
Cahya berbaring sambil terisak di ranjang kecil yang ada di kamar bayinya. Hari ini Aditya membuat moodnya menjadi rusak, teriakan dan amarah suaminya itu masih terngiang-ngiang di pikirannya. Entah kapan Aditya bisa merubah kebiasaan buruknya yang selalu berteriak jika sedang merasa marah padahal orang yang diteriaki tidak pernah merasa melakukan kealahan. Entah sudah berapa kali Aditya selalu melakukan itu pada dirinya. Cahya menangis sampai akhirnya dia pun tertidur.
Aditya merasa gusar dengan terus bangun dan kembali berbaring lagi, bangun dan berbaring lagi, dia tidak bisa memejamkan matanya sama sekali. Cahya benar-benar marah padanya, dan kemarahan istrimya itu selalu berakhir dengan dia tidak mau tidur dengannya. Aditya mengutuk dirinya sendiri, padahal dulu dia sudah pernah berjanji untuk tidak akan meneriaki Cahya ketika sedang marah tetapi pada akhirnya dia melakukannya lagi. Aditya bingung harus melakukan apa supaya Cahya mau memaafkannya lagi.
Keesokan harinya Cahya bangun karena mendengar tangisan Kyra, hari masih gelap. Bergegas dia terbangun dan langsung menggendong putrinya dan memberinya Asi. Hingga Kyra akhirnya sudah merasa tenang dan mulai ceria. Cahya membuka gorden jendela dan tampak matahari juga sudah mulai mengeluarkan sinar jingga nya. Melihat Kyros masih sangat pulas tidurnya, Cahya memutuskan untuk memandikan putrinya lebih dulu sebelum putranya terbangun.
Setelah melepaskan pakaian dan popok Kyra, Cahya membuka pintu sambil menggendong putrinya dan, dilihatnya Aditya tengah khusyu menjalankan kewajibannya. Cahya lalu membawa putrinya ke kamar mandi dan menyalakan kran air hangat agar Kyra tidak merasa kedinginan. "Adek mandi pagi nya pakai air anget, biar ga brbrbrbrbrb kedinginan" Ucap Cahya sambil menaruh Kyra ke dalam bak mandi.
Kyra langsung memekik saat menyentuh air di bak mandinya tetapi kemudian tertawa karena Cahya memasukkan beberapa mainan bebek karet kesukaannya ke dalam air.
"Anak Mama ini memang pintar, subuh-subuh sudah bangun terus mandi biar makin cantik, anak perempuan memang harus rajin ya Dek, nah udah bersih dan wangi, sekarang kita ke kamar dan bangunin kakak Ky" Cahya mengangkat Kyra dan memakaikan handuk lalu berjalan keluar kamar mandi menuju kamarnya.
*****
Saat memasuki kamar bayinya, ternyata Kyros sudah bangun dan saat ini dalam pangkuan Aditya. "Tadi aku mendengar Ky menangis saat kau ada di kamar mandi, jadi aku langsung menggendongnya, untunglah dia langsung diam saat ku gendong" Ungkap Aditya sambil tersenyum kearah istrinya.
Cahya hanya diam tidak menanggapi apapun dan membaringkan Kyra, lalu mengambil pakaian untuk bayinya dan mulai mengurus Kyra setelah memandikan bayinya itu.
Kyra sudah terlihat cantik setelah memakai pakaiannya, Cahya lalu menaruh putrinya ke dalam box bayinya dan mengambil Kyros yang ada di pangkuan Aditya, tanpa mengatakan apapun padanya. Dan berlalu begitu saja membawa bayinya pergi ke kamar mandi. Sementara Aditya hanya menunduk merasa kesal dengan dirinya sendiri yang akhirnya membuat istrinya tidak mau berbicara dengannya lagi.
Aditya berdiri dan mengambil putrinya dari box bayinya lalu mengajak nya duduk menikmati sinar matahari pagi di balkon kamarnya selagi menunggu Cahya selesai memandikan Kyros.
"Sweet creature, sweet creature, wherever I go, you bring me home, sweet creature, sweet creature, when I run out of rope, you bring me home" Aditya mulai bersenandung menyanyikan lagu untuk Kyra sambil menggoyangkan boneka sapi didepan putrinya, seolah boneka itu yang sedang menyanyi.
Kyra tertawa melihat boneka sapi nya bergerak ke kanan dan ke kiri, membuat Aditya langsung menaruh boneka yang dipegangnya lalu membalikkan badan putrinya itu dan mengangkatnya.
"Kau tertawa karena melihat boneka mu bergerak atau karena mendengar suara papa? Hmmmm kau nakal sekali" Ucap Aditya dengan suara gemas lalu mendekakat wajah Kyra ke wajahnya dan mulai menciumi nya dengan gemas membuat bayi itu kegelian dan semakin tertawa.
******
Hari ini adalah weekend, Aditya tidak pergi ke kantor dan ini adalah kesempatan yang baik untuk berbicara lagi dengan Cahya agar istrinya itu mau memaafkannya. Walaupun Cahya marah dengan Aditya tetapi saat sarapan tadi, Cahya mencoba bersikap biasa saja agar tidak menimbulkan kecurigaan dihadapan Paman dan Bibi nya serta Yongki.
Setelah sarapan Aditya mengajak Yongki untuk duduk di gazebo halaman belakang sambil membawa Kyra dan Kyros. Kedua lelaki itu tampak asyik mengobrol sambil mengajak bermain kedua bayi kembar itu.Sementara Cahya tengah duduk dengan Paman dan Bibi nya di ruang tamu.
"Aku tidak lagi bertugas di perbatasan, tapi tugas biasa hanya tetap diluar kota"
"Sangatlah keren menjadi sepertimu"
"Lebih keren menjadi sepertimu Dit, hahaha" Gumam Yongki sambil tertawa.
"Apa kau masih memiliki perasaan kepada Olivia?"
Mendengar pertanyaan Aditya, Yongki tertegun sejenak lalu melempar senyumnya. "Sebesar apapun cinta yang dimiliki jika keadaan tidak mendukungnya lalu kita bisa apa?"
"Itu juga yang pernah ada dalam pikiranku dulu, kau pikir mudah mendapatkan cinta adikmu? Aku juga pernah menyimpan cinta yang besar untuknya walaupun saat itu keadaan dan semesta ini sangat tidak mendukungku, tapi sabar dan usaha selalu tidak pernah membohongi hasil, aku yakin jika kalian mau memperbaiki semuanya, kalian pasti bisa bersama lagi" Gumam Aditya.
Yongki menggerutkan dahinya."Memangnya kau mengalami kesulitan saat bersama Cahya?" Tanya Yongki penasaran.
"Bukan kesulitan lagi tapi super duper sulit, kau bisa tanyakan sendiri pada adikmunitu apa yang dia lakukan padaku setelah menikah hahaha, eh lihatlah putraku sepertinya mengantuk"
Aditya melihat Kyros memejamkan matanya lalu tertunduk dan bayi itu membuka matanya lagi seperyi menahan kantuk. Yongki pun mengajak Aditya untuk masuk ke ruang tamu dan memberikan Kyros pada Cahya.
"Ca, sepertinya keponakanku yang tampan ini sedang mengantuk, sekalian Kyra juga, kalian berdua naiklah dan tidurkan bayi kalian" Yongki pun memberikan Kyros pada Cahya.
Cahya lalu membawa Kyros naik dan diikuti Aditya dibelakangnya.
*****
Sampailah mereka dikamar dan Cahya langsung menyusui putranya. Hanya dalam hitungan menit, Kyros dengan mudahnya langsung tertidur. Sementara Aditya yang sedang memangku Kyra hanya diam memandang Cahya tanpa mengatakan apapun. Aditya masih melihat jelas kekecewaan diwajah istrinya. Sementara Cahya tidak peduli dengan wajah memelas Aditya yang sedang menatapnya.
"Sayang, kalau kau sudah menidurkan Kyra, kau beristirahat saja, biar aku yang menjaga mereka, kau pasti sangat lelah, kau tidur di tempat tidur kita saja agar lebih nyaman, semalam pasti kau merasa tidak nyaman tidur disini" Ucap Aditya berusaha membuka pembicaraan.
Tetapi Cahya hanya diam dan tidak memperdulikan sama sekali ucapan dan permintaannya. Cahya berdiri dan membaringkan Kyros lalu mengambil Kyra dari pangkuan Aditya tanpa mengatakan apapun. Lelaki itu semakin merasa frustasi tidak tahu harus bagaimana lagi agar istrinya mau berbicara dengannya lagi.