
Setelah pertemuannya dengan Cheryl, hampir setiap hari Aditya melewatkan waktu bersama dengannya, entah hanya sekedar makan siang atau jalan berdua. Bersama Cheryl kesedihannya sedikit terlupakan, walaupun tidak pernah sekalipun dia membahas bahwa dia sudah memiliki istri, yang terpenting baginya Cheryl bisa menjadi teman baiknya dan bisa mengobrol banyak hal dengannya.
Cahya bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan, dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar selama ini pada Aditya, bukannya menghukum dirinya tetapi justru Cahya juga telah menghukum Aditya, padahal semua itu murni dari kesalahannya sendiri. Dia harus memperbaiki hubungannya dengan Aditya.
Aditya terbangun dan buru-buru ke kamar mandi, karena hari ini dia ada meeting penting, sedangkan semalam dia belum menyiapkan apapun karena pergi minum bersama Cheryl, bahkan saat pulang Cahya juga sudah tertidur.
Setelah mandi Aditya terburu-buru berganti pakaian dan langsung pergi keluar kamar. Cahya melihat Aditya keluar kamar lalu menghampirinya.
" Kau sudah siap ya??? Ayo duduk dan sarapan dulu, aku membuat omelete dan jus semangka untukmu" Ucap Cahya.
" Aku sudah terlambat, kau sarapan saja sendiri" Aditya bergegas pergi meninggalkan Cahya.
Cahya hanya diam terpaku melihat kepergian suaminya. Apakah Aditya memang terburu-buru atau memang dia merasa kecewa pada sikap Cahya selama ini, dan akhir-akhir ini Aditya selalu pulang larut malam. " Mungkin memang pekerjaannya sangat banyak" Gumamnya dalam hati.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Cahya membereskan semuanya. Mulai hari ini dia akan mencoba memperbaiki semuanya, akan kembali menjadi Cahya yang selalu bisa membahagiakan Aditya.
Ponsel Cahya berdering dan ada notif pemberitahuan jika besok adalah hari ulang tahun Aditya, dia benar-benar lupa jika suaminya besok berulang tahun. Cahya akan membuat surprise untuk Aditya malam ini pasti dia akan sangat senang. Tapi surprise yang seperti apa Cahya bingung tidak memiliki ide apapun.
Cahya harus menghubungi Elea dan meminta sarannya, pasti Elea punya banyak ide dikepalanya. Cahya tersenyum sambil mencari nomor Elea dan langsung memanggilnya. Dalam deringan kedua Elea mengangkatnya.
" Hallo El?"
" Cahya??? kau kah itu?? Apa kabar sayang??" Suara Elea terdengar sangat bahagia.
" Aku baik El, bagaimana denganmu?"
" Aku sangat baik, ahhh ya Tuhan akhirnya sahabatku kembali mengingatku, kau tidak pernah menjawab teleponku juga pesanku, kau jahat sekali"
" Maafkan aku El, saat ini aku sedang kebingungan, bisakah kau membantuku?"
" Kau bingung kenapa? Coba ceritakan"
Cahya kemudian menceritakan semuanya bahwa besok Aditya akan berulang tahun, dan dia ingin menyiapkan surprise untuknya, tetapi tidak tahu bagaimana caranya selain itu dia juga ingin meminta maaf sekaligus ingin memperbaiki hubungannya dengan Aditya. Lama Elea diam berpikir sampai kemudian.
" Cahya sayang, buatlah persiapan dinner romantis dirumah, masaklah makanan kesukaan Aditya, kau juga sangat pandai membuat Cake jangan lupa membuat itu juga, dan hmmmmm kau bisa memberinya hadiah yang sangat dia inginkan, kau bisa melakukan itu semua kan??"
" Ah iya kau benar sekali El, baiklah nanti aku akan belanja dan akan menyiapkan semuanya, thanks ya??"
" Sama-sama Cahya sayang, btw aku akan menikah beberapa minggu lagi, jangan lupa doakan aku ya??? dan kau tahu, Ariel akan mengajakku berbulan madu ke swiss dan kami berniat akan mengunjungi kalian"
" Benarkah??? Aku sangat senang, aku akan menunggu kedatangan kalian, pemandangan dirumah kami sangat indah El, kau pasti akan menyukainya"
" Iya, Ariel bilang Aditya menolak untuk tinggal di apartemen dan lebih memilih untuk dicarikan tempat tinggal dipedesaan dan saat aku mencari tahu tentang tempat tinggal kalian, oh my god Ca, itu tempat yang sangat indah sekali"
" aku sangat tidak sabar dengan kedatanganmu, baiklah terima kasih atas sarannya, aku akan bersiap untuk berbelanja"
****
Aditya menerima pesan dari Cheryl mengajaknya untuk makan siang dan seperti biasa dia mengiyakan ajakannya. Dan Aditya jadi teringat kejadian tadi pagi dimana dia meninggalkan Cahya begitu saja saat istrinya itu menawarinya untuk sarapan.
" Mungkin moodnya sedang baik saja, aku sudah sangat lelah dengan sikapnya, dia terlalu berlebihan dengan kesedihannya dan tidak pernah memikirkan perasaanku, ku abaikan saja" Gumam Aditya dalam hati.
Aditya memang sudah mulai lelah dengan apa yang terjadi pada Cahya, merasa seperti tidak ada yang bisa lagi dia lakukan untuk membuat Cahya kembali tersenyum, semakin hari keadaanya semakin memburuk, sebagai seorang laki-laki Aditya juga sudah sangat merindukan hasratnya bisa tersalurkan. Tetapi Cahya bahkan tidak membiarkan Aditya menyentuhnya, bahkan jika Aditya ada didekatnya dia selalu berbarimg dan menutup matanya lalu tidur. Itu yang akhirnya membuat Aditya malas untuk pulang dan memilih pulang larut. Dan saat ini Cheryl selalu ada untuknya saat dia butuh teman walau hanya untuk sekedar mengobrol dan minum bersama.
Disisi lain, Cahya sudah selesai bersiap, dia akan berbelanja keluar dan akan menaiki kereta untuk pergi.
Akhirnya Cahya sampai dan berkeliling, ini pertama kalinya dia pergi keluar sendirian. Cahya membeli berbagai macam bahan, dan dia sangat senang melihat Coklat dan Keju, 2 makanan faforitnya, dia membeli cukup banyak dan berniat membuat Cheese Cake untuk Aditya.
Dia berjalan dan akan kembali pulang untuk menyiapkan semuanya. Langkah Cahya terhenti didepan sebuah restoran, dia melihat Aditya sedang menikmati makan siang dengan seorang perempuan dan mereka terlihat sangat akrab dan seperti sedang bercanda karena dari wajah keduanya terlihat mereka sedang tertawa. Dia ingin menghampiri suaminya tetapi Cahya mengurungkan niatnya, mungkin saja itu adalah rekanan kerja suaminya dan mereka sedang membahas pekerjaan. Cahya kembali berjalan menuju stasiun untuk kembali pulang.
Cheryl tersenyum dan mengingat sesuatu " Besok hari ulang tahunmu bukan, bagaimana kalau malam ini kita merayakannya"
" Kau ingat hari ulang tahunku??" Aditya keheranan dan tidak menyangka jika Cheryl mengingatnnya.
" Of course!! Oke malam ini kita akan merayakan malam pergantian bertambahnya umurmu di apartemen ku, aku sudah membeli Champagne yang sangat lezat kau pasti akan menyukainya, jangan lupa datang"
" Baiklah, setelah pekerjaan selesai aku akan datang menemuimu"
****
Cahya sudha sampai rumah dan langsung menyiapkan semuanya, mulai dari membuat Cake sampai memasak makanan kesukaan Aditya. Malam ini pasti akan sangat membahagiakan dan ya dia mengingat perkataan Elea tadi bahwa dia harus memberikan hadiah yang diinginkan Aditya. Ya Cahya sudah memutuskan akan memberikan lagi dirinya untuk suaminya, sudah lama sekali mereka tidak melakukannya sejak insiden itu, pasti Aditya sangat tersiksa karena dia selalu menghindar jika suaminya ada disampingnya. Cahya mengutuk dirinya, pasti hal itu sangat berat untuk Aditya.
" Ya, aku malam ini sangat siap untuknya, semoga ini jadi awal yang baik untuk rumah tangga kami" Cahya membatin dalam hati.
****
Sepulang kantor Aditya langsung menuju apartemen Cheryl, benar saja saat sampai disana Cheryl ternyata menyiapkan kejutan untuknya. Cheryl terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna silver. Dimeja sudah ada beberapa botol Champagne yang sudah disediakan.
" Hai, aku menyiapkan semua ini untukmu, ayo masuklah, kita akan dinner bersama"
Akhirnya Cheryl dan Aditya menyantap makanan yang sudah disediakan. Mereka mengobrol dan menikmati Champagne yang rasanya begitu manis dan tidak terlalu pekat.
Disisi lain Cahya sudah selesai menyiapkan semuanya dan sedang menunggu kepulangan Aditya. Cahya sidah sangat tidak sabar, dia sudah sangat merindukan suaminya itu.
Malam berlalu, Aditya dan Cheryl sudah menghabiskan beberapa botol Champagne, Aditya sedikit agak mabuk. Aditya berdiri terhuyung untuk pergi ke kamar mandi, dan saat berjalan dia hampir tersungkur, untung Cheryl langsung menangkapnya.
" Hei kau sepertinya sangat mabuk, ayo" Ucap Cheryl dan membopong Aditya menuju kamarnya.
Cheryl mendudukkan Aditya diranjangnya dan kini posisi mereka sedang berhadapan. Cheryl mendekatkan wajahnya ke Aditya dan langsung mengecup manis bibirnya.