SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 301



Cahya terbangun saat tengah malam dan berteriak membuat Aditya yang ada di sampingnya juga terbangun karena terkejut. Aditya menyalakan lampu tidur dan melihat Cahya terengah dengan keringat yang mengucur di wajah istrinya itu. Aditya meraih gelas yang berisi air di meja dan memberikannya kepada Cahya.


"Kau kenapa sayang???" Tanya Aditya.


Cahya memeluk Aditya dan terisak, lalu menceritakan jika dia bermimpi buruk, dimana di mimpi itu dia melihat Kyra dan Kyros terjatuh ke dalam lubang dan dia tidak bisa menolong mereka karena lubang itu terlalu dalam. Sebelumnya dia mendengar suara tangisan mereka berdua yang begitu keras dan saat di dekati kedua bayi itu di dorong oleh seekor anjing ke dalam lubang yang sangat dalam.


Aditya mengusap lembut punggung Cahya dan mencoba menenangkan istrinya yang terisak di pelukannya. "Shhhhh.... Itu hanya sebuah mimpi, tidak akan terjadi apapun dengan anak-anak"


"Aku takut.....! Aku benar-benar takut...!"


"Tidak akan terjadi sesuatu, kau tadi tertidur lebih cepat dari biasanya, tidak makan malam dan kau juga belum sholat isya kan??? Sekarang tenangkan dirimu, lalu sholat agar kau merasa lebih tenang"


"Tapi???"


"Sssshhh tidak akan terjadi apapun, sekarang pergilah ke kamar mandi, wudhu dan sholat, aku akan mengambilkan buah di dapur, kau pasti lapar"


Aditya turum dari tempat tidur dan meninggalkan Cahya. Cahya mengusap wajahnya, entah kenapa mimpi itu seperti nyata, tangisan dari kedua anaknya masih terngiang-ngiang di kepalanya. Cahya berharap itu memang hanya sebuah mimpi, hidupnya akan berakhir jika sampai hal itu terjadi. Cahya turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar Kyra dan Kyros, mereka masih terlelap disana. Dengan lembut Cahya mengusap kening kedua bayinya.


"Just a dream.... Rilex Ca.... Itu hanya mimpi..." Gumam Cahya dalam hati mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Tadi Cahya memang tidak sadar tertidur di sofa saat membaca buku dan membiarkan Kyra dan Kyros bermain bersama Aditya, karena Cahya merasa sangat lelah sekali seharian mengurus kedua anaknya. Dan dia terbangun sudah berada di tempat tidur menandakan bahwa Aditya yang sudah memindahkannya.


Aditya masuk lagi ke kamar, kemudian tersenyum melihat Cahya sedang sholat. Aditya meletakkan nampan berisi makanan di atas meja dan segelas jus untuk Cahya. Aditya menunggu dengan sabar sampai Cahya akhirnya selesai.


"Bagaimana? Apakah kau sudah merasa lebih baik???"


"Iya" Jawab Cahya singkat.


"Duduklah, dan habiskan ini, aku juga membuatkanmu oreo milkshake" Aditya mengusap lembut rambut Cahya seraya tersenyum.


Aditya hanya menatap Cahya yang sedang memakan pisang dan apel yang tadi dibawanya. Cahya menghabiskannya dan meminum habis oreo milkshake nya.


"Thanks ya sayang" Gumam Cahya.


"Kau sudah kenyang sekarang, jadi ayo kembali tidur"


"Bolehkan aku membawa anak-anak tidur bersama kita disini???"


"Tentu saja, kita bawa mereka kesini" Aditya mencoba mengerti, Cahya meminta itu agar dia merasa lebih tenang setelah mimpi buruknya tadi. Lagipula selama ini kedua bayinya juga selalu tidur di box bayi mereka, jadi Aditya berpikir tidak ada salahnya sekali-kali membawa mereka tidur bersama.


"Sayang, sudah larut tidurlah, mereka aman bersama kita" Ujar Aditya.


Cahya kemudian berbaring miring menghadap ke kedua bayinya, menarik selimut dan memejamkan matanya. Cahya berdoa agar tidak lagi nermimpi buruk seperti itu lagi.


*****


Keesokan harinya, setelah sarapan, Cahya dan Aditya sudah bersiap untuk pergi jalan-jalan ke taman bersama si kembar. Aditya senang sepertinya Cahya sudah merasa lebih baik dari semalam. Itu hanya sebuah mimpi, dan Aditya tentu akan menjaga istri dan kedua bayinya dengan sangat baik, serta memastikan keamanan mereka.


"Apa kau tidak menghubungi Soni dan Irwan??" Tanya Cahya kepada Aditya, dimana kedua orang itu adalah bodyguard yang biasa mengikutinya saat dia keluar rumah.


"Tidak sayang, kau dan anak-anak pergi bersamaku, aku yang akan menjaga kalian"


Mendengar ucapan Aditya itu, Cahya pun tidak mempermasalahkannya. Mereka kemudian meletakkan Kyra dan Kyros di seat car yang sudah disiapkan di mobil milik Cahya. Kemudian keduanya berangkat ke taman yang akan dituju. Mobil Cahya yang dikendarai Aditya pun mulai meninggalkan gerbang rumah mereka.


Tak di duga, mobil milik orang bayaran Cyntia baru sampai di tempat biasa dia berhenti untuk memantau keluarga Aditya. Dia melihat gerbang rumah itu bau saja ditutup dan dari kejauhan dia juga melihat mobil alphard putih yang sudah sangat dipastikan bahwa itu adalah milik dari salah satu keluarga Aditya. Bergegas dia menyusul mobil itu, dan mengikutinya.


Di tempat lain, Ariel juga sedang menuju ke rumah Elea. Ini weekend tentu saja ini waktu yang tepat untuk dihabiskan bersama putri tercintanya. Semalam setelah makan malam dengan Maysa dan bertemu dengan Elea, Ariel memutuskan untuk tidak pulang dan menginap di salah satu hotel miliknya yang ada di daerah ini agar tidak terlalu jauh saat ingin ke tempat tinggal Elea.


*****


Sampailah mereka di taman, terlihat suasana cukup ramai. Aditya turun dari mobil, membuka bagasi dan mengeluarkan stroller bayinya lalu membantu Cahya menurunkan kedua bayinya. Setelah siap, mereka mulai memasuki taman dan berjalan-jalan. Suasana cukup ramai dan beberapa orang memilih jalan, sekedar duduk atau ada juga yang berjogging.


Cahya mendorong stroller berisi Kyra, sementara Kyros ada di gendongan Aditya. Sudah lama sekali tidak berjalan-jalan seperti ini, bahkan terbilang sangat jarang karena saat hamil dan setelah memiliki bayi, Aditya sangat menjaga agar Cahya tidak keluar rumah sembarangan. Dan Cahya menjadi teringat terakhir kali dia ke taman adalah saat dia hamil pertama, dia menghabiskan waktu seharian bersama Aditya dan setelah itu dia mengalami insiden yang membuatnya akhirnya kehilangan bayinya akibat perbuatan Theo. Cahya berharap itu menjadi yang terakhir kalinya, dan tidak ada lagi kejadian buruk yang menimpanya ataupun keluarganya.


Semua berjalan dengan sangat baik, Cahya menikmati paginya hari ini dengan sangat bahagia. Dia dan Aditya membeli aneka jajanan dan es krim, ternyata sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Raut bahagia Kyros dan Kyra juga terlihat dari wajah mereka. Melihat keramaian dan suasana sejuk yang sangat mendukung. Dan kini mereka sedang duduk di bangku taman menikmati es krim sambil melihat air mancur yang ada di depan mereka. Kyros tidak berhenti berteriak karena sepertinya dia merasa sangat senang sekali, sementara Kyra hanya diam dan tampak serius melihat air mancur yang ada di depannya.


Tetapi tanpa mereka sadari, dari kejauhan ada yang terus membuntuti mereka. Siapa lagi jika bukan orang-orang bayaran Cyntia. Mereka juga sudah melaporkan tentang semua yang mereka lihat hari ini, yaitu kegiatan dari keluarga Aditya. Dan saat mendengar itu, Cyntia langsung menyusun rencana dan memberikan mereka tugas yang harus di eksekusi hari ini juga. Saat ini mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya karena tampaknya Aditya sejak tadi tidak menjauh sama sekali dari istri dan anaknya, dia selalu ada di dekat mereka.


"Sayang, sudah panas, kita pulang sekarang, kasihan anak-anak, kau juga pasti lelah sejak tadi berjalan-jalan" Gumam Aditya yang langsung mendapat persetujuan dari Cahya.


Kerena Kyros terlihat mengantuk, Aditya meletakkannya ke dalam stroller, sementara Kyra diambilnya dari gendongan Cahya. Aditya menggendong Kyra sementara Cahya mendorong stroller, mereka pun berjalan untuk keluar.


"Siaaalll..... Dia sama sekali tidak meninggalkan istrinya, dan sepertinya mereka akan keluar dari tempat ini....... Bagaimana aku bisa melakukannya jika si Aditya itu selalu ada di dekat istrinya...!!" Gumamnya kesal, jika rencana ini gagal lagi, Cyntia pasti akan memecatnya. Dia pun terus mengikuti Aditya dan Cahya dari kejauhan hingga akhirnya mereka sudah keluar dari area taman.


Cahya dan Aditya sudah berada di tempat parkir dimana mobil mereka ada disana. Aditya membuka pintu kanan untuk meletakkan Kyra di car seatnya, sementara Cahya berjalan menuju sisi kiri mobil untuk meletakkan Kyros disana. Aditya tengah sibuk memasangkan pengaman yang ada di seat car Kyra, hingga dia tidak terlalu memperhatikan Cahya. Saat Cahya hendak membuka pintu mobil tiba-tiba dia di sekap oleh orang dai belakang dan tak lama Cahya tidak sadarkan diri. Saat itulah orang itu membiarkan Cahya terbaring di trotoar lalu mulai mengambil Kyros dari strollernya, sudah ada pisau di sakunya, tak butuh lama dia memotong pengaman stroller itu untuk memudahkan mengeluarkan bayi itu. Setelah nerhasil memotong, dia langsung mengangkat Kyros dan membawanya pergi dengan berlari meninggalkan Cahya.


Aditya mengankat kepalanya dan melihat ke sisi kiri lalu mengernyit karena tidak terlihat Cahya ada disana. Aditya keluar dan menutup pintu mobil, lalu menuju ke sisi kiri dan betapa terkejutnya dia, menemukan Cahya terkapar di tanah dan stroller bayinya dalam keadaan kosong. Kyros tidak ada disana. Aditya panik dan berusaha menyadarkan Cahya, tetapi dia juga bingung karena bayinya tidak ada.