SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 127



Keesokan harinya, Aditya sudah bersiap untuk kembali ke kantor perkebunan dan akan berangkat bersama Chika. Saat Cahya sedang membuka gorden jendela, Aditya memeluknya dari belakang. "Bau mu harum seperti aroma bayi "Bisiknya lembut ditelinga Cahya.


"Bagaimana nanti Chika akan pulang? Apa nanti kau akan menyuruh supir untuk menjemputnya??"


"Tidak, aku akan pulang bersamanya" Jemari Aditya mengusap lembut perut Cahya. "Kau jangan terlalu lelah ya, ketika urusan di perkebunan beres, kita akan pindah dikamar bawah saja ya sampai kamu lahiran, aku tidak bisa membayangkan jika kau harus membawa perut besarmu naik turun tangga"


"Baiklah, terserah kau saja" Cahya membalikkan badannya dan mengecup bibir Aditya.


Aditya berjongkok dan mencium perut istrinya sambil mengusapnya lembut. "Anak-anak Papa jangan nakal ya, jangan buat Mama susah, jaga Mama karena Papa harus kerja dulu, baik-baik ya?"


Cahya menyuruh Aditya turun untuk sarapan, karena dia akan menengok Elea dan akan menyusul ke bawah dengannya.


Cahya masuk ke kamar Elea dan ternyata Elea sedang mual dan muntah dikamar mandi. Dia menyusul Elea dan membantu memijat tungkaknya agar merasa lebih baik, Cahya membawa Elea kembali ke tempat tidurnya, sebelum berbaring, Elea menangis sambil memeluk Cahya. Dia terisak karena sebelumnya selalu sendirian saat menghadapi morning sickness dan saat ini ada sahabatnya yang menemaninya.


Setelah Elea cukup tenang, Cahya mengupaskan apel untuknya agar perutnya terisi. "El, apa kau meminum susu hamil? Jika iya biar aku menyuruh seseorang untuk membelinya, aku tidak memilikinya karena aku selalu bertambah mual jika meminumnya"


"Kau lucu sekali Ca, iya aku meminumnya, kemarin aku lupa tidak membawanya"


"Baiklah, aku akan menyuruh seseorang untuk membelikannya, ya sudah minum obat dan vitaminmu lalu beristirahatlah"


"Ca, aku sudah membuat surat resign, setelah kondisiku cukup membaik, aku akan mengantarkannya ke kantor dan berpamitan dengan teman-teman disana"


"Iya El, nanti aku akan menyuruh supirku untuk mengantarmu, ini ambillah obat dan vitaminmu"


****


Aditya akhirnya sampai dikantor dan mengajak Chika untuk berkeliling. Perombakan terjadi pada staff kantor perkebunan, dan Aditya sengaja meminta Chika untuk bergabung disana. Danist keluar dari ruangannya dan menyapa Aditya.


"Selamat pagi pak Aditya" Sapa Danist.


"Pagi Dan, ah ya kenalkan ini Chika, dia adik istriku, dia akan bergabung disini"


"Senang bertemu denganmu Chika, aku Danist, kemarin pak Adit sudah menceritakan tentangmu, oh iya pak sebenarnya aku masih membutuhkan seseorang lagi untuk bagian administrasi, aku melupakannya padahal itu sangat penting"


"Ya Tuhan, kau benar sekali Dan, baiklah nanti aku akan menghubungi sekretarisku agar mencari kandidat untuk dibawa kesini, oke aku harus mengantar Chika untuk melihat-melihat rumah yang akan dia tinggali dan nanti akan kembali lagi kesini"


Disisi lain Chitra datang ke rumah Aditya, tadi Cahya menghubunginya dan memintanya membeli susu hamil untuk Elea. Selain itu Chitra juga membawa rujak buah untuk 2 sahabatnya yang sedang hamil itu. Sesampainya disana Chitra langsung diantar mbak Tina ke kamar Tamu dimana Elea ada disana bersama Cahya, dan memintanya untuk membuatkan susu itu untuk Elea.


"Halo para bumil, aku datang membawa sesuatu untuk kalian, aku yakin kalian pasti menyukainya"


"Lihatlah.... Tadi Mama membuatkannya saat aku bilang jika aku akan datang kesini, ayo makanlah, tadi aku sudah meminta Mbak Tina agar membuatkan susu hamil untuk Elea dan jus untuk kita" Chitra membuka papper bag yang dibawa dimana berisi Rujak buah.


"Rujak??? Ini pasti enak sekali" Ujar Elea bahagia.


Benar saja, Cahya dan Elea sangat lahap menikmati rujak yang dibawa Chitra untuk mereka. Buah yang segar dan bumbunya yang begitu enak, tidak terlalu pedas, rasa manis dan rasa asamnya sangat pas. Mereka bertiga mengobrol banyak hal hingga akhirnya waktu makan siang tiba.


Saat makan siang, Cahya meminta bantuan Chitra agar bisa menemani Elea ke kantornya untuk memberikan surat resignnya. Dan Chitra pun menyanggupinya. Setelah bersiap Elea dan Chitra pun pergi diantar oleh supir Cahya.


*****


Sore tiba akhirnya Aditya dan Chika kembali pulang, Aditya pun menyuruh Chika mulai bersiap tinggal di tempat yang baru dan bekerja dikantor perkebunan. Chika pun sangat antusias dan senang karena kakak iparnya sudah memberinya kepercayaan untuk bekerja diperusahaan miliknya.


Aditya pun mengantar Chika pulang dan mampir sebentar untuk menemui ibu mertuanya, rasanya tidak sopan jika setelah mengantar dia langsung pergi. Setelahnya dia langsung berpamitan untuk pulang.


Sampai dirumah Aditya langsung mencari Cahya dan menemukan istrinya itu sedang duduk dibalkon kamar sambil makan es krim. "Kenapa kau makan es krim sendirian disini, memangnya kau tidak menemani Elea?"


Cahya sedikit terkejut, karena terlalu fokus makan tidak sadar jika Aditya sudah duduk disampingnya.


"Sayang, kau sudah pulang ternyata, ah iya Elea tadi pergi bersama Chitra, dia mengantar surat resign ke kantor dan tadi mereka bilang mereka sekarang sedang jalan-jalan, kurasa Elea sudah lebih baik saat ini, bagaimana dengan Chika apa dia mau tinggal disana?"


"Syukurlah jika dia terlihat lebih baik, dan Chika sangat senang, tadi aku juga sudah mengajaknya berkeliling termasuk di rumah yang akan dia tempati, dia bilang rumah itu terlalu besar jika hanya dia yang tinggal disana, tetapi mau bagaimana itu yang paling dekat dengan perkebunan"


Cahya lalu mengajak Aditya untuk masuk dan mandi karena suaminya itu pasti sangat lelah seharian ini. Sambil menunggunya selesai mandi, Cahya turun dan membuatkannya jus serta mengambil beberapa kue kering dan dia bawa ke kamarnya.


Cahya lalu menyiapkan pakaian untuk Aditya diruang gantinya. Aditya masuk dan mengambil pakaian yang sudah istrinya siapkan. Cahya memberitahu Aditya bahwa Elea berniat menjual mobilnya untuk tambahan tabungannya dan Chitra sudah memberitahu Randy agar membantu Elea.


"Itu sangat bagus, kurasa bukan hal yang sulit bagi Randy" Ujar Aditya.


Cahya juga mengatakan sepertinya akan lebih baik lagi jika segera memberitahu orangtua Elea tentang keadaan putrinya sekarang, karena tidak mungkin hal semacam ini dibiarkan terlalu lama. Aditya pun menyetujuinya, memang snagat tidak bagus jika dibiarkan terlalu lama. Aditya juga bercerita jika dia sedang membutuhkan orang dibagian personalia, dan besok akan memberitahu Maysa untuk mencari kandidatnya. Cahya sedikit terhenyuk dengan perkataan suaminya tentang mencari staff bagian administrasi, dia mengingat ada seseorang yang sepertinya punya ahli dibidang itu.


"Sayang, sepertinya aku mengenal seseorang yang punya ahli dibidang itu" Ucap Cahya.


"Mengenal? Siapa?"


"Elea, dia kan bagian administrasi di Direct Publisher, bagaimana kalau kau merekomendasikannya? Bukankah ini ide yang bagus untuknya yang ingin memulai semuanya dari awal?" Ujar Cahya.