SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 35



Aditya menundukkan kepala bingung bagaimana menjelaskan semua kepada ibu mertuanya. Semua juga terlihat diam dan Chika serta Cahya mulai meneteskan airmata nya.


" Ibu maafkan aku, telah terjadi kebakaran yang menimpa rumah ibu" Suara Aditya tertelan dengan raut wajah yang terlihat sangat sedih.


" Terbakar?? Bagaimana itu bisa terjadi, lalu bagian mana saja yang terbakar?"


" Semuanya ibu, tidak ada yang tersisa"


Cahya menenangkan ibunya yang terisak, semua kenangan masa kecilnya sekarang sudah tidak ada, bahkan satu-satunya harta peninggalan alm. Ayahnya juga sudah tak berbentuk, memikirkan bagaimana nanti ibu dan adiknya akan menjalani harinya tanpa tempat tinggal membuat Cahya semakin sedih, kenapa kehidupan seolah sedang mempermainkan dirinya dan keluarganya, apa yang salah dengan semua ini, dia selalu berusaha berbuat baik kepada semua orang tapi kenapa Tuhan selalu menguji keluarganya dengan hal menyesakkan seperti ini. Ada perasaan mengganjal dihati Cahya, bukankah Aditya sudah menyuruh orang untuk mengawasi dan menjaga ibunya tapi kenapa ada kejadian seperti ini, pertanyaan iti yang sejak tadi ada dibenaknya, dia harus mencari tahu pada suaminya.


Setelah ibunya tenang dan tertidur sehabis meminum obatnya, Cahya mulai duduk di sofa di samping Chika dan berhadapan dengan Aditya serta Adri.


" Adit, bukankah kau membayar seseorang untuk mengawasi rumah memastikan keselamatan ibu, kenapa ini bisa terjadi, harusnya tidak akan sefatal ini?"


Aditya lalu menjelaskan semuanya kepada Chika dan Cahya tentang bagaimana Beno bisa meninggalkan tugasnya mengawasi rumah dan Beno juga yang telah menyelamatkan ibunya dari kebakaran itu, mendengar itu wajah Cahya terlihat sangat shock tidak percaya dan bertanya siapa yang punya rencana jahat pada ibunya.


" Aku sedang menyelidiki semua ini, semoga dalangnya bisa segera diketahui dan untuk sementara jika ibu sudah sembuh, kita akan membawanya pulang ke rumah kita Ca, sambil memastikan kalian sema dalam keadaan aman"


Cahya meragu apa ibunya akan mau tinggal bersamanya dirumah keluarga suaminya, tetapi tidak ada pilihan lain karena sekarang rumahnya sudah hancur, mengenai keamanan juga itu sepertinya memang diperlukan, entah dosa apa yang sudah diperbuat olehnya atau keluarganya hingga ada orang yang tega melakukan kejahatan seperti ini pada keluarganya.


Ponsel Adri berdering dan mendapati ternyata mamanya yang menghubunginya lalu mengangkat nya dan mengatakan iya.


" Siapa Dri yang menelepon??"


" Mama kak, nanti sore Mama sama Papa minta aku buat jemput di airport, tadi pas kakak pulang Mama video call dan melihat aku ada dirumah sakit jadi mama menanyakan siapa yang dirawat dan aku menceritakan kejadian yang terjadi, ternyata Mama dan Papa memutuskan untuk pulang hari ini karena merasa tidak tenang"


" Aku terlalu pusing memikirkan ini sampai lupa tidak menghubungi Mama, oh iya Dri, sekarang aku harus pergi ke rumah ibu, disana ada Ariel dan Randy, aku harus menemui mereka dan mencari informasi apapun, aku harus segera mencari dalang dari semua ini, kau jaga Ibu, Cahya dan Chika, jangan tinggalkan mereka sendirian, aku akan kembali segera" Aditya bergegas pergi, karena Ariel sudah menghubunginya sedari tadi dan menyuruhnya untuk segera menyusulnya.


***


Theo mendatangi sebuah Cafe bersama Wedding Organizer untuk menemui Cyntia dan akan membahas persiapan pernikahan mereka yang akan diadakan bulan depan.


" Tunjukan semua Dekorasi yang paling mewah , aku ingin pernikahanku menjadi yang paling mewah dan luar biasa, aku ingin mata semua orang tertuju pada pesta pernikahanku yang begitu mewah dan Elegan"


Theo hanya diam dan sesekali tersenyum melihat kehebohan Cyntia, dia tidak menyetujui saat Cyntia meminta menggelar pernikahan di pulau Dewata dengan bujukan ekstra keras akhirnya Cyntia mau menggelar pernikahannya di Jakarta saja. Dalam hatinya, Theo masih menginginkan Cahya, dulu dia dipaksa orang tuanya untuk mengakhiri hubungannya dengan Cahya karena Cahya hanya gadis miskin yang idak sepadan dengan keluarganya, kemudian setelah mengakhirinya Theo lagi-lagi dipaksa untuk berpacaran dengan Cyntia dan Cyntia sangat terobsesi dengan Theo.


" Beib, kau tahu, aku sudah membalaskan dendam mu" Ujar Cyntia yang membuat Theo menggerutkan keningnya.


" Balas dendam??? Apa maksudmu?"


" Beberapa waktu lalu kau dipukul si Aditya itu hingga babak belur bukan, dan kemarin aku sudah membalaskan dendam untukmu"


" Astaga??? Kau mencari masalah lagi dengan tuan Aditya?? Kenapa kau melakukannya lagi dan lagi?" Theo merasa sangat kesal, dia kemarin sudah membuat kesalahan yang fatal karena menarik Cahya dan Aditya memukulinya hingga babak belur, setelah itu dia tidak bisa tidur beberapa hari memikirkan nasibnya dan pekerjaannya karena perusahaan Aditya menjalin koneksi dengan perusahaan tempatnya bekerja, Theo sangat takut tetapi ternyata Aditya tidak melakukan apapun dan Theo beranggapan mungkin Aditya memaafkannya, sejak saat itu Theo sudah tidak lagi mengganggu Cahya tapi sekarang Cyntia justru melakukan kekacauan lagi.


" Kenapa Beib kok kamu malah diam??? tenang si Aditya itu tidak akan mencurigaiku ataupun dirimu, sudah kulakukan dengan sangat baik" Ujar Cyntia tetapi tetap saja Theo merasa ketakutan akibat ulahnya.


********


Adri menjemput kedua orang tuanya di Airport dan sekarang langsung menuju ke rumah sakit karena mereka ingin segera menjenguk Besannya, sesampainya disana Nyonya Harry langsung memeluk Cahya untuk memberinya kekuatan.


" Sayang, mama tidak bisa tenang saat Adri menceritakan ini dan memutuskan untuk kembali, kau harus sabar ya, ini musibah percaya semuanya akan baik-baik saja" Nyonya Harry mengusap punggung menantunya dengan lembut, perasaannya terguncang melihat Besan nya terbaring lemah ditempat tidur dengan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.


Nyonya Harry duduk di samping ibunya Cahya yang terbaring lemah dan mengajaknya sedikit berkomunikasi menanyakan keadaannya, sedangkan tuan Harry sendiri sedang berbincang dengan kedua putranya menanyakan kejadian yang terjadi.


" Adit, jika memang seperti itu kejadiannya, kau harus melibatkan kepolisian untuk kasus ini! "


" Aku akan menyelidikinya terlebih dulu, setelah semua bukti sudah aku dapatkan aku akan membawa pelaku nya dan menghajarnya lebih dulu, ini bukan lagi hanya sekedar pembakaran rumah tetapi sudah perencanaan pembunuhan"


Aditya sangat marah, dan pertemuannya siang tadi dengan Ariel, Randy dan Beno sedikit membawa angin segar, mereka telah menemukan beberapa bukti yang nantinya akan mereka kumpulkan untuk mencari tahu dalang dibalik semua kejadian ini.


" Adit sayang, biarkan Chika dan bu Rina tinggal bersama kita saja, Mama akan menyiapkan kamar untuk mereka nanti, dan Cahya sayang, kau setuju kan dengan usulan Mama? Mama tidak akan membiarkan ibu dan adikmu mengalami hal semacam ini" Nyonya Harry sangat mengkhawatirkan keadaan Besan dan adik menantunya.


" Iya Ma, itu juga yang sedang aku pikirkan saat ini, sekarang sudah menjelang Malam, mama dan papa pasti lelah, Adri! Antarkan mama dan papa pulang".


" Chika, kami juga ikut Adri pulang ya, kamu istirahat aja dulu pakai saja pakaianku, besok gantian sama kakak untuk menjaga ibu, karena kakak besok harus ke kantor, kakak harus datang ke rapat penting " Ujar Cahya yang juga mendapat persetujuan dari Aditya dan juga yang lainnya.


Setelah kepergian Mertuanya dan adiknya, Cahya teringat akan satu hal yaitu semua pakaiannya tidak lagi ada dikamar Aditya, jika nanti ibu mertuanya mengetahuinya bisa berbahaya, dengan segera dia keluar dari ruang rawat inap ibunya dan mengambil ponselnya lalu menghubungi mbak Tina ARTnya agar menyiapkan kamar untuk Chika dan mengambilkannya baju dari kamarnya yang sekarang dan jangan sampai ibu mertuanya tahu jika dia sudah pindah kamar.