SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 175



Ariel mencoba berdiri dan hendak mengejar Danist dan Elea, Randy yang sejak tadi duduk pun berdiri dan berlari menghampiri Ariel. Randy menahan Ariel agar tidak lagi memperpanjang masalah ini.


"Iel, sudahlah, sudah cukup kau membuat kekacauan, Elea benar-benar ketakutan melihatmu Iel, lebih baik sekarang kau pulang saja" Ucap Randy.


"Kau juga sama brengs*k nya dengan Adit, kau juga ikut membohongiku selama ini Ran"


"Iel, sudahlah pulanglah sekarang dan tenangkan pikiranmu, kau masih dipenuhi dengan emosi, masuklah ke mobilmu dan pulanglah bersama supirmu, atau aku akan menghubungi polisi karena kau telah membuat kegaduhan disini, cepatlah pulang dan jangan menatapku seperti itu"


Sebuah mobil berhenti dan keluarlah Mama Elea serta Mama Danist yang baru saja tiba. Keterkejutan sangat dirasakan oleh Mama Elea ketika melihat Ariel ada didepan rumahnya. Ariel yang mekihat sang mantan mertua langsung meninggalkan Randy dan menghampirinya. Ariel berlutut didepan Mama Elea sambil memeluk kakinya.


"Mama, tolong maafkan aku Ma, aku mohon bujuklah Elea untuk kembali pulang, aku berjanji pada Mama, aku akan menjaga nya" Ariel berucap sambil terus memeluk kaki Mama Elea.


Sedangkan Mama Elea hanya diam saja. Merasa geram dengan tingkah Ariel, Randy kembali menyusulnya dan menarik sahabatnya itu dengan kasar.


"Tante, lebih baik tante masuk ke dalam rumah saja, biar aku yang mengurusnya"


Ariel berdiri dan ingin mengejar Mama Elea tetapi dengan sigap Randy menghentikannya. "Iel......!!! Pergilah dari sini sekarang juga, kenapa kau tidak mengerti juga??? Jangan membuatku semakin marah, cepat pergi.....!!!!" Teriak Randy.


Pada akhirnya Ariel pun menyerah dan pergi meninggalkan rumah Elea.


Melihat Aditya serta Danist yang terluka, Mama Elea dan juga Mama Danist sangat terkejut. Chika sedang mengompres luka lebam di wajah Aditya dengan air dingin. Aditya terlihat mengernyit menahan rasa sakit di wajahnya. "Biarkan aku sendiri yang mengompresnya, bawa tante masuk ke rumah dan tenangkan Elea, dia pasti masih terguncang" Ucap Aditya.


Mama Elea, Mama Danist dan juga Chika masuk untuk menemui Elea. Sedangkan Aditya, Randy dan juga Danist duduk di teras.


"Bagaimana bisa kau membiarkan Ariel menghajarmu? Aku yakin kau pasti bisa melawannya" Gumam Randy.


"Aku sengaja tidak melawannya, kurasa itu akan membuat keadaan semakin memburuk Ran, aku juga masih tidak mengerti kenapa Ariel bisa datang kesini, siap yang memberitahu nya?"


Danist pun akhirnya menjelaskan semuanya pada Aditya juga Randy tentang kedatangan Ariel ke kantor untuk menjalin kerjasama. Tetapi Danist benar-benar tidak tahu jika Ariel adalah mantan suami dari Elea, andai saja dia tahu sejak aal pasti dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi dan tidak akan menyuruh Elea datang ke kantor.


"Aku minta maaf pak, jika saja aku tahu dari awal aku pasti akan mencegah kerjasama ini"


"Tidak apa-apa Dan, semua sudah terjadi, kau tidak sepenuhnya salah, memang kau juga tidak tahu tentang masalah ini"


*****


Elea terisak didalam kamarnya, dan Mama nya langsung memeluk serta menenangkannya. Luka yang selama ini sudah dia sembuhkan kini seolah muncul lagi dan membuatnya semakin sakit. Elea sangat marah melihat sikap arogan Ariel dan merasa sedih melihat Ariel sudah menyakiti orang-orang yang tidak bersalah hanya untuk meluapkan ego dan amarahnya. Harusnya Ariel tahu diri bahwa ini terjadi juga adalah hasil dari kesalahannya sendiri, bukan justru menyalahkan dan menyakiti orang lain.


"El, aku harap kau jangan terlalu memikirkan Ariel, jangan sampai itu berpengaruh terhadap dirimu dan bayimu, ku rasa lebih baik kau dan keluargamu untuk sementara tinggal saja di Villa ku saja, aku takut Ariel akan datang lagi, kalian akan aman disana, kau juga bisa menenangkan dirimu, aku sudah menyuruh penjaga disana untuk menyiapkan semuanya, sekarang aku dan Randy harus pulang, Danist akan membantu kalian untuk bersiap" Ucap Aditya.


Elea berdiri menghampiri Aditya. "Dit, aku minta maaf yang sebesar-besarnya atas perlakuan Ariel, gara-gara aku, kau harus menjadi korban dari keeogisan Ariel"


"Tidak apa-apa El, itu bukan salahmu, Ariel hanya terbawa oleh emosinya saja, bersiaplah dan sementara tinggal saja di villa, aku permisi"


Aditya dan Randy akhirnya pulang, Randy meninggalkan mobilnya dan mengendarai mobil milik Aditya.


*****


Akhirnya sampailah Aditya dirumahnya, tadi Randy berniat mengajak Aditya untuk ke rumah sakit, karena saat di perjalanan Aditya mengeluh pusing di kepalanya, tetapi Aditya menolak dan mengajaknya untuk langsung pulang saja. Randy membawa Aditya naik ke kamarnya dan terlihat Cahya sedang mengurus kedua bayinya bersama dengan Mama Aditya.


Cahya sangat shock melihat wajah Aditya membiru dan juga lebam serta bibir suaminya itu juga berdarah.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi?? Kenapa wajahmu lebam dan bibirmu berdarah, kamu kenapa??" Cahya berdiri didepan Aditya dan menyentuh bibir suaminya itu yang sedang terluka. Aditya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Randy menyuruh Aditya untuk berbaring, dan Cahya serta Mama Aditya diliputi kecemasan melibat kondisi Aditya. "Ran, kenapa dengan Adit, siapa yang memukuli nya?" Tanya Cahya.


"Ariel memukuli Adit, tadi Ariel datang ke kantor perkebunan dan bertemu dengan Elea disana, Elea menolak bertemu dengan Ariel, Adit datang kesana karena Chika menghubunginya dan memberitahu tentang kedatangan Ariel, sampai disana Ariel langsung menyerang Adit"


"Apa??? Ya Tuhan kenapa ini bisa terjadi"


"Ceritanya panjang Ca, lebih baik kau obati Adit dulu, tadi dia sempat merasa pusing"


Cahya langsung mengambilkan Aditya obat, sementara Mama Aditya mengurus kedua cucu nya. Cahya menyuruh Aditya untuk makan buah pisang agar perutnya terisi sebelum meminum obat pereda nyeri. Semalam Aditya sebenarnya sudah mengeluh tidak enak badan tetapi karena ada meeting di kantornya dia memaksakan diri untuk tetap berangkat kerja. Dan ini diluar dugaan, justru Aditya mengalami hal ini yang jelas pasti akan membuatnya semakin merasa tidak nyaman dengan kondisi nya.


"Minum jus ini dulu baru obatnya" Cahya memberikan segelas jus dan obat kepada Aditya.


Aditya meminum jus itu dan menelan obatnya. Cahya lalu membantu nya berbaring. "Aku tadi sudah bilang padamu untuk jangan pergi tetapi kau tetap memaksa, dan inilah yang terjadi, Ariel benar-benar keterlaluan kenapa dia memukulimu padahal dia lah penyebab semua ini terjadi" Gumam Cahya kesal.


"Sudahlah sayang, aku tidak apa-apa, Ariel sangat dipenuhi kemarahan dan merasa bahwa aku telah menghianatinya jadi dia melakukan ini padaku"


"Tetapi harusnya dia sadar diri, ini kan kesalahannya, dia merasa dirinya dikhianati tetapi dia lupa bahwa dia adalah pengkhianat yang sebenarnya, menyakiti Elea, mencampakkannya, giliran ada yang membantu Elea, dia justru malah marah dan merasa ditusuk dari belakang, apa dia tidak memiliki otak untuk berpikir sebelum bertindak, bukannya sadar malah semakin menjadi-jadi, egois sekali"


"Sssstttt sudah jangan marah-marah, bantu aku melepaskan pakaianku, aku merasa sangat gerah dan badanku lengket, aku ingin mandi" Ucap Aditya.