SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Kejutan Luar biasa



Aditya terbangung dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, dan Cahya juga masih tertidur, dia tertawa melihat kamar masih dalam keadaan berantakan, bahkan tadi dia mendorong kopernya hingga jatuh ke lantai karena memberi ruang untuknya dan Cahya hingga semua pakaiannya tidak beraturan.


" Sayang, bangun ini udah jam 5, tidak baik tidur menjelang petang" Aditya berbisik ditelinga Cahya lalu mencium bibir istrinya dengan lembut dan Cahya membuka matanya sambil tersenyum.


" Ini udah jam berapa??" Cahya menguap karena masih mengantuk dan memeluk Aditya yang berada disampingnya.


" Ini udah jam 5, dan lihatlah kamar ini berantakan sekali"


" Kamu mandi aja dulu biar aku yang beresin" Ucap Cahya sambil melepaskan pelukannya pada Aditya, segera Aditya beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi dalam keadaan telannjang membuat Cahya tersenyum mengagumi tubuh suaminya yang begitu indah.


Cahya kemudian bangun dan membereskan kekacauan dikamarnya, semua pakaian Aditya berserakan dilantai, satu persatu dimasukkan ke dalam lemari. Setelah semua beres ternyata Aditya sudah selesai mandi dan langsung menyuruhnya untuk mandi juga.


" Aku mau ke ruang kerja, kalau kamu udah selesai mandi bikinin aku jus dan antar kesana" Aditya mengecup kening Cahya.


Setalah berganti baju, Aditya keluar kamar untuk menuju ruang kerjanya, dan tak disangka ternyata Mamanya melihatnya dan memandangnya penuh keheranan.


" Kok kamu keluar dari kamar ini??" Tanya nyonya Harry.


" Ah aku lupa memberitahu Mama, aku dan Cahya memutuskan untuk pindah kamar Ma, Cahya bilang ingin suasana baru, Mama tau kan kalau dikamar ini pemandangannya lebih bagus"


" Kalian ada ada saja, tapi kamar ini lebih sempit apa tidak apa-apa kalian pindah kesini??"


" Iya sih Ma memang, tapi Cahya menyukainya dan aku tidak bisa menolaknya hehe, tapi mungkin aku akan memanggil design interior untuk merubah beberapa hal dikamar ini"


" Iya sayang, itu ide bagus, tapi dimana istrimu sejak tadi mama belum melihatnya?"


" Dia sedang mandi Ma, pasti nanti akan keluar, oh ya Ma aku mau ke ruang kerjaku dulu ada pekerjaan yang menunggu, I love you Mama sayang" Aditya mencium pipi Mamanya lalu pergi.


Aditya berpapasan dengan Mbak Tina di depan pintu ruang kerjanya.


" Tuan, tadi ada kiriman undangan untuk tuan muda dan non Cahya, saya menaruhnya di atas meja kerja tuan di dalam"


" Oke makasih mbak"


Aditya masuk dan melihat ada sebuah undangan berwarna silver yang terlihat elegan seperti sebuah undangan pernikahan, benar saja disana tertulis nama Cyntia dan Theo yang akan menikah. Aditya tersenyum kecut membacanya.


" Rupanya duo toolol itu benar-benar akan menikah" Ucap Aditya.


***


Cahya sudah selesai mandi dan segera bergegas ke dapur untuk membuatkan jus Aditya, saat membuka kulkas dia tidak menemukan Buah-buahan, sepertinya habis.


" Mbak Tina, stok buah habis ya?? Aditya memintaku membuatkannya jus"


" Iya non maaf, besok saya baru berangkat belanja"


" Oh ya sudah, besok tolong beli aneka macam ya, biar Aditya ga bosen nanti aku kasih catatannya"


Cahya melihat ada wortel didalam kulkas dan berinisiatif membuatkan jus wortel saja untuk suaminya lalu membawanya ke ruang kerja Aditya.


" Jus nya sudah siap" seru Cahya membuyarkan Aditya yang serius dengan laptopnya.


" Thank you my Wife"


" Jus wortel buat suami seksi ku, stok buah habis dan aku hanya menemukan ini dikulkas yang bisa dibuat jus"


" Kau tidak menyukainya ya??? Padahal aku sudah membuatkannya" Suara Cahya pelan dan memasang muka sedih karena ternyata suaminya tidak menyukainya, Cahya berbalik untuk membuatkan Kopi untuk Aditya.


" Stop, berhenti disitu dan berbaliklah taruh nampan itu dan duduklah disini" Aditya memberi kode agar Cahya duduk dipangkuannya dan tentu saja istrinya itu mau tetapi tetap memasang muka jutek.


" Ada apa? bukannya kau minta dibuatkan Teh" Gerutu Cahya dengan suara yang jutek tetapi Aditya memeluknya gemas dan mencium pipi istrinya itu.


" Buatkan aku kopi saja, aku ingin begadang denganmu malam ini dan kau jangan cemberut lagi oke?"


" Besok kita kerja, untuk apa begadang malam ini, sudah ya aku akan membuatkanmu kopi"


Cahya beranjak dari pangkuan Aditya tetapi Aditya memegang pergelangan tangannya dan mengatakan bahwa mereka menerima undangan pernikahan Theo dan Cyntia yang akan diadakan 3minggu lagi, sejenak Cahya tertegun dan Aditya menyadarinya.


" Kau kenapa diam melihat undangan itu? Hmmm aku tau kau pasti sedih melihat mantan kekasihmu akhirnya menikah, jangan-jangan kau masih mencintainya" Ucap Aditya.


" Apa yang kau katakan? Tidak mungkin, perasaanku sudah mati padanya sejak lama"


" Baguslah kalau kau sudah tidak mencintainya, kau harus angkat dagumu dan tunjukan kebanggaanmu pada mereka bahwa hidupmu sekarang lebih baik karena ada aku disisimu dan selalu mendukungmu"


Mendengar ucapan Aditya, Cahya tersenyum karena memang benar bahwa saat ini dia sangat bahagia dan Aditya selalu mendukung serta menjaganya, walau Cahya belum bisa mencintai Aditya setidaknya dia akan selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya.


*****


Waktu makan malam sudah tiba, Cahya dan Aditya sudah ada diruang makan dan menunggu Papa dan Mamanya. Beberapa saat kemudian yang ditunggu tiba.


" Kenapa mama dan papa lama sekali, aku sudah sangat lapar" Ucap Aditya sambil tersenyum.


" Maaf sayang, tadi Mama sedang menunggu papa mu yang sedang menelepon, Oh iya Cahya sayang bagaimana pekerjaanmu apa kau sedang sibuk?"


" Ah iya Ma, akhir-akhir ini aku sangat sibuk karena ada buku yang sebentar lagi akan diterbitkan, bahkan beberapa hari ke depan akan sangat menyibukkan"


" Oh begitu ya, kesibukkanmu melebihi Aditya ternyata" Suar Nyonya Harry tampak sedih.


" Mama, maafkan aku ya aku jarang ada waktu untuk mama, tetapi setelah buku sudah masuk percetakan pekerjaanku tidak akan sesibuk sekarang, sedikit longgar, jadi mama jangan khawatir nanti aku ga bakal ada lembur-lembur lagi dan kita bisa menikmati teh disore hari seperti biasa" Ucah Cahya menyesal.


" Benarkah, kapan sayang kau ada waktu luang??"


" Aku usahakan, 2 minggu kedepan aku baru free Ma, maaf ya Ma???"


" Wah tepat sekali, Papa tolong berikan pada mereka"


Tuan Harry memberikan 2 tiket kepada Aditya dan Cahya, itu adalah tiket pesawat.


"Tiket ke Maldives???" Tanya Aditya keheranan.


" Hadiah honey moon untuk kalian dari Papa dan juga Mama" Nyonya Harry tersenyum bahagia.


" Iya ini hadiah dari kami, sejak kalian menikah, kalian belum melakukan bulan madu, karena pernikahan kalian yang begitu mendadak, aku harap kalian berdua bisa mengatur jadwal kalian, Papa tidak menerima penolakan dari kalian"


Cahya masih terlihat bingung, sedangkan Aditya tidak menyangka jika kedua orang tuanya memikirkan hal semacam ini.


" Makasih ya Pa, Ma, ini kejutan dan hadiah luar biasa untukku dan Cahya, kenapa kalian bisa memikirkan hal semacam ini??" Ucap Aditya tidak percaya.


" Karena kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu, bahkan kau tidak pernah mengajak istrimu jalan-jalan, itu semua membuat Mama gusar, istrimu juga pasti butuh hiburan, sudah ayo kita segera makan".