SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 222



"Sar, jangan berbohong, aku sudah tahu semuanya, kenapa dulu kau tidak mengatakannya padaku Sar"


"Untuk apa aku mengatakannya jika kau sendiri sudah tahu"


"Sar kenapa saat aku bertemu dengan Danist dia tidak mengenaliku padahal aku Ayahnya? Apa kau tidak memberitahunya jika aku ini ayahnya??"


"Untuk apa memberitahunya? Ayahnya saja meninggalkannya saat dia masih ada dikandunganku, berpuluh-puluh tahun aku sendirian membesarkannya, kau sudah hidup bergelimang kekayaan dengan istri barumu meninggalkanku dalam keadaan yang menyedihkan bersama anakku, bahkan sejak kecil dia sudah membantuku mendapatkan tambahan untuk biaya hidup kami sehari-hari dengan berjualan roti disekolahnya, sejak dulu anakku itu tidak pernah membutuhkan ayahnya, karena dia tahu bagaimana perjuangan ibunya merawat dan menghidupinya juga tahu bagaimana ayahnya sudah memperlakukan ibunya dulu, jadi tidak perlu penjelasan apapun padanya karena dia sendiri sudah mengerti bahkan dia tidak pernah bertanya padaku siapa ayahnya" Tangis Mama Danist pecah saat mengungkapkan semua yang sudah dia pendam selama ini.


Mendengar itu, Pak Andi pun tampak lemas dan matanya tampak berkaca-kaca, dia tidak percaya tetapi dia menyadari bahwa semua itu memang kesalahan yang dia perbuat. Kesalahan yang sangat besar yang sudah dia lakukan. "Tetapi saat ini aku sudah mengetahui semuanya, jadi Danist juga harus tahu Sar"


Mama Danist tersenyum kecut sambil membuang muka lalu memandang tajam ke arah Ayah Ariel. "Tidak perlu, selamanya itu tidak perlu, anakku tidak butuh pengakuan darimu, jika kau sudah mengetahui faktanya sekarang, kau cukup mengetahuinya saja tanpa perlu memberitahu kepada siapapun termasuk Danist, biarkan putraku itu sekarang menjalani kehidupannya dengan tenang tanpa embel-embel masalalu kita, dia sudah cukup menderita selama ini jadi kumohon biarkan saja ini tetap menjadi sebuah rahasia"


"Tapi Sar, aku juga ingin menebus kesalahanku kepadanya, dia juga berhak atas apa yang aku miliki"


"Danist tidak membutuhkan apapun darimu, dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan karena usahanya sendiri, dan aku sangat bangga kepadanya selama ini, aku mohon padamu mas ini sudah cukup, aku sudah memaafkanmu sejak lama tanpa kau perlu meminta maaf padaku, tetapi kumohon jika kau memang menyayangi Danist, kau tidak perlu mengatakan hal ini padanya, aku tidak mau terjadi masalah dengannya, kenapa??? Karena kau juga sudah memiliki seorang putra dari istrimu, Ariel, aku sudah lama mengetahuinya jika dia adalah putramu dan aku juga tahu bagaimana dia sudah memperlakukan Elea, ya sama seperti yang kau lakukan dulu padaku dan satu lagi, aku jelas melihat kebencian yang begitu dalam dari mata Ariel kepada Danist, bahkan didepan mataku sendiri Ariel sudah menghinanya, harga dirinya terlebih kini Danist menikahi Elea sudah jelas sekali kebencian itu akan semakin nyata, dan tentu saja sebagai seorang ibu aku sangat tersakiti melihat itu semua, lalu bagaimana jika kau memberitahu permasalahan ini kepada keduanya? Dan kau berniat ingin memberi hak kepada Danist? Sekali lagi apakah kau akan menjadikan putraku sebagai tumbal dari kebencian Ariel, tidak Mas, aku tidak ingin putraku selalu menderita dalam hidupnya, ku mohon padamu jangan katakan ini kepada siapapun jika kau memang ingin bertanggung jawab atas Danist dan ingin melihatnya bahagia, berjanjilah padaku, silakan kau pergi dari sini" Sambil beruarai airmata, Mama Danist menutup kedua telapak tangannya berharap agar Pak Andi segera pergi meninggalkan rumah ini.


*****


Didalam mobilnya, Ayah Ariel tidak lagi bisa menahan kesedihannya. Apa yang terjadi hari ini semuanya tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, fakta tentang Danist adalah anaknya juga membuatnya terharu sekaligus bahagia karena akhirnya dia masih memilki satu pegangan dihidupnya mengingat Danist adalah laki-laki yang begitu baik, jika Danist mengetahui bahwa dia adalah ayahnya pasti Danist akan dengan senang hati memeluknya hingga dia bisa menumpahkan seluruh kesedihannya pada putranya itu tetapi kenyataannya bahwa Danist tidak pernah menanyakan keberadaannya juga membuatnya sedih. Tetapi bukan berarti dia harus menyalahkan Sari atas itu, karena dia sendiri yang sudah melakukan kesalahan dengan mengabaikan anak dan istrinya dulu.


Apa yang sudah diucapkan Sari memang ada benarnya, jika sampai Ariel mengetahui ini semua sudah barang tentu anaknya itu akan semakin marah kepadanya. Ariel juga sudah memendam kemarahan dan kebencian pada Danist sebelumnya terlebih lagi saat ini Elea yang dicintainya justru menikah dengan Danist membuatnya semakin membenci Danist. Dia tidak boleh membiarkan kebencian Ariel pada Danist semakin membesar mengingat sudah terlalu banyak penderitaan yang selama ini Danist pikul akibat kecerobohan yang dia lakukan pada Sari.


Kesedihannya juga semakin bertambah mengingat bahwa apa yang sudah dilakukannya dimasalalu ternyata sekali lagi juga dilakukan oleh Ariel. Dulu dia membawa perempuan lain pulang kerumahnya dan berselingkuh didepan Irma isttinya yang sedang sakit dan saat ini sekali lagi fakta kelam masalalunya itu juga menurun kepada Ariel dimana putranya itu juga menceraikan istrinya saat sedang hamil sama halnya juga yang sudah dia lakukan pada Sari. Kini dia merasa seolah langut sedang jatuh menimpanya dan dunia saat ini sedang menertawakannya. Seperti kata orang bahwa karma itu selalu ada dan membututi setiap manusia, jika keburukan yang ditanam tentu suatu saat keburukan juga yang akan dituai begitu juga kebaikan, dan kini dia menerima semua keburukan yang pernah dia tinggalkan pada orang-orang yang mencintainya dulu.


Kenyataan yang ada sekarang, salah satu putranya tidak mengetahui bahwa dia adalah ayahnya karena dia mengabaikannya selama ini dan satu lagi anak yang begitu dia cintai dan selalu dia limpahi kasih sayang justru membencinya dan tidak pernah mau berbicara kepadanya. Baginya ini adalah hukuman yang sangat besar yang Tuhan berikan padanya, entah sampai kapan ini akan berakhir atau bahkan mungkin saja ini akan berakhir saat dia sudah mati, dimana dia akan mati dalam keadaan seperti ini tanpa mendapat kasih sayang dan pengakuan dari kedua putranya. Selain itu juga kedua putranya itu membencinya, membenci semua perbuatan buruknya di masalalu dimana karena ***** dan keegoisannya dia telah menyakiti wanita-wanita yang sangat dicintai oleh kedua anaknya itu yang tak lain adalah ibu mereka.


"Kuingatkan untuk kalian berdua, jangan pernah mengatakan apapun pada Ariel tentang pertemuanku hari ini dengan orang-orang itu" Ucap Pak Andi mengingatkan pada kedua pengawalnya.