SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps. 17



Setelah kekacauan yang ditimbulkan oleh Cyntia, semua orang dalam keadaan yang tidak baik, semuanya memikirkan ucapan dan janji Aditya yang akan menikahi Cahya, semua berpikir bahwa Aditya terlalu gegabah saat mengucapkan itu demi membela harga diri keluarga Cahya, karena pernikahan sejatinya bukanlah perlombaan yang akan menentukan siapa yang menang siapa yang kalah, tapi pernikahan adalah komitmen dan perjanjian seumur hidup antara 2 manusia dan Tuhan. Semua orang ingin marah kepada Aditya tetapi apa yang diucapkan Aditya saat itu sudah bisa membungkam mulut Cyntia dan menyelamatkan harga diri Cahya. Seperti Adri dan kedua orang tua nya yang saat ini gusar memikirkan kakaknya, dia tahu dan mengerti betul seperti apa kakaknya selama ini.


“ Aku memutuskan akan menikahi Cahya!!” Suara Aditya membuyarkan lamunan orang tua dan Adiknya.


“ Apa??? Bagaimana bisa kak?? Ini pernikahan bukan kontrak pembelian saham seperti yang biasa kau lakukan!” ucap Adri yang terperanjat dari tempat duduknya.


“ Kita tidak punya pilihan lain!”


“ Tidak, tidak kau tidak bisa melakukannya kak, kak Cahya orang yang baik, kau tidak bisa mempermainkannya dengan pernikahan” Tolak Adri.


“ Apakah aku terlihat buruk sehingga aku akan mempermainkan Cahya??” Tanya Aditya yang membuat semua orang menatapnya dengan tatapan menolak tetapi Aditya masih ingin melanjutkan pembicaraannya.


“ Aku tidak akan menyakiti Cahya, aku akan menjaganya dengan baik dan melindunginya, dan aku harus melakukan pernikahan ini untuk menjaga kehormatan Cahya dan keluarganya, Cyntia tidak akan berhenti untuk mempermalukan Cahya jika kita tidak bisa membungkamnya”


“ Tapi Dit??” Tuan Harry menyela putranya tetapi kemudian Aditya berlutut didepan kedua orangtuanya itu dan menggenggam tangan mereaka mencoba meyakinkan mereka.


“ Ma, Pa kalian harus yakin sama keputusan Adit, Mama tahu kan kalau Cahya adalah perempuan yang sangat baik begitu juga keluarganya, bahkan mama sangat menyayangi Chika dan juga Cahya, mama menganggap mereka seperti putri mama, maka saat ini Adit akan menjadikan Cahya adalah putri mama yang sesungguhnya, begitupula jika waktunya tiba Adri juga akan menjadikan Chika sebagai putri Mama, saat ini tugas Adit adalah menyelesaikan kekacauan yang telah dibuat oleh Cyntia, menyelamatkan Cahya dan keluarganya" Ujar Aditya.


Aditya menatap mata Mamanya dalam. "sebenarnya bukan hanya keluarga Cahya yang dipermalukan tetapi juga keluarga kita, secara tidak langsung Cyntia juga telah menuduh Adri melakukan hal yang buruk kepada Chika dan juga menuduhku telah membeli harga diri Cahya padahal Mama dan Papa selalu mengajarkanku dan Adri tentang bagaimana menghormati seorang perempun dan bagaimana harus bisa menjadi perisai untuk mereka, menjaga kehormatan mereka, Adit janji akan menjaga dan menghormati Cahya seperti Adit menjag adan menghormati mama selama ini, saat Adit nanti sudah menikahinya, Adit akan mencintainya dan akan berusaha membuatnya bahagia, Mama dan Papa percaya kan dengan Adit??” Ucap Aditya mencoba meyakinkan kedua orangtuanya lalu mencium tangan mereka dan nyonya Harry pun tersentuh dengan ketulusan Putranya dan mengelus kepala putranya itu dengan lembut.


“ Kau harus benar-benar menepati janjimu ini, mama tidak mau mendengar jika suatu saat nanti kamu menyakiti atau membuat Cahya menangis, dia perempuan yang sangat baik, kau harus menjaganya kalau tidak Mama akan menamparmu” Ucap nyonya Harry sambil menyeka airmatanya laulu tuan Harry pun ikut memberi wejangan kepada putranya itu.


“ Baiklah jika itu keinginanmu, Papa akan merestui apa yang menjadi pilihanmu, jadilah laki-laki bertanggung jawab dan menghormati istrimu kelak, sekarang segera uruslah semuanya kau tidak punya banyak waktu dan bicaralah dengan Cahya dan keluarganya, jika kau membutuhkan bantuan Papa atau Mama, kami siap nak”


Aditya pun langsung memeluk kedua orangtua nya yang sangat dia cintai, saat ini dia harus mengatasi keadaan ini dan meyakinkan Cahya bahwa semua akan baik-baik saja dan keputusan menikahinya adalah jalan terbaik, dan tidak lupa Aditya akan mencari informasi tentang Cyntia dan apa myang sudah dilakukannya sehingga tau banyak tentang keseharian keluarga Cahya.


Aditya mengajak Adri untuk pergi kesuatu tempat untuk mencari informasi dan mengurus rencana pernikahannya sekaligus pergi ke rumah Cahya untuk meyakinkanya. Sampailah mereka dirumah Randy sahabat Aditya, Randy pun menyambut mereka dan menanyakan apa yang membuat Aditya mendatangi rdirinya, dan Aditya ingin meminta bantuan Randy mencari orang untuk menyelidiki sesuatu karena Randy banyak memiliki kenalan orang-orang semacam preman yang bisa membantunya untuk mencari informasi.


Randy pun menyanggupi permintaan Aditya, saat itu pula Randy menelepon seseorang dan menyuruhnya untuk datang kerumahnya saat ini juga.


Satu jam kemudian orang itu datang dan Randy memperkenalkannya kepada Aditya dan Adri, orang itu bernama Beno, lalu Aditya meminta Beno untuk membawa 2 temannya lagi agar lebih muda saat menjalankan misi ini, dimana 1 orang harus mengintai rumah Cahya mencari tahu apakah ada seseorang yang mencurigakan disekitar rumahnya, lalu yang 1 nya menyelidiki semua hal tentang Cyntia, sedangkan yang 1nya lagi menyelidiki semua tentang Theo.


Aditya meminta informasi sekecil apapun itu, Beno pun menyanggupinya dan akan membawa 2 temannya lagi dan Aditya akan mengirim foto Cyntia dan Theo nanti kepada Randy.


Aditya sangat berharap misi ini sukses, agar dia bisa memberi Cyntia dan Theo pelajaran karena sudah mengusik kehidupan Cahya dan keluarganya.


Aditya kemudian melanjutkan perjalanan kerumah Cahya, saat ini tugasnya adalah meyakinkan Cahya agar mau menikah dengannya karena dia tahu bahwa Cahya pasti masih merasa ragu dan gusar dengan apa yang Aditya ucapkan kemarin tentang janjinya akan menikahi Cahya.


“ Entahlah, tapi bisakah kau membantuku, kau bujuk Chika agar dia bisa meyakinkan Cahya untuk melakukan ini, kau tau bahwa aku benar-benar ingin menjaga mereka semua, aku mohon mintalah bantuan Chika dan ibu”


“ Baiklah akan kucoba”


Akhirnya mereka sampai, Chika menyambut mereka, suasana terlihat sangat berbeda dari biasanya, Chika yang biasanya terlihat selalu ceria saat ini hanya tersenyum tidak banyak berkata, Aditya menanyakan keadaan ibu dan Chika mengantarnya untuk menemui ibunya.


Aditya duduk disamping ranjang ibu Cahya lalu memegang tangannya sambil mengatakan bahwa dia harus menikahi Cahya untuk menjaga nama baik keluarga ini dan ini adalah pilihan yang tepat, tidak lupa dia akan menjaga Cahya dengan baik, membuatnya bahagia, dia tidak ingin melihat keluarga ini diinjak oleh orang-orang yang hidupnya diisi dengan kebencian kepada orang lain.


“ Ibu bisa pegang janjiku ini, jika suatu saat aku kedapatan menyakiti putri ibu, ibu bisa menjadi orang pertama yang membunuhku, menamparku atau memukulku”.


“ Ibu tidak tau harus bagaimana nak Aditya, ibu tahu niatmu dan keluargamu baik, tapi saat ini yang berhak memutuskan adalah Cahya sendiri”


“ Tapi ibu percaya kan denganku? Jika ibu merestui, aku akan meyakinkan Cahya” Ucap Aditya dan mendapat respon anggukan kepala dari ibu Cahya, Aditya pun memeluknya berterima kasih.


Aditya keluar dari kamar Ibu, dan melihat Adri sedang berbincang dengan Chika, lalu menanyakan dimana keberadaan Cahya, Chika memberi tahu bahwa Cahya ada dihalaman belakang.


Aditya melihat Cahya sedang duduk sendiri dan melamun, kemudian dengan segera dia duduk disampingnya dan tersenyum menanyakan apa yang sedang dipikirkannya. Sambil berurai airmata Cahya pun menceritakan bagaimana kehidupannya selama 3 tahun ini yang dipenuhi perjuangan untuk melupakan kesakitan yang ditinggalkan Theo untuknya dan memulai hidup baru, menjaga ibu dan adiknya agar selalu bahagia, tapi kenapa disaat apa yang dia inginkan sudah tercapai itu tidak bertahan lama, jika saja dia tidak datang kepesta itu mungkin dia tidak akan bertemu dengan Theo dan hidup keluarganya tidak akan seperti saat ini.


Cahya juga menanyakan kenapa Cyntia begitu membencinya padahal dia selama ini tidak pernah mengusik kehidupan Theo.


Aditya terlihat bingung tidak tau apa yang harus dikatakan atas pertanyaan Cahya kepadanya. Lalu dia mengatakan pada Cahya bahwa hanya ada 1 cara untuk menghentikan Theo dan Cyntia yaitu Cahya harus menikah, agar fitnah yang ditanam Cyntia tidak menyebar kemana-mana tetapi raut wajah Cahya terlihat meragu seolah menolak ide tersebut.


Aditya meyakinkan Cahya bahwa ini harus dilakukan, dan berjanji akan menjaganya dan keluarganya, tidak akan pernah membiarkan Cyntia dan Theo merusak kebahagiaanya lagi.


“ Ca, jika yang kau takutkan adalah bagaimana bisa kau menjalankan pernikahan yang seperti ini, terlalu dipaksakan dan kita juga baru saling mengenal, atau secara kasar kita tidak saling mencintai dan kau bingung atau ketakutan bagaimana menjadi istri dalam pernikahan yang seperti itu, kau tidak perlu takut Ca, aku tidak akan pernah memaksamu untuk melakukan sesuatu yang membuat dirimu tidak nyaman, aku berjanji untuk menjagamu maka itu akan kulakukan, pernikahan ini kita lakukan hanya untuk menjaga nama baik keluargamu dan tentunya keluargaku juga karena secara tidak langsung Cyntia juga menghinaku dan keluargaku, aku janji akan menghormatimu dan tidak memaksa kehendakku jika itu yang kau takutkan, percayalah padaku?”


Cahya tampak termenung sejenak, lalu meminta waktu untuk berpikir dan berdiskusi denagn ibu dan adiknya, Aditya mempersilahkannya, Cahya pun masuk ke dalam dan menemui ibunya lalu memanggil Chika yang sedang duduk diruang tamu. Aditya dan Adri menunggu diruang tamu memberikan mereka waktu untuk berdiskusi.


Didalam kamar, mereka mendiskusikan rencana itu dan Cahya meminta pandang dari ibu hdan adiknya, Chika terlihat memberikan pandangannya bahwa Aditya dan keluarganya memang orang yang baik dan pasti akan menjaga Cahya dengan baik, dan sangat penting bahwa mereka harus membuktikan kepada Cyntia atas semua tuduhannya bahwa itu tidaklah benar, sepertinya Adri berhasil meyakinkan Chika, kemudian ibunya yang bergantian memberikan pandangannya. Jika niat Aditya sangatlah baik tetapi semua keputusan ada ditangan Cahya.


“ Keputusan ada ditanganmu Ca, ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kita semua, bacalah basmallah lalu ambil keputusan, sisanya biar Allah yang mengurusnya” Ucap ibu Cahya, terlihat Cahya menghela nafas panjang lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar ibunya disusul oleh Chika.


Aditya dan Adri langsung terperanjat dan berdiri. Cahya lagi-lagi menghela nafas panjang mengucap Bismillah dan mengatakan mau menikah dengan Aditya. Raut kelegaan terlihat jelas diwajah Aditya lalu dia memutuskan berpamitan karena akan segera mengurus semuanya dan sudah tidak memiliki banyak waktu.