SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 132



Adri turun untuk bergabung makan malam fengan kakak dan kakak iparnya. Adri menghampiri mereka berdua sambil tersenyum. Sedangkan Cahya masih terlihat malu mengingat kejadian tadi. Aditya masih memandang kesal kearah adiknya yang sejak tadi seolah menahan tawa mengejeknya.


*Adri, apa kau ingin bertemu Chika hari ini atau besok?" Cahya membuka pembicaraan.


"Tentu saja setelah ini kak"


"Baiklah kita pergi bersama, aku juga ingin memberikan pesanan Elea, cepat habiskan makananmu"


Mereka bertiga akhirnya pergi ke tempat tinggal Elea dan Chika dengan mobil berbeda. Sesampainya disana, Chika ternyata sudah menunggu Adri karena mereka akan pergi jalan-jalan berdua. Elea mengajak Cahya kekamarnya dan membiarkan Aditya mengobrol dengan Papa Elea diruang tamu.


Cahya menanyakan tentang pekerjaan baru Elea, dan sahabatnya itu bercerita dengan penuh kebahagiaan karena semua orang yang ada dikantor sangat membantunya. Terutama Danist yang begitu sabar mengajari dan membimbingnya.


"Ca, apa ada kabar tentang Ariel?" Wajah Elea terlihat murung saat menanyakan itu kepada Cahya.


"Kenapa sih El kau menanyakannya, sudahlah jangan lagi membahasnya, fokus saja pada pekerjaan dan bayimu"


"Apa Adit sudah bertemu dengannya? Apa dia tidak mencariku" Elea seolah tidak peduli dengan ucapan Cahya.


"Dia datang ke kantor Adit tetapi sekalipun tidak membahasmu, dia hanya membahas ini pekerjaan. Tadi aku dan Adit juga bertemu dengannya di apotik dia sedang membeli obat katanya dia sakit" Gumam Cahya kesal.


"Dia sakit??? Sakit apa Ca??" Usara Elea terdengar cemas dan semakin membuat Cahya kesal dengan sahabatnya itu.


"Elea...!!! Sudahlah untuk apa kau mengkhawatirkannya, dia mau sakit atau tidak itu bukan lagi urusanmu El, dia sudah ada yang merawat, Elea kau berhak bahagia sekarang dan jika kau terus membahasnya, aku akan mengajak Adit untuk kembali ke Villa sekarang juga" Ancam Cahya membuat Elea tidak bisa berkata-kata untuk membantah sahabatnya itu.


Elea pun akhirnya diam dengan ancaman Cahya, sedangkan Cahya melihat ada kesedihan dimata sahabatnya itu. Terlihat sangat jelas bahwa sebenarnya Elea masih memiliki cinta untuk Ariel tetapi kenapa lelaki itu tega menghancurkan hidup sahabatnya dengan sangat kejam dan tidak berperi kemanusiaaan. Cahya hanya berharap semoga Elea mendapatkan kebahagiaannya suatu saat nanti dan Ariel segera mendapatkan karmanya atas semua perbuatannya pada Elea.


Tidak mau melihat kesedihan Elea, Cahya pun membahas tentang pertunangan Chitra dan Randy yang akan diadakan minggu depan. Elea mengirim permintaan maaf pada Cahya untuk Chitra dan Randy karena tidak bisa menghadirinya. Sudah dipastikan disana pasti akan ada Ariel.


"Kurasa Chitra juga mengerti kondisimu El, jangan khawatirkan apapun oke?"


Mereka berdua melanjutkan obrolannya dengan berbagai hal agar Elea tidak terus memikirkkan Ariel. Sampai tak terasa waktu sudah semakin malam dan Cahya berpamitan pada Elea dan Mamanya untuk segera kembali ke villa dan beristirahat. Cahya mengatakan jika besok dia akan datang kesini lagi.


Cahya pun keluar bersama Elea menghampiri Aditya yang sedang asyik mengobrol dengan Papa Elea lalu mengajak Aditya untuk pulang.


"Baik Om tante, kita permisi pulang dulu, kasihan Cahya sejak tadi belum beristirahat" Aditya menyalami Papa dan Mama Elea, begitu juga dengan Cahya lalu mereka pulang.


Saat didalam mobil Aditya mengambil ponselnya dan menghubungi Adiknya agar segera membawa Chika pulang karena hari sudah malam.


"Iya kak, aku akan sampai villa dalam waktu 30menit, kau galak sekali" Gumam Adri diujung telepon lalu menutupnya.


****


Disisi lain, Ariel sedang sibuk menghadap monitor komputernya menyelesaikan pekerjaannya. Sara pintu apartmentnya terbuka dan Viona datang dengan senyum lebarnya dibalik lipstick merah meronanya menyapa Ariel dengan mesra dan langsung menghampirinya lalu duduk diatas pangkuan Ariel.


"Bagaimam keadaanmu, apa kepalamu masih pusing?" Tanya Viona dengan suara sensuallnya yang khas.


"Maaf sayang aku ada pekerjaan mendadak, mulai besok aku akan merawatmu dan akan membuatkan sarapan untukmu sebelum ke kantor" Viona lalu menghujani Ariel dengan ciuman-ciuman diseluruh wajahnya agar lelaki itu tidak marah kepadanya. Akibarlt ciuman itu, seluruh wajah Ariel merah penuh bekas lipstick Viona.


Viona berdiri dan langsung menarik Ariel, membawanya masuk ke kamar dan mendudukkan Ariel diatas ranjang. Perempuan itu mulai melepaskan satu persatu pakaian yang menempel ditubuhnya hingga akhirnya tidak ada satupun yang tersisa disana.


Viona membungkukkan badannya dan melepas seluruh kancing kemeja Ariel dan membuka resleting cellana pria itu hingga tubuh keduanya tellanjang. Viona mendorong Ariel ke ranjang dan duduk diatas perutnya lalu membukkukkan badannya dan mulai berciuman. Mereka berciuman dengan lembutnya. Bibir Viona ******* bibir Ariel dengan penuh gaiirah, membuat keduanya terlena. Lidahnya menelusur pelan kemudian, mencecap setiap rasanya.


Jemari Ariel menelusuri tubuh Viona yang membukkuk dihadapannya. Ariel terbaring pasrah diatas ranjang sedangkan Viona mulai menelusuri setiap inci tubuhnya. Dengan lembut perempuan itu menunduk di atas Ariel, jemarinya bergerak menelusuri tubuh Ariel dan menemukan milik Ariel yang sudah berdiri tegak dan siap untuknya.


Viona kemudian duduk diatas paha Ariel dan menenggelamkan tubuhnya disana. Ariel mengikuti semua ritme yang dibawa oleh Viona. Posisi ini membuat titik-titik sensitif yang tidak disadarinya ada tersentuh dan bangun, membuat seluruh tubuh keduanya menggelenyar dalam kenikmatan yang luar biasa. Gerakan naik turun Viona semakin cepat membuat keduanya mengerang kenikmatan.


"Ariel" Viona mengerang, menyebut namanya, karena sudah tidak bisa menahan diri.


"Ya sayang, ya...." Ariel membalas erangan Viona dengan suara parau tertahan, ritmenya semakin cepat, semakin tak tertahankan membuat Viona tidak mampu lagi, sehingga akhirnya membiarkan dirinya dibawa oleh arus deras kenikmatan yang memenuhi seluruh sarafnya. Keduanya mengerang di sana dan mereka mencapai orrgasme bersamaan.


Viona lunglai diatas Ariel, dan nafas keduanya terengah-engah. "Aku selalu lebih memuaskanmu bukan, dibanding dengan perempuan kecil itu" bisik Viona parau.


"Sudahlah Vi, jangan kau membahas tentangnya, membuat moodku menjadi tidak baik, sekarang tidurlah" Ariel pun menggulingkan tubuh Viona dari atasnya lalu membelakanginya dan tertidur.


****


Adri datang dan terkejut melihat kakaknya sedang duduk diruang tamu menunggunya. "Kakak kenapa kau belum tidur? Dimana kak Cahya?"


"Cahya sudah tidur satu jam yang lalu, kau kenapa terlambat tadi kau bilang dalam setengah jam akan kembali?"


"Maaf kak, tadi aku dan Chika terlalu asik menikmati jagung bakar"


"Kau ini, Chika itu perempuan dan sekarang dia tinggal bersama orang lain apa kata mereka nanti jika kau memulangkan Chika terlalu larut, kau harus bisa menjaganya dan menahan dirimu, cepat pergi tidur"


Adri pun meninggalkan Aditya dan naik ke kamarnya. Beberapa saat kemudian Aditya juga naik dan kembali ke kamarnya.


******


Keesokan harinya, Ariel terbangun dengan kepalanya yang lagi-lagi pusing dan berdenyut-denyut, dia berlalri ke kamar mandi dan langsung muntah disana. Cukup lama dia berada dikamar mandi, saat keluar Viona sedang memunguti pakaiannya dan memakainya.


"Ariel sayang, maafkan aku sekali lagi ya? Aku harus pergi ada pekerjaan penting, kau bisa merawat dirimu sendiri kan???" Ucap Viona sambil mengambil tasnya dimeja Ariel.


"Pergi?? Kau bilang kau akan membuatkan sarapan untukku?"


"Besok aku akan melakukannya, nanti malam aku akan membawakanmu makanan, oh iya jadi kapan kau akan menyuruhku pindah ke apartment lamamu?"


"Kau pergi saja jika kau buru-buru, kita bisa membahasnya kapan-kapan" Ucap Ariel kesal.


Viona pun mendaratkan sebuah ciuman dibibir Ariel dan langsung pergi meninggalkannya. Ariel menatap kepergian Viona dengan wajah yang kesal sambil menahan pening dikepalanyan.