
Ariel akhirnya sampai di restoran itu, dia mulai memesan makanan. Hingga beberapa saat kemudian pelayan datang membawa makannan pesanannya berupa Lobster lada hitam dan Udang saus asam manis. Sebenarnya itu adalah makanan kesukaan Elea, dulu Elea sering mengajaknya ke restoran ini dan dia selalu memesan makanan itu, membuat Ariel juga akhirnya lama-lama menyukainya. Dan saat ini justru dia seolah menjadi terikat dengan semua kenangan itu.
Danist dan Elea keluar dari apartment dan tidak butuh lama untuk sampai ke Adore Seafoods, restoran seafoods langganan Elea, karena memang letaknya yang tepat ada di depan apartment Elea, dan hanya menyebrang jalan. Saat sampai tiba-tiba ponsel Danist berdering, ternyata ada panggilan dari salah satu clientnya. Elea pun menyuruhnya mengangkat saja dan dia akan pergi ke dalam sendiri untuk mengambil pesanan makannannya.
"Angkat saja, aku akan ke dalam sendiri mengambilnya, lagipula aku hanya beberapa menit saja karena tadi kan sudah order lebih dulu" Ucap Elea, lalu keluar dari mobil Danist. Sedangkan Danist masih berada dalam mobil dan langsung mengangkat teleponnya.
Elea memasuki restoran itu dan berjalan mencari kursi kosong dan dia menemukannya. Elea langsung melambaikan tangannya memanggil pelayan untuk menayakan orderannya. Seorang pelayan perempuan datang menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu kak? Mau pesan apa?" Tanya pelayan itu.
"Tadi aku sudah order via telepon aku memesan Kepiting saus padang, Lobster lada hitam dan Udang saus asam manis untuk di bungkus, apakah sudah siap?" Ucap Elea.
Tidak disangkanya, ternyata Elea duduk tepat membelakangi Ariel. Karena seperti mengenal suara itu, Ariel yang sedang sibuk makan tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menemukan punggung seorang perempuan berambut peach dengan kombinasi abu-abu. Ariel membathin itu terdengar seperti suara Elea dan rambutnya juga seperti yang dia lihat beberapa waktu yang lalu.
"Atas nama siapa kak orderannya?" Tanya pelayan itu lagi.
"Eleanor Fransisca" Jawab Elea.
Mendengar jawaban itu, Ariel langsung tersedak dan terbatuk-batuk karena terkejut. Ariel langsung mengambil air dimeja nya dan langsung meminumnya. Ternyata benar itu adalah Elea, Ariel benar-benar merasa terkejut tetapi kemudian teringat Elea tinggal didekat sini tentu saja bukan hal tabu jika dia bertemu dengannya apalagi mengingat ini juga adalah tempat faforitnya untuk makan.
****
Ariel hanya diam sambil menghabiskan makanannya tetapi matanya tidak beralih dari punggung Elea. Baginya Elea tetap terlihat cantik dari sudut manapun, tetapi punggung itu terlihat sedikit berbeda, perut Elea sedikit buncit. "Apakah dia tidak lagi memperdulikan bentuk tubuhnya?" Bathin Ariel.
Sampai kemudian pelayan datang menghampiri Elea dan memberikan pesanan kepada Elea. Elea berdiri mengambil uang dari dompetnya dan membayarnya.
"Terima kasih" Ucapnya sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Pandangan Ariel terus tertuju pada Elea yang berjalan leluar restoran. Restoran itu memiliki jendela kaca yang cukup lebar, dan saat ini Ariel tepat duduk di kursi didekat jendela, jadi dia bisa dengan leluasa melihat suasana diluar. Elea terus berjalan ke arah parkir sampai akhirnya langkah Elea terhenti sejenak dan berbicara dengan seorang pria yang berdiri disamping mobil mewah berwarna blue metalic. Beberapa detik kemudian Elea kembali berjalan dan masuk ke mobil itu.
Ariel sangat penasaran dengan pria yang bersama Elea, sayang nya dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu. Selain karena pria itu berdiri membelakanginya, pria itu juga sibuk dengan tangannya yang memegang ponselnya seperti sedang menelepon. Saat pria itu membuka pintu mobilnya, lalu menghadap sisi lain dan masuk ke mobilnya. Ariel benar-benar kesal karena tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup tangannya yang menempelkan ponselnya ditelinganya. Mobil Danist pun meninggalkan parkiran restoran itu.
"Siapa lelaki yang bersama Elea itu? Dan mereka akan pergi kemana?" Gumam Ariel.
****
1 Bulan berlalu, kehidupan Elea berjalan dengan sangat baik, perutnya juga sudah mulai terlihat. Elea menjalani kehidupannya dengan terus berusaha melupakan semua hal buruk yang pernah terjadi dihidupnya. Baginya saat ini yang terpenting adalah berusaha melakukan yang terbaik untuk dirinya dan bayinya.
Beberapa kali dia juga mengalami ngidam tetapi untungnya dia tidak mengalami kesulitan, karena yang diinginkannya juga hanya hal-hal yang sangat mudah dijumpai dan ditemukan. Kedua orangtuanya juga menjaganya dengan baik, Chika selalu menempatkan dirinya sebagai adik untuk Elea, dia sering menemani Elea kemanapun Elea pergi. Bahkan Danist juga telah menjadi teman yang baik untuk Elea, lelaki itu hampir setiap hari datang menjemput Elea dan Chika untuk ke kantor dan mengantar mereka pulang. Hingga Danist juga semakin akrab dengan kedua orangtua Elea, bahkan sudah dianggap seperti anak oleh mereka, karena Danist hampir setiap hari datang ke rumah
Pernah juga suatu malam Elea sedang menginginkan makan soto, tetapi Papanya tidak berada dirumah, Elea merasa sangat menginginkannya tetapi tidak ada mobil dirumah, Chika melihat dengan jelas kesedihan Elea. Chika pun menghubungi Danist lalu meminta bantuannya membelikan soto untuk Elea. Hanya butuh beberapa menit Danist pun datang ke rumah menjemput Elea untuk pergi jalan-jalan dan mengajaknya makan soto.
Danist merasa perasaanya menjadi hangat saat bersama Elea bukan karena dia terenyuh dan merasa kasihan dengan kehidupan Elea, tetapi dia hanya merasa nyaman didekat Elea. Baginya Elea adalah perempuan yang sangat baik, ceria dan humoris, selalu bisa membuat keadaan disekitarnya menjadi penuh kebahagiaan.
*****
Diam-diam Chika sering memergoki Danist sedang curi-curi pandang ke Elea dengan pandangan yang begitu dalam, lalu beberapa detik kemudian tersenyum sendiri, seolah menyiratkan bahwa lelaki itu memiliki ketertarikan dengan Elea. Bagi Chika, Danist seolah selalu ada untuk Elea jika perempuan itu membutuhkan sesuatu walau terkadang Elea menolak bantuannya.
Saat ini Danist sedang duduk menikmati makan siangnya hanya dengan Chika karena Elea terlihat sangat sibuk dikantor dan mengatakan akan menyusul jika pekerjaannya sudah selesai. Danist terlihat diam dan sedang mengaduk-aduk jus yang ada didepannya dengan sedotan. Chika hanya mengawasinya dengan sedikit heran tetapi juga penasaran, apa yang sedang mengganggu pikiran lelaki dihadapannya ini
"Kau kenapa kak?? Apakah nafsumu hilang karena tidak ada kak Elea disini?" Goda Chika.
"Kau ini, senang sekali menggodaku"
"Lalu kau kenapa diam dan hanya mengaduk jusmu tanpa meminumnya, kau mengaduknya sampai berbuih pun jus itu rasanya tidak akan berubah menjadi asin hahaha, well apa yang sednag mengganggu pikiranmu? Katakan mungkin aku bisa membatumu"
"Tidak ada" Jawab Danist singkat lalu mulai meminum jus jeruknya.
"Hmmmmm oke baiklah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu, dan jawablah pertanyaanku dengan jujur, kau sebenarnya menyukai kak Elea kan?"
Seketika Danist tersedak dan batuk-batuk setelah mendengar pertanyaan Chika padanya. "Chiku... Pertanyaan macam apa itu" Seru Danist.
"Elllleeeehhh jujur sajalah padaku, aku sering memergokimu mencuri pandang saat bersama kak Elea, dan pandanganmu terlibat begitu dalam seolah kau ingin mengatakan sesuatu padanya tetapi mulutmu terkunci, jujur saja kak, aku tidak akan memberitahu siapapun termasuk kak Elea, tenanglah"
"Aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun darimu, dasar bocah nakal!" Danist lalu diam sejenak dan menghembuskan napasnya panjang. "Menurutmu apakah dia akan menerimaku suatu saat nanti? Aku hanya sangat takut untuk memasuki hatinya, aku melihat dia seperti masih menyimpan hatinya untuk mantan suaminya walaupun dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja" Gumam Danist sedih.
Chika terdiam dan teringat dengan pertemuan Danist dengan Ariel beberapa waktu yang lalu saat dirumah sakit. Saat itu mereka berkenalan tetapi Ariel belum sempat mengenalkan dirinya pada Danist, karena kakak iparnya Aditya langsung menyela menjawab pertanyaan Ariel. Saat itu Aditya juga hanya memanggil Ariel dengan panggilan "Iel" bukan "Ariel". Chika menjadi penasaran apakah Dansit tahu atau tidak jika itu adalah mantan suami Elea.
"Kak Dan, apakah kau tahu siapa mantan suami kak Elea???" Tanya Chika penasaran.
Danist tampak diam dan termenung mendengar pertanyaan Chika.