SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 424



Maysa bergegas menyusul Ariel, sementara Gienka terlihat bingung bagaimana dia harus bisa membujuk Ariel. Kyros pun mendekati Gienka mengajaknya untuk ikut menyusul Mamanya ke atas. Kyros sendiri sangat takut dan tidak tahu bagaimana harus menghadapi kondisi ini. Permasalahan ini cukup pelik dan dia juga menyadari bagaimana sifat Ariel yang cukup keras. Tetapi dia sendiri sudah mengambil keputusan untuk menyanggupi keinginan Gienka tentu saja dia juga harus bisa meyakinkan Ariel.


Maysa masuk ke kamarnya dan Ariel terlihat duduk di sofa yang ada disana. Maysa duduk disebelah suaminya itu, menyentuh pundaknya lembut dan memberikan senyumnya.


"Putrimu meminta ijinmu dengan sangat baik kenapa kau justru bersikap seperti ini? Bukankah Kyros adalah anak yang baik, kita juga mengenal keluarganya dengan baik! Ada apa denganmu??" Tanya Maysa.


"Ya aku tahu, aku tidak pernah keberatan Gienka berhubungan dengan siapapun, aku senang jika dia memilih Kyros sebagai kekasihnya, Kyros anak yang baik, tetapi masalahnya kenapa putri kita memutuskan untuk menikah dengan cepat dan kau tadi mendengarnya sendiri bahwa dia akan ikut dengan Kyros ke Amerika, lalu bagaimana dengan kita disini???"


Maysa kembali tersenyum dan menggenggam jemari Ariel, memandangnya dengan sangat dalam. "Tidak hanya Gienka, Geffie mungkin nanti juga akan meninggalkan kita dan ikut suaminya, anak-anak tentu sudah mempunyai jalannya sendiri-sendiri, lalu kenapa kita menghalangi kebahagiaan mereka? Bukankah tugas orangtua adalah mendukung anak-anaknya!"


Sebuah ketukan pintu mengalihkan pembicaraan Ariel dan Maysa. Gienka ditemani Kyros masuk ke dalam kamar dan mendekati orangtuanya. Kyros berdiri sementara Gienka langsung duduk dilantai sambil menggenggam kedua tangan Ariel, menciumnya dan menyandarkan kepalanya di paha Ariel.


"Gie sangat menyayangi Papa, Gie selalu ingat tentang semua nasehat Papa dan bagaimana Papa ingin Gie bisa bahagia! Gie minta maaf jika keputusan ini sangat mengejutkan tetapi Gie sudah merasa yakin dengan hal itu. Gie tidak ingin menjadi anak durhaka, Gie butuh restu Papa!"


Kyros juga melakukan hal yang sama, yaitu duduk berjongkok didepan Ariel. Kyros berusaha membabtu Gienka untuk memberi pengertian serta menjelaskan semuanya. Kyros juga berjanji akan menjaga Gienka dengan baik dan tidak akan pernah menyakitinya. Mengenai keputusan Gienka akan ikut dengannya atau tidak itu murni menjadi keputusan Gienka sendiri dan Kyros tidak akan memaksanya karena dia tahu Gienka juga memiliki tanggung jawab disini. Tetapi apapun itu, Kyros akan berusaha untuk tidak menyakiti Gienka. Itulah janji Kyros pada Ariel.


"Jika Uncle memberi ijin tentu saya akan langsung memberitahu kedua orangtua saya, saya menyanghupi permintaan Gienka karena saya sangat mencintainya dan ingin menghabiskan waktu saya bersama dengan dia, aku sangat berharap Uncle Ariel memberikan ijin dan restu kepada kami berdua!" Ujar Kyros dengan tatapan penuh tekad dan keyakinan yang kuat.


Ariel terdiam lalu dia menoleh ke arah Maysa, dan mendapati istrinya itu menganggukkan kepala. Ariel pun tidak langsung memberikan ijin karena dia juga butuh berdiskusi lebih lanjut dengan keluarganya juga dengan Elea dan Danist. Kemudian meminta Kyros dan Gienka untuk memberi mereka waktu. Gienka tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena ini masalah besar yang harus diselesaikan bersama dengan anggota keluarga yang lain. Gienka pun akhirnya menyerah dan memberi waktu keluarganya untuk berdiskusi.


Tak lama seorang pelayan masuk dan memberitahu jika dibawah sedang ada Elea dan Danist, mereka datang untuk bertemu dengan Ariel. Saat itu juga Gienka sadar bahwa kedua orangtuanya itu pasti datang kesini juga untuk membahas hal ini. Tidak ingin mencampuri urusan keluarga Gienka, Kyros memilih untuk berpamitan pulang saja dan membiarkan keluarga Gienka berdiskusi untuk memutuskan akan bagaimanakah nanti hubungan mereka.


★★★★★★


Sampai di rumah, Kyros langsung mencari keberadaan Cahya dan Aditya. Dia bertanya kepada asisten rumah tangganya dimana keberadaan mereka. Kyros kemudian diarahkan ke ruang kerja dimana disana ada Aditya, Cahya dan Kyra, mereka bertiga baru saja masuk setelah makan malam. Bergegas Kyros menuju ruangan kerja Apapnya. Benar saja, mereka ada disana, Kyra dan Aditya sedang sibuk dengan laptop masing-masing sedangkan Cahya tengah membaca buku.


"Hai sayang....! Kau sudah pulang? Tapi kemana Gienka? Kyra bilang kalian akan datang berdua?" Tanya Cahya sambil menutup buku yang dibacanya.


"Gienka tidak jadi kesini, tadi aku mengantarnya ke rumah Uncle Ariel!" Jawab Kyros lalu duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Aditya.


"Jadi kau sudah mengantarnya pulang?"


Kyros mengangguk sambil tersenyum. "Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting pada kalian, tapi kuharap kalian tidak terkejut dan mendengarkanku dengan baik!"


Reaksi terkejut mereka bertiga terlihat sangat jelas terutama Aditya. Dia sama sekali tidak menyangka jika Kyros memiliki perasaan pada Gienka dan mereka berdua sudah mengambil keputusan besar itu secara sadar. Aditya senang sekali jika putranya memilih Gienka sebagai pasangannya hanya saja dia tidak habis pikir bahwa mereka berdua mengambil keputusan yang membuat semua orang terkejut.


"Jika keluarga Gienka sudah memberi keputusan, Ky ingin kita langsung menemui mereka dan melamar Gienka! Serta mengatur waktu karena Gienka ingin segera, sebelum aku kembali ke Amerika!" Ujar Kyros.


"Ky...! Apap tahu niatmu baik nak, tapi apa kau benar-benar yakin dengan keputusanmu??? Bukankah ini terlalu cepat???" Tanya Aditya.


"Niat baik tidak boleh ditunda kan Pap? Lagipula kenapa Apap khawatir ini terlalu cepat atau tidak??? Bukankah dulu Apap dan Amam juga memutuskan menikah dalam tenggang waktu beberapa hari saja? Dan pernikahan kalian bisa bertahan sampai detik ini, kenapa aku juga tidak bisa melakukannya??" Kyros justru membalik pertanyaan Apapnya.


Aditya terdiam. Tiba-tiba saja dia teringat dengan kisahnya dan Cahya, lalu kali ini hal itu juga terjadi pada anaknya. Ini bagaikan dejavu tetapi bedanya dulu Cahya tidak memiliki rasa cinta padanya saat menikah tetapi kali ini Kyros dan Gienka memilikinya bahkan mereka bertahan dengan perasaan masing-masing selama bertahun-tahun.


"Oke kami akan datang melamar Gienka!" Ucap Cahya kemudian. "Tetapi berjanjilah satu hal pada kami bahwa kau akan menjaga Gienka dengan sebaik-baiknya dan tidak melukai hatinya. Mama Gienka punya trauma dengan kegagalan dalam pernikahannya dulu dan sebagai seorang ibu sudah jelas bahwa dia tidak ingin hal buruk yang menimpanya juga menimpa anaknya! Amam tidak ingin kau melukai hati seorang perempuan apalagi dia mencintaimu, jangan sekali-kali melukai hatinya karena itu akan selamanya diingat olehnya, awas saja jika kau melakukan hal yang mekukai Gienka, kami tidak akan menganggapmu sebagai anak lagi, karena percuma saja jika kau cerdas, ilmumu setinggi langit tetapi kau tidak memakai otak dan perasaanmu dengan baik!"


Kyros tersenyum dan mendekati Cahya lalu memeluk Amamnya itu dan mencium pipinya seraya mengucap janji bahwa dia akan menjaga Gienka denfan baik.


"Ky...! Satu lagi Amam ingatkan padamu, Amam ingin kau memiliki sifat seperti Apapmu yang selalu mementingkan kebahagiaan Amam daripada kebahagiaannya sendiri juga belajarlah bagaimana cara dia mencintai Amam, lakukan seperti itu, dan Amam ingin kau memperlakukan Gienka layaknya ratu, bahagiakan dia itu saja!"


"Ya Mam....! Sekarang kita tinggal menunggu apakah mereka mau menyetujui kami atau tidak...!"


Tak lama setelah itu, ponsel Kyros berbunyi dan nama Gienka ada disana. Kyros membritahu pada keluarganya jika Gienka yang menghubunginya. Kyros tadi sudah meminta Gienka agar kangsung menghubunginya jika sudah ada kelutusan dari keluarganya. Ada perasaan takut dari Kyros akan jawaban dati Gienka tetapi dengan cepat dia mengangkatnya.


"Ya sayang...!" Sahut Kyros lalu menekan tombol speaker agar keluarganya juga bisa mendengar suara Gienka.


"Keluargaku sudah memutuskan bahwa mereka menyetujui pernikahan kita dalam waktu dekat ini, aku harap kau juga sudah memberitahu orangtua atau keluargamu...!"


"Yesss.....!!!" Kyros berteriak lalu melompat-lompat kegirangan.


"Aku sudah memberitahu mereka dan mereka saat ini ada bersamaku, tenang saja kami akan datang untuk menemui kalian, besok kami akan datang!" Ucap Kyros.


Setelah menutup telepon dari Gienka, Kyros masih melompat-lompat kegirangan dan bergantian memeluk Amamnya, Apapnya juga Kyra. Kyros benar-benar bahagia sekali.