SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
SAKIT!!!



2 minggu berlalu, semua berjalan dengan normal, Cahya mulai disibukkan dengan pekerjaannya, bahkan sesekali dia lembur dan Aditya harus mengikuti jadwal istrinya, jika Cahya lembur dia juga akan bertahan dikantor sampai istrinya itu menghubunginya meminta dijemput. Walaupun sekarang sudah tidak ada lagi yang mengawasi atau mengikuti istri atau ibu mertuanya, Aditya harus tetap memastikan semuanya baik-baik saja. Semakin hari hubungan mereka semakin dekat dan baik, Cahya sekarang lebih terbuka dan banyak tertawa dengannya.


Hari ini kamar sudah selesai direnovasi, setelah makan malam, Aditya membantu Cahya melanjutkan merapikan pakaian dan barang-barang mereka, suasana rumah juga sedang sepi karena Tuan dan Nyonya Harry sedang pergi berobat rutin di Singapura.


Cahya menggantung pakaian dilemari tetapi tiba-tiba Aditya memeluknya dari belakang


" Aku mencintaimu " Bisik Aditya ditelinga Cahya.


" Kau manis sekali suamiku" Cahya membalikkan badannya dan melingkarkan kedua tanggannya dipunggung Aditya.


" Sepertinya sekali-kali kita harus mengantar Mama berobat ke Singapura, maybe next time kita harus atur jadwal pekerjaan kita, kau mau kan??"


" Kau mau mengantar berobat Mama atau kau malah justru mau jalan-jalan?"


" Menurutmu apa???" Aditya menggendong istrinya dan membawanya ke tempat tidur.


Cahya dalam posisi berbaring dan Aditya menindihnya, mereka saling berciuman dan menelusuri satu sama lain, ciuman Aditya seperti tanpa ampun dan tangannya mulai menjelajah setiap bagian dari istrinya. Aditya sangat menyukai bagian kembar dihadapannya dan senang memainkannya, bergabtian dengan tangan dan mulutnya serta lidahnya, membuat Cahya tidak bisa berhenti mendesis karena sensasinya. Setelah cukup lama, Aditya mengankat wajahnya dan berbisik ditelinga istrinya.


" Maukah kau bekerja untukku??"


Cahya menganggukkan kepalanya, dan Aditya langsung mengatur posisinya dengan duduk dan bersandar, Cahya duduk diatas pahanya lalu bergerak pelan menggesekkan badannya. Setelah dirasa cukup, lelaki itu menyuruh istrinya untuk menyatukan diri dengannya.


Dengan posisi seperti ini Cahya bisa leluasa mengatur ritme nya. Perlahan Cahya bergerak naik dan turun, dan dia bergerak, senang mendapati bahwa setiap gerakannya membuat Aditya menggeram menikmati setiap gerakan istrinya. Dia bergerak dengan perlahan didorong oleh sifat alaminya sebagai seorang perempuan, dengan bantuan Aditya.


Mereka becinta sambil berhadapan, dengan posisi setengah duduk. Percintaan itu begitu intens karena mereka bisa menatap mata masing-masing. Melihat betapa nikmatnya gerakan mereka bagi satu sama lain. Ketika Cahya merasa lelah, Aditya menopangnya, meletakkan kepala istrinya di pundaknya dan mengelus punggungnya dengan lembut.


Semakin lama gerakan Aditya semakin cepat, mereka berdua larut dalam pusara kenikmatan, hingga akhirnya keduanya sampai puncaknya. Ending yang luar biasa.


Dengan lembut Cahya menarik diri, lalu menempatkan dirinya dengan nyaman di sebelah Aditya dan suaminya itu menarik tubuhnya terbaring di lengannya, memeluknya lembut. Kepala Cahya ada di lekukan lengan dan leher Aditya, lalu suaminya membisikkan napas panasnya pelan di telinganya.


" Terima kasih, Aku mencintaimu istriku"


Mereka berdua akhirnya tertidur dalam posisi berpelukan.


****


Keesokkan harinya seperti biasa Aditya dan Cahya berangkat kerja bersama.


" Kau hati-hati dan selamat bekerja, hubungi aku jika pekerjaannu sudah selesai" Aditya mengecup kening Cahya.


" Baiklah, selamat bekerja juga untukmu".


Cahya masuk ke dalam kantor dan kebetulan ada Elea yang sedang berdiri didepan pintu lift, mereka lalu masuk lift bersama. Pekerjaan sudah menunggu mereka, dan Elea serta Cahya pergi ke meja masing-masing.


Cahya berkonsentrasi dengan komputernya karena harus segera menyelesaikan laporannya. Konsentrasi Cahya sedikit buyar karena tiba-tiba dia merasa sedikit pusing, tetapi tetap mencoba fokus dengan pekerjaannya agar segera selesai karena jam 10 harus menemui pak Danis.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Cahya segera menemui pak Danis diruangannya, sakit kepalanya semakin parah tetapi dia mencoba menahannya hingga akhirnya selesai dan keluar dari ruangan atasannya itu. Cahya berjalan dengan sedikit terhuyung hingga hampir jatuh, untung Elea sedang berjalan dari toilet dan melihat sahabatnya hampir terjatuh dia langsung menahannya.


" Ca, kau kenapa?? Ya tuhan wajahmu pucat sekali? Kau sakit ya?" Tanya Elea khawatir.


" Kepalaku sangat pusing El" Cahya memegang pelipisnya dan mengernyit.


" Kepalaku sangat sakit, tadi aku sudah meminta ijin pak Danis untuk pulang dan beristirahat jadi aku akan pulang saja"


" Baiklah akan ku bantu kau bersiap, sekarang aku akan menghubungi suamimu untuk menjemputmu"


" Tidak El, jangan! Hari ini Aditya sedang meeting dengan client nya dari luar negeri, aku tidak mau mengganggunya, aku akan naik taksi online saja"


" Oke baiklah aku akan memesankan taksi untukmu"


Elea mengantar Cahya sampai didepan kantor dan memastikan sahabatnya menaiki taksi online nya.


Sampailah Cahya dirumah dan langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat, Cahya mengambil balsem dan mengoleskannya di pelipisnya, serta meminum ubat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakitnya, sesaat kemudian dia tertidur.


****


Sejak siang Aditya tidak bisa menghubungi Cahya, puluhan panggilannya tidak dijawab, chat nya juga tidak dibaca.


" Apa istriku sesibuk itu hingga tidak menjawab teleponku, padahal ini sudah jam pulang kantor" Ucap Aditya.


Tidak biasanya Cahya seperti ini, kemudian dia menghubungi Elea untuk menanyakan tentang istrinya.


Elea mengangkat panggilan dari Aditya, dan langsung menanyakan kenapa Cahya tidak mengangkat teleponnya sejak tadi, apa ada meeting atau pekerjaannya banyak.


" Aditya, Cahya sudah pulang sejak siang tadi, dia tadi mengeluhkan sedang sakit kepala, jadi aku memesankan taksi untuk membawanya pulang" Ucap Elea di ujung telepon, seketika wajah Aditya berubah cemas. Dia bergegas untuk segera pulang dan melihat kondisi istrinya.


Disisi lain mbak Tina akan mempersiapkan makan malam, melihat ternyata margarin didapur sudah habis, dia memutuskan untuk keluar sebentar membeli margarin ke minimarket terdekat.


" Non Cahya masih tertidur, aku akan membeli margarin sebentar saja" Lalu mbak Tina pergi keluar rumah untuk membeli margarin, meninggalkan Cahya yang masih tertidur.


Suara bel rumah berbunyi, tetapi tidak ada yang membuka pintu. Cahya terbangun mendengar suara bel yang terus berbunyi.


" Kemana mbak Tina, kenapa tidak membuka pintunya, itu sudah berbunyi sangat lama" Gerutu Cahya, kemudian berusaha bangun dari tempat tidurnya masih dengan kepalanya yang masih sangat sakit.


Cahya berjalan pelan menuruni tangga, suara bel itu masih terdengar seolah yang memencetnya tidak mau menyerah. Setelah sampai di bawah, Cahya berjalan menuju pintu dan membukanya. Saat pintu terbuka, Cahya terkejut dengan orang yang ada dihadapannya.


" Theo?? "


" Apa kabar Ca? " Ucap Theo tersenyum dan menatap wajah Cahya dalam-dalam.


" Kenapa kau bisa disini, ada perlu apa??" Cahya memundurkan langkahnya, takut jika Theo akan melakukan hal yang sama seperti dulu, mengingat Aditya juga belum berada di rumah. Kepala Cahya justru semakin sakit, pandangannya menjadi kabur.


" Jangan takut Ca, aku datang kesini hanya untuk...."


Belum selesai berbicara, Theo langsung menangkap Cahya yang tiba-tiba pingsan.


" Ca, Ca, Cahya bangun Ca!!!" Teriak Theo.


Terlalu fokus pada Cahya, Theo tidak menyadari jika ada mobil datang, Aditya membalalak matanya ketika melihat dari kaca mobilnya, Theo sedang memeluk Cahya di depan pintu, dengan segera Aditya keluar mobil dan berlari menghampiri mereka.