SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Jalan-jalan



Keesokan harinya Cahya terbangun dan mual seperti biasa, Aditya memijat tengkuk lehernya untuk membuat istrinya merasa lebih baik.


" Adit, aku ingin jalan-jalan ke taman, aku butuh udara segar dan bisakah kau membawaku kesana?"


" Kau ingin ke taman? Baiklah hari ini adalah harimu, aku akan mengajak mu ke Taman, setelah sarapan kita bersiap"


Setelah mandi, Aditya turun ke bawah dan sudah ditunggu istri serta kedua orang tuanya untuk sarapan.


" Pa, berkas presentasi untuk meeting besok, aku sudah menaruhnya diatas meja diruang kerja, Papa bisa mempelajarinya, dan besok meeting akan dimulai setelah jam makan siang, aku harap Papa tidak lupa" Ucap Aditya.


" Baik, papa akan mempelajarinya"


***


Setelah sarapan Cahya bersiap untuk jalan-jalan bersama Aditya. Cahya merasa sangat bahagia, suaminya itu selalu menjaganya, dan tidak pernah menolak jika dia meminta sesuatu. Dan saat ini dia sedang mengandung bayinya, membayangkan dia sebentar lagi akan menjadi seorang ibu membuatnya lebih bahagia lagi. Bayi mereka pasti akan sangat lucu, dan menggemaskan, Cahya sudah sangat tidak sabar dimana dia akan menjadi seorang ibu dari bayinya, hasil buah cintanya dengan Aditya.


" Hei kenapa tersenyum sendiri, apa yang istriku pikirkan sehingga dia tampak sangat bahagia???" Aditya menyadarkan Cahya yang sedang melamun.


" Aku tidak menyangka akan menjadi seorang ibu, bayi kita pasti akan sangat lucu"


" Tentu saja dia akan sangat lucu, jika dia laki-laki pasti akan sangat tampan sepertiku, dan jika dia perempuan pasti akan secantik kau" Aditya mencium perut Cahya lalu mengelusnya, berharap semoga kebahagiaan ini terus berlanjut.


" Ayo kita pergi, sebelum hari mulai siang"


***


Sampailah mereka ditaman kota, Cahya sangat senang. Aditya menggenggam tangannya dan mereka jalan-jalan dan saling berpegangan tangan. Kebahagiaan sangat terlihat dari wajah mereka, bahkan Cahya terlihat sangat manja kepada Aditya. Hal yang sangat sederhana tetapi mampu membuat Cahya tersenyum bahagia.


" Suamiku ada permen kapas disana, bisakah kau membelikannya untukku?" Pinta Cahya.


" Astaga kau seperti anak kecil saja, itu jajanan anak TK dan kau memintanya "


" Kau tidak mau membelikannya untukku???" Cahya memasang wajah cemberut pada Aditya.


Tidak tahan melihat wajah konyol istrinya yang merengek akhirnya Aditya terpaksa membelikannya. Bahkan istrinya itu langsung meminta 3 Permen kapas sekaligus. Aditya hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan tingkah Cahya.


" Buka mulutmu?" Pinta Cahya


" Untuk Apa???" Wajah Aditya keheranan


" Buka Cepat!!! "


Cahya menyuapi permen kapas pada Aditya, membuat suaminya memasang wajah jengkel dan terpaksa, tetapi justru itu membuat Cahya tertawa puas. Setelah puas memakan permen kapasnya, kini Cahya meminta es krim. Tidak mau membuat istrinya kesal, Aditya pergi membelinya, dan sekali lagi Cahya tidak hanya meminta 1 tapi 3 sekaligus membuat Aditya keheranan.


" Badanmu bisa melebar jika kau memakan yang manis-manis sebanyak ini" Gerutu Aditya.


" Lalu jika badanku melebar, kau akan meninggalkanku begitu?? Coba saja kalau berani "


Aditya terdiam seperti orang pasrah saat melihat tingkah istrinya hari ini tetapi dia sangat bahagia karena Cahya banyak tertawa, seolah semua bebannya terlepas darinya.


Sore hari akhirnya mereka baru pulang, entah sudah berapa banyak Cahya meminta dibelikan anekan jajanan, Aditya sangat dibuat kesal oleh ulah istrinya. Setiap Cahya meminta sesuatu dia selalu mengatakan jika bukan dirinya yang meminta tapi bayinya, alasan itulah yang membuat Aditya tidak bisa berkutik untuk tidak menolaknya.


***


" Sayang, aku tidak bisa berjanji padamu apa aku bisa menjemputmu atau tidak, jika tidak bisa nanti kau akan dijemput oleh pak Udin saja ya, tidak apa-apa kan??"


" Tidak apa-apa, kau fokus saja dengan presentasimu, semoga berhasil, aku akan sangat bahagia melihat suamiku berhasil dalam kinerjanya"


Aditya mengantar Cahya sampai ke Lobi kantornya seperti biasa, lalu berpamitan dengannya. Aditya bergegas menuju kantornya untuk mempersiapkan presentasinya hari ini. Proyek kerjasama ini sudah sangat lama ditunggu oleh Aditya, jika berhasil perusahaan yang dipimpinnya akan sangat beruntung karena pasti akan menambah nilai plus untuk kedepannya.


***


Jam pulang segera tiba, Cahya mulai berkemas, dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Aditya apakah dia bisa menjemput atau tidak. Beberapa saat kemudian Aditya membalas chatnya dan mengatakan jika pak Udin yang akan menjemputnya.


" Ca, apa Aditya akan menjemputmu?" Elea datang menghampirinya.


" Tidak El, hari ini suamiku sangat sibuk, dia masih ada meeting jadi supir yang menjemputku"


" Oke baiklah" Elea lali kembali ke meja nya.


Cahya bersiap untuk pulang sambil menunggu supir menjemputnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Tidak ada nama disana karena penasaran dia mengangkatnya.


" Hallo, ini siapa??"


" Hallo Ca, ini aku Theo"


" Theo? Ada perlu apa kau meneleponku?"


" Ca, aku ingin meminta maaf padamu tentang semua yang terjadi" Sahut Theo di ujung telepon.


" Aku sudah memaafkanmu, tidak usah kau risaukan"


" Bisakah kita bertemu, sekali ini saja aku mohon, rasanya tidak nyaman jika tidak bertemu secara langsung, setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi, aku mohon"


" Aku harus meminta ijin suamiku"


" Jangan!! nanti Aditya bisa menghajarku, ini hanya sebentar saja, aku tunggu di Cherry's Cafe ya? Sore ini dan hanya sebentar aku janji tidak lebih dari 30menit" Sela Theo cepat.


" Oke Baiklah " Cahya menutup teleponnya.


Cahya berpikir seperti nya dari nada Theo, laki-laki itu terlihat tulus untuk meminta maaf dan tidak ada salahnya jika bertemu dengannya untuk meluruskan semua masalah yang terjadi, berharap semoga semua ini berakhir dengan baik dan tidak ada dendam dan amarah lagi diantara mereka.


Akhirnya supir sudah menjemputnya, Cahya memeluk Elea lalu masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan pulang, dia meminta pak Udin untuk berhenti di Cherry's Cafe karena sedang ingin membeli minuman disana. Cahya berbohong karena takut nanti pak Udin akan melaporkannya kepada Aditya jika dia bilang akan menemui Theo.


Akhirnya Cahya turun dari mobil dan segera masuk ke Cafe itu. Matanya melirik kanan kiri mencari Theo, dan ternyata Theo sedang duduk melambaikan tangannya pada Cahya. Cahya berjalan ke arah Theo, berharap dengan cara ini semua permasalahan yang terjadi diantara mereka akan selesai.


Theo tersenyum sumringah, akhirnya dia bisa menemui Cahya tanpa harus bersusah payah. Bahkan tadi awalnnya di ragu mengajak Cahya untuk bertemu, takut Aditya akan bersamanya tetapi ternyata Cahya datang sendiri. Dia sangat tahu untuk dapat meluluhkan hati Cahya itu hanya dengan kelembutan, itu sebabnya dia pura-pura merasa menyesal dan meminta maaf padanya dan benar saja jebakannya telah berhasil membuat Cahya mau menemuinya.


" Bagus, kekasihku sekarang datang padaku dan Aditya, ini adalah awal dari pembalasanku padamu, aku akan membawa kembali kekasihku yang pernah lepas dari genggamanku, dan sekarang aku tidak akan pernah melepaskannya lagi" Gumam Theo dalam hati.