SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 227



Danist mendapat panggilan untuk datang ke kantor pusat selama satu minggu, dia terpaksa akan membawa Gienka dan Elea, karena Mama Elea pulang ke rumahnya untuk beberapa hari karena dia sudah lama tidak pulang kesana setelah kepindahannya dan memilih untuk tinggal dan menemani Elea. Elea mengajak Danist untuk tinggal di apartmentnya saja dan saat ini mereka sudah sampai.


Danist membongkar semua pakaian yang ada dikoper, dan Elea sedang sibuk dengan Gienka. Danist masih tidak tahu kenapa Aditya menyuruhnya untuk datang kesini, entah tugas apa yang akan diberikan Aditya padanya, hingga seminggu kedepan. Tetapi dia harus siap apapun yang ditugaskan Aditya padanya, dan harus melakukannya dengan baik agar tidak mengecewakannya.


"Gienka sudah tidur??" Tanya Danist pada Elea yang masuk ke kamar membawa Gienka.


"Ya, dia baru saja tidur, oh iya Dan, besok kan kau masih libur sebelum lusa kau kerja, bagaimana jika besok kita datang berkunjung ke rumah opa nya Gienka, aku sudah pernah bilang padamu jika ada waktu alangkah lebih baik kita mengunjunginya karena sepertinya dia ingin sekali kita membawa Gienka kesana"


"Boleh saja, besok kita kesana"


"Baiklah, nanti aku akan bertanya dimana alamatnya"


"Aku akan keluar sebentar untuk membeli bahan makanan, kau ingin aku membeli apa saja?" Danist menutup koper dan menaruhnya dipojok lemari.


******


Ariel baru saja dari salah satu hotel miliknya yang searah dengan apartment Elea, dan dia membawa mobilnya masuk kesana. Sesekali dia memang sering mendatangi apartment itu ketika merindukan Elea dan karena memang dia masih memiliki access card duplikat apartment itu. Dan karena kebetulan lewat dia ingin sekedar mampir lalu berdiam diri disana sesaat, baru kembali untuk pulang.


Keluar dari lift, Ariel langsung berjalan menuju apartment milik Elea. Karena memiliki access card, dengan tanpa permisi Ariel langsung masuk dengan mudahnya. Ariel melangkah menuju kamar Elea dan dikejutkan oleh keberadaan Gienka yang sedang tidur diatas ranjang dan dikelilingi oleh bantal tetapi tidak ada siapapun disana. Sampai akhirnya terdengar bunyi klik dipintu kamar mandi dan Elea keluar dari sana dan hanya berbalut handuk karena dia baru saja mandi.Keduanya pun terlihat sama-sama terkejut, terutama Elea yang langsung memekik.


"Ariel.... Kau????" Seru Elea.


"El, kau ada disini ternyata, sorry" Ucap Ariel, dia sama sekali tidak mengetahui jika sekarang Elea ada disini.


"Bagaimana kau bisa masuk kesini??? Pintu dalam keadaan terkunci seingatku"


Elea benar-benar lupa jika dulu dia pernah memberikan access card pada Ariel. Tentu saja lelaki itu bisa dengan mudahnya masuk ke apartmentnya, dan parahnya dalam keadaan yang seperti ini. Elea bergegas memakai pakaian dan akan menyuruh Ariel untuk segera pergi sebelum Danist kembali dari berbelanja. Ini bukanlah hal yang baik jika membiarkan seorang laki-laki berada disini tanpa ada orang lain yang menemaninya karena biasanya jika Ariel mengunjungi Gienka, Elea selalu meminta mamanya untuk menemaninya bersama Ariel saat Danist tidak berada dirumah.


Ariel duduk disofa sambil menunggu Elea, Ariel merasa senang karena Gienka ada disini membuatnya tidak perlu jauh-jauh untuk menengok putrinya. Bunyi interkom terdengar dan Ariel beranjak dari tempat duduknya lalu membuka pintu itu, menemukan Danist berdiri didepan pintu. Danist dibuat terkejut melihat ada Ariel didalam apartment, sementara Elea baru keluar dari kamarnya sedang mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk.


"Kau baru datang? Kau dari mana?" Tanya Ariel sambil melempar senyum mengejek ke arah Danist.


Danist hanya diam menatap Ariel dengan penuh keheranan, kenapa bisa Elea berada didalam apartment bersama Ariel, dan siapa yang memberitahu Ariel jika mereka ada disini. Melihat kedatangan Danist, Elea setengah berlari menyambutnya dan menyingkirkan Ariel, lalu mengambil belanjaan yang dipegang Danist dan menyuruh suaminya itu untuk masuk.


Tatapan Danist ke Ariel yang tajam justru membuat Ariel merasa sangat senang, karena sepertinya Danist saat ini sedang dilingkupi dengan kecurigaan terhadapnya, ini akan sangat bagus karena bisa menimbulkan permasalahan antara Elea dan juga Danist. Ariel menepuk punggung Danist dan berpamitan untuk pulang sambil mengucapkan terima kasih kepada Elea yang entah dalam rangka apa ucapan itu padahal Elea merasa tidak memberikan apapun padanya.


Setelah kepergian Ariel, Elea menutup pintu dan mengambilkan Danist minum. Danist duduk di kursi dengan berbagai pertanyaan didalam kepalanya tentang apa yang dilakukan Ariel di apartment ini selama dia pergi, dan apa yang dimaksud lelaki itu dengan ucapan terima kasihnya kepada Elea, apa yang sudah diberikan Elea kepadanya hingga dia terlihat begitu senang saat pergi, sementara Gienka masih tertidur pulas saat dia kembali, menandakan bayi itu belum bangun sejak dia pergi hingga kembali.


"Dan, ini minumlah" Ucap Elea sambil memberikan segelas air pada Danist yang diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Elea menyadari jika sepertinya Danist sedang memikirkan kedatanga Ariel tadi, dia harus menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan Danist.


"Dan, aku minta maaf padamu tentang Ariel yang tadi ada disini, aku tadi dikejutkan oleh kedatangannya yang tiba-tiba sudah ada di kamar setelah aku darinkamar mandi, dan dia langsung keluar lalu beberapa menit kemudian kau datang, dia ternyata memiliki access card apartment ini karena dulu saat kami masih pacaran aku memberikan itu padanya karena setiap dia datang ke hotel miliknya yang tidak jauh dari sini dia selalu membawakanku makanan dari restoran yang ada dihotelnya sehingga dia mudah mengantarnya kesini saat aku belum pulang dari kantor dan ternyata sampai sekarang dia masih menyimpannya membuatnya bisa masuk kesini lagi, aku ingin kau tidak salah paham dengan apa yang baru saja kau lihat tadi, aku sungguh tidak melakukan apapun untuknya, ku pikir dia sengaja mengucapkan terima kasih padaku agar terjadi kesalahpahaman diantara kita"


Danist tersenyum pada Elea "Baguslah kau menjelaskan semuanya, aku mandi dulu, kau siapkan saja makan malam untuk kita, aku tadi membeli makanan direstoran, masaknya besok saja" Ucap Danist lalu beranjak dan masuk ke kamar.


*****


Ariel sangat senang dan mendapatkan ide cemerlang dari kejadian yang baru saja terjadi, dia bisa memanfaatkan hal semacam itu untuk menciptakan kekacauan antara Elea dan Danist. Hanya cara seperti itulah yang bisa membuatnya mendapatkan Elea nya kembali. Tetapi dia harus bisa mencari waktu yang tepat untuk melakukannya, dan mencaritahu juga kenapa Elea juga Danist ada disini, pasti ada sesuatu yang urgent yang membuat mereka harus tinggal disini.


Ariel mengarahkan mobilnya ke sebuah apotik untuk membeli obat itu. Obat yang dulu pernah dia berikan kepada Elea saat mereka menikah dan nanti dia akan memanfaatkannya lagi untuk melancarkan aksinya. Ariel tahu bahwa saat ini masa nifas Elea pasti juga sudah berakhir dan itu adalah kesempatan yang sangat baik untuknya karena Elea pasti tidak akan pernah bisa menolaknya, itu sangat pasti.