tiba saja memutuskan untuk memindahkanku kesana tanpa pemberitahuan sebelumnya, jadi tentu aku tidak akan bisa bertemu kalian, jika saja ini lebih awal, mungkin kau dan istrimu tidak perlu repot-repot pergi dari apartemen. Sekali lagi tolong maafkan aku ya Ky. Tolong maafkan aku...!...


"Pindah ke LA??? Secepat itu???" Gumam Kyros.


Kyros sangat tidak menyangka jika sekarang Camilla sudah pindah ke LA, benar juga apa yang dikatakan oleh Camilla bahwa seandainya dia tahu bahwa perempuan itu akan pindah, seharusnya dia dan Gienka masih berada disana saja. Kyros menggelengkan kepalanya.


"Tidak... Tidak, aku dan Gienka pindah kesini adalah pilihan yang bagus, ya mungkin saja Camilla berbohong mengenai kepindahannya ke LA, tapi bagus jika dia ada niat meminta maaf, tidak ada salahnya memberi maaf pada orang yang pernah menyakiti kita, toh Gie juga sudah memberinya maaf, tetapi tentu tidak jika kembali berteman dengannya, aku tidak mau mengambil resiko lagi, sudah cukup kemarin aku hampir saja kehilangan Istriku" Gumam Kyros.


Dia kemudian menatap layar laptopnya lagi dan membalas email Camilla.


Begitulah yang diketik Kyros untuk membalas email Camilla. Sebuah pesan singkat berisi pengharapan Kyros untuk Camilla agar bisa menjadi orang yang lebih baik lagi serta belajar dari kesalahan yang kemarin. Memaafkan adalah kewajiban semua orang, sebesar apapun kesalahan yang sudah dilakukan orang itu tidak ada salahnya memberi maaf.


Tetapi tentu kepercayaan yang sudah dikhianati akan sangat sulit sekali untuk dilupakan, bahkan untuk memberikan kepercayaan itu lagi juga tidak mudah. Kyros tidak bisa mentolerir kesalahan Camilla, dan tidak akan lagi memberi kepercayaan kepadanya, tetapi untuk memaafkan, Kyros bisa melakukannya. Kyros mematikan laptopnya dan menutupnya lalu beranjak dari meja kerjanya untuk tidur.


★★★★★★


Kyra turun dari mobilnya dan masuk ke restoran untuk menunggu kedatangan Axel dan orangtuanya juga Amam Apapnya yang sedang dalam perjalanan. Kyra baru saja selesai meeting dengan klien dan langsung menuju ke restoran yang sudah ditunjuk oleh Axel untuk makan malam mereka hari ini. Dari kantor, Kyra tidak langsung pulang karena harus meeting dengan klien, setelahnya dia memutuskan untuk datang ke tempat ini. Amam Apapnya dalam perjalanan dan akan sampai beberapa menit lagi begitu juga dengan Axel serta kedua orangtuanya.


Kyra duduk di kursi dan memanggil pelayan untuk memesan minuman, karena dia sangat haus sekali. Setidaknya segelas jus bisa membuat dia merasa segar dan penatnya hilang setelah seharian bekerja. Pelayan datang menghampiri Kyra dan mencatat pesanan Kyra.


Tak diduga ternyata di sisi yang lain, ada Cyntia dan orangtuanya serta Celia yang juga sedang menikmati makan malam disana. Yang pertama kali sadar jika ada Kyra adalah Celia yang kemudian langsung memberitahu sang Mama. Beberapa hari kemarin, sebenarnya Celia sempat datang ke rumah Axel bersama dengan Cyntia, untuk mencari lelaki itu dan ingin mengajaknya berbicara, sayangnya saat itu mereka hanya bertemu dengan Mama Axel, karena Axel sedang pergi ke luar negeri. Mama Axel langsung bertanya tentang tujuan Celia dan Cyntia datang kesana mencari Axel itu dalam rangka apa. Celia pun langsung mengatakan bahwa dia ingin kembali dengan Axel lagi, dan meminta maaf atas semua yang pernah terjadi. Ketika mendengar itu, ekspresi Mama Axel berubah menjadi ketus dan terlihat kesal, hingga kemudian menyuruh Celia dan Cyntia pergi dari rumahnya, karena Axel tidak akan pernah mungkin mau kembali lagi. Mama Axel juga mengatakan bahwa Axel sekarang sudah sangat bahagia dengan kekasih barunya dan mereka juga akan segera menikah, lalu Mama Axel mengusir mereka berdua.


Saat sampai dirumah, Celia kembali menangis karena sekali lagi dia ditolak, kali ini bukan oleh Axel tetapi Mama Axel. Melihat putrinya sedih, Cyntia tentu gusar dan bingung. Bagaimanapun Celia nantinya harus kembali lagi dengan Axel, dan dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan putrinya. Tetapi sebenarnya Cyntiajuga enggan jika Celia bersama Axel, tetapi sekarang Axel sedang berada di puncak karirnya tentu itu hal bagus yang harus Cyntia manfaatkan, dia bisa menggunakan Celia untuk mendapatkan keuntungan dari Axel. Dan jika nanti dia sudah merasa bosan dengan Axel, hal selanjutnya yang akan Cyntia lakukan adalah membuat Celia dan Axel berpisah lalu mencarikan laki-laki lain lagi. Saat ini yang terpenting adalah mendapatkan Axel lebih dulu, bagaimanapun caranya Axel harus meninggalkan gadis yang bersamanya kemarin.


Cyntia mengajak Celia dan kedua orang tuanya untuk melabrak Kyra. Dan menjelaskan pada orangtuanya jika gadis yang sedang duduk sendirian disana adalah gadis yang saat ini menjalin hubungan dengan Axel. Cyntia tahu bahwa gadis inilah yang kemarin disebut oleh Mama Axel sebagai kekasih Axel sekarang.


"Kita harus memleringatkan si gadis bodoh itu agar menjauhi Axel...!" Ujar Cyntia.


Kedua orantuanya pun langsung memandangi Kyra dengan pandangan yang sinis lalu mencelanya dengan mengatakan bahwa Kyra sangat tidak cocok dengan Axek dan benar bahwa Kyra harus diberi pelajaran agar tidak berani mendekati Axel yang menjadi milik cucunya Celia.


"Ya, gadis bodoh itu harus diperingatkan agar tidak macam-macam dengan kita kalau dia ingin selamat...!" Ujar Mama Cyntia.


Kyra memainkan ponselnya sambil menunggu minuman datang juga keluarganya serta Axel. Sambil bersenandung lirih, Kyra asyik bermain game kesukaannya, hingga tiba-tiba saja dia terlonjak ketika mejanya di pukul oleh seseorang. Kyra hampir menjatuhkan ponselnya, dia kemudian mendongak dan menemukan ada 4 orang yang berdiri di depannya. 2 lainnya adalah orang yang pernah Kyra lihat sebelumnya. Cyntia si penculik Kyros dulu, dan juga Celia mantan kekasih dari Axel. Meskipun masih terkejut, Kyra mencoba tersenyum pada mereka. "Ya....! Ada apa ya??" Tanya Kyra baik-baik.


"Jangan pura-pura manis di depan kami...!.Kau kekasihnya Axel bukan???" Tanya Cyntia dengan nada marah dan menatap Kyra tajam.


"Memangnya ada apa ya???" Tanya Kyra lagi tanpa menjawab pertanyaan Cyntia.


"Cepat akhiri hubunganmu dengan Axel, kau tidak pantas dengannya, apa di rumahmu tidak ada kaca sehingga kau tidak bisa berkaca bahwa dirimu tidak cukup baik untuk Axel....!" Seru Cyntia.


Kyra berdiri dan memandang bingung. "Kenapa anda berkata seperti itu? Apa masalahnya jika aku bersama Axel? Dan apa urusan anda??" Tanya Kyra lagi.


"Axel hanya pantas untuk putriku...! Kau itu hanya gadis bodoh yang tidak berguna, kau pasti hanya ingin memanfaatkan Axel untuk kesenanganmu semata, kau gunakan kecantikanmu itu untuk mengikat Axel...! Kau pasti memoroti Axel agar membeli pakaian dan tas mahalmu ini, kau gadis yang tidak berguna dan memanfaatkan tubuhmu untuk mendapatkan uang dari laki-laki demi memuaskan hasratmu berbelanja barang-barang mewah seperti ini.... Dasar gadis tidak berguna....!" Seru Cyntia lagi.


Kyra mengernyit. "What????? Apa anda ini sudah gila? Berhati-hatilah sebelum mengucapkan sesuatu jangan asal menuduh saja...!"


Cyntia terkekeh. "Owh berani sekali kau menjawabku, apa kau tidak tahu siapa aku??? Hah??? Kalau kau tidak lekas melepaskan Axel, aku akan memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kau lupakan seumur hidupmu, jadi jangan sekali-kali kau berani denganku, tinggalkan Axel, dia hanya pantas bersanding dengan putriku....! Dasar pelac*r kecil yang cerdik...!"


"Kenapa aku harus meninggalkan Axel? Dia yang memilihku, dan lagipula bukankah dulu anda sendiri yang sudah memisahkannya dengan putri Anda? Kenapa sekarang anda justru berubah pikiran? Apa karena sekarang Axel sudah memiliki banyak uang dan sudah bisa membuktikan pada orang-orang yang menghinanya bahwa dia bisa sukses tanpa harus menjadi pengusaha. Aku sangat bangga dengannya karena dia sekarang bisa membungkam mulut orang congkak seperti anda...!" Ujar Kyra.


Wajah Cyntia berubah menjadi semakin marah. "Kurang ajar, dasar pelac*r kecil...! Berani sekali kau...!"


Pelayan baru saja datang untung mengantar minuman pesanan Kyra. Melihat ada sesuatu yang bisa digunakan untuk memberi pelajaran pada Kyra, Cyntia pun langsung ingin meraih gelas itu dan akan menyiramkan minuman itu ke Kyra. Tetapi belum sempat meraihnya, ternyata gelas itu sudah di rebut oleh orang lain dari belakang.


"Jadi apa yang ingin kau lakukan dengan jus ini padanya...????"


Cyntia menoleh ke belakang dengan marah, dan sedetik kemudian minuman di gelas itu langsung meluncur tepat di wajahnya.


"Ini kan yang ingin kau lakukan tadi pada putriku???" Ucap Aditya sambil melempar senyum mengejeknya pada Cyntia yang wajahnya basah kuyup akibat lemparan jus dari Aditya.