SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 219



Mama Aditya menaruh Kyros di sofa ruang tamu dan menyuruh Art untuk sementara menjaga si kembar karena dia akan membawa Cahya naik ke kamarnya. Menantunya terlihat sangat shock dan ketakutan. Mama Aditya membantu Cahya berdiri dan merangkulnya menuju kamar.


Saat sampai dikamar, Mama Aditya langsung menyuruh Cahya untuk minum agar bisa merasa lebih tenang dan berniat menghubungi Aditya agar dia bisa segera pulang. Tetapi dia ingat bahwa suaminya juga Aditya sedang ada repat penting dan tidak boleh diganggu, akhirnya dia menghubungi kantor saja.


"Sayang, kau tunggu disini sebentar, Mama akan membawa anak-anak kesini dan menyuruh Tina untuk membersihkan bangkai itu, Mama akan segera kembali"


Sqat keluar dari kamar Cahya, Mama Aditya langsung menghubungi kantor bagian sekretaris putranya itu, dan dalam deringan ketiga telepon itu diangkat.


"Halo selamat siang!!!" Terdengar suara Maysa diujung telepon itu.


"Maysa, ini saya Dina mamanya Aditya"


"Oh bu Dina selamat siang, ada yang bisa saya bantu bu??"


"Apakah sekarang Aditya dan suami saya masih meeting??"


"Meeting baru saja selesai bu sekitar 5 menit yang lalu, pak Aditya juga ada diruangannya, apa mau saya sambungkan???"


"Tidak May, biar saya langsung menghubunginya saja, terima kasih" Mama Aditya menutup teleponnya lalu mencari kontak Aditya dan menghubunginya.


Saat teleponnya diangkat oleh Aditya, Nyonya Harry langsung memberitahukan segalanya dan menyuruh putranya itu untuk segera pulang karena Cahya benar-benar terlihat sangat shock dan wajahnya langsung pucat pasi. Telepon ditutup, Mama Aditya langsung mengambil gambar bangkai tikus dan kepala ayam itu lalu mengirimnya ke Aditya.


"Tina, ayo bawa anak-anak naik setelah itu kau bersihkan semuanya, kau singkirkan tapi bungkusnya jangan dibuang dulu karena Adit ingin memeriksanya"


"Baik Nyonya"


******


Wajah Cahya masih pucat dan badannya terasa panas, dia merasa sangat buruk sekali setelah melihat isi paket itu, dia tidak habis pikir siapa yang sudah mengerjainya seperti itu. Cahya membaringkan tubuhnya ditempat tidur, selain badannya panas, perutnya juga terasa mual jika mengingat bangkai tikus itu. Sementara Mama mertuanya menjaga si kembar dikamar mereka.


Aditya sudah sampai dirumah dan segera berlari masuk untuk menemui Cahya. Saat sampai dikamar, Cahya sedang berbaring ditempat tidur. "Sayang, kau tidak apa-apa??" Suara Aditya mengejutkan Cahya.


"Kau sudah pulang? Bagaimana hasil meetingnya??"


"Kau ini, jangan coba mengalihkan pembicaraan, aku sudah mendengar semua dari Mama"


Mendengar suara Aditya, nyonya Harry pun langsung keluar dari kamar Kyra dan Kyros, kedua cucunya itu saat ini sedang tidur. "Adit sayang kau sudah sampai dirumah"


"Gimana Ma, dimana bungkus dari paket itu sekarang aku ingin memeriksanya??"


"Ada dibawah, Mama sudah menyuruh Tina membersihkan dan menyingkirkannya sebelum dibuang, ayo kita turun, Cahya sayang anak-anak sudah tidur, kau disini saja, mama dan suamimu akan turun sebentar"


Aditya mengernyit saat mengecek bungkus dari paket itu, tidak ada nama dan alamat pengirimnya dan hanya nama Cahya juga alamat rumah ini saja. Entah siapa lagi yang dengan sengaja mengirim bangkai menjijikkan itu pada istrinya.


Aditya memanggil security rumahnya dan langsung memarahinya karena sembarangan menerima paket yang tidak jelas.Tetapi securitynya mengatakan jika seorang ojek online yang membawa paket itu dan dia berpikir bahwa Cahya memang yang memesannya karena selama ini Cahya sering memesan sesuatu via ojek online.


Aditya meminta agar securitynya berhati-hati dalam menerima paket, dan harus memastikan apakah itu memang benar Cahya atau orang yang ada dirumah ini yang memesannya dan juga jika perlu mengecek dulu isi paket itu apapun bentuknya. Aditya harus bisa memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi.


*****


Cahya tidak bisa tidur dengan tenang, tadi badannya panas dan sekarang panasnya semakin parah padahal tadi dia sudah meminum obat. Aditya sampai harus mengompresnya dengan air dingin untuk mengurqngi panasnya. Wajah Cahya juga masih terlihat pucat, Aditya membayangkan bagaimana terkejutnya Cahya melihat hal mengerikan itu membuatnya sedih sambil menatapnya, shock yang berlebihan istrinya itu akhirnya telah membuat Cahya jatuh sakit sekarang.


Aditya dilingkupi kegelisahan memikirkan siapa yang sudah melakukan hal ini pada Cahya. Yang dia tahu Cahya tidak pernah memiliki permasalahan dengan orang lain selama ini, bahkan dia juga membatasi gerak Cahya saat istrinya itu ingin keluar rumah jika tidak terlalu penting. Bahkan dia juga memberi pengawalan kepada Cahya saat dia ingin pergi.


Aditya mencoba mengingat kejadian apa yang terjadi akhir-akhir ini agarmemudahkannya mencari petunjuk.Tetapi kemudian dia teringat sesuatu, Erica. Ya perempuan itu sempat datang membuat keributan dirumahnya dan bahkan dia juga menamparnya saat itu, apa mungkin Erica yang melakukannya mengingat dulu perempuan itu juga melakukan hal yang sama meneror Cahya saat istrinya itu sedang hamil. Aditya harus mencari Erica dan memperingatkannya agar tidak lagi mengganggu Cahya.


Keesokan harinya kondisi Cahya semakin memburuk, panasnya sama sekali tidak mau turun, Aditya terpaksa memanggil dokter ke rumahnya karena Cahya menolak untuk pergi ke rumah sakit. Aditya juga memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini agar bisa kengurus Cahya juga berjaga-jaga agar tidak terjadi hal seperti kemarin lagi.


Gerbang rumahnya dibuka dan sebuah mobil yang didalamnya ada ibu Cahya. Aditya tadi memberitahu kepada ibu mertuanya itu agar datang karena Cahya sakit. Aditya menyalami ibu mertuanya itu dan mengajaknya masuk.


"Bagaimana kondisi istrimu sekarang??"


"Dokter baru saja memeriksanya, panasnya belum turun dan dia juga tadi tidak menghabiskan sarapannya"


"Ibu membuat sup jagung dengan kepiting kesukaannya, ibu akan ke dapur untuk menyiapkannya juga menghangatkannya, kau naik dulu nanti ibu menyusul"


*****


Sup jagung kesukaan Cahya sudah dipanaskan dan ibunya membawanya ke kamar. Cahya terbaring ditemani Aditya disampingnya.


"Ca, ibu membuatkanmu sup jagung kesukaanmu dengan menambahkan daging kepiting, ayo bangunlah dan makan supnya, kau tadi tidak menghabiskan sarapanmu kan??? Adit, bantu istrimu untuk bangun"


Aditya membantu Cahya untuk bangun dan menyandarkannya di ranjang. "Ibu, berikan supnya padaku biar aku yang menyuapinya"


Aditya menyuapi Cahya dan sepertinya sup itu enak sehingga membuat Cahya lebih bernafsu dibanding saat sarapan tadi. Aditya bisa merasakan betapa harumnya sup itu dan sudah pasti sangat enak karena Cahya juga selalu membuatkan untuknya saat sedang sakit, Aditya menelan ludahnya melihatnya.


"Berikan supnya padaku???" Ucap Cahya dan mengambil mangkuk yang dipegang Aditya.


"Kau bisa makan sendiri???"


"Tentu saja, buka mulutmu cepat, aku tahu kau sangat menginyinkannya juga, ini rasanya lebih enak dari buatanku, ayo buka??"


Sambil tersenyum Cahya pun bergantian menyuapi Aditya, dia melihat sangat jelas jika suaminya itu menelan ludahnya beberapa kali saat tadi menyuapinya, membuatnya menyimpulkan jika lelaki itu sangat menginginkan supnya.


*****


Randy mendatangi rumah Aditya setelah sahabatnya itu semalam menghubunginya dan menceritakan semua yang terjadi. Aditya meminta bantuannya untuk mencari tahu siapa yang sudah melakukan itu pada Cahya. Disaat bersamaan Aditya turun dari tangga untuk membawa mangkuk bekas sup ke dapur, melihat Randy datang Aditya melangkah menghampiri Randy.


"Bagaimana keadaan Cahya???" Tanya Randy.


"Panasnya masih belum turun tapi dokter sudah memeriksanya, silakan duduk Ran"


"Apa kau memiliki petunjuk kira-kira siapa yang melakukannya??"


"Entahlah, tapi aku merasa mungkin saja Erica, beberapa waktu yang lalu dia membuat kegaduhan disini hingga aku menamparnya juga mengusirnya, karena dia dulu pernah melakukannya bisa jadi dia melakukannya lagi"


"Dia lagi, apa dia tidak ada pekerjaan lain selain mengganggu hidup orang" Gerutu Randy.


Supir datang membawa obat untuk Cahya yang sudah diresepkan dokter dan memberikannya pada Aditya. Aditya mengajak Randy naik ke atas untuk melihat Cahya dan juga dia akan memberikan obat pada istrinya itu.


Sampai dikamar Cahya, Randy menyampaikan salam dari Chitra untuk Cahya, karena istrinya itu sedang bekerja dan meminta maaf karena belum bisa menjenguknya.


Aditya membuka satu persatu obat yang masih terbungkus, lalu memberikannya pada Cahya bersama segelas air. Kurang dari 30menit Cahya sudah tertidur dan mengajak Randy untuk keluar membahas lagi tentang Erica.


Merasa geram karena ulah yang dilakukan Erica, Aditya mengajak Randy untuk pergi menemui perempuan itu saat ini juga. Dan berangkatlah mereka berdua, dan memberikan pesan kepada securitynya agar tidak boleh ada siapapun yang bisa memasuki rumah. Aditya tadi pagi juga menghubungi bodyguard yang biasa dia tugasi untuk mengawal Cahya agar datang ke rumah memastikan semuanya dalam keadaan yang aman.


Butuh 1jam lebih untuk sampai dirumah Erica karena Aditya dan Randy terjebak macet. Mobil Erica terparkir didepan rumahnya, tanpa permisi, Randy turun dari mobil dan membuka gerbang rumah itu membiarkan mobil Aditya masuk.


Dengan penuh kemarahan, Aditya menggedor rumah itu dan berteriak memanggil Erica. Butuh beberapa saat hingga pintunya terbuka. Erica dengan senyum genitnya dibuat terkejut dengan kehadiran Aditya dirumahnya. "Oh hai sayang, ada angin apa yang membawamu datang menemuiku??? Apa kau merindukanku?? Masuklah"


Aditya menatap wajah Erica penuh dengan kemarahan hingga rasanya dia ingin sekali menghajar perempuan itu.