SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 228



Elea memenuhi janjinya pada Ayah Ariel untuk berkunjung ke rumahnya, dia datang bersama Gienka dan Danist. Rumah itu sangat megah dan begitu artistik bergaya eropa klasik dengan 4 pilar tinggi didepannya. Elea, Danist dan Gienka langsung disambut oleh Ayah Ariel didepan pintu lalu mempersilahkan mereka untuk masuk.


Saat masuk Elea dan Danist langsung disuguhkan dengan pemandangan foto keluarga yang besar di kanan dan kiri tembok, tampak di sebelah kanan Ariel dan Ayahnya sedang berdiri mengapit seorang wanita cantik yang sedang duduk dan senyumnya begitu manis, Elea tahu bahwa itu adalah Mama Ariel karna Ariel pernah sekali menunjukkan fotonya padanya. Sementara di sebelah kiri Ariel merangkul kedua orang tuanya yang duduk di kursi dengan penuh kasih sayang. Mereka bertiga tampak begitu harmonis dan saling menyayangi.


Ayah Ariel menyuruh Elea dan Danist untuk duduk dan mengambil Gienka dari gendongan Elea, lalu menawari mereka minum. Pak Andi sangat senang sekali karena Elea dan Danist memenuhi janji mereka untuk datang berkunjung. Seorang pelayang datang membawa nampan berisi minuman serta camilan dan dibelakangannya ada seorang wanita tua menyapa Elea dan Danist dengan ramah. Pak Andi memperkenalkannya kepada Elea dan Danist bahwa wanita itu sudah lama bekerja disini, mengasuh Ariel sejak masih bayi dan sampai saat ini masih setia mengabdi di keluarga ini bahkan sudah menjadi bagian dari keluarga ini.


"Waduh, cantik sekali seperti Mamanya, hanya matanya saja yang seperti den Ariel" Gumamnya memuji Gienka.


"Terima kasih atas pujiannya" Ucap Elea.


"Silakan dinikmati sajiannya saya permisi kembali ke belakang lagi"


Elea dan Danist mengambil cangkir berisi teh chamomile yang disajikan diatas meja dan meminumnya. "Berarti Ayah tinggal sendirian ya di rumah ini??" Tanya Elea.


"Iya, dan Ariel sempat pulang dan tinggal disini selama beberapa bulan, om dan Adityq juga Randy memaksanya untuk sementara tinggal disini setelah kejadian pengeroyokan yang di alaminya di apartment miliknya"


"Pengeroyokan yang di alaminya??? Ariel dikeroyok begitu atau gimana???" Tanya Elea bingung.


"Iya, Ariel dikeroyok oleh beberapa orang saat berqda di apartmentnya, lukanya cukup parah sampai dia juga harus dioperasi karena beberapa tulangnya mengalami keretakan, hidungnya juga bergeser, karena kondisinya itu Aditya menghubungi Ayah dan menyuruh ayah untuk segera pulang jadi sampai sekarang ini ayah masih disini"


"Dan tidak ada satu orang pun yang memberitahuku" Gumam Elea. "Tetapi bagaimana itu bisa terjadi??" Tanya Elea lagi.


Pak Andi menjelaskan semuanya kepada Elea, bahwa apa yang dialami Ariel adalah akibat dari perbuatannya berselingkuh dengan istri orang, dan semua pelakunya adalah orang suruhan dari suami Viona. Setelah mengalami perawatan intensif dirumah sakit, Ariel pulang ke rumah ini dan saat sembuh dia menemukan surat yang Elea tulis yang langsung membuatnya seperti orang gila karena mencari keberadaan Elea. Dan Ariel sudah lebih dari satu bulan meninggalkan rumah ini karena sudah memebli apartment baru untuk dia tinggali.


"Kalian akan tinggal dimana selama seminggu disini? Daripada harus menyewa hotel lebih baik kalian tinggal disini saja"


"Kami tinggal di apartment Elea pak, kebetulan Elea disini masih memiliki sebuah apartment" Ucap Danist.


Elea dan Danist saling berpandangan mendengar permintaan dari Ayah Ariel. Danist kemudian mengangguk pada Elea dan mengatakan jika mereka akan menginap disini tetapi tentu tidak saat ini. Dan berjanji akan menginap saat semua urusan pekerjaan Danist sudah selesai.


*****


Beberapa hari kemudian......


Aditya sengaja memanggil Danist untuk datang ke kantornya adalah karena akan mempersiapkan rencana pemasaran produk teh yang dikelola perkebunanya untuk mengikuti pameran produk diluar negeri. Dan sudah beberapa hari ini Aditya pulang malam karena sibuk mempersiapkan semuanya, begitu juga dengan Danist dan beberapa GM dari kantor cabang lainnya yang akan dikirim untuk menemani Danist nantinya. Ariel tidak sengaja mengetahui hal itu dari Aditya, dan ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk melancarkan rencananya pada Elea saat Danist disibukkan dengan pekerjaannya.


Ariel sudah selesai menyusun rencananya untuk menjebak Elea dan ketika itu berhasil, Danist sudah pasti akan menceraikan Elea dan perempuan itu pasti akan kembali kepadanya. Ariel akan melakukannya malam ini, dan dia akan memancing Elea dengan memanfaatkan Gienka sebagai alasannya untuk bisa bertemu Elea dan memberikan obat itu.


Tadi dia menghubungi Elea untuk menemui Gienka di apartment tetapi perempuan itu menolaknya dengan mengatakan jika ingin menemui Gienka di apartment dia harus menunggu Danist pulang, karena tidak bisa menerima tamu lain tanpa ada ijin Danist. Ariel pun mengubah lagi rencananya, dan dia akhirnya meminta Elea untuk datang ke restoran yang ada dikawasan Apartment itu membawa Gienka jadi dia tidak perlu menemui putrinya didalam Apartment tetapi diluar apartment dan ide nya itu berhasil, Elea setuju untuk membawa Gienka ke restoran yang dimaksud Ariel.


Sepulang kantor, Ariel langsung menuju restoran yang ada di kawasan apartment Elea. Dia sekarang sedang menunggu Elea dan Gienka datang. Ariel juga sudah menanyakan pada Elea ingin memesan apa, karena dia hanya ingin bertemu Gienka sebentar saja dan nanti tidak perlu menunggu lama pesanannya. Elea hanya pesan minuman saja yaitu hanya orange juice.


Dari kejauhan Ariel sudah melihat Elea sedang mendorong stroller dan Gienka sudah pasti ada disana. Sayangnya minuman pesanannya dan Elea belum juga datang, padahal dia berharao minuman itu datang sebelum Elea tiba jadi dia bisa memasukkan obat itu kedalam minuman milik Elea.


Ariel melambaikan tangannya pada Elea, dan Elea langsung berjalan ke arahnya. Ariel berdiri dan mengambil Gienka dari stroller serta mempersilahkan Elea untuk duduk sambil menunggu minuman yang tadi dipesannya. Beberapa saat kemudian seorang pelayang mengantar minuman pesanan mereka. Ariel memutar otaknya mencari ide agar bisa memasukkan obat itu ke dalam minuman milik Elea.


Ariel menjatuhkan mainan Gienka ke lantai dan pura-pura kesulitan mengambilnya karena sedang menggendong putrinya itu, Elea pun membantunya dengan mengambil mainan itu. Dan saat Elea membungkuk sibuk mengambil mainan Gienka, Ariel langsung memasukkan pil kecil yang sudah disiapkannya itu ke dalam gelas berisi jus jeruk milik Elea.


Sebuah pil yang begitu kecil tetapi memiliki efek yang luar biasa, dimana dia akan membuat perempuan yang memakannya akan menjadi menggila karena hasratnya akan memuncak. Dia akan mengalami hal yang luar biasa akibat efek pil itu dan hasratnya harus dipenuhi saat itu juga karena jika tidak, tubuh perempuan itu akan disiksa luar biasa sampai semuanya dipenuhi. Dan Ariel akan menunggu moment itu, Elea pasti akan menyerah dan memohon kepadanya agar mau berhubungan dengannya. Dulu dia pernah melakukannya pada Elea setelah mereka menikah, dan memang itu luar biasa, Elea seperti perempuan kesetanan karena dia mengerjainya dan tidak segera melakukan apa yang diminta Elea. Elea benar-benar tersiksa saat itu. Ariel melakukan itu karena penasaran dengan efek yang ditimbulkan dari obat yang dimilikinya itu.


Ariel duduk dikursinya sambil menggendong Gienka dan mengajak putrimya itu berbicara saat itulah dia melihat Elea mengaduk jus jeruknya dengan sedotan lalu meminumnya sampai tinggal setengah. Ariel tersenyum puas melihatnya dan tidak sabar menunggu reaksinya. Ariel pun langsung menaruh Gienka ke strollernya. "El, bawa Gienka kembali ke apartment ini sudah senja, dan aku harus ke hotel sekarang, thanks sudah mengijinkanku bertemu Gienka" Ucap Ariel lalu mendaratkan ciumam di kedua pipi putrinya itu.


Elea pun beranjak lalu membawa Gienka pergi meninggalkan Ariel. Sepeninggal Elea, Ariel tersenyum puas, kini dia tinggal menunggu reaksi dari obat itu yang akan bekerja kurang dari satu jam. Setelah nanti dirasa sudah waktunya, dia akan naik ke apartment Elea dan membuka dengan Access Card yang dimilikinya. Akan sangat menyenangkan jika Elea sudah bereaksi dan dia datang disaat yang tepat, tentu Elea akan memohon bantuannya. Ariel sangat tidak sabar dengan hal itu, membayangkan berhubungan dengan Elea setelah sekian lama pasti akan menjadi hal yang sangat luar biasa, mengingat dia sendiri sudah lama tidak berhubungan dengan perempuan, terakhir adalah dengan Viona. Dia sudah sangat merindukan Elea sejak lama. Beberapa hari ini setelah Ariel menemukan ide brilian ini, dia selalu membayangkan bercinta dengan Elea, Elea nya yang begitu dia rindukan, dulu perempuan itu selalu menuruti kemauannya, dan selalu bisa memuaskannya dan moment itu sebentar lagi akan terjadi, dia hanya tinggal menunggu beberapa saat lagi.