SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Bersamamu aku merasa bahagia



Sinar matahari semakin panas, Cahya memutuskan untuk masuk ke dalam, melihat istrinya masuk ke dalam Aditya juga menghentikan acara renangnya dan menyusul masuk ke dalam.


" Kenapa ikut masuk? Udahan berenangnya?" Tanya Cahya.


" Udah mulai panas, dan aku pengen habisin waktu sama kamu tapi bentar ya aku bilas dulu dikamar mandi"


Cahya duduk disofa dan membaca majalah yang ada diatas meja, tak berapa lama suaminya muncul dari kamar mandi dan terlihat lebih segar kemudian menyusulnya dan duduk disampingnya.


" Apa kau bahagia??" Tanya Aditya mengalihkan pandangan Cahya terhadap majalah yang dibacanya.


" Tentu saja, tempat ini sangat indah, tetapi yang menyiapkan ini semua bukan kau, tapi Mama dan Papa, aku yakin kau pasti tidak pernah memikirkan hal seperti ini??"


" Baiklah aku minta maaf, lain kali akan aku siapkan liburan untuk kita nanti" Aditya memeluk Cahya dan membuat perempuan itu langsung menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


" Kau harus menepati janjimu itu?? oke?"


" Oke istriku yang bawel, liburan sperti apa yang kau inginkan?? Apa seperti ini lagi??"


" Seperti ini boleh, tetapi berganti suasana juga boleh, karena sekarang sudah bertema laut maybe?? Nanti bertema Alam pedesaan or yang lainnya seperti pegunungan, aku sangat menyukai sesuatu yang berhubungan dengan Alam, itu membuatku lebih nyaman dan bahagia"


Aditya menatap wajah Cahya dan mencium keningnya, " Baiklah sayang, as you wish"


Ciuman itu berganti ke bawah, ke hidung, lalu bibir Cahya dan dia membuka bibirnya memberi jalan untuk suaminya masuk, sambil berciuman dan memainkan lidah, perlahan Aditya mendorong tubuh Cahya ke sofa sampai akhirnya perempuan itu terbaring dan Aditya menindiihnya, mereka menikmati moment itu semakin dalam dan semakin dalan seolah sama-sama sedang mencari kepuassan.


Aditya melepaskan jubah putih yang dipakai Cahya dan begitu sebaliknya, tangan Cahya mencoba mengeluarkan sesuatu yang tersembunyi dibalik celana suaminya. Ketika sama-sama mendapatkan apa yang mereka cari, Aditya mulai memainkan senjatanya, menggesek-gesekkannya diarea V milik Cahya, gerakan itu membuat sang istri menggeliat merasakan sensasi luar biasa, perlahan tapi pasti gerakannya semakin lembut sampai akhirnya membuat tubuh Cahya menegang, melihat itu Aditya langsung membenamkannya, membuat keduanya menghela nafas pendek karena nikmat.


Lelaki itu bergerak pelan seolah menikmati setiap inci dari tubuh istrinya, dia menopang badannya dengan kedua lengannya agar Cahya tidak terbebani oleh badannya, gerakan lembut itu membuat keduanya tidak bisa menghentikan suara mereka karena nikmat yang mereka rasakan.


Cahya mengangkat sedikit kepalanya dan membisikkan sesuatu di telinga Aditya dengan suara parau, " Lebih cepat lagi gerakanmu suamiku".


Mendengar itu, Aditya mempercepat gerakannya membuat keduanya semakin terbuai dan tidak bisa mengontrol diri mereka hingga sampai akhirnya keduanya mengeluarkan erangan kecil dan semburan hangat terasa didalam diri Cahya bersamaan dengan itu, nafas Aditya tersenggal dan berbisik dengan suara parau, " Cahya, Aku mencintaimu, sangat mencintaimu". Aditya lemas tetapi berusaha mengontrol dirinya lalu mengangkat istrinya dan membawanya ke atas tempat tidur.


Percintaaan panas itu membuat keduanya dilanda rasa kantuk yang luar biasa, dan akhirnya tertidur dengan posisi Cahya meringkuk membelakangi Aditya dan suaminya memeluknya dari belakang.


Aditya terbangun beberapa jam kemudian, dan masih dalam posisi memeluk Cahya dari belakang, perasaannya dipenuhi dengan kehangatan, tadi dia sudah mengatakan bahwa dia mencintai Cahya, berharap semoga suatu hari Cahya juga akan mengatakan hal itu padanya. Aditya meniup bagian belakang telinga istrinya untuk membangunkannya dan berhasil Cahya terbangun dan memalingkan mukanya dan Aditya langsung menciumnya dengan lembut.


Cahya merasakan milik Aditya mulai mengeras lagi menyentuh bagian belakang tubuhnya, jemari suaminya itu langsung menangkup si duo kembarnya, memainkannya dengan sangat lembut, merayunya dan jemari Aditya mulai turun lalu memainkan pusat sensitif Cahya dengan lembut serta menggodanya.


Cahya mengerang dan mencoba membalikkan badannya tetapi Aditya menahannya.


Cahya setengah menjerit merasakan itu semua, ternyata gaya seperti ini membuat titik-titik yang biasanya tidak tersentuh kali ini menjadi tersentuh semua membangunkan sarafnya. Aditya membimbing Cahya supaya mengikuti ritmenya, mereka bergerak dengan lembut, tidak terburu-buru, menikmati setiap detiknya dengan bahagia. Dan kemudian mereka terbang bersama mencapai ending yang luar biasa.


***


Matahari perlahan turun, petugas mengantarkan makan siang untuk mereka, mereka makan siang terlambat karena terlalu sibuk dengan kegiatan percintaannya yang seilah tidak ada habisnya, Cahya dan Aditya menghabiskan makan siangnya sambil menikmati pemandangan yang ada dihadapan mereka. Cahya merasa sangat bahagia memiliki Aditya, dia laki-laki yang sangat baik dan menyayanginya, Aditya banyak tersenyum hari ini.


Kehidupannya berubah 180 derajat sejak bertemu Aditya, banyak hal menakutkan terjadi dalam hidupnya tetapi suaminya ini selalu menjadi pagar utama yang melindunginya dan keluarganya, dan seolah Tuhan mengirimkan kebahagian untuknya yang tidak ternilai, bersama Aditya, Cahya merasa behagia yang tidak terkira. Tadi suaminya sudah mengatakan bahwa dia sangat mencintainya, tetapi Cahya masih belum bisa mengatakannya, tetapi jika Aditya terus menghujaninya dengan cinta dan kebahagiaan pasti Cahya akan luluh dengan sendirinya suatu saat nanti.


" Ca, bagaimana kalau nanti sore kita berenang dilaut sambil menukmati senja, sepertinya itu akan sangat menyenangkan" Aditya membuyarkan lamunan Cahya.


" Tentu saja, pasti sangat indah menikmati senja disini"


" Benar, Kemarilah aku ingin memelukmu"


Cahya bergeser dan mendekat ke suaminya, mereka saling berpelukan.


" Aku ingin menikmati pemandangannya disana, ayo kita kesana" Cahya menunjuk ke arah gazebo yang berada di sebelah kolam renang, Aditya menganggukkan kepalanya menyetujui usulan istrinya.


Aditya berjalan lebih dulu, Cahya berpamitan sebentar mengambilkan jus untuk mereka. Aditya menikmati pemandangan dengan berbaring di gazebo, pandangannya teralihkan oleh Cahya yang berjalan membawa dua gelas berisi jus, matanya terbelalak melihat istrinya itu mengenakan bikiini, ini pertama kalinya dia melihat Cahya memakai pakaian yang memperlihatkan bentuk tubuhnya.


" Kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanya Cahya yang kebingungan dengan perilaku suaminya.


" Kau sangat cantik memakai itu, aku tidak menyangka kau mulai bisa menggoda suamimu"


" Awalnya aku ragu saat ingin memakainya, ini pemberian Elea, dia memberikanku 3pasang, dia memang sangat konyol"


" Yang dilakukan Elea sangat tepat, kemarilah aku ingin memelukmu, kita nikmati ini sambil menunggu senja"


Mereka berdua saling berpelukan menikmati pemandangan laut yang begitu indah dan jernih dihadapan mereka, Aditya lalu mengajak Cahya untuk turun ke laut dan berenang disana bersamanya.


Mereka berenang bersama, bermain air dan saling bersenda gurau, sesekali mereka membenamkan badan mereka untuk melihat terumbu karang dan ikan kecil dibawah mereka .


Sore berganti menjadi petang, Aditya dan Cahya memutuskan untuk mengakhiri berenang mereka dilaut dan naik ke atas, lalu duduk diatas kursi santai yang berada tepat didepan pintu kamar mereka, bergandengan tangan menikmati senja tiba.