SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Penangkapan sang peneror



Pria itu terus menyeret Elea membuat Elea terus memberontak mencoba melepaskan, tetapi lelaki itu terlalu kuat dan Elea hanya bisa pasrah. Sebuah pukulan keras mendarat di leher pria itu dan membuatnya langsung sempoyongan sehingga pegangannya kepada Elea lepas. Elea langsung berlari dan menyadari ternyata itu Ariel.


" Berani-berani nya kau menyeret pacarku dan membuntutinya, apa masalahmu dengannya?" Ariel mendaratkan pukulannya pada pria itu dan menyuruh Elea untuk masuk ke dalam mobil.


Setelah memukuli pria itu, Ariel kemudian membalikkan badan pria itu dan menarik kedua tangannya lalu mengikatnya dan dia menduduki punggung pria itu sambil menunggu Randy dan Aditya datang. Tak berapa lama mereka datang, Randy membawa beberapa anak buahnya dan menyuruh mereka untuk mengurus pria itu.


" Ujang kau bawa mobil pria ini, biarkan supir Aditya yang mengantar Elea pulang"


Aditya sengaja membawa pak Udin supirnya untuk mengantar Elea, setelah mendengar rencana yang dibuat Ariel yang juga melibatkan Elea untuk memancing pria itu dan menitipkan mobilnya dirumah Randy dan dia serta supirnya ikut rombongan mobil Randy.


" Pak Udin tolong bawa mobil Elea dan antar dia pulang, bawa saja dia ke rumahku disana dia akan lebih aman sementara, dan biar Cahya yang menemaninya, aku akan pulang sendiri setelah ini selesai"


Pak Udin langsung membukakan pintu mobil untuk Elea dan membawanya pulang ke rumah tuan nya seperti yang diperintahkan. Sedangkan Aditya dan Randy membawa pria itu masuk ke dalam mobil Randy, ditemani 2 anak buahnya yang mengapit pria itu. Ariel pergi untuk mengambil mobilnya dan mengikuti mobil Randy dibelakangnya.


Aditya menghubungi Cahya menyuruhnya untuk menyiapkan kamar untuk Elea karena Elea akan menginap disana. " Untuk lebih jelasnya nanti kau bisa tanya pada Elea, lakukan saja yang aku suruh mintalah bantuan mbak Tina, setelah selesai aku akan segera pulang" Aditya menutup teleponnya.


***


Sampailah mereka disebuah gedung yang sudah tidak terpakai, dan mengikat pria itu sebuah kursi. Aditya mulai mencecar pertanyaan padanya.


" Apakah kau yang menereror istriku dengan paket-paket itu yang kau kirimkan ke kantornya????"


Pria itu hanya diam dan memalingkan wajahnya. Dia sudah berjanji bahwa tidak akan memberitahu siapa yang menyuruhnya.


" Kenapa kau diam!!! Jawablah pertanyaanku, cepaaaatt!!!"


Seolah tidak terpengaruh oleh kemarahan Aditya, dia masih saja tetap diam dan tidak mau menjawab apapun.


***


Erica segera mengemas pakaiannya dan akan meninggalkan kota ini, tadi dia menghubungi pria suruhannya tetapi justru suaranya berbeda saat mengangkat teleponnya, firasatnya mengatakan jika Aditya sudah menangkap pria itu, bergegas Erica harus segera pergi, jangan sampai Aditya menangkapnya. Karena dia sangat tahu betul bagaimana Aditya jika sedang marah.


Disisi lain Aditya terus bertanya tetapi laki-laki itu tetap saja diam dan tidak mau mengeluarkan sepatah katapun. Akhirnya karena ikut emosi, Randy mendaratkan bogem mentah ke wajah pria itu hingga hidungnya berdarah.


" Kalau kau masih tidak mau menjawab, aku akan menghajarmu lagi" Ucap Randy marah.


" Apakah kau yang meneror istriku dengan paket itu?? Cepaaattt....!!" Teriak Aditya.


" Iya, aku yang mengirimkan paket itu"


" Kenapa kau melakukannya?? Apa tujuanmu"


" Agar istrimu keguguran"


Aditya membelalakkan matanya, begitu juga dengan Ariel dan juga Randy. Mereka semua terkejut dengan jawaban pria itu.


Ariel dan Randy saling berpandangan, mencoba mencari jawaban satu sama lain. Sedangkan Aditya menginjak wajah pria itu dengan penuh amarah. Randy kemudian memanggil anak buahnya untuk mencari sesuatu yang ada dimobil pria itu, berharap bisa menemukan bukti.


" Dit, aku rasa ada seseorang yang menyuruhnya, tidak mungkin dia tau dan berniat menyakiti istrimu dengan hal privasi seperti itu" Ucap Ariel dan Aditya membenarkan ucapannya.


" Siapa yang menyuruhmu??? Siapa yang membayarmu?? Ayo katakan cepat! Atau aku bisa membunuhmu saat ini juga" Ancam Aditya dengan terus menggerakkan kakinya diwajah pria itu.


Pria itu tetap saja diam dan tidak mau menjawab pertanyaannya sampai kemudian Randy masuk kembali membawa ponsel milik pria itu.


" Adit, ujang menemukan ponsel si brengsek itu dimobilnya, dan dia bilang tadi ada perempuan yang menghubungi, perempuan itu menanyakan apakah si brengsek itu sudah menangkap perempuan yang selalu bersama dengan istrimu" Ujar Randy dan langsung mengambil kesimpulan jika mungkin saja perempuan itu telah membayar pria itu, dan yang dimaksud menangkap perempuan yang selalu bersama Cahya itu adalah Elea.


" Jangan-jangan itu Cyntia" Ariel menatap Randy.


" Cyntia?? Tapi dia ada dipenjara tidak mungkin dia melakukannya" Aditya mencoba menimbang ucapan Ariel.


" Tapi bisa saja Dit, kau tahu bukan Cyntia itu perempuan yang licik" Timpal Randy.


Aditya mencoba untuk menanyakan siapa yang sudah menyuruh pria itu untuk meneror istrinya sambil terus mengancamnya. Tetapi tetap saja tidak ada jawaban dari mulutnya. Sedangkan Randy mencoba menghubungi kembali nomor itu tapi ternyata sudah tidak aktif.


" Adit, ambil ini dan buat wajahnya hancur jika dia tetap saja diam tak mau bicara" Ariel melempar sebuah cutter ke arah Aditya.


" Apa kau benar-benar ingin aku merusak wajahmu??? Cepat katakan selagi aku masih memberimu waktu"


Aditya memainkan cutter itu dan membuat pria itu meringis ketakutan. Dan mengatakan jika memang ada perempuan yang membayarnya dan menyuruhnya tetapi tidak mengetahui namanya.


" Awalnya dia hanya menyuruhku untuk melempari batu ke mobilmu saat kau makan siang bersama istrimu, tapi aku berkata jujur aku tidak tahu siapa perempuan itu, dia hanya menemuiku 1kali"


Mendengar itu, Aditya sangat marah jadi dia orang yang sama yang melempari mobilnya dengan batu saat itu. Randy mencoba menunjukkan foto Cyntia pada pria itu, karena saat bertemu pasti dia melihat wajah perempuan itu. Tetapi pria itu menggelengkan kepalanya dan mengatakan jika bukan dia yang menyuruhnya.


" Lalu jika bukan Cyntia, siapa yang melakukan ini??" Ucap Ariel.


" Adit, apakah ada orang lain yang tahu tentang kehamilan Cahya selain keluargamu dan Elea??" Tanya Randy.


Aditya menggelengkan kepalanya, tidak ada orang lain yang tahu tentang kehamilan istrinya. Sampai kemudian teringat sesuatu, tepat setelah kejadian pelemparan mobilnya, ada perempuan yang datang mengunjungi rumahnya karena panik Cahya sedang kesakitan akibat kram perut, Aditya mengabaikan perempuan itu dan membawa Cahya ke rumah sakit.


" Aku ingat, saat aku panik karena Cahya kesakitan, aku menyuruh asisten rumah tanggaku untuk mengusir perempuan itu dan tidak sengaja aku mengatakan bahwa aku tidak ingin bayiku kenapa-kenapa, kurasa dia mendengar ucapanku itu" Ungkap Aditya pada Ariel dan Randy.


" Siapa Dit perempuan itu?" Tanya Randy.


" Erica" Ucap Aditya singkat.


" Erica mantan kekasihmu itu, shiit perempuan itu tidak pernah berubah, ayo sekarang kita bergegas mencarinya" Ucap Ariel.


Mereka bertiga bergegas pergi, dan Randy menyuruh anak buahnya untuk tetap menjaga pria itu. Ariel mengendarai mobilnya dengan cepat menuju rumah Erica.