
Aditya dan yang lainnya turun dari mobil, Ariel menanyakan kepada Aditya hari apa dan jam berapakah kira-kira dia sampai atau pulang dari tempat ini, agar lebih mudah saat memeriksa rekaman cctv. Setelah Aditya mengatakan semuanya juga di meja nomor berapakah dia duduk, Ariel pun mengajak mereka ke ruangan dimana rekaman cctv bisa di lihat.
Dengan teliti mereka memperhatikan, dan mulai terlihat Cahya dan Aditya tampak menikmati makanan mereka hingga akhirnya keluar dari restoran. Tetapi kemudian mereka juga melihat seorang pria juga keluar dari restoran tepat sesaat setelah Cahya dan Aditya keluar. Ariel menyuruh petugas pemantau cctv untuk mengalihkan ke area parkir. Benar saja disaat yang bersamaan motor yang ditumpangi Aditya diikuti oleh mobil, mobil yang sama, dan Aditya membenarkan bahwa memang mobil itu yang sudah membuntutinya.
"Orang itu keluar dari restoran, berarti dia juga ada di dalam, coba kembalikan sebelum Aditya dan Cahya keluar lalu fokuskan ke orang itu, dimana dia duduk karena wajahnya pasti terlihat" Gumam Ariel.
Petugas itupun melakukan apa yang diminta Ariel, perlahan dia mengembalikan dimana detik-detik Cahya dan Aditya keluar dari restoran. Dia fokus dengan arah orang itu muncul lalu mulai mengganti ke rekaman cctv lainnya. Terlihat sangat jelas dia duduk tidak jauh dari Cahya dan Aditya.
"Dia ada disana ternyata, coba kau pindahkan ke cctv yang ada di dekat situ, wajahnya akan terlihat jelas karena arah duduknya tepat didepan cctv, ayo cepat" Perintah Ariel dan petugas mulai beralih ke rekaman yang lainnya.
"Stop...!!! Sekarang perbesar karena wajahnya sudah terlihat!" Gumam Ariel.
Layar di perbesar dan sangat terlihat jelas wajah lelaki itu. Ariel menyuruh memundurkan rekaman itu untuk melihat apakah orang itu datang bersamaan dengan Aditya dan Cahya atau tidak. Rekaman di mundurkan ke sebelumnya, dan betapa terkejutnya mereka semua ternyata pria itu memang mengikuti Aditya dan Cahya dari awal bahkan terlihat juga saat masuk ke restoran. Terlihat juga gerak-gerik pria itu saat diam-diam memegang ponselnya yang seprtinya tengah mengambil foto ke arah meja Aditya dan Cahya.
"Dia sepertinya memotret Adit dan Cahya!" Ujar Randy.
"Ya kau benar Ran, dia pasti memotret Adit dan Cahya, oke kurasa kita harus membawa bukti rekaman ini ke polisi"
Wajah Aditya berubah menjadi penuh kemarahan, ternyata memang ada yang sengaja mengintai keluarganya. Dan siapa pria itu, dia tidak mengenalnya.
"Aku akan menghajarnya, berani-beraninya dia melakukan semua ini kepada keluargaku" Geram Aditya.
Sebelum pergi, Randy meminta agar wajah orang itu di simpan karena dia akan memberikannya kepada anak buahnya untuk mencaritahu siapa pria itu sebenarnya. Setidaknya dengan ini bisa mempercepat pencarian dan Kyros bisa segera di temukan. Rekaman dan foto orang itu sudah mereka simpan, dan kini saatnya mereka menuju rumah Aditya untuk memeriksa rekaman cctv disana juga.
******
Sampailah mereka di rumah Aditya. Sebelum memasuki gerbang, Aditya melihat bahwa mobil yang biasanya terparkir disisi rumahnya saat ini tidak ada.
"Mobil itu tidak ada!!!" Gumam Aditya yang langsung mendapat respon dari yang lainnya.
"Tidak ada?? Mobil siapa maksudmu?" Tanya Randy.
Aditya kemudian menunjuk ke arah dimana biasanya mobil itu berada. "Setiap hari aku melihat mobil itu disana, tetapi sekarang tidak ada, kurasa memang benar dia sudah mengintai rumahku"
Randy kemudian membawa masuk mobil Aditya ke halaman rumah lalu keluar dari mobil bergegas masuk ke dalam dan saat masuk hanya ada Mama Chitra dan Ibu Cahya yang duduk di ruang tamu. Aditya menanyakan kepada mereka tentang Cahya, Ibu mertuanya pun menjelaskan jika Cahya tidur setelah meminum obat tidur, dia sengaja memberikannya agar Cahya bisa tidur dan tidak terus memaksa untuk bertemu dengan Kyra dan Kyros, dengan alasan bahwa itu adalah obat sakit kepala karena ymtadi Cahya sempat mengeluh bahwa kepalanya pusing.
"Ibu melakukan hal yang bagus, aku sendiri yang nanti akan menjelaskan kepadanya, tolong jaga dia karena aku akan memeriksa cctv disini"
Aditya kemudian mengajak Ariel, Randy dan Danist ke ruangan kerjanya dan mengecek cctv terutama yang ada di bagian depan rumahnya.
Di tempat lain, Cyntia akhirnya berhasil membuat Kyros menghentikan tangisannya. Ternyata Cyntia memberikan obat batuk miliknya kepada Kyros yang membuat bayi itu akhirnya diam dan langsung tidur. Tangisan bayi itu begitu keras hingga membuatnya merasa kesal dan ingin segera melenyapkannya saat itu juga. Cyntia tertawa puas, karena saat ini Aditya dan keluarganya pasti sedang dilanda kebingungan mencari keberadaan bayinya.
"Aditya kau pasti akan gila karena mencari anakmu hahaha besok aku akan menghabisinya dan mengirimkan jasadnya ke rumahmu, lalu kau akan menderita seumur hidupmu, sama seperti yang aku rasakan selama ini....!!!"
*****
Cahya beranjak dari tempat tidur, tidak ada siapapun di kamar ini dan dia merasa sangat gelisah, bagaimanapun dia harus bertemu dengan Kyra dan Kyros, maka pikirannya akan menjadi lebih tenang. Cahya membuka pintu kamar tamu dan melihat suasana sepi, tidak ada orang di lantai satu, mungkin ibunya dan Chitra serta Mamanya sedang berada di atas. Sekilas Cahya melihat asisten rumah tangganya sepertinya sedang berada di halaman belakang membersihkan daun yang ada di kolam renang, terlihat dari pantulan pintu kaca yang menghubungkan ruang makan ke halaman belakang. Cahya pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
"Siapa yang kau khawatirkan dek??" Cahya tiba-tiba muncul dari pintu yang sontak membuat mereka semua terkejut.
"Ca....!!! Kau sudah bangun??" Elea bergegas menghampiri Cahya yang ada di tengah pintu.
"Kenapa kau ada disini El, kau juga Dhek kenapa semua orang ada disini?? Mana Kyra dan Kyros??" Cahya menyingkirkan Elea yang menghalangi jalannya lalu menuju ke box bayinya.
Cahya hanya menemukan Kyra terbaring disana, sedangkan box bayi yang satunya kosong. "Kenapa hanya Kyra disini? Dimana Kyros? Dimana dia??"
"Eh Kyros ada bersama dengan ibumu Ca, memangnya kemana dia pergi??? Kau tenanglah" Chitra mengusap pundak Cahya.
Tak diduga, Ibu Cahya muncul di pintu sambil berucap menanyakan keberadaan Cahya yang tidak ada di kamar tamu. Tadi dia ke kamar mandi sebentar tetapi saat kembali dia tidak menemukan Cahya di kamar. Tetapi kemudian dia terkejut saat melihat Cahya ada di depannya bersama yang lainnya. Cahya pun langsung menghampiri Ibunya dan menanyakan dimana Kyros karena tadi mereka mengatakan bahwa Kyros ada bersama dengannya.
"Eh Ky sedang bersama Tina Ca di halaman belakang" Jawab Ibunya dengan cepat tapi terbata.
Cahya tersenyum dingin. "Ibu bohong, aku baru saja melihat mbak Tina sedang membersihkan kolam renang dan tidak ada Kyros bersamanya, dimana putraku??? Chika, jelas aku mendengar kau berkata bahwa kau sangat khawatir, siapa yang kau khawatirkan??? Katakan padaku??"
Semua hanya diam tidak tahu harus menjawab apa, karena pada akhirnya Cahya pasti akan tetap berusaha untuk bertemu dengan Kyra dan Kyros.
"Kenapa kalian semua diam....!!! Dimana Kyros... Dimana dia??? Apa ini ada hubungannya dengan penyekapanku tadi siang??? Hah.....!!! Katakan... Kenapa kalian hanya diam...!" Cahya berteriak dan airmatanya mulai menetes.
Aditya dan yang lainnya sudah mendapatkan jawaban bahwa memang mobil itu selalu ada di tempat yang sama. Datang saat pagi lalu pergi saat malam dimana aktifitas semua orang sudah selesai dan datang sebelum aktiditas dimulai. Bagi Aditya ini sudah cukup, saatnya sekarang pergi ke kantor polisi dan memberikan semua bukti ini kepada mereka.
Karena tidak mendapat jawaban, Cahya melangkah keluar kamar dengan tergesa-gesa dan berlari menuruni tangga sambil berteriak memanggil nama Kyros. Dari suaranya, Cahya terdengar sangat panik dan tidak bisa menahan tangisnya.
Mendengar keributan, Aditya dan yang lainnya buru-buru keluar dari ruangan kerja. Aditya di kejutkan dengan Cahya yang baru saja turun dari tangga dan berlari hendak keluar rumah. Aditya mengejarnya dan langsung menahannya agar tidak keluar rumah. Aditya memeluk Cahya.
"Sayang, kau mau kemana???"
"Mana Kyros??? Dimana putraku?"
"Dia baik-baik saja, dia pasti sekarang sedang bersama dengan Ibu.. Ayo masuk dan istirahatlah di kamar"
Dengan keras Cahya mendorong Aditya. "Kau bohong.... Kalian semua bohong.... Kyros tidak ada disini dan tidak bersama siapapun, Adit katakan padaku dimana putra kita......!!! Aku mohon....!!!" Cahya berlutut dan memeluk kaki Aditya sambil terisak dan tangisannya sangat pilu.
Aditya menyeka airmatanya dan duduk berjongkok menatap istrinya yang sedang menangis. Aditya juga menyeka airmata Cahya dan mencoba tersenyum kepadanya.
"Lihat mataku dan dengarkan aku, semuanya akan baik-baik saja, aku akan segera menemukannya, dimana pun saat ini Ky berada, aku yakin dia akan baik-baik saja, aku berjanji padamu, kita akan menemukannya secepat mungkin, aku akan menghukum penculik itu sebelum dia mendapatkan hukuman dari polisi, kau tenang ya??"
"Penculik??? Jadi Kyros di culik, kau jahat sekali kenapa tidak memberitahuku, ayo... Kita harus mencarinya sekarang...." Cahya berdiri dan mencoba berlari keluar rumah, dengan cepat Aditya menarik dan menahannya lagi.
"Kau tenang, kita akan menemukannya segera, kau istirahat saja di rumah, lihatlah, ada aku Ariel Randy dan juga Danist, biar kami yang mencarinya, polisi juga sedang berusaha, ayo masuk dan tenanglah!!" Aditya merangkul Cahya dan berusaha membawa istrinya itu masuk ke dalam lagi.
Cahya berusaha memberontak dan menatap Aditya dengan penuh kemarahan sekaligus kedukaan. "Lepaskan aku, kenapa kau menahanku, aku harus mencari putraku, dia pasti menangis karena lapar, dia belum makan, dia belum minum susu, dia pasti memanggilku, dia kelaparan Adit, putraku pasti kelaparan saat ini, jika dia menangis hanya aku yang bisa menghentikan tangisnya, bahkan kau juga kesulitan saat dia menangis, lalu bagaimana bisa kau menyuruhku untuk tenang....!!! Putraku pasti mencariku .... Kyros pasti lapar... Anakku...." Tangisan Cahya sangat memilukan, bahkan semua orang juga tidak bisa menahan airmata mereka, mereka bisa merasakan kesedihan Cahya saat ini.