SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 205



"Kau akan menikahi Elea??? Apa kau akan menjadikan pernikahan sebagai kompromi juga sebuah kesepakatan? Tidak bisa Dan, kau tidak bisa melakukannya, pernikahan itu sakral tidak bisa dijadikan permainan hanya untuk menghentikan ulah Ariel, tidak bisa, itu artinya kami berdua akan menjatuhkan putri kami ke lubang yang sama lagi seperti kemarin"


Danist menundukkan kepalanya lalu mengangkatnya dan menghela napasnya, kemudian menatap papa Elea. "Om, tante, maafkan aku, sebenarnya selama ini aku menyukai Elea, aku sangat mencintainya tetapi aku tidak pernah bisa mengatakannya karena aku takut Elea akan menjauhiku, aku menyimpan sendiri perasaanku padanya, aku siap menerima segala kekurangan dan kelebihan Elea, aku juga tidak peduli dengan masalalunya, bagiku dia tetap perempuan yang istimewa, aku janji aku tidak akan pernah melukai hati dan perasaannya, aku akan menganggap Gienka adalah putri kandungku, kalian bisa memegang janjiku ini?"


Kedua orangtua Elea hanya terdiam, mereka berpikir bahwa ini bukanlah pilihan yang tepat disaat seperti ini. Pernikahan bukanlah sebuah permainan siapa cepat dia yang akan dapat tetapi pernikahan adalah janji terhadap Tuhan, terlebih lagi putri mereka sudah pernah gagal dalam pernikahannya sebelumnya yang pasti sudah meninggalkan luka begitu dalam untuknya padahal pernikahan itu didasari oleh cinta, lalu bagaimana dengan saat ini.


"Lalu bagaimana dengan putriku? Apa dia akan mau menikah denganmu?" Tanya Papa Elea.


Kini giliran Danist yang terdiam, dia mulai mempertanyakan hal itu pada dirinya sendiri, apakah Elea setuju dengan hal itu, jika tidak setuju otomatis ketakutannya selama ini akan jadi kenyataan dimana Elea akan menjauhinya dan hubungannya pasti akan merenggang. Danist tidak bisa jika sampai hal itu terjadi, kenyataan itu pasti akan membuatnya menyesal.


"Kenapa diam Dan???" Tanya Papa Elea. "Sudahlah Dan jangan melakukan itu, om tahu niatmu sangat baik tetapi om rasa itu bukan pilihan yang tepat"


Mama dan Papa Elea beranjak dari bangku taman dan hendak kembali masuk ke rumah sakit tetapi tiba-tiba Danist marih tangan Papa Elea. "Tunggu Om"


"Aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku tadi, aku ingin menikahi Elea karena aku mencintainya, bukan karena Ariel, setelah ini aku akan berbicara dengan Elea tentang hal ini, tetapi itu jika Om dan Tante mengizinkannya, karena kalian berdua adalah orangtua Elea"


Kedua orangtua Elea saling berpandangan dalam diam, sampai kemudian Mama Elea menyuruh Danist untuk berbicara langsung pada Elea dan keputusan ada ditangan putrinya itu.


****


Danist kembali ke ruangan tempat dimana Elea dirawat, disana masih ada Aditya dan juga Cahya. Sekarang Elea terlihat lebih tenang daripada sebelumnya dan langsung menanyakan padanya dimana Papa dan Mamanya. Ternyata mereka masuk beberapa saat kemudian.


Elea langsung meminta maaf pada Papanya dan berjanji akan mencoba mencari cara yang lain dan tidak melakukan apa yang tadi dia ucapkan. Hingga kemudian Danist langsung mengutarakan apa yang sudah dia dibicarakan dengan kedua orangtua Elea tadi kepada Elea, tetapi Danist tidak mengatakan jika dia mencintai Elea. Lelaki itu hanya mengatakan jika dia ingin menikahi Elea untuk menghindari Ariel, dan dia yakin dengan cara seperti inilah Ariel akan mau menghentikan ulahnya.


Sontak Elea, Cahya juga Aditya dibuat terkejut dan merasa heran dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Danist. "Dan, apa kau sudah gila???" Seru Elea.


"Tidak El, aku serius dengan ucapanku"


"Tapi Dan, kita sudah sepakat untuk mengakhiri ini, pernikahan bukan permainan yang bisa kita mainkan sesuka hati kita, tidak aku tidak mau"


"Aku berpikir itu cara yang terbaik El, tetapi jika kau tidak mau ya sudah, aku minta maaf jika ucapanku menyakitimu, kuharap kau tidak tersinggung" Danist kemudian berpamitan untuk menjemput Mamanya distasiun.


*****


Elea hanya terdiam setelah kepergian Danist, lelaki itu bisa-bisanya merencanakan hal konyol seperti itu dan akan mengajaknya menikah hanya karena ingin membuat Ariel menyerah. Elea menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang dilakukan Danist.


"El, menurutku apa yang direncanakan Danist itu adalah hal yang bagus, karena bisa saja cara itu berhasil membuat Ariel menyerah" Gumam Aditya tiba-tiba.


Elea langsung melihat Aditya dan menatap pria itu dengan pandangan heran. "Kau ini bicara apa Dit, ini pernikahan bukan permainan, bagaimana bisa kita melakukannya" Ucap Elea kesal.


"Aku dan Cahya dulu juga bisa melakukannya El, aku menikahinya saat itu kan juga bisa dibilang kesepakatan untuk membungkam Cyntia, tetapi pada akhirnya kesepakatan itu berubah menjadi cinta dan kami berdua bisa seperti ini sampai sekarang, itu hal yang awalnya kita anggap tidak mungkin tetapi akhinya menjadi mungkin, semua kembali pada niat, jika dilakukan dengan niat baik endingnya juga akan baik, bisa jadi Ariel akan benar-benar menyerah setelah kau dan Danist menikah"


Elea tampak terdiam sejenak mendengar apa yang diucapkan Aditya.


Disisi lain Danist menunggu Mamanya yang akan tiba, Mamanya memutuskan untuk segera kembali setelah mendengar bahwa Elea sudah melahirkan dan ingin segera bertemu dengan Elea. Danist mendengar namanya dipanggil dan suara itu sudah jelas pasti sang Mama. Benar saja itu adalah Mamanya tetapi kemudian Danist dikejutkan dengan seseorang yang ada dibelakang Mamanya. Ternyata Mamanya datang bersama kakak sepupunya yaitu Om Danist, ada juga tantenya. Danist langsung menghampiri mereka dan memeluk Mama serta Om dan tantenya. Danist langsung mengajak mereka ke parkiran dan masuk ke mobilnya.


"Ma, kita pulang dulu atau gimana?" Tanya Danist.


"Kita langsung ke rumah sakit saja, Mama ga sabar pengen jenguk Elea dan bayinya"


"Baiklah Ma" Danist mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


*****


Sampailah mereka dirumah sakit, Danist langsung mengajak mereka ke ruangan Elea. Mama Danist langsung masuk dan menyapa semua yang ada diruangan itu kemudian memeluk Elea dan menanyakn kabarnya. Gienka rupanya bangun dan sedang dalam gendongan Mama Elea dan langsung memberikan cucunya itu pada Mama Danist.


"Mereka sudah pulang ke villa karena sudah cukup lama meninggalkan bayinya" Jawab Elea.


"Dan.... Aku mau menikah denganmu" Ucap Elea yang langsung mengejutkan semua orang.


Danist pun dibuat tidak percaya dengan ucapan Elea. "Apa??? Kau mau?"


"Ya aku mau" Jawab Elea singkat.


Mama Danist benar-benar tidak menyangka dengan apa yang didengarnya. Begitu juga dengan kedua orangtua Elea, tidak menyangka jika putrinya menerima usulan Danist. Merasa ada yang aneh, Mama Danist akan bertanya kepada putranya itu nanti tentang apa yang baru saja didengarnya.


Hingga akhirnya Danist berpamitan pulang untuk mengantar Mama dan om tantenya tetapi berjanji akan kembali lagi nanti ke rumah sakit ini.


Didalam mobil mama Danist langsung bertanya kepada putranya itu mengenai pernikahan yang dibicarakan Elea, sekaligus menanyakan apakah putranya itu mau menikah dengan Elea karena kesepakatan yang sebelumnya mereka sudah buat.


"Tidak Ma, kesepakatan itu sudah kami akhiri, aku sudah menyatakan perasaanku yang sebenarnya pada Elea, dan mengajaknya menikah jadi tadi dia menjawab ajakanku untuk menikah, dia mau menikah denganku Ma, Elea merespon baik perasaanku" Jawab Danist berbohong, karena jika dia mengatakan yang sebenarnya tentu Mamanya akan merasa khawatir dan sedih.


"Om, bisa bantu Dan kan?? Kebetulan sekali om ada disini, Om tolong nikahkan aku dan Elea, kami akan menikah siri lebih dulu mengingat kondisi Elea masih recovery setelah melahirkan, dan setelahnya kami akan mengurus pernikahan kami secara hukum, Om mau kan?"


"Kenapa harus menikah siri, tunggu saja sampai dia pulih dan kalian menikah secara hukum" Ujar Om nya.


"Tidak Om, kami tidak memiliki banyak waktu, setidaknya kami terikat dulu dalam pernikahan, urusan menikah secara hukum itu gampang, kami ingin menghindari zina, bisa ya Om bantu Dan?" Pinta Danist. Dia sangat tahu bahwa Om nya itu sangat mengerti tentang hal itu karena om nya adalah seorang pemuka agama ditempat asalnya. "Please bantu Dan om" Pinta Danist sekali lagi.


"Kamu ini Dan, Elea itu baru saja melahirkan, jadi kau akan berbuat Zina itu bagaimana bisa?" Ujar Om nya.


"Alah om ini, seperti tidak tahu anak muda saja, kalau aku ingin mencium Elea kan pasti jadi dosa karena dia belum menjadi istriku, tapi kalau sudah mau diapain aja oke sambil nunggu masa pasca melahirkannya selesai heheh" Ucap Danist sambil tertawa, berharap Om nya mengerti.


"Kau ini Dan Dan..., Ya sudah om mau membantumu, tapi ingat jadilah suami yang bertanggung jawab, jangan sampai kau memperlakukan perempuan seperti bagaimana kelakuan bapakmu dulu pada Mamamu, jika kau berbuat seperti dia, Om akan langsung menggantungmu"


****


Elea sudah pulang kemarin dan persiapan pernikahannya dengan Danist juga sudah siap. Pernikahan itu dilakukan secara agama terlebih dulu karena kondisi Elea juga masih belum memungkinkan untuk mengurus semuanya. Besok mereka akan melangsungkan pernikahan itu dengan sederhana dan hanya akan dihadiri oleh orang terdekat saja. Elea sangat berharap ini akan berhasil membuat Ariel menyerah dan tidak mengganggunya lagi walaupun keputusan yang diambilnya ini salah karena seolah dia sedang melakukan permainan perjanjian dengan Tuhan.


Cahya membantu Elea dengan merias wajah sahabatnya itu, Elea terlihat begitu cantik dengan make up sederhana diwajahnya. Chitra memuji kecantikan Elea. Cahya kemudian menggenggam tangan Elea yang terlihat begitu gugup.


"El, aku tahu apa yang sedang kau rasakan saat ini karena aku juga pernah mengalaminya, kau masih beruntung sudah mengenal Danist, sedangkan aku sama sekali tidak pernah mengenal Aditya, etapi aku sangat berharap kau akan menemukan kebahagiaanmu suatu saat nanti, kau sudah melewati banyak hal yang menyakitkan dihidupmu tapi sometimes kau pasti akan mendapatkan jatah kebahagiaanmu yang tertunda, trust me Tuhan itu maha cinta dan maha baik, tidak akan pernah dia meninggalkan kita"


Elea tersenyum lalu memeluk Cahya. "Amin Ca, tetapi apa ini benar?"


"Aku tidak tahu El, tapi aku yakin Danist akan menjagamu dengan baik dan jika pernikahan ini berjalan dengan baik, kuharap kalian bisa bahagia"


"Berjalan dengan baik? Maksudmu?"


"Tidak apa-apa kok, kelak kau pasti akan tahu dan lama kelamaan akan merasakannya"


Chika masuk ke kamar Elea, dan mengatakan jika semua sudh siap. Cahya dan Chitra pun mengajak Elea untuk keluar kamar menuju rung tamu dimana akad nikah itu akan dilaksanakan.


Akad nikah itu sangat sederhana, Danist mengucapkannya dengan sangat lancar hanya dengan satu kali tarikan nafas. Kini Elea dan Danist sudah resmi menjadi pasangan suami istri secara agama. Mama Danist menyeka airmatanya, tidak menyangka jika putranya melakukan ini semua demi menjaga Elea, hatinya terasa sesak jika memikirkan apa yang akan terjadi nanti, Danist dan Ariel adalah saudara dan kini mereka malah berada dalam permusuhan. Dia sangat ketakutan memikirkan apa saja yang akan dihadapimya dan Danist nanti tetapi dia mencoba menepis semua ketakutannya.


Ariel datang ke rumah Elea berniat menjenguk putrinya tetapi ada beberapa mobil yang terparkir didepan rumah itu, salah satunya mobil milik Cahya, yang sudah dipastikan bahwa Aditya dan Cahya ada disana, dia juga melihat mobil Randy.


Ariel keluar dari mobilnya sambil membawa beberapa hadiah untuk Gienka. Wajahnya memancarkan senyum bahagia karena akan bertemu dengan sang putri sekaligus akan bernegosiasi dengan Elea agar perempuan itu mau kembali dengannya. Ariel bergegas masuk ke rumah Elea, tetapi saat sampai ditengah pintu langkahnya terhenti melihat apa yang ada dihadapannya. Elea memakai kebaya putih sedang duduk bersama Danist dan mereka disatukan oleh sebuah kain dikepala keduanya. Ya tidak salah lagi, Elea menikah dengan Danist.


Kedatangan Ariel mengejutkan semua orang yang ada diruangan itu dan langsung menatap Ariel yang berdiri terpaku ditengah pintu.