SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 144



Saat Danist hendak menjawab tiba-tiba Aditya menyahut dengan cepat.


"Dia dulu jadi GM di kantor Bandung tetapi baru-baru ini aku memindahkannya, oh iya Iel, kau bisa kan membantuku tolong urus permasalahan perempuan gila itu di kantor polisi bersama Rama temanku, dia tadi bersamaku saat dan sebelum kejadian dan dia juga sepertinya sedikit banyak tahu tentang Cheryl, sekarang dia sedang bersama ibu mertuaku menunggui Cahya, aku akan menghubunginya dan kau bisa pergi bersamanya"


"Oke baiklah hubungi saja dia, atau aku saja yang akan menjemputnya diruangan dimana Cahya dirawat?"


"Ah tidak tidak tidak usah, aku akan menghubunginya saja"


Aditya lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Rama agar menjemput Ariel dan mengajaknya pergi ke kantor polisi. Aditya harus segera menyingkirkan Ariel dari rumah sakit, jika tidak dia akan bertemu dengan Elea dan akan merusak semuanya walaupun mungkin saat ini Ariel tidak peduli dengan Elea tetapi tetap saja Ariel tidak boleh tahu keberadaan Elea.


Danist mengucap permisi untuk pergi ke kamar mandi, dan beberapa saat kemudian Rama datang. Aditya pun mengenalkan Rama kepada Ariel dan menyuruh mereka untuk mengurus tentang Cheryl di kantor polisi. Ariel dan Rama akhirnya pergi bersama ke kantor polisi dan meninggalkan rumah sakit.


******


Akhirnya setelah lebih dari 3 jam operasi Adri selesai juga. Dokter keluar dari ruang operasi dan memberitahu bahwa kondisi Adri masih belum stabil dan perlu perawatan intensif di ICU. Danist juga berpamitan untuk pulang dan sementara akan meninggalkan Elea dan Chika, lalu berjanji akan datang lagi kesini untuk menjenguk Adri.


Setelah Adri dipindahkan ke ruang ICU, dokter hanya mengijinkan satu orang untuk masuk melihat kondisinya. Aditya yang akhirnya masuk untuk melihat kondisi adiknya. Adri terbaring dengan wajah pucat dan matanya masih terpejam. Aditya hanya bisa menatap adiknya dengan perasaan sedih, Aditya benar-benar tidak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi sehingga Adri bisa tertembak dan juga bagaimana bisa Cheryl tahu keberadaannya dan Cahya disini. Aditya masih bingung dengan semua ini.


Aditya keluar dari ruang ICU dan bertemu dengan Mama dan Papanya serta Chika.


"Adit sayang, lebih baik kamu sekarang pergi melihat istrimu, biar Mama Papa dna Chika yang menunggui adikmu disini, Cahya pasti membutuhkanmu, pergilah" Ujar Mamanya.


"Baiklah Ma, jika ada sesuatu segera hubungi aku ya? Aku akan menengok Cahya dulu"


Aditya lalu pergi meninggalkan keluarganya dan pergi untuk menemui Cahya.


*****


Aditya sampai diruangan dimana istrinya di dirawat dan melihat ibu mertuanya serta Elea sednag menunggu diluar. Dokter baru saja keluar dari ruangan itu, Aditya pun langsung bertanya tentang keadaan Cahya saat ini. Dokter Psikiater menjelaskan bahwa Cahya memnag mengalami shock berat akibat kejadian yang dialaminya.


"Saya minta agar saat ini bu Cahya tidak banyak memikirkan hal yang terlalu berat terutama masalah yang baru saja terjadi supaya tidak mengganggu kesehatannya apalagi sekarang kondisi bu Cahya sedang hamil"


"Baik Dok terima kasih"


"Besok saya akan menemui bu Cahya lagi dna mengecek kondisinya, sekarang anda bisa menemuinya, saya permisi"


Aditya masuk ke ruangan Cahya dan melihat istrinya sedang terbaring disana. Aditya langsung menghampiri Cahya dan mengecup lembut keningnya. Cahya memeluk Aditya sambil menangis dan terus menanyakan keadaan Adri saat ini.


"Tenanglah, jangan pikirkan apapun, Adri dalam keadaan baik-baik saja, operasinya juga berjalan dengan lancar, sekarang kau harus banyak istirahat jangan terlalu stres kasian bayi kita"


"Sayang, sudahlah jangan dulu membahasnya, yang terpenting adalah kesehatanmu dan bayi kita, ayo beristirahatlah aku akan menemanimu"


Cahya akhirnya tertidur juga, Aditya sangat bersyukur dengan keadaan Cahya dan bayi mereka tetapi disisi lain dia juga sangat terpukul dengan apa yang menimpa Adri. Aditya tidak akan pernah memaafkan apa yang sudah dilakukan oleh Cheryl, perempuan itu memang sudah benar-benar gila dengan obsesi konyolnya yang akhirnya membuat keluarganya dalam keadaan seperti ini.


Kali ini Aditya harus lebih mengutamakan keselamatan keluarganya, dia tidak boleh lengah lagi seperti hari ini yang justru membuat keluarganya dalam kondisi buruk. Setelah Cahya sembuh, Aditya harus melakukan sesuatu untuk menjaga keamanan Cahya dan juga keluarganya, kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi. Aditya sudah sangat muak dengan semua yang sudah terjadi dan yang dialami oleh Cahya selama ini, orang-orang dari masalalu mereka selalu saja membuat kekacauan yang berakibat fatal, bagi Aditya ini sudah cukup.


*****


Chitra dan keluarganya serta Randy akhirnya sampai, dari airport mereka langsung menuju ke kantor polisi. Sesampainya disana, mereka langsung menemui pihak kepolisian dan mengatakan tujuan mereka. Chitra beserta kedua orangtua nya masuk untuk dimintai keterangan tentang Cheryl, sednagkan Randy menunggu mereka. Tidak disangka justru Randy bertemu dengan Ariel dan juga Rama.


Randy yang terkejut sata melihat Ariel pun langsung menanyakan kenapa dia ada disini. Ariel pun akhirnya menjelaskan bahwa dia ditugaskan oleh Aditya untuk mengantar Rama kesini karena Rama akan dimintai keterangan tentang kejadian yang siang tadi telah terjadi karena Rama berada disana dan Rama juga mengetahui tentang masalalu Cheryl si pelaku penculikan Cahya. Mendengar nama Cheryl, Randy pun mulai berpikir apa jangan-jangan memang Cheryl kakak sepupu Chitra yang telah melakukan ini semua kepada Cahya. Tetapi Randy masih belum mengerti dengan semua ini, mungkin nanti dia akan meminta penjelasan dari Chitra.


*****


Cahya sudah bangun, dan Aditya lalu tersenyum kepadanya. Cahya melihat ibunya serta Elea sedang duduk di sofa dan mereka sedang mengobrol.


"Karena kau sudah bangun dan petugas sudah mengantar makanan maka aku akan menyuapimu".


Aditya lalu membantu Cahya untuk bangun dan duduk.


"Aku mau minum dan makan buah lebih dulu, mulutku terasa pahit" Ucap Cahya.


Aditya mengambilkannya air lalu menyuapkan buah anggur serta mengupaskan apel untuk Cahya. Setelah merasa cukup barulah Aditya menyuapi Cahya dnegan makanan yang sudah disediakan. Elea yang melihat Cahya sudah bangun, langsung berdiri dan menghampirinya.


"Makanlah yang banyak karena kau saat ini sedang berbadan tiga" Ujar Elea diselingi tawa.


"Kau ini El, terima kasih ya sudah datang, tapi apa kau tidak apa-apa datang kesini?"


"Apa yang harus ku takutkan, kau sedang sakit dan Adri juga karena kalian sudah seperti keluargaku jadi aku harus datang, sangat egois jika aku tidak datang, lupakan saja, Adit bisakah aku meminta buah anggur itu sepertinya enak hehehe"


Sambil tersenyum Aditya mengambilkan buah anggur untuk Elea, sedangkan Cahya tertawa melihat tingkah Elea. Cahya sangat senang karena akhirnya sahabatnya itu sudah kembali menjadi Elea nya yang dulu, Elea yang penuh canda dan Elea yang tidak jaim. Sepertinya Elea perlahan sudah mulai melupakan kesedihannya.


"El, kau tadi bertemu dengan Ariel ya saat di lift?" Tanya Aditya.


Sontak Cahya langsung mengarahkan pandangannya ke arah Aditya, dan Elea juga terlihat terkejut. Jangan-jangan Ariel tadi mengenalinya karena kenapa Aditya bisa tahu jika dia bertemu dnegan Ariel padahal dia tidak cerita kepada siapapun soal itu.