
Acara pernikahan yang sebelumnya sama sekali tidak pernah diduga oleh siapapun dan dengan persiapan yang serba mendadak itupun berakhir dengan penuh kebahagiaan. Semua orang yang hadir juga kembali dengan perasaan senang. Sebuah kisah cinta yang luar biasa dari Gienka dan Kyros membuat semua orang juga terbawa perasaan. Kedua mempelai itu juga tidak berhenti menebar senyum bahagia mereka. Cantik dan Tampan, itu yang pertama ada di benak para tamu undangan ketika melihat Gienka dan Kyros.
Acara selesai, Gienka dan Kyros diantar ke kamar pengantin mereka. Ariel dan Maysa sudah menyiapkan kamar pengantin dengan dekorasi terbaik yang ada di hotel mereka. Tetapi Gienka dan Kyros akan berada disana hanya akan semalam saja karena Kyros harus bekerja dan semua peralatan yang mendukung pekerjaan Kyros seperti teleskop berada di rumah. Lagipula Gienka pun tidak mempermasalahkannya mengingat mereka juga tidak akan menikmati malam pengantin beberapa hari ke depan, jadi tidak akan terlalu istimewa, begitulah pemikiran Gienka.
Ketika masuk, Gienka dan Kyros langsung disuguhi pemandangan dekorasi kamar yang sangat cantik dengan hiasan bunga warna-warni. Akan sangat romantis sekali seharusnya malam pengantinya tetapi Gienka mendengus kesal.
"Lihatlah betapa luar biasanya kamar ini, tetapi aku hanya akan tidur tanpa melakukan apapun denganmu" Gerutu Gienka.
Kyros tertawa mendengar Gienka menggerutu, dia lalu melepas jas nya melemparnya ke sofa, kemudian melepas kancing lengan kemejanya dan melipatnya sampai ke siku. "Lalu kau akan menyalahkan siapa?? Aku? Atau Papa? Kau sendiri yang minta menikah buru-buru!"
"Ah lupakan saja....!" Gienka menimpali.
Kyros mendekati Gienka dan memeluknya. "Kalaupun kita tidak bisa melakukannya sekarang itu tidak masalah, kenapa kau mempermasalahkan hal itu? Kau sudah tidak sabar ya??"
Gienka tersenyum malu-malu. "Bukan tidak sabar tapi aku mengkhawatirkanmu!" Jawabnya cepat.
"Mengkhawatirkanku?? Kenapa??? Apa aku memprotesmu? Tidak juga kan??? Aku akan tetap menunggu! Kita masih bisa melakukan hal lain!" Kyros tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya menatap nakal Gienka.
"Tidak...! Jangan lakukan apapun, yang ada kita malah akan menyiksa diri kita sendiri" Gienka mendaratkan ciuman manis di bibir Kyros. "Aku akan membersihkan make up ku dan kau bisa bekerja!"
"Oke baiklah Nyonya Kyros Sahasya, bersihkan dirimu lalu tidurlah dengan nyenyak tetapi jangan mimpikan tentang malam pertama itu hanya akan membuatmu kesal saja...! Aku mencintaimu...!" Kyros juga membalas kecupan Gienka lalu membiarkan istrinya itu untuk pergi.
Setelah membersihkan make up nya Gienka memilih untuk langsung mandi sebelum dia tidur, sementara Kyros melepas jasnya lalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya saja, karena memang ini bukan waktu baginya untuk tidur.
★★★★★★
Axel dan Kyra sedang berada dalam perjalanan pulang setelah dari pesta pernikahan Kyros dan Gienka. Kyra membawa pulang bucket bunga yang didapatnya tadi dan tersenyum sendiri ketika melihatnya.
"Apa kau akan terus menatap bunga itu??? Apa ini pertama bagimu mendapatkan seperti ini?" Tanya Axel.
Kyra menoleh ke arah Axel yang ada disampingnya. "Ah tidak...! Aku hanya berpikir besok akan memberi kejutan Ky dan Gie, mereka besok siang sudah pulang jadi aku akan mendekor kamar mereka, kau datang ya bantu aku dan Amam!"
"Cepat sekali besok pulang...! Mereka kan bisa enjoy menikmati masa pengantin mereka, mau berapa lama pun tidak akan ada masalah tinggal di hotel itu...!"
"Ky harus bekerja dan sesekali dia harus melakukan pengamatan langit, teleskop dan hal lain kan ada di rumah, tahu sendiri kan betapa besarnya teleskop milik Ky...!"
Axel mengangguk, Kyra pernah beberapa kali ke rooftop tempat dimana disana juga ada kamar Kyros, dan ada sebuah teleskop besar yang berada di sisi kanan rooftop sebelah kolam renang. Dan menurut Kyra teleskop itu bisa menjangkau pemandangan yang sangat jauh sekali di luar solar system. "Hahaha iya itu besar sekali....!" Gumam Axel.
Ditengah obrolan itu, ponsel Kyra berbunyi. Kyra mengambil ponselnya yang ada di tasnya dan mengernyit ketika tahu sipa pengirim pesan itu.
..."Kyra...! Aku minta maaf atas apa yang sudah dilakukan oleh Jelena kepadamu, aku benar-benar minta maaf!! Aku sangat menyesal sudah meninggalkanmu dan memilih Jelena, dia ternyata adalah perempuan yang tidak baik, please Kyra sayang tolong maafkan aku...!"...
Sontak saja Kyra langsung memalingkan wajahnya dengan kesal setelah membaca pesan itu. Kyra tidak berhenti memaki Zayan dalam hatinya, disaat Jelena sudah dipenjara lelaki itu kembali memanggilnya Sayang, dan baru meminta maaf setelah sekian lama. Padahal seharusnya dia bisa mengatakan itu ketika beberapa waktu yang lalu Kyros sudah menunjukkan kemarahan dan kekecewaan terhadap Zayan tetapi saat itu Zayan hanya diam mematung dan tanpa mengatakan apapun.
"Shiiiittt..... Benar-benar tidak tahu malu, dasar laki-laki munafik...!" Gerutu Kyra.
Mendengar itu, Axel langsung menoleh dengan wajah terkejutnya. "Apa kau bilang??? Aku munafik???" Tanya Axel.
"Tidak...! Tidak...! Bukan kau....! Aku hanya membaca pesan dari Zayan!"
"Aku pikir aku yang kau katai munafik..! Oh iya lusa aku sudah harus mulai berlatih jadi aku akan meninggalkan Jakarta!" Ujar Axel sambil tersenyum ke arah Kyra.
Mendengar itu wajah Kyra berubah kecewa, dan menyadari bahwa memang jadwal Axel akan dimulai beberapa hari lagi, setelah itu sudah pasti Axel akan menetap di tempat barunya. Kyra tidak akan bisa bertemu lagi dengan Axel kecuali kalau dia juga ada jadwal kunjungan kerja disana. "Iya ya.... Aku sampai lupa....!" Gumam Kyra sedih.
"Kenapa kau cemberut begitu...!???"
Kyra kembali tersenyum. "Tidak...!!"
Entah kenapa mendengar itu Kyra langsung sedih, karena memang beberapa hari terakhir ini Axel selalu bersamanya. Bahkan Axel juga menjemput serta mengantarnya ke kantor setiap hari. Kyra sudah merasa nyaman dengan lelaki itu. Axel benar-benar laki-laki yang sangat menyenangkan, Kyra bisa membicarakan berbagai hal dengannya. Kyra benar-benar merasa sangat cocok, mungkin jika mengenal lebih dekat lagi Kyra bisa benar-benar menerimanya. Tetapi saat ini Axel juga memiliki tanggung jawab besar dengan pekerjaannya, mau tidak mau Kyra hanya akan bertemu dengan laki-laki itu sesekalu saja tidak setiap hari seperti kemarin.
Kyra tersenyum. "Im okay...! Aku hanya sedikit sedih saja karena tidak akan ada lagi yang mengantar jemputku ketika sedang bekerja!"
"Hmmmm sebelumnya kau sudah biasa ke kantor sendirian bahkan ku dengar dari Gienka kau menolak memakai supir, kenapa sekarang berkata seperti itu???"
"Kalau pakai supir pribadi aku harus membayarnya kalau kau kan gratis hahahaha!"
"Owh jadi kau menganggapku supir, oke....!" Ujar Axel dengan nada yang terdengar kesal.
Kyra langsung menyela mengatakan bahwa bukan seperti itu maksudnya. Axel pun menanggapi dengan tawa saja karena dia hanya menggoda Kyra.
Sementara itu Gienka sudah selesai mandi dan Kyros sudah sibuk menatap layar laptopnya. Gienka berjalan berjinjit mendekatinya dan langsung memeluknya dari belakang. Gienka menghujani pipi kanan Kyros dengan ciuman yang tidak berhenti. Kyros hanya terkekeh tetapi pasrah saja dan menikmatinya.
"Apa kau tidak ingin memelukku sebelum tidur untuk pertama kalinya setelah kita menikah??" Tanya Gienka.
Kyros berdiri dan memeluk istrinya. "Tentu saja, aku akan menemanimu sampai kau tidur dan baru akan kembali bekerja!"
"Tapi kau mandi dulu!" Protes Gienka.
Kyros mengangkat matanya. "Mandi katamu???"
Tanpa banyak bicara, Kyros mendorong Gienka ke tembok kemudian mendongakkan wajah istrinya itu dan langsung melahap bibirnya. Semula lembut tetapi lama-kelamaan berubah menjadi kasar dan Gienka pun berusaha mengimbanginya. Sebelumnya Kyros selalu melakukannya dengan hati-hati dan berusaha menahan diri tetapi kali ini sudah tidak ada penghalang diantara dia dan Gienka sehingga Kyros pun menggunakan kedua tangannya untuk memegang dada Gienka dan memijat dengan lembut disana.
Gienka mengerang pelan karena ini pertama kalinya orang lain menyentuh kedua aset miliknya. Mereka berciuman dan Kyros terus memegang kedua gundukan milik Gienka itu dan menekan-nekannya pelan. Kyros melepas satu lengan gaun tidur Gienka dan menemukan hadiahnya dengan penuh antisipasi lalu membukanya tanpa melepas jubah itu.
Kyros mendongak dan tersenyum kearah Gienka lalu perlahan setengah berdiri. Napas Gienka tersenggal ketika Kyros menyentuh miliknya sambil lalu, mengusap titik berwarna merah muda itu dengan gerakan seolah tak sengaja, sehingga membuatnya mengeras, seakan ingin disentuh lagi. Gienka menggeliat merasakan sensasinya. Kyros menyesapnya pelan dan juga memainkan lidahnya disana membuat Gienka semakin menggila. Tidak ingin terbawa suasana yang berlebihan, Kyros pun menghentikan aksinya dan kembali berdiri menatap Gienka.
"Sudah cukup, kita bisa melakukan yang lebih nanti jika kau sudah siap, aku sekarang akan menemanimu sampai kau tertidur" Kyros menecup kening Gienka dan mengjakny ke tempat tidur.
Mereka berdua berbaring dan Gienka memeluk Kyros dengan erat dan suara detak jantung Kyros menjadi musik penghantar tidur Gienka.
★★★★★★
Keesokan harinya....
Zayan dibuat bingung karena pesan singkatnya semalam tidak dibalas oleh Kyra. Dan dia memutuskan untuk datang ke rumah Kyra saja dan meminta maaf secara langsung. Zayan sendiri ketakutan jika keluarga Kyra juga akan melakukan sesuatu kepadanya dan keluarganya terutama bisnis mereka. Mengingat Jelena sudah dimasukkan ke dalam penjara, dan bisnis keluarga Jelena juga terkena imbasnya. Zayan sangat takut jika itu juga dilakukan keluarga Kyra padanya, mengingat mereka sangatlah berkuasa. Dan mungkin ini waktu yang tepat karena orangtua Kyra pasti masih belum kembali dari kantor, baik itu Apapnya ataupun Amamnya. Zayan yakin Kyra akan mau memaafkannya dan mungkin mau kembali kepadanya lagi mengingat Kyra sangat mencintainya.
Sementara itu, Kyra, Nyonya Harry dan Cahya dihebohkan dengan persiapan mereka menyambut pengantin baru yang sore nanti akan pulang. Axel juga sudah datang untuk membantu dan bahkan pagi tadi sudah mengantar Kyra berbelanja bunga dan beberapa hiasan lainnya. Bisa saja Kyra memanggil dekorator kamar tetapi akan lebih spesial jika menghias kamar itu sendiri.
"Kyra sayang, lanjutkan dengan Axel dan Oma, Amam akan membuatkan Apapmu jus, dia sebentar lagi akan kembali dari meetingnya!" Ucap Cahya.
Ya sebenarnya hari ini mereka masih memilih libur satu hari pasca pernikahan Kyros semalam tetapi Aditya ada meeting penting membuatnya harus datang ke kantor sebentar dan akan langsung pulang jika sudah selesai. Tadi Aditya sudah memberitahu Cahya jika dia sebentar lagi akan sampai rumah, itu sebabnya Cahya harus menyiapkan minum dan membantu ART nya menyiapkan makan malam dan camilan. Menantunya akan datang dan Cahya ingin menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.
"Iya Mam...!" Jawab Kyra.
Cahya pun langsung turun untuk melakukan tugasnya.
Sekitar 15 menit kemudian, Aditya sudah sampai di rumah dan langsung memasukkan mobilnya ke garasi karena dia juga tidak akan pergi kemana pun malam ini. Cahya memintanya agar duduk diruang tamu lalu mengambilkannya jus. Cahya kembali dengan nampan ditangannya berisi 4 gelas jus nanas yang dibawanya dan dia berikan pada Aditya.
"Dimana Kyra???" Tanya Aditya.
"Dia masih diatas bersama Axel menyelesaikan dekorasinya, aku akan membawa ini ke atas!"
"Baiklah...!" Jawab Aditya.
Sementara itu, security membuka gerbang lagi dan menemukan mobil Zayan. Dia tidak tahu jika hubungan Zayan dan Kyra sudah berakhir, dan karena Zayan sebelumnya sering kesini, security itupun membuka gerbang dan mempersilahkan Zayan untuk masuk.
Terdengar suara bel di pintu ketika Cahya sudah berjalan ke arah lift. Melihat itu Aditya melarangnya untuk membuka dan menyuruh Cahya untuk naik ke atas membawa jus ke Kyra sementara dia yang akan membukanya. Aditya berdiri dan.melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yang datang bertamu.