SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Kembali Tersenyum



Cheryl harus menemui Aditya untuk meminta maaf, besok dia harus datang lagi kesana, menurutnya istri Aditya adalah perempuan yang baik, mungkin dia juga bisa berteman dengan Cahya.


Aditya dan Cahya hendak kembali pulang karena hari semakin panas, tetapi ponselnya berbunyi, ternyata Mamanya menghubunginya lewat panggilan video. Mereka akhirnya kembali duduk dan mengangkat panggilan itu.


" Hai Mama..... Apa kabar???" Tanya Aditya.


" Mama baik sayang, selamat ulang tahun untuk putra kesayangan Mama, semoga kau selalu dilimpahi kebahagiaan, Mama sangat merindukanmu"


" Amin, makasih ya Ma, aku juga sangat merindukan Mama, apa Mama tau semalam aku sudah mendapatkan sebuah hadiah yang luar biasa, aku sangat bahagia mendapatkannya"


" Hadiah?? Hadiah apa yang kau dapat dan siapa yang memberikannya?"


" Dia saat ini ada disampingku dan hadiah itu adalah...." Aditya mengarahkan ponselnya ke Cahya, dan Cahya langsung say Hay kepada ibu mertuanya.


Nyonya Harry sangat bahagia dan bersyukur karena menantunya sudah kembali tersenyum bahagia.


" Cahya, putri Mama... Ya Tuhan putriku, putriku sudah kembali, apa kabarmu sayang??" Mata Nyonya Harry tampak berkaca kaca karena terharu.


" Kabarku baik mama, kenapa Mama menangis"


Akhirnya mereka mengobrol untuk beberapa saat dan Aditya mematikan teleponnya dangm mengajak Cahya untuk segera pulang.


*****


Nyonya Harry sangat bahagia melihat Cahya sudah kembali seperti dulu, dia tidak sabar untuk memberitahu besannya tentang kabar bahagia ini mengingat besannya itu sangat khawatir dan selalu merasa sedih dengan keadaan putrinya.


Akhirnya Nyonya Harry sampai juga dirumah Adri dimana besannya saat ini tinggal disana. Semenjak kepergian Aditya dan Cahya, dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk datang kesini agar tidak merasa kesepian karena suaminya sibuk mengurus perusahaannya kembali.


" Bu Rina, Ada kabar baik yang ingin aku sampaikan padamu?"


" Ada apa, ada kabar baik apa bu?"


Nyonya Harry mengajak Besannya untuk duduk. " Tadi aku menghubungi Aditya via video call, karena hari ini dia sedang berulang tahun, tetapi yang aku lihat adalah kebahagiaaan Aditya karena Cahya putri kita dia telah kembali, dia kembali menjadi putri kita yang sangat manis"


Mereka berdua berpelukan dengan perasaan terharu atas kebahagiaan yang hadir lagi dikeluarga mereka.


***


Cahya membuat makan siang, mereka sangat lapar setelah berjalan-jalan tadi. Aditya datang menghampiri Cahya sambil mengendus dan langsung memeluknya dari belakang dan menggoda dengan menciumi leher istrinya.


"Hentikan Mr Armand Aditya, atau kau akan terciprat saus pmyang sedang mendidih ini" Cahya mengingatkan Aditya tetapi tidak ada penolakan dari tubuhnya. Lelaki itu melingkarkan kedua tangannya di dada Cahya lalu mengusap lembut aset kembar milik istrinya membuat Cahya mengerang. Sausnya telah mendidih dan Cahya mematikan kompornya.


Aditya mengajak Cahya menjauh dari kompor dan masih memeluknya, dia bersandar di meja dapur dan Cahya masih dalam peluknya dari belakang.


" Kita bisa tidak memakai apapun seharian dirumah karena tidak ada orang disini selain kita berdua"


" Aditya, kau ini, sudah lepaskan aku, kita makan dulu aku sangat lapar" Cahya berseru dengan pipi memerah karena malu dan justru itu membuat Aditya tertawa dan mengecup lehernya dengan lembut.


Aditya setengah menggigit leher Cahya dan membuat tanda merah disana. Jemarinya mulai menjelajah lagi di dada istrinya dari belakang. Aditya duduk diatas meja dapur mendongakkan kepala Cahya ke belakang, dia lalu menunduk keatas Cahya dan mencium bibirnya dengan cara terbalik. Menciptakan sensasi yang berbeda. Menbuat dia bisa mencecap dan menjelajah seluruh isi mulut istrinya.


Tubuh Cahya melemas akibat ciuman itu sehingga Aditya harus menopangnya. Dengan lembut Aditya membalikkan tubuh Cahya dan mengangkatnya hingga terduduk diatas meja makan. Dikecupnya bibir manis istrinya hingga membuat tubuh perempuan itu panas membara.


Cahya melingkarkan kakinya di pinggang Aditya kemudian ketika Aditya mempercepat gerakannya, membuat Cahya benar-benar terbuai akan sensasinya. Aditya lalu mengangkat kedua kaki Cahya di pundaknya yang semula melingkar dipinggangnya. Posisi seperti ini membuatnya semakin mudah bergerak membuat Cahya juga menemukan titik titik kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya mereka berdua mencapai ending yang luar biasa.


****


Mereka berdua akhirnya baru makan siang setelah menyelesaikan sesi percintaannya. Cahya menuangkan jus jeruk di gelas dan memberikannya pada Aditya. Lalu mulai makan siangnya.


" Zurcher Geschnetzeltes?? Darimana kau belajar membuatnya?" Tanya Aditya saat melihat Cahya menyajikan makanan itu untuknya.


" Aku mempelajarinya di internet kemarin hehe, aku melihat kau begitu lahap memakannya saat kita sarapan pertama kali disini"


" Kau memperhatikan ku rupanya, haha istriku manis sekali" Aditya sangat lahap memakan makanan yang Cahya buat.


" Apa kita tidak bisa pulang saat pernikahan Elea dan Ariel??"


" Tidak bisa sayang, maafkan aku pekerjaan menumpuk disini, mereka akan berbulan madu disini bukan?? Kita akan siapkan hadiah untuk mereka nanti, bagaimana kalau kita pesankan mereka kamar hotel didekat danau, itu pasti sangat menarik dan mereka juga akan sangat senang"


" Ahhh iya boleh juga, aku setuju" Cahya tersenyum bahagia karena ide Aditya sangat bagus.


" Tapi, bagaimana kalau kita kesana lebih dulu dan mencoba menginap disana jadi kita bisa uji coba dulu" Aditya mengedipkan sebelah matanya dan langsung membuat Cahya tersedak menyadari maksud dari ucapannya.


" Malam ini kau ingin makan Apa??" Tanya Cahya coba mengalihkan pembicaraan.


" Aku ingin makan steak sebenarnya tapi kita tidak punya daging, bagaimana kalau kita makan diluar saja??"


" Kata siapa kita tidak punya daging? Kemarin aku membelinya, aku tahu kau sangat menyukai steik"


*****


Setelah makan, Cahya membereskan semuanya dan Aditya sibuk dengan laptopnya. Aditya merasa sangat bersalah sudah berbohong pada Cahya tentang Cheryl, tetapi jika dia mengatakan bahwa jas nya tertinggal di apartemen Cheryl tentu itu akan jadi masalah besar.


Aditya mulai saat ini akan memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan Cheryl, dan menjaga jarak dengannya. Jika tidak melakukannya dari sekarang itu pasti akan sangat mengganggu, apalagi dulu dia juga pernah mengejar Cheryl saat kuliah, itu bukan hal bagus jika sampai Cahya mengetahuinya.


Cahya masuk dan melihat Aditya sedang melamun, dia menghampirinya dan duduk di pangkuannya sambil memegang cokelat ditangannya.


" Apa yang sedang kau pikirkan??? Kenapa melamun???" Tanya Cahya.


" Tidak ada, aku hanya berpikir bagaimana jika selama disini tubuh istriku akan menjadi bulat karena dia selalu makan cokelat" Aditya mencium pipi Cahya.


" Kau yang pertama memberiku Cokelat, dan itu yang menemaniku setiap hari saat kau tidak dirumah, jadi biarkan saja aku bulat, lalu kau mau apa???"


" Aku hanya ingin menggigit pipimu seperti ini" Aditya menggigit pipi Cahya dengan bibirnya dan membuat Cahya berteriak lalu tertawa bersama.


" Aku mencintaimu suami sexy ku"


" Aku juga mencintaimu istri bawelku" Mereka berpelukan bahagia.


Disisi lain, perempuan cantik itu masuk ke dalam kamarnya dan melempar semua barang yang ada dihadapannya. Dia melempar vas bunga ke arah jendela kamarnya hingga kacanya pecah. Dia sangat marah dengan semua yang terjadi pada dirinya, benar-benar marah.