
"Elea sayang, Ayah harus pulang sekarang, sekali lagi terima kasih telah menerima Ayah disini dan mengijinkan Ayah bermain dengan cucu Ayah yang cantik ini, salam untuk suami dan Papamu" Pak Andi mencium Gienka lalu memberikannya pada Elea.
"Sama-sama, aku juga mengucap terima kasih karena Ayah mau datang dan membawakan banyak hadiah untuk Gienka, nanti akan ku sampaikan salam Ayah ke Danist dan juga Papa" Ucap Elea.
"Kapan-kapan datanglah ke rumah bersama Gienka dan suamimu, Ayah pasti senang jika kalian berkenan datang kesana, kau tahu Ayah sangat kesepian akan sangat menyenangkan jika cucu Ayah ini mau mengunjungi Opa nya"
Elea tersenyum lalu mengangguk "Insha Allah jika Gienka sudah bisa diajak jalan-jalan, kami akan datang ke rumah Ayah"
Elea berdiri dan berjalan didepan Ayah Ariel lalu masuk ke dalam rumah mengantarnya keluar untuk pulang. Ayah Ariel juga tidak lupa berpamitan kepada Mama Elea, mereka mengantarnya sampai didepan pintu. Disaat yang bersamaan datanglah sebuah mobil masuk ke halaman depan rumah Elea, yang tak lain adalah Mama Danist dia hendak keluar pandangan mengarah ke arah pria yang sedang berjalan dan terkejut ternyata itu adalah Andi mantan suaminya, Mama Danist pun menutup kembali pintu taksi itu dan menahan Kakaknya untuk keluar.
"Sar, itu bukannya Andi?"
"Itu sebabnya aku melarang mbak untuk turun dulu, kita tunggu sampai dia pergi, bisa gawat jika dia bertemu denganku nanti bisa-bisa Danist curiga"
"Kenapa dia ada disini???"
"Mbak ini gimana kan kemarin aku sudah bilang kalau dia itu ayah dari mantan suami Elea, pasti dia datang untuk menengok Elea dan Bayinya"
Ayah Ariel masuk ke mobilnya dan lansung meninggalkan rumah Elea. Sementara Elea dan Mamanya dibuat bingung dengan mobil yang berhenti didepan rumahnya tapi tidak ada seseorang yang keluar dari sana. Setelah mobil Ayah Ariel menjauh, barulah Mama Danist keluar dari taksi yang ditumpanginya itu dan langsung tersenyum melambaikan tangan ke arah Elea dan Ibunya.
"Mama, aku pikir siapa tadi" Elea memanggil Ibunya Danist dengan panggilan Mama, mengingat saat ini dia adalah mertuanya. "Kenapa lama sekali didalam mobilnyanya, kok ga keluar-keluar, apa ada masalah??" Tanya Elea heran.
"Oh tadi, Mama sedang mencari hp Mama takutnya tertinggal dirumah ternyata terselip didalam tas, maka nya lama"
"Oh kirain ada apa, ya sudah kita masuk"
*****
Ariel beranjak dari kantornya dan langsung menuju ke kawasan apartment elit, dia akan membeli sebuah apartment disana untuk dia tempati. Apartment lamanya sudah dia jual karena ingatan pengeroyokan yang dilakukan oleh suami Viona membuatnya enggan untuk kembali tinggal disana. Sedangkan apartment yang pernah dia tinggali bersama Elea masih dia biarkan kosong.
Ariel merasa malas jika terlalu lama tinggal dirumah bersama Ayahnya, melihat pria tua itu justru membuatnya selalu ingin marah-marah dan teringat akan Mamanya dan apa yang pernah terjadi dirumah itu. Lebih baik dia mencari tempat tinggal yang baru agar pada kiran ya menjadi lebih baik dan tidak lagi mengingat hal-hal yang hanya membuatnya menjadi emosi. Langkah terbaik adalah dia harus tinggal sendiri seperti sebelumnya.
Sampailah Ariel disana, dia langsung bertemu dengan pengurus apartment itu dan melakukan pembayaran. Setelahnya dia langsung diantar ke apartmentnya dan Ariel berkeliling disana. Apartment yang bagus dan lebih luas dibanding miliknya sebelumnya, dan di apartment ini juga memiliki 2 kamar dan berbagai fasilitas mewah didalamnya, sekarang dia tinggal mengemasi pakaiannya dan akan langsung menempatinya malam ini juga. Ariel berbaring sejenak di ranjang, memandang nyalang ke langit-langit, sekali lagi dia harus menjalani kehidupannya mulai dari awal lagi tanpa bayang-bayang masalalu yang bisa membuatnya semakin sakit jika mengingatnya.
Ditempat lain, Cahya yang diantar supir dan dikawal oleh bodyguard suruhan Aditya mendatangi kantor suaminya itu. Sebentar lagi jam makan siang, sudah lama dia dan Aditya tidak menikmati makan siang berdua itu sebabnya Cahya ingin mengajak Aditya untuk makan siang bersama. Sementara tadi dia berangkat bersama Mama mertuanya dan juga kedua bayinya lalu mengantar mereka ke rumah Adri tempat dimana ibunya sekarang tinggal.
Cahya keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Aditya, dan langsung disambut oleh sekretaris suaminyaa itu. Begitu melihat Cahya, Maysa langsung berdiri dan menyalami Cahya. "Selamat siang bu Cahya" Sapa Maysa.
"Siang May, eh suami saya ada di dalam??" Tanya Cahya sambil menunjuk ke ruangan Aditya.
"Oh pak Aditya masih meeting bu, tapi sebentar lagi pasti selesai ini sudah mau jam istirahat"
"Oh gitu ya? Kamu kok ga ikut meeting?"
"Tadi kebetulan pak Aditya menyuruh saya menyelesaikan laporan jadi saya tidak ikut bersama beliau dan Jenny yang menemani pak Aditya sekarang, apa ibu mau menunggu didalam?"
"Ya sepertinya saya menunggu didalam saja, May bisakah kamu menemani saya mengobrol sebentar didalam?"
Maysa menganggukkan kepalanya, jika menolak permintaan istri bosnya adalah sebuah kesalahan lagipula tugas yang diberikan Aditya juga sudah selesai dia kerjakan. Cahya dan Maysa masuk ke ruangan Aditya dan mereka tampak serius dengan obrolannya.
Setelah mengobrol dengan Cahya, Maysa pun keluar dari ruangan Aditya, disaat yang bersamaan Aditya ternyata sudah selesai meeting. Maysa pun mengatakan pada bosnya itu bahwa dia sudah ditunggu oleh istrinya didalam. Aditya bergegas masuk ke ruangannya dan benar saja Cahya ada disana sedang duduk dan memainkan ponselnya.
"Sayang, kau ada disini??? Kenapa tidak memberitahuku jika ingin kesini???"
Aditya duduk disebelah Cahya dan mencium kening istrinya itu dengan lembut. "Memangnya kau ingin makan siang apa dan dimana??"
"Terserah kau saja, tapi aku ingin makan yang panas-panas dan berkuah, ayo pergi aku sudah sangat lapar"
"Baiklah, tapi tunggu sebentar aku harus berbicara sebentar dengan Maysa"
*****
Aditya mengajak Cahya untuk makan bakso yang jadi langganan mereka sebelumnya. Mengingat Cahya sangat menyukai rasa bakso ditempat itu. Keduanya pun tampak sangat menikmati sajian yang ada didepan mereka sambil mengobrol.
"Bagaimana kau suka aku mengajakmu kesini? Jangan bilang tidak karena itu salahmu ketika ku tanya kau menjawab terserah, harusnya jika kau mengajak makan siang kau sudah punya gambaran tempat mana yang akan kau tuju"
"Hahaha tidak, tentu saja aku sangat suka kau mengajakku kesini, memang suasana seperti ini sangat cocok jika memakan ini" Cahya menusukkan garpu yang dipegangnya ke bakso yang ada di mangkuknya dan mengangkatnya lalu menunjukkan ke Aditya sambil tersenyum serta langsung memakannya.
"Apa kau meninggalkan anak-anak hanya bersama Mama dirumah??"
"Tidak, tadi Mama meminta diantar ke Ibu, jadi mereka ada disana, setelah ini aku juga akan menyusul kesana"
"Tetaplah disana, nanti aku akan menjemput kalian disana"
"Baiklah, ayo habiskan makananmu"
Mereka berdua pun melanjutkan makan siangnya, dan kembali ke kantor Aditya dimana disana Cahya juga sudah ditunggu oleh supir dan bodyguardnya. Aditya berpesan kepada supir Cahya, agar langsung segera mengantar istrinya itu pulang ke rumah adiknya dan tidak mampir kemana-mana, lalu meninggalkannya disana karena nanti sepulang kantor dia yang akan menjemputnya.
Saat dalam perjalanan pulang, Cahya mengambil ponselnya dan berniat menghubungi Ariel. Ada sesuatu yang penting yang harus dia bicarakan dengan Ariel.
Sementara Ariel juga baru saja keluar dari apartment barunya dan hendak kembali ke kantornya sebelum dia nanti malam berkemas dan pindah ke tempat tinggal barunya. Saat sedang sibuk mengemudi, ponselnya berbunyi dan ada nama Cahya disana, Ariel menggerutkan keningnya, merasa heran kenapa Cahya menghubunginya. Ariel segera mengambil hansfree nya dan mengangkat panggilan itu.
"Hai Ca" Sapa Ariel.
"Hai Iel, apakah aku mengganggumu??"
"Oh tidak, kebetulan ini masih jam istirahat, ada apa Ca??"
"Iel, kau ada dimana? Bisakah kita bertemu sekarang, aku ingin berbicara sesuatu yang penting denganmu"
"Bertemu dan bicara denganku???" Dahi Ariel berkerut dan bingung juga penasaran dengan apa yang akan dibicarakan perempuan itu padanya, apa ini menyangkut Elea atau apa, tetapi sepertinya itu hal yang sangat penting.
"Akan ku jelaskan nanti, dimana kau sekarang, aku akan menghampirimu" Ucap Cahya.
"Kebetulan aku sedang ada dijalan dan sebentar lagi sampai dikantor, kau datang saja ke kantor, gimana??"
"Oke, aku kesana sekarang" Cahya kemudian menutup teleponnya.
"Marco, antar aku sekarang ke Erma's Luxury Group, aku ingin menemui Ariel" Pinta Cahya.
"Tapi Bu, tadi pak Aditya bilang saya harus mengantar ibu langsung ke rumah pak Adri"
"Sekarang kau bersamaku, jadi turuti saja apa perintahku dan ya jangan sampai kau mengatakan pada Aditya jika aku bertemu dengan Ariel, awas saja kalau kau mengatakannya aku bisa memecatmu, jadi cepat antar aku kesana" Ancam Cahya yang langsung membuat supirnya itu mengangguk menurutinya. Dia harus segera menemui Ariel dan berbicara pada pria itu saat ini juga. Selagi ada kesempatan untuk keluar rumah Cahya harus memanfaatkannya jika tidak, Aditya pasti akan melarangnya dengan berbagai pertanyaan.