SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 340



Mereka berdua kemudian melanjutkan obrolan mereka mengenai berbagai hal. Hingga akhirnya terdengar lagi suara ketukan pintu dari luar, dan Maysa memberitahu Aditya bahwa ada yang memaksa ingin bertemu dengannya, padahal tadi dia sudah bilang jika Aditya masih ada tamu. Belum sempat menjawab pertanyaan Aditya tentang siapa yang datang, tubuh Maysa sedikit terdorong karena 2 laki-laki itu memaksa masuk tanpa permisi. Melihat siapa yang datang, Aditya dan Ariel saling melempar pandangan.


Selamat siang pak Armand Aditya Sahasya" Sapa lelaki itu.


"Siang! Saat memasuki ruangan seseorang setidaknya anda berdua bisa bersikap dengan sopan, sekretarisku seorang perempuan tetapi kalian mendorongnya hingga dia hampir tersungkur, apa kalian sudah mengatur janji denganku???" Tanya Aditya.


"Maafkan kami karena melakukannya, kami juga tidak mengatur janji untuk menemui anda, kita bertemu beberapa waktu yang lalu di Bandung dan saya sudah mengajak anda untuk berbicara dengan saya, lalu anda mengatakan bahwa anda akan pergi liburan tetapi yang saya lihat beberapa hari ini anda selalu datang ke kantor, berarti anda membohongi saya itu sebabnya saya memaksa masuk untuk bertemu dengan anda"


"Darimana anda tahu bahwa setiap hari saya ke kantor? Oh apa anda memata-matai saya! Lancang sekali!" Aditya mencela.


"Bisakah anda keluar? Kami ada urusan dengan pak Aditya" Ucap Regan kepada Ariel.


"Kenapa anda mengusir teman saya?? Ini ruangan saya, dan saya sedang ada urusan dengannya lalu anda berdua masuk begitu saja dan sekarang malah ingin mengusirnya, ini kantor saya ruangan saya jadi jika anda berdua tidak bisa bersikap silakan keluar saja" Ucap Aditya dengan nada kesal.


Lelaki yang ada di sebelah Regan itu meminta maaf pada Aditya dan dia akan berbicara dengannya tanpa mengusir Ariel dari ruangan itu. Aditya mengernyit memuakkan sekali jika harus berurusan dengan mereka. Aditya berpikir bahwa mereka akan menyerah dan tidak lagi mengharapkan bisa bekerja sama dengan perusahaannya tetapi ternyata mereka masih menginginkannya.


Mereka datang untuk menagih janji kepada tentang berkas yang sudah mereka kirimkan beberapa bulan yang lalu kepada Tuan Harry Papa dari Aditya. Mereka sudah menunggu kedatangan Aditya yang katanya akan pulang dalam 3 bulan ternyata Aditya pulang lebih cepat setelah mereka mengetahui tentang kasus penculikan anak Aditya kemarin. Setelah itu mereka berusaha untuk menemui Aditya tetapi sangat sulit sekali, tentu saja sulit karena Aditya memang sengaja melakukannya agar mereka mau menyerah tetapi ternyata tidak.


Ariel hanya duduk diam mendengarkan kedua lelaki itu bernegosiasi dengan Aditya. Ariel berharap Aditya tidak berurusan dengan dua bajing*n itu, dimana keduanya dipenuhi dengan kebusukan dalam berbisnis. Menipu kolega mereka adalah hal yang biasa mereka lakukan bahkan semua permasalahan itu tidak bisa begitu saja di selesaikan di meja hijau karena entah apa yang dilakukan mereka hingga perusahaan mereka sama sekali kebal hukum, tidak ada yang bisa menyentuhnya. Ariel sendiri sudah pernah menjadi korban mereka dan kehilangan banyak uang tetapi proses hukum yang sedang berjalan berakhir begitu saja tanpa kepastian hingga saat ini.


Aditya hanya sekedar mendengarkan bualan kedua orang itu padanya dan tampak menimbang-nimbang. "Sayangnya dari semua berkas yang anda kirimkan saya sama sekali tidak tertarik dengan rencana kerjasama kita, ditambah sikap anda yang begitu buruk tadi juga ternyata anda memata-matai aktifitas saya, itu sangat tidak bisa saya maafkan begitu saja, jadi dengan tegas saya menolak kerjasama ini, besok sekretaris saya akan mengembalikan berkas Capital Corporate, saya masih ada urusan jadi saya harap anda berdua bisa pergi dari ruangan saya" Ucap Aditya.


"Apa anda yakin pak Aditya?? Hs Enterprise akan rugi sekali loh menolak semua ini, harusnya anda bisa mpertimbangkan lagi" Ucap Andrew.


Aditya menggelengkan kepalanya dan menunjukkan kepada mereka berdua dimana pintu untuk mereka keluar. Regan dan Andrew kemudian keluar dari ruangan Aditya dengan wajah kesal tetapi mereka tidak bisa berbuat apapun selepas penolakan Aditya itu.


"Kau lihat wajah mereka??? Setelah kau tolak wajahnya berubah kesal" Gumam Ariel, dan ditanggapi Aditya dengan senyuman.


'Kuharap kau berhati-hati Dit, kau tahu kan mereka bagaimana?"


"Ya, mereka buruk sekali, dan bisa-bisanya mereka diam-diam mengawasiku, konyol sekali...!"


"Lebih baik sementara kau jangan membawa mobilmu, mungkin saja mereka belum mau menyerah, lebih baik kau pakai mobil kantor dan turun di parkiran dalam mengingat mereka sudah lancang melakukan itu padamu"


"Kurasa kau memang benar Iel...!!"


Sementara itu Regan dan Andrew keluar dari ruangan Aditya dengan wajah yang sangat kesal dan marah, mereka kemudian masuk lift untuk kembali. Mereka merasa bahwa Aditya sudah mempermainkan mereka. Selama ini mereka sudah menunggu jawaban dari Adity tetapi penantian mereka justru berbuah penolakan, dan itu sangat menyakiti mereka.


"Anak ingusan itu berani sekali dia menolak permintaanku!" Gumam Andrew.


"Aku rasa dia sengaja melakukan ini semua, membuat kita lama menunggu hanya agar kita menyerah begitu saja"


"Aku tidak akan mengampuninya begitu saja, dia tidak tahu siapa kita, berani sekali, Regan kau urus dia nanti"


"Baik bos!" Jawab Regan.


*****


Tak lama gerbang di buka dan Aditya datang, tetapi Cahya terkejut melihat suaminya pulang bukan dengan mobilnya melainkan itu seperti mobil kantor. Aditya menghampiri Kyra dan Kyros yang bermain di lantai dan menciuminya secara bergantian. Cahya menyuruh asisten rumah tangganya agar membuatkan jus untuk Aditya dan mengantarnya ke kamar.


"Kenapa dengan mobilmu???" Tanya Cahya.


"Tidak kenapa-kenapa, aku hanya ingin memakai mobil kantor saja, kenapa kau belum memandikan mereka??"


"Aku sengaja mengajak mereka menunggumu, dan jika aku memandikan mereka lalu mengajak mereka kesini tentu itu sama saja karena mereka akan merengek minta bermain di bawah, ayo masuk kita harus segera memandikan mereka sebelum hari gelap"


Cahya menaruh curiga pada Aditya tentang mobil itu, jika tidak ada sesuatu pasti tidak mungkin Aditya membawa mobil kantor. Tetapi Cahya tidak mau terlalu memikirkannya, karena nanti Aditya bisa saja marah kepadanya jika dia terlalu banyak bertanya.


******


Beberapa hari kemudian....!!


Maysa meminta ijin pada Aditya untuk bekerja setengah hari karena dia ingin menjemput Mamanya di Bandara. Sayangnya Ariel saat ini sedang berada di luar kota untuk urusan pekerjaan jadi tidak bisa menemaninya menjemput sang Mama. Tetapi Ariel berkata bahwa dia segera kembali lusa dan tentu saja nanti Ariel menemui Mamanya.


Maysa menunggu di pintu kedatangan, hingga akhirnya dia melihat Mamanya berjalan dengan menarik sebuah koper lalu tersenyum ke arahnya. Saat sampai diluar Maysa langsung memeluk Mamanya Maysa sangat merindukannya, karena sibuk sekali terlebih saat Aditya sedang berada di luar negeri hingga sudah beberapa bulan terakhir ini Maysa tidak pulang untuk mengunjungi Mamanya.


Mama Maysa masih terlihat cantik diusianya yang sudah 47 tahun, meskipun guratan diwajahnya sudah terlihat. Saat melahirkan Maysa dulu dia baru berumur 21 tahun, dia menikah diusia sangat muda. Dan sekarang Maysa putri satu-satunya kebanggaannya sudah bisa hidup mandiri jauh darinya.


Maysa mengambil koper Mamanya dan mengajak wanita itu untuk ke mobilnya kemudian membawanya pulang ke apartemennya.


"Kau datang menjemput Mama sendiri? Kau bilang akan mengenalkan Mama dengan seseorang???" Tanya Mamanya.


Maysa menoleh ke arah Mamanya sambil tersenyum malu. Sejak kedekatannya dengan Ariel, Maysa sering membahasnya dengan sang Mama walaupun dia tidak memberitahu nama Ariel kepada Mamanya, dan hanya menyebutnya sebagai lelaki yang dekat dengannya. Juga saat Mamanya ingin melihat lelaki itu, Maysa tidak pernah mau mengirim fotonya atau melakukan panghilan video, dan selalu mengatakan bahwa nanti itu tidak akan menjadi kejutan saat Mamanya sampai disini.


"Tiba-tiba kemarin dia ada pekerjaan mendadak di luar kota Ma, tetapi dia akan kembali lusa nanti dan pasti akan menemui Mama"


"Mama penasaran sekali, siapa lelaki beruntung itu yang bisa mendapatkan putri Mama yang cantik ini, apa dia tampan??? Sehingga kau sepertinya sangat bahagia sekali saat menceritakkannya kepada Mama?"


"Lebih dari itu Ma, dia sangat tampan, humoris dan baik hati, Mama pasti akan langsung menyukainya saat pertama kali melihatnya, dia sahabat dari pak Aditya" Ucap Maysa dengan perasaan bahagia.


"Owh....!!! Pasti dia bukan orang yang biasa saja jika dia sahabat atasanmu itu"


"Iya Ma, dia sangat sukses diusianya yang masih muda, hotel dan restorannya ada dimana-mana, tetapi bukan itu yang menjadi alasanku menyukainya tetapi karena dia pribadi yang sangat menyenangkan, tetapi...???"


Mama Maysa menoleh ke arah putrinya yang ada disampingnya. "Tetapi apa May???" Tanya Mamanya penasaran.


"Dia sudah pernah menikah Ma, apa itu bagi Mama tidak masalah???"


"Dia sudah pernah menikah???" Seru Mam Maysa. "Tetapi kau bukan jadi alasan dia berpisah dengan istrinya kan??? Kau tahu kan May bahwa Mama selalu mengingatkanmu agar jangan sampai kau merusak hubungan orang lain???"


"Tidak Ma!" Jawab Maysa dengan cepat. "Dia berpisah sudah sangat lama dengan istrinya, dan kami dekat baru-baru ini, perpisahannya juga bukan karena aku, mana mungkin aku melakukan hal serendah itu"


"Kau benar sayang, jangan sampai melakukan hal semacam itu, karena itu hanya akan membuatmu sengsara sepanjang hidupmu" Gumam Mama Maysa.