SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 317



Beberapa minggu kemudian, setelah memastikan kondisi Kyros benar-benar sudah sangat membaik, Aditya membawanya bersama Kyra dan Cahya untuk pergi ke villa mereka di Puncak selama beberapa hari karena dia ada pekerjaan disana. Seperti kepitusan Aditya sebelumnya bahwa kemana pun mereka bepergian mereka akan selalu dikawal oleh bodyguard termasuk kali ini.


Cahya sedang menunggui Kyros dan Kyra sedang tidur sambil menunggu Aditya yang masih belum kembali dari kantor. Seharian ini kedua bayi itu membuat Cahya merasa lelah karena mereka semakin aktif, merangkak kesana kemari hingga Cahya harus mengikuti kemana mereka pergi. Cahya tidak berhenti bersyukur melihat Kyros kembali lagi ceria seperti sebelumnya bahkan terlalu bahagia hingga membuatnya tidak mau berpisah dengan si kembar dan mengajak keduanya tidur bersamanya dan Aditya. Selain karena tidak ingin jauh dari mereka, Kyra dan Kyros juga semakin aktif dan selalu mencoba berdiri ketika mereka mendapatkan pegangan, walaupun belum berjalan, membuat Cahya dan Aditya khawatir jika mereka akan terjatuh dari box bayinya saat mereka bangun tidur, jadi keduanya memutuskan untuk mengajaknya tidur bersama selagi menunggu pesanan box bayi yang terbaru. Walaupun begitu Cahya merasa sangat bahagia bisa selalu mendampingi dan melihat pertumbuhan keduanya.


Cahya meraih ponselnya yang ada di atas sofa lalu tersenyum menemukan nama kakaknya ada disana. "Hai kak!!!"


"Hai adikku sayang, bagaimana kabarmu dan keponakanku juga Adit??" Tanya Yongki diseberang telepon.


"Kami semua baik, kakak sendiri bagaimana???"


"Aku baik, aku sudah mendengar apa yang terjadi kepada kalian kemarin, maaf ya kakak belum ada waktu untuk menjenguk kalian, tetapi besok aku akan ke rumah kalian"


"Yah.... Kami sedang tidak ada dirumah, Adit ada pekerjaan penting di kantor perkebunan jadi kami sekarang ada di villa kak" Ucap Cahya sedih. "Eh tapi aku bisa meminta Adit agar besok pulang jadi kakak tetap bisa datang! Bagimana?"


"Tidak perlu Ca, besok aku akan menemui kalian di villa, oke sudah dulu salam untuk Adit ya"


"Oke, aku akan memberitahunya jika kakak akan datang" Cahya menutup teleponnya.


Cahya senang Yongki akan datang, mengingat sudah cukup lama tidak bertemu dengan kakaknya itu. Cahya mengerti kesibukan kakaknya hingga sangat sulit mengatur waktu untuk bertemu. Aditya juga pasti akan merasa senang dengan kabar bahwa Yongki akan datang menemui mereka.


*****


Cahya menyambut kepulangan Aditya dari kantor. Aditya terlihat lelah, Cahya melepaskan jas yang dipakai suaminya itu dan mengambil tas kerjanya. Aditya mencium Kyra dan Kyros yang sedang terbaring di box bayi mereka secara bergantian. Sementara Cahya masuk ke dalam kamar mandi.


"Kakak tadi menelepon, besok dia akan kesini, dia ingin menengok anak-anak" Cahya bercerita sambil menyiapkan air mandi di bathtub besar di kamar mandi mereka untuk Aditya yang baru pulang dari kantor.


"Oh ya? Itu bagus, sudah lama juga tidak bertemu dengannya" Aditya melepaskan dasinya dan menyampirkannya di kursi. Lalu melangkah menuju kamar mandi besar itu dan bersandar di pintu. Cahya sedang memeriksa suhu air di kamar mandi itu, kemudian mengambil handuk-handuk putih dan melipatnya lalu meletakkannya di rak handuk di dekat bathtub.


"Dia meminta maaf karena baru memiliki waktu untuk datang menemui kita dan anak-anak" Cahya berdiri didepan Aditya dan menatapnya.


"Kurasa kapan-kapan kita juga harus datang ke rumahnya jangan dia terus hehehe, aku sudah menjadwalkan kunjunganku ke kantor di Bandung, kita akan kesana sekaligus datang ke rumah paman dan bibi mu, mereka pasti senang" Aditya tersenyum, mengagumi kecantikan istrinya di bawah sinar lampu kamar mandi yang temaram.


"Itu ide bagus!"


Kamar mandi itu cukup luas, dengan bathtub-nya yang sangat besar, muat untuk dua orang dan meja dengan ukuran kuarsa dengan wastafel serta ubin porselen berwarna cokelat. Nuansanya abu-abu, cokelat dan putih. Di dominasi oleh batu ubin cokelat dengan aksen metalik di seluruh ruangan, selain itu semua perabotnya berwarna putih bersih, menciptakan kekontrasan sendiri yang sangat indah. Tetapi Aditya tidak peduli dengan suasana kamar mandi itu, baginya yang paling indah adalah istrinya. Cahya yang cantik, dan luar biasa. Yang sekarang berdiri dengan gaun putih sederhana yang melambai di betisnya, membuatnya tampak seperti dewi yang turun dari langit dan mempunyai kekuatan untuk menghilangkan semua kelelahan Aditya.


Cahya tersenyum dan menerima uluran tangan Aditya, membiarkan dirinya dihela masuk ke dalam pelukan lelaki itu. Aditya memeluknya dengan erat kemudian mengangkat dagu Cahya dan mengecupnya lembut.


"Apa kau juga merindukanku??" Tanya Aditya lagi.


""Tidak!!! Setiap hari kita bertemu kenapa aku harus merindukanmu??" Cahya mencoba mengelak untuk menggoda Aditya.


Aditya mendesis dengan kesal lalu membuang muka. Cahya terkekeh tetapi kemudian jemarinya menelusuri wajah tampan Aditya dengan lembut. "Iya iya aku sangat merindukanmu, karena tidur dengan anak-anak kita harus tidur berjauhan"


Aditya meraih jemari Cahya lalu mengecupnya lembut sedetik kemudian dia mengarahkan tangan Cahya ke arah miliknya yang mulai menegang lalu menggenggamkan tangan Cahya disana. "Tidak apa, yang terpenting kalian selalu dalam keadaan baik, anak-anak masih tidur bagaimana kalau kau sekarang mandi denganku? Aku ingin kau membersihkan mulutmu dengan ini baru kemudian membersihkannya dengan tangan lembutmu ini, ahhhh"


"Adit...!!! Kau ini" Cahya berseru, mencela kata-kata Aditya yang vulgar. Membuat Aditya terkekeh, dikecupnya pucuk hidung Cahya dan dihelanya masuk ke kamar mandi. Lelaki itu menatap meja wastafel yang panjang itu, lalu menarik Cahya kesana.


Tatapan Aditya kepada Cahya sangatlah dalam dan menggoda, melumerkan Cahya sampai meleleh. Aditya melepaskan kemejanya, membuangnya ke lantai kamar mandi, celananya menyusul kemudian. Memamerkan tubuhnya yang kokoh dan otot yang keras di tempat-tempat yang pas, dibalut warna kulit putih yang terlihat semakin indah. Cahya selalu menelan ludahnya, selalu terpesona oleh sihir menggoda yang dipancarkan suaminya.


"Kau mau melakukannya sekarang???" Tanya Aditya lalu menyandarkan pinggulnya di sisi meja, dan tanpa bersuara Cahya menganggukkan kepalanya lalu duduk berjongkok tepat di depan milik Aditya. Jemari Cahya mulai bereksplorasi membuat Aditya tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengeluarkan suara karena kenikmatan yang dia rasakan. Hingga kemudian Aditya meminta Cahya untuk berhenti melakukannya dengan tangan tetapi berganti menggunakan mulut istrinya itu. Cahya menurut dan melakukannya dengan senang hati. Aditya tidak bisa berhenti mengeluarkan erangan, serta sesekali menekan kepala Cahya agar bisa menelan penuh miliknya lalu menahannya beberapa detik kemudian melepaskannya. Dan napas mereka berdua akan tersenggal setelahnya.


"Cukup sayang kau melakukannya dengan sangat baik, jika kau teruskan aku bisa meledak lebih cepat nanti, berdirilah" Aditya membantu Cahya berdiri.


Aditya meraih gaun Cahya dan tanpa intruksi Cahya langsung mengangkat kedua tangannya agar memudahkan suaminya itu menanggalkan gaun yang dipakainya. Aditya juga dengan cepat melepaskan semua yang membungkus tubuh Cahya hingga tidak meninggalkan apapun disana. Kini keduanya tidak mengenakan apapun.


Aditya menaikkan Cahya ke meja juga mengangkat kedua kaki Cahya, dan menyuruh istrinya itu agar membuka kedua kakinya hingga dia bisa melakukannya dengan mudah. Aditya kemudian menelusupkan jarinya dan mulai bermain di titik sensitif milik Cahya membuat Cahya refleks mendongakkan kepalanya, matanya terpejam lalu melengkungkan punggungnya ke belakang dan menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuannya.


Aditya menciumi wajah Cahya dari rambut, kening, hidung, mulut dan turun ke lehernya. Lalu berganti ke dada nya, dengan perasaan senang Aditya bermain denga lidahnya disana semakin membuat Cahya tidak bisa mengendalikan dirinya. "Astaga, apa yang kau lakukan, aahhh ini nikmat sekali!!" Cahya bergumam dengan suara parau.


Aditya mengangkat kepalanya dan menatap Cahya "Kau sangat menyukainya ya???"


"Please jangan berhenti!!" Gumam Cahya.


"As you wish sayang!!!" Aditya pun kembali menenggelamkan wajahnya di dada Cahya dan melakukannya lagi.


Setelah di rasa cukup, Aditya menurunkan Cahya lalu menyuruh istrinya itu berbalik arah. Cahya menatap tubuhnya di depan cermin. "Membungkuklah dan tumpu kan tubuh disana, aku akan melakukannya dari belakang, kau akan bisa melihat wajahmu sendiri saat kau sedang merasakan kenikmatan dariku" Ucap Aditya dan Cahya pun melakukannya.


Perlahan Aditya pun melakukan penyatuan dengan Cahya. Dia mulai bergerak pelan lama kelamaan ritmenya menjadi cepat, dan mereka berdua terbang dalam pusara kenikmatan masing-masing. Cahya merasa bahwa Aditya memenuhi seluruh tubuhnya, dan selalu merasa puas. Aditya mengerti betul bagaimana cara membuatnya senang. Sampai akhirnya mereka berdua terjun ke jurang kenikmatan yang luar biasa. Setelah penyatuan yang luar biasa itu, Aditya kemudian mengajak Cahya untuk berendam di bathtub bersama.