SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 365



"Jadi apakah alien itu ada???" Kyros bertanya pada Aditya.


Ayah dan anak itu saat ini sedang berada di balkon kamar sedang duduk bersama. Seperti biasanya, Aditya selalu setia menemani Kyros yang sangat menyukai langit malam dan melihat bintang-bintang dengan teleskopnya.


"Mungkin saja ada, tetapi alien itu tidak selamanya berwarna hijau dengan kepala plontos seperti di film-film, Alien adalah mahluk luar angkasa yang artinya dia bisa berupa mahluk kecil seperti plankton atau bakteri yang sangat kecil yang mungkin saja hidup di planet-planet lain"


"Apa disana juga ada yang seperti kita?"


"Tidak tahu, selama ini belum ada yang menemukan kehidupan diplanet lain seperti yang ada disini, mereka masih melakukan penelitian sejauh ini" Jawab Aditya.


"Aku ingin sekali menjadi astronot dan melihat bumi dari atas"


Aditta tersenyum dan mengusap kepala Kyros lalu mencium kepala putranya itu. "Jadilah apapun yang kau inginkan, yang terpenting jika kau ingin mencapai cita-citamu kau harus belajar yang rajin, karena semua itu tidak akan mudah nak"


Aditya sangat senang melakukan hal semacam ini dengan Kyros. Putranya itu dipenuhi dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, dan untuk mengantisipasi berbagai pertanyaan darinya, Aditya juga banyak belajar dan juga membaca tentang informasi mengenai berbagai hal tentang antariksa karena Kyros sangat menyukainya. Berbeda dengan Kyros ang sering mengajukan pertanyaan tentang dunia luar angkasa, Kyra lebih sering bertanya tentang kegiatannya di kantor sehari-hari. Tetapi jika ditanya siapa lebih dekat dengannya jawabannya adalah Kyra, dan Kyros lebih dekat dengan Cahya. Hanya saja mengenai kesukaan dari Kyros, Cahya tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan putranya itu dan lebih memilih agar dirinya saja yang menemani Kyros saat malam.


Aditya sangat bahagia, kedua anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, cerdas dan tingkahnya selalu menggemaskan serta dipenuhi dengan rasa keingintahuan yang tinggi. Baginya kehadiran Kyra dan Kyros sudah cukup untuk mewarnai kebahagiaannya bersama Cahya, tidak perlu lagi ada tambahan bayi. Dia menolak hal itu karena tidak ingin Cahya semakin direpotkan dengan kehadiran seorang bayi, selama ini dia sudah melihat betapa Cahya sangat kewalahan mengurus Kyra dan Kyros secara bersamaan walaupun istrinya itu tidak pernah mengeluh dan tampak menikmatinya. Aditya merasa sangat kasihan, terlebih lagi saat dulu dia kecelakaan, dan Cahya menjadi ekstra kerja keras menjaga dan merawat dirinya sementara kedua anaknya saat itu juga masih kecil, semakin membuat Cahya kerepotan. Beruntungnya saat itu Cahya dibantu oleh Mamanya dan juga Ibu mertuanya, sehingga istrinya itu bisa sedikit bernapas lega saat merasa kelelahan.


Mengurus 2 bayi bersamaan tentu jauh berbeda rasanya dengan hanya seorang bayi, Cahya tidak berpengalaman sebelumnya tetapi dia tetap berusaha mengurus semuanya sendiri dan menolak untuk mencari baby sitter. Dan untuk kedepannya, Aditya hanya ingin Cahya bisa menikmati harinya dengan nyaman tanpa harus disibukkan mengurus bayi lagi.


"Ky sayang....! Ini sudah malam, ayo masuk ke kamar dan tidurlah..!" Cahya menghampiri Kyros dan Aditya di balkon.


"Ky masuk sama Amam, biar Apap yang beresin teleskopnya" Aditya mencium kening Kyros dan mengusap lembut kepala anaknya itu.


Cahya kemudian membawa Kyros masuk ke kamarnya tetapi kemudian terdengar suara ketukan pintu. Cahya membukanya dan menemukan Adri berdiri disana sambil tersenyum. Adri membawa sebuah buku dan menunjukkannya kepada Kyros bahwa dia membawa sound book tentang planet dan astronot. Adri meminta ijin Cahya agar bisa membawa Kyros ke kamarnya dan membiarkan keponakannya itu tidur bersamanya. Melihat sampul buku itu tentu saja Kyros berjingkrak kegirangan dan merengek agar bisa tidur bersama Adri.


Cahya tidak permah bisa menolak keinginan anak-anaknya, dia pun mengijinkan Adri membawa Kyros tidur bersamanya, karena kebetulan Kyra saat ini juga tidak ada dirumah. Setelah tadi dari rumah Elea, dia dan Aditya mengajak anak-anaknya mampir ke Ibunya dan ternyata Kyra menolak untuk diajak pulang karena ingin menginap disana.


Kyros meminta Cahya agar mengambil guling kesayangannya yang berbentuk roket. Cahya mengajak Kyros untuk mengganti pakaian lebih dulu bari kemudian akan mengambilkan guling Kyros. Selepas mengganti pakaian Kyros, Cahya mengambil guling dan membiarkan putrinya itu tidur bersama pamannya.


"Apa Ky sudah tidur?? Tidak biasanya dia tidur cepat!" Tanya Aditya saat kembali masuk ke kamar dan melihat Cahya sedang merapikan temoat tidur.


"Adri mengajaknya tidur dikamarnya, oh iya Elea tadi mengatakan padaku jika Ariel sudah tahu semuanya, apa dia juga sudah bercerita padamu???"


Aditya duduk ditempat tidur. "Dia tadi bertanya kenapa kita semua menyembunyikan hal itu padanya, ya aku bilang bahwa kita sendiri saat itu tidak tahu kepastiannya jadi tidak berani mengatakan itu padanya"


"Dia pasti akan melakukannya, saat ini mungkin masih butuh waktu, kemarilah" Aditya menarik pergelangan tangan Cahya dan membawanya ke pangkuannya. "Anak-anak tidak ada disini, hanya ada kita berdua, setidaknya kita bisa menikmatinya sepanjang malam"


"Apakah ini alasanmu ingin segera memindahkan kamar anak-anak dan juga tidak ingin jika kita memiliki bayi lagi??? Hmmm??? Iya kan???" Cahya membelai kepala Aditya dan mengecup kening suaminya itu.


"Jika kau tahu itu, kenapa kau memaksaku membuatkan adik untuk Kyra dan Kyros terus, jika kau memiliki bayi lagi, aku tidak bisa memainkan ini dan menghisapnya" Aditya meraih dada Cahya dengan kedua tangannya dan menekannya dengan lembut.


"Kau saat ini bisa menikmatinya sepuasmu, dan aku menyukainya saat kau melakukannya" Bisik Cahya ditelinga Aditya.


Aditya tersenyum kemudian mencium leher Cahya dan perlahan melepaskan jubah tidur istrinya itu, lalu menurunkan gaun tidurnya. Aditya memeluk Cahya sambil melepas pengait penutup dada Cahya dan melemparnya ke lantai. Aditya menikmati pemandangan indah yang ada di depannya, lalu dengan hati-hati dan penuh antisipasi dia mengecup serta membuka mulutnya dan mendekat ke dua gundukan yang menggoda itu. Tidak langsung memasukkan ke mulutnya tetapi Aditya memilih memainkannya lebih dulu dengan lidahnya. Cahya mendongakkan kepalanya sambil memejamkan matanya menikmati sensasinya.


"Shhhh..... Shhhh.....!!!! Jangan berhenti melakukannya sayang....!!! Astaga.... Ahhh lidahmu nikmat sekali....!!! Ah...!"


Cahya mulai kehilangan akal sehatnya karena terlalu menikmati apa yang dilakukan Aditya. Tangannya meraih jemari Aditya dan membimbing suaminya itu agar bisa memainkan miliknya yang satu lagi dengan jemarinya. Cukup lama Aditya melakukan itu hingga akhirnya tubuh Cahya menegang dan mengerang panjang, menandakan bahwa istrinya itu telah mencapai puncaknya padahal dia baru melakukan pemanasan kecil. Cahya memeluk Aditya dan napasnya sedikit tersenggal.


"Sayang..! Will you take that dress of???" Bisik Aditya.


Cahya mengangkat kepalanya dan tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Cahya melepaskan gaun tidurmya beserta sutra putih berendanya, begitu juga dengan Aditya yang melakukan hal yang sama. Ketika mereka berdua sudah tidak mengenakan apapun, Aditya kembali duduk ditempat tidur dan kini menyandarkan tubuhnya.


"Menghadapku dan duduk diatasku! Bergeraklah sesukamu, pelan atau cepat semua terserah padamu" Perintahnya pada Cahya.


Cahya menuruti keinginan suaminya itu, perlahan dia menenggelamkan dirinya dengan Aditya. Suara erangan dari mulut mereka terdengar begitu merdu bagaikan musik yang menambah suasana menjadi lebih hangat. Cahya memeluk Aditya dan dagunya bertumpu di lundak kanan Aditya. Cahya bergerak maju mundur bukan naik turun, justru gerakan itu membuat sesi penyatuan mereka terasa lebih berbeda sensasinya.


Aditya menarik kepala Cahya dari pundaknya dan mendekatkan ke wajahnya. Cahya terus bergerak maju mundur lalu memutar pinggulnya dengan ritme yang tenang dan dia mulai berciuman dengan Aditya, semakin menambahkan sensasi yang luar biasa lagi. Mereka berdua larut dalam kenikmatan penyatuan ini. Cahya tidak berhenti meracau, dan Aditya semakin menikmatinya. Aditya sangat senang mendengar suara Cahya yang menggila karena percintaan yang mereka lakukan, karena Cahya terlihat semakin menggoda.


Hingga akhirnya tubuh Cahya mulai menegang lagi, melihat jika istrinya sudah akan mencapai puncaknya. Kali ini Aditya mulai bergantian bergerak, dan gerakannya semakin cepat sambil menginstruksikan pada Cahya agar bisa menahannya lebih dulu sambil menunggu dirinya dan mereka bisa mencapainya secara bersamaan.


"Aku datang....! Ah.....!!!" Aditya memeluk Cahya dengan sangat erat, dan Cahya juga melakukan hal yang sama.


Akhirnya mereka mencapai ujung secara bersamaan. Mereka mengatur napasnya masing-masing. Aditya membaringkan Cahya pelan-pelan tetapi berusaha tidak melepaskan dirinya, dan dia tengkurap di atas Cahya. "Aku masih belum puas, kita harus melakukannya lagi, oke??" Gumam Aditya dan Cahya mengangguk. Tidak mungkin dia bisa menolak hal senikmat ini dari Aditya, penyatuan mereka selalu terasa luar biasa dan Aditya selalu bisa memuaskannya dengan baik.


Kemudian Aditya dan Cahya melakukannya lagi hingga beberapa sesi sampai tengah malam.