SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 265



Bibir itu terasa dingin, menyentuh bibir Elea yang lembut. Mengecupnya dengan perlahan. Lalu sisi bibirnya mulai membuka bibir Elea, dan memagut bibir bawah perempuan itu. Danist menyesapnya perlahan dan sangat lembut, menikmati kemanisan yang ada di sana. Setelah yakin Elea menerimanya, lelaki itu menggerakkan tangannya dan membimbing lengan Elea supaya merangkul lehernya, lalu memeluk istrinya itu erat-erat dan mencium lagi bibirnya.


Ciuman Danist sangat luar biasa, semula dingin lalu panas membakar. Lelaki itu menjelajah bibir Elea dengan penuh kehausan, mencecap seluruh sudutnya dengan bibir juga lidahnya. Ketika bibir Elea membuka, lidah Danist langsung menelusup masuk, mulanya hati-hati kemudian masuk semakin dalam, bertemu dengan lidah Elea dan berjalinan di sana, mulut mereka berpadu dan tubuh mereka menjadi semakin rapat.


Lalu ketika Danist melepaskan kepalanya, matanya yang dalam bertatapan dengan mata Elea penuh gairah. Elea juga menatap Danist begitu dalam lalu mengusap lembut pipi Danist membuat lelaki itu memejamkan matanya.


"Dan.... You bring nothing but love, peace, joy, and happiness to my soul, during that time I have begun to like you but now, I’m trying to stop liking you, because I want to love you. I love you Dan....!" Ucap Elea dengan suara parau yang seketika membuat Danist langsung membuka matanya dan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Kau serius???"


Elea menganggukkan kepalanya. "I love you, aku ingin kau menjadi yang terakhir untukku, aku ingin kita menghabiskan waktu bersama selamanya, maakan aku terlambat menyadarinya tapi aku mencintaimu, terima kasih sudah bersabar dan setia menungguku selama ini" Gumam Elea seraya tersenyum menatap Danist lalu mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir lelaki itu.


Danist memeluk Elea dengan sangat erat, dia tidak menyangka jika Elea akhirnya mengatakan hal itu kepadanya. "Oh God....Thank you so much, and I love you too El"


Danist melepaskan pelukannya dan mendongakkan kepala Elea lalu membalas kecupan Elea tadi dengan perasaan berbunga-bunga, suara lagu yang berputar diponsel Elea masih terdengar. Danist pun mentap Elea dengan sangat dalam lalu bernyanyi mengikuti lagi lagu itu.


"Been waiting for a lifetime for you, been breaking for a lifetime for you, wasn't looking for love til I found you oh na nayy for love, til I found you"


Danist kemudian mengangkat Elea dan membawanya ke kamar. Danist membaringkan tubuh Elea diatas tempat tidur lalu dia ikut berbaring disisi Elea dan memeluknya.


Danist mengangkat dagu Elea supaya menatap matanya yang dalam. "Ini akan menjadi yang pertama untuk kita setelah kita saling mencintai, apa kau siap??"


Elea menatap Danist dan berpikir. Danist memang begitu baik kepadanya selama ini. Saat ini hanya Danist yang ada dalam hidupnya dan Elea sangat yakin kalau dia mencintai lelaki ini. Suasana malam ini begitu mistis, dan Elea ternggelam ke dalam godaan manis Danist. Dia siap selalu siap saat Danist menginginkannya.


Danist sepertinya membaca penerimaan dari mata Elea, lelaki itu mengerang, lalu mencium bibir Elea lagi, lembut dan tidak ditahan-tahan lagi. Lelaki itu melahap seluruh bibir Elea, berpagutan dan memainkannya dengan lidahnya, mencecap seluruh rasanya.


"Ah ya Ampun, akhirnya aku sudah memilikimu"


Danist mengeran parau, jemarinya bergerak dan menurunkan gaun Elea, terus menurunkannya sampai semua terlepas dan melemparnya ke lantai.


Jemari Danist bergerak dan menuju pusat milik Elea,menyusup ke balik kain berenda yang membungkus milik Elea, dan menyentuhnya. Dengan ahlinya Danist menggerakkan jarinya, menelusuri hati-hati dan menemukan titik paling sensi di tubuh Elea.


Elea menatap Danist seraya tersenyum dan menggodanya. "Kau sepertinya sekarang sudah semakin ahli, tidak lagi malu-malu seperti sebelumnya"


"Aku harus melakukannya jika tidak bagaimana aku bisa memuaskanmu!" Lalu di ciumnya telinga Elea membuat perempuan itu menggeliat merasa geli. Elea sudah sangat siap dan sangat siap serta dia tampak seperti dewi amor yang sengaja diturunkan oleh Tuhan untuk memuaskannya.


Danist sudah tidak tahan lagi, kepalanya pening oleh perasaan yang sudah memuncak, sampai tiba saatnya tubuh Elea tidak akan mampu lagi menolaknya dan otaknya tidak mau bekerjasama lagi.


Dengan senang, Danist terus mencium Elea, bibirnya ada di mana-mana, meninggalkan jejak panas dan basah di seluruh tubuh istrinya itu. Elea menjerit ketika bibir yang panas itu menyentuh titik sensinya.


Lelaki itu terus menggoda tanpa ampun, menggunakan bibir dan lidahnya untuk menggoda Elea. Lidah Danist mengusap titik paling sensi milik Elea disana dan kemudian lelaki itu menghisapnya, membuat Elea memekik atas sensasi yang dirasakannya.


Ketika Danist memutuskan bahwa Elea sudah sangat basah dan siap untuknya, lelaki itu melepaskan pakaiannya di depan Elea lalu menindiih Elea dan perlahan menyatukan tubuhnya, dan mereka mengerang bersama.


Danist mulai menggerakkan tubuhnya. Semula pelan, lalu dengan ritme yang makin cepat, sesuai dengan napsu mereka yang makin cepat dan napas mereka yang makin tersengal.


"Lebih cepat lagj Dan....." Elea berbisik parau, ketika mereka sudah hampir mencapai puncak. Elea bergerak mengikuti Danist lalu membiarkan lelaki itu membawanya ke puncak yang sudah dia tunggu. Sensasi gerakan tubuh Danist pada penyatuan tubuh mereka luar biasa nikmatnya. Elea akhirnya memejamkan matanya ketika dia mencapai puncak itu, meledakkan dirinya dalam kenikmatan yang tak bisa dia ungkapkan, membuatnya melayang dan meleleh sekaligus. Dan pelukan Danist semakin erat padanya lalu dia mendengar Danist mengerang di telinganya, lelaki itu meledak di dalam tubuhnya dan memeluknya erat-erat.


Setelahnya mereka berbaring berpelukan, dipengaruhi oleh sensasi euforia luar biasa dahsyatnya yang baru saja terjadi. Danist memeluk Elea erat-erat, jemarinya menelusuri punggung Elea, merapatkan tubuh perempuan itu ke dalam lindungan dada bidangnya.


Lalu Elea menenggelamkan kepalanya ke dalam rengkuhan dada Danist, menikmati debaran jantung mereka yang makin lama makin tenang. Kenikmatan itu membuat keduanya mengantuk, sebelum jatuh ke dalam tidurnya, Elea mendongakkan kepalanya dan menatap Danist penuh cinta, "Aku mencintaimu Dan..."


Tatapan Danist kepadanya tampak lembut dan penuh haru, "Aku juga El, aku sangat mencintaimu" Danist semarin erat memeluk Elea, mengecup lembut kepala Elea.


"El, saat kita pulang nanti, aku ingin segera menyiapkan pernikahan kita lagi, aku tidak mau menunggu lama untuk membuatmu menjadi istriku yang sah dimata negara, apa kau mau kita mempersiapkannya bersama??"


"Apapun keputusanmu aku akan mengikutinya"


"Thanks El, aku benar-benar sangat mencintaimu!"


Dan akhirnya mereka berdua tidak sanggup lagi menahan kantuknya lalu mereka tertidur bersama, dalam pelukan penuh cinta.