SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Kekhawatiran Ariel dan Randy



Cahya duduk disamping Aditya dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


" Dia tidak bicara apapun hanya saja dia memintaku untuk menjadi temannya"


" Menjadi temannya???" Aditya merasa sangat aneh kenapa Cheryl ingin berteman dengan Cahya.


" Kau ini malah mengulangi ucapanku" Cahya menyenggol pinggang Aditya dengan sikunya.


" Aku hanya merasa aneh saja"


" Apalagi aku, jika aku berteman dengannya aku takut lama lama kau berpaling dariku, mengingat kau dulu pernah menyukainya, dia lebih cantik dariku"


" Kau ini apa yang kau katakan, dulu dan sekarang jelas berbeda tidak ada yang lebih cantik selain istriku, istriku ahli dalam segala hal ahli juga dalam membahagiakan suaminya, mana mungkin aku bisa berpaling darinya" Aditya mempererat pelukannya pada Cahya dan mengecup kepalanya.


" Sekarang pergilah mandi, aku bisa berubah memerah seperti kepiting rebus jika kau terus memujiku" Cahya tersenyum dan hendak beranjak pergi tetapi Aditya menarik tangannya dan Cahya langsung jatuh diatas pangkuan Aditya.


" Mau kemana? Ayo ikut mandi denganku"


" Tapi aku sudah mandi tadi"


" Ah diamlah, jika suami memerintahmu kau harus menurutinya, jika kita mandi bersama kau bisa menggosok punggungku dan aku bisa menggosok punggungmu"


Aditya membawa Cahya ke kamar mandi bersamanya.


Setelah hampir 1 jam mereka baru keluar dari kamar mandi. Mereka menyelesaikan beberapa sesi percintaan mereka disana. Cahya segera berganti pakaian dan bersiap menyiapkan makan malam untuknya dan Aditya.


Cahya memanggil Aditya karena makan malam sudah siap tetapi berkali-kali memanggilnya suaminya itu tidak juga keluar. Lama setelahnya Aditya baru keluar dan tersenyum melihat istrinya menyiapkan makan malam untuk mereka.


" Kau lama sekali, aku sudah memanggilmu sejak tadi" Gerutu Cahya.


" Maaf maaf tadi aku berbicara dengan Ariel ditelepon"


" Dengan Ariel? Apa yang kalian bicarakan, apa dia membahas bulan madunya yang akan dilakukan disini?"


" Ya, tadi aku menanyakan itu padanya, mereka akan berkeliling dan aku mengatakan padanya aku akan memberikan mereka hadiah menginap 3hari 3malam dihotel dekat lungern lake"


" Wow itu ide yang sangat bagus, jadi lebih dekat dengan kita, aku tidak sabar bertemu dengan Elea"


" Tapi kita jangan mengganggu mereka, biarkan saja mereka menikmati liburannya"


*****


Randy mampir untuk menemui Ariel di Apartemennya, tadi kebetulan dia berada disekitar sana dan sudah meneleponnya, ternyata Ariel berada disana. Mereka mengobrol membahas beberapa hal dan menanyakan bagaimana persiapan pernikahan sahabatnya itu.


" Semua sudah siap 70% Ran, aku sangat bahagia sebentar lagi kehidupanku berubah, hanya saja aku sedih sahabat terbaik kita tidak bisa menghadiri pernikahanku tetapi dia menyiapkan hadiah untukku disana"


" Dia menyewakan penginapan untukku dan Elea selama 3hari 3malam di dekat tempat tinggal mereka,padahal aku sudah menolaknya tetapi dia bilang Cahya akan membunuhnya jika aku dan Elea menolak permintaannya" Ariel tertawa mengingat betapa Aditya tadi sudah sangat memaksanya karena takut dengan Cahya.


" Mungkin mereka sangat menyesal karena tidak bisa hadir, sebagai gantinya mereka memberikan hadiah itu padamu, ngomong-ngomong soal mereka, aku harus memberitahumu sesuatu Iel?" Wajah Randy tampak serius melihat Ariel membuat Ariel juga penasaran dengan kabar yang akan disampaikan Randy.


" Kabar Apa?? Kenapa wajahmu tegang seperti itu?"


" Beberapa hari yang lalu aku mendapat kabar jika keluarga Cyntia telah membebaskan putrinya, dan dia sekarang sudah bebas dari penjara"


" Apa??? Bagaimana bisa dia bebas?"


" Entahlah yang pasti aku tidak tahu bagaimana persisnya, mendengar itu aku langsung menyuruh semua orang yang berjaga untuk keluarga Aditya lebih berhati-hati dan waspada, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi, keluarga Cyntia sendiri juga sangat marah terlebih si Brengsek itu juga menyusul istrinya dipenjara"


" Shiit.....!!! Kita jangan memberitahu Aditya dulu tentang masalah ini, aku tidak ingin dia menjadi khawatir, kita hanya perlu memastikan semuanya baik-baik saja, dan ya Ran, aku juga kepikiran dengan Adik Cahya yang sedang kuliah diluar kota mengingat Cyntia juga pernah menyelidiki nya, aku harap dia juga dalam keadaan baik baik saja"


" Iya kau benar, kenapa aku lupa jika Cahya juga memiliki seorang Adik, lalu menurutmu kita harus bagaimana???"


" Kau hubungi saja Adri adiknya Aditya, mereka berpacaran aku rasa Adri yang lebih dekat dengannya saat ini"


Randy dan Ariel merasa sangat khawatir mendengar jika Cyntia sudah bebas, apalagi Aditya sedang tidak berada disini. Mereka berdua hanya berharap semoga Cyntia tidak lagi menjadi orang yang seperti kemarin, dan penjara bisa membuatnya menjadi orang yang lebih baik lagi.


****


Keesokan harinya seperti biasa Aditya akan bersiap ke kantor, dia sudah selesai sarapan, Cahya memakaikan jas untuknya dan berpesan padanya jika bahan makanan sudah hampir habis dan nanti dia akan berbelanja.


" Sayang, aku akan menemanimu berbelanja nanti sepulang kantor, jangan pergi kemana mana, kalau kau merasa bosan nikmati pemandangan di belakang rumah saja oke kulihat kau sangat suka dengan suasana dibelakng rumah qdan juga jangan menerima tamu siapapun itu termasuk Cheryl, jangan membantahku dan jangan melakukan kesalahan yang sama lagi atau aku bisa marah padamu" Ancam Aditya, dia melarang itu semua karena takut jika Cheryl akan berbicara hal yang aneh-aneh pada istrinya. Dia masih heran dengan kedatangan Cheryl yang menawarkan pertemanan pada Cahya.


" Baiklah tuanku, aku akan menuruti keinginanmu"


Cahya mengantar Aditya sampai didepan rumah, suaminya itu mencium keningnya dan masuk mobil. Setelah Aditya pergi Cahya masuk dan menutup pintunya.


Cahya masuk ke kamarnya dan sedikit merasa malas untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan akan mengerjakannya nanti siang saja. Cahya memainkan ponselnya dan memutar lagu favoritnya sambil duduk di depan jendela melihat pemandangan dihadapannya yang begitu indah.


Cahya memikirkan bagaimana bahagianya dia saat hamil dulu, andai saja dia tidak menemui Theo pasti saat ini perutnya sudah semakin membesar dan bayinya sudah mulai menendang-nendang perutnya, itu akan menjadi hal yang luar biasa yang dirasakannya. Mengingat juga bagaimana Aditya memperlakukannya dengan sangat baik menuruti semua keinginannya, harusnya mereka saat ini berbahagia menantikan kelahiran bayi mereka. Airmatanya mulai menetes mengingat semua masa itu.


Cahya berharap semoga Tuhan nanti bisa memberi kepercayaan padanya dan Aditya lagi untuk memiliki bayi, walaupun trauma itu masih menyelimutinya, tetapi Cahya harus bisa menepisnya perlahan karena ada suaminya yang selalu ada disampingnya. Dia juga berharap semoga tidak ada lagi orang-orang yang berniat buruk padanya dan juga suaminya, karena itu sangat menyesakkan dadanya. Terlalu larut dalam pikirannya sendiri Cahya mulai mengual dan merasa sangat mengantuk.


" Ah ya Tuhan kenapa baru jam segini tapi aku merasa sangat mengantuk, mungkin karena semalam Aditya tidak membiarkanku tidur sama sekali sampai tengah malam" Cahya tersenyum mengingat apa yang dilakukan Aditya setiap malam padanya, seolah suaminya itu tidak pernah merasa lelah padahal besok paginya dia harus pergi bekerja.


Cahya akhirnya tertidur dengan lelapnya padahal hari masih tergolong pagi. Ponselnya masih memutar lagu dan ada disampingnya.


Disisi lain Aditya sedang disibukkan dengan pekerjaannya. Ponselnya berdering dan melihat nama Cheryl disana, dia bertanya dalam hati ada apalagi Cheryl menghubunginya, dia juga sudah berjanji pada istrinya untuk tidak lagi berhubungan dengan Cheryl. Aditya mencoba mengabaikannya tetapi tampaknya ponsel itu tidak mau berhenti dan terus berbunyi.