
"Eh hati-hati" Ucap Ariel sambil menahan perempuan itu.
Keduanya saling memandang dan sama-sama terkejut. "Maysa??? Kau ada disini???"
Ariel membantu Maysa untuk berdiri, dan perempuan itu menunduk. "Iya saya disini atas undangan dari bu Cahya kemarin dan sekali lagi terima kasih atas pertolongannya, lantainya sepertinya sedikit basah jadi saya tidak sengaja terpeleset"
Mendengar itu Ariel langsung mengetes lantai menggunakan sepatunya dan memang lantai itu sedikit basah. Ariel langsung memanggil staf yang kebetulan lewat didekatnya dan langsung menyuruh staf itu segera memanggil OB untuk mengeringkan lantai itu. "Suruh mereka cepat mengeringkannya, ini sangat membahayakan pengunjung, jangan membuatku malu dengan kejadian seperti ini, cepat pergi" Perintah Ariel dengan nada sedikit kesal.
"Maaf ya May, atas ketidak nyamanan yang baru saja terjadi" Ucap Aditya
"Tidak apa-apa pak, sekali lagi terima kasih" Maysa lalu meninggalkan Ariel menuju ke tempat pesta dan Ariel juga berjalan dibelakangnya.
Sudah banyak tamu yang hadir yang kebanyakan adalah staf dikantor Aditya. Ariel melihat Randy dan Chitra sedang sibuk berbincang dengan Ibu Cahya dan juga Chika, dia pun langsung menghampiri mereka.
Terlihat kedua orangtua Aditya dan juga Adri juga baru datang sambil membawa Kyra dan Kyros. Sekarang tinggal menunggu kedatangan empu nya yang mengadakan pesta ini yang masih berkeliling dalam perjalanan sebelum ke tempat ini.
Papa Aditya menghampiri Ariel dan mengucap terima kasih karena sudah membantu menyiapkan ini semua.
"Om Harry kayak apa aja, ini sudah kewajiban saya sebagai sahabat Aditya untuk melakukan ini semua, sekaramg kita tinggal menunggu saja, tapi tadi Cahya bilang dia akan sampai sekitar 15 menit lagi, oh iya Om, saya permisi dulu, mau mengecek hadiah saya untuk Adit dan Cahya sebentar" Ucap Ariel.
Ariel kemudian memanghil salah satu pegawai hotel itu dan menyuruh membawa koper yang dipegang Mama Aditya, koper itu berisi pakaian Cahya dan Aditya juga kebutuhan kedua bayi mereka. Ariel mengajak oegawai hotelnya itu keluar dari tempat pesta dan langsung menuju lift.
*****
Selama perjalanan Aditya tidak berhenti mengeluh karena sangat lama dan dia juga mengeluh karena Cahya tidak mengijinkannya membuka penutup matanya. "Kita sebenarnya mau kemana sih sayang? Kok lama banget, kapan sampainya???" Keluh Aditya.
"Cerewet banget sih, sabar dong, bentar lagi sampai"
Disisi lain, Ariel masuk ke kamar hotel yang sudah dia persiapkan sebagai hadiah darinya untuk Aditya dan Cahya. Ariel memberikan ini karena dulu sahabatnya itu juga pernah melakukan hal yang sama saat dia dan Elea berbulan madu di Swiss dan ini kesempatan untuknya membalas Aditya. Ariel juga sengaja menyuruh staf hotelnya untuk menyiapkan box bayi dikamar ini, karena saat dia menawari Cahya untuk menginap disini, Cahya sempat menolak karena dia tidak bisa meninggalkan bayinya, alhasil agar Cahya mau, Ariel pun tetap memaksa Cahya dan mengatakan jika dia akan menyiapkan box bayi agar Cahya bisa membawa bayinya dan kedua bayi itu bisa tidur dengan nyaman di box bayi yang disediakan untuk mereka.
"Taruh kopernya disini dan kembalilah bekerja, terima kasih"
"Sama-sama pak Ariel, saya permisi keluar" Pegawai itupun langsung keluar meninggalkan Ariel.
Kamar itu telah dihias bagai kamar pengantin baru tetapi dengan ucapan selamat ulang tahun untuk Aditya. Dan sebelum kembali turun ke tempat pesta, Ariel menaruh sesuatu diatas meja disisi tempat tidur lalu keluar dan menutup pintu kamar itu lagi.
Ariel keluar dari lift dan langsung berjalan menuju ke tempat pesta, disaat itu juga ada Danist yang baru saja tiba. Kedua lelaki itu saling berpandangan dingin dan berlalu begitu saja tanpa saling menyapa.
*****
Dan yang ditunggu akhirnya tiba juga, Aditya melangkah pelan dengan dipandu oleh Marco supir Cahya sementara Cahya menggenggam tangan kanan Aditya. "Jangan buka matamu sebelum aku selesai menghitung 1 sampai 3, oke???" Gumam Cahya pada Aditya.
"Iya, buruan, gelap ini" Gerutu Aditya.
Cahya membuka ikatan yang menutupi mata Aditya dan mulai menghitung. Dihitungan ketiga Aditya langsung membuka matanya.
"Happy birthday......!!!!!" Teriak semua yang hadir ditempat itu.
Aditya hanya bisa tersenyum melihatp kehadiran orang-orang terdekatnya, dan benar-benar terkejut tidak menyangka jika ada sebuah pesta yang sudah disiapkan oleh Cahya dan keluarganya, yang ada dipikirannya hanya sebuah perayaan kecil yang hanya akan dia rayakan dengan Cahya saja tetapi ternyata dugaannya salah, ada banyak orang ditempat ini. Dan tepat dihadapannya ada cake yang begitu cantik, Aditya menghadap ke arah Cahya yang ada disampingnya dengan perasaan yang luar biasa bahagianya.
"Kau yang menyiapkan ini semuanya???"
"Aku meminta bantuan Ariel, ayo tiup lilinnya dan jangan lupa ucapkan permohonanmu sebelum melakukannya"
Aditya menghadap ke Cahya dan memeluknya, Cahya pun mendongak ke arahnya. "You are the one I love yesterday, today and always, happy birthday my Husband, I love you so much" Ucap Cahya sambil tersenyum menatap Aditya.
"I am so grateful to have you as my wife, you’re such a great wife, thank you so much for everything and I love you too" Aditya memegang kedua pipi Cahya dan langsung mendaratkan sebuah kecupan manis dibibir istrinya itu. Suara riuh tepuk tangan kembali terdengar, pipi Cahya memerah merasa malu karena Aditya menciumnya didepan banyak orang.
Setelah acara pemotongan kue, tiba-tiba terdengar suara musik mengalun dengan indahnya dan Ariel juga Adri berteriak menyuruh Aditya dan Cahya untuk berdansa. Mau tidak mau Aditya dan Cahya pun melakukannya dengan perasaan malu-malu.
Semua orang terlihat sangat bahagia melihat keromantisan Cahya dan Aditya. Sementara sejak datang Danist disibukkan dengan ponselnya karena ada Elea yang terhubung dalam panggilan video dengannya karena dia tidak mau melewatkan pesta ulang tahun Aditya.
Setelah berdansa, para tamu memberi ucapan selamat kepada Aditya dan berbincang-bincang dengan yang lainnya sambil menikmati sajian yang ada. Pesta kali ini cukup meriah walau hanya dihadiri sedikit orang tetapi sangat berkesan bagi Aditya. Bahkan kali ini dia merayakan ulang tahunnya lebih istimewa dari sebelumnya karena ada kehadiran kedua buah hatinya yang sangat menggemaskan itu.
****
Malam sudah larut, Kyra dan Kyros juga sudah tidur dipundak Chika dan Adri. Satu persatu tamunya juga berpamitan pulang. Danist yang masih sibuk memegang ponselnya pun mendekati Aditya dan Cahya lalu mengucao selamat kepada bosnya yang sedang berulang tahun itu.
"Thanks ya Dan, kau sudah jauh-jauh datang kemari hanya untuk menghadiri acara ini" Ucap Aditya memeluk Danist.
"Sama-sama pak, sekali lagi selamat ulang tahun semoga bapak selalu dilimpahi kebahagiaan, oh iya ada seseorang yang juga ingin mengucapkan selamat kepada bapak" Danist menunjukkan ponselnya ke hadapan Aditya dan Cahya.
Elea langsung melambaikan tangannya dan berseru "Adit, happy birthday ya, wish you all the best, sorry ga bisa datang"
"Its okay El, thanks sudah mendoakanku, jaga dirimu baik-baik dan salam untuk Gienka juga kedua orangtua mu"
"Sama-sama Dit, nanti akan ku sampaikan, byee...." Elea kemudian menutup panggilan videonya lalu Danist berpamitan untuk pulang.
Ariel dan Randy mendekati Aditya dan memeluk sahabatnya itu seraya mengucapkan selamat atas bertambahnya usia Aditya. Ariel memeluk Aditya sangat erat lalu kemudian berbisik ditelinganya. "Aku memberimu hadiah special jadi nikmati saja dengan penuh suka cita dan ya, aku sudah menaruhnya diatas meja disisi ranjang, kau pasti akan sangat membutuhkannya nanti, selamat ulang tahun untukmu sob" Bisik Ariel lalu melepaskan pelukannya pada Aditya dan mengedipkan sebelah matanya.
Aditya hanya memandang sahabatnya itu dengan perasaan bingung, hadiah yang ditaruh diatas meja disisi ranjang, Aditya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Ariel. Sahabatnya itu memang konyol, entah apa yang sedang direncanakannya.
"Oke kita harus cabut dulu Dit, enjoy ya dengan hadiah dariku" Ucap Ariel.
Lelaki itupun pergi keluar bersama Randy dan Chitra, sementara Aditya masih bingung dengan hadiah apa yang diberikan Ariel padanya. Kedua orangtua Aditya ,juga Adri dan Chika serta Ibu Cahya juga berpamitan pada Aditya dan Cahya, sementara Aditya masih dibuat bingung kenapa semua orang berpamitan bukankah mereka akan pulang bersama.
Cahya mengambil Kyra dari Chika dan menyuruh Aditya untuk mengambil Kyros yang ada di Adri. Dan keluarganya pun pulang meninggalkan Aditya dan Cahya.
"Ayo kita pulang, anak-anak sudah tidur" Gumam Aditya.
"Ariel memberimu hadiah bermalam disini, jadi kita akan tidur dihotel ini, barang-barang sudah ditaruh dikama kita, ayo kita beristirahat, aku lelah sekali"
Cahya dan Aditya langsung berjalan menuju lift untuk ke kamar yang sudah disiapkan untuk mereka. Lagi dan lagi Aditya dikejutkan dengan suasana kamar yang sudah dihias itu serta ada kartu ucapan untuknya dari hotel ini.
"Ada box bayi juga disini, ngotak juga tuh anak siapin ini semua" Tutur Aditya yang langsung mendapat pelototan dari Cahya.
Cahya menaruh Kyra ke box bayi yang tersedia begitu juga dengan Aditya.
"Berterima kasihlah pada Ariel jangan malah mengumpatnya, jaga anak-anak dulu, aku akan ke kamar mandi"
Cahya masuk ke kamar mandi sementara Aditya membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Aditya memuji Ariel, sahabatnya itu sangat baik walaupun kadang dia merasa jengkel karena tingkahnya yang suka membuat kegaduhan. Ariel hanya salah bertemu orang saja, andai jika dia masih bersama Elea tentu Ariel tetap akan jadi Ariel yang menyenangkan. Aditya bangkit dan duduk memandang suasana didalam kamar hotel milik Ariel dan kemudian dibawah lampu tidur dia melihat sesuatu berbentuk kotak kecil, Aditya pun mengambilnya dan mengernyit dengan apa yang ditemukannya.
"Dasar bajiingan itu, tetap saja dia tidak berubah, berani-beraninya dia memberiku ini lagi, siialan" Gumam Aditya jengkel.