
"Diamlah kau Armand Aditya, kau tidak akan bisa melakukan apapun sekarang, karena ada banyak orang disini" Gumam Cahya.
Aditya justru mendekati istrinya itu dan memeluknya dengan sangat erat. "Siapa bilang aku tidak melakukan apapun?"
"Adit lepaskan aku, nanti ada yang masuk!!!"
Aditya tidak melepaskan pelukannya dan justru mendorong Cahya, hingga pinggang istrinya itu menempel di box bayi Kyra. Aditya hendak mencium Cahya tetapi tiba-tiba Adri menyelonong masuk begitu saja ke kamar kakaknya yang sontak membuat Cahya dan Aditya terkejut.
"Kak Cahya, Ibu menitipkan kue kacang untuk ka......" Belum selesai berbicara, Adri memundurkan langkahnya karena tidak kalah terkejutnya melihat apa yang ada di depannya.
Karena terkejut dengan kedatangan Adri, refleks Cahya langsung mendorong Aditya dengan hingga lelaki itu terjatuh tepat diatas tempat tidur yang ada di belakangnya. Adri melempar senyum mengejek lalu menaruh sekotak kue kacang diatas meja.
"Sorry sorry, aku tidak bersalah, pintu kamar ini terbuka jadi aku langsung masuk, silakan di lanjut!" Gumam Adri lalu perlahan melangkah mundur dan menarik pintu kamar lalu menutupnya.
Sayup-sayup terdengar dari luar suara tawa Adri. Wajah Cahya memerah dan melotot marah ke Aditya yang masih terbaring di atas tempat tidur, kemudian Aditya kemudian bangun. "Anak itu, selalu saja datang hanya untuk mengganggu!!!" Gerutu Aditya.
Cahya tidak memperdulikan Aditya dan langsung melangkah ke sofa lalu membuka kotak makanan itu. Cahya tersenyum melihat kue kacang buatan ibunya itu dan beberapa hari yang lalu saat dia sedang melakukan panggilan video dengan ibunya, dia mengatakan bahwa dia ingin cepat pulang dan meminta ibunya untuk membuatkan kue itu. Tetapi sekarang ibunya malah mengirimnya kesini.
"Ibu mengirim kue kacang?? Itu enak sekali....!!!" Ucap Aditya.
"Kau mandi saja dulu, aku akan melelehkan cokelat untuk teman makan kue ini"
"Wah bagus akan jadi semakin lezat, baiklah aku akan mandi dan sekalian buatkan jus untukku" Pinta Aditya dan Cahya menganggukkan kepalanya.
Setelah melelehkan beberapa cokelat, Cahya membawanya ke kamar bersama dengan jus yang baru saja dia buat untuk Aditya. Anak-anaknya juga masih terlelap, sementara kedua mertuanya sedang beristirahat karena mereka merasa lelah setelah perjalanan, Adri juga sedang menonton televisi di ruang tengah.
Cahya duduk di sofa dan mulai membuka kotak berisi kue kacang dari ibunya. Cahya mencomot satu kue dan mencelupkannya ke cokelat yang tadi sudah dia lelehkan. Cahya sangat menyukainya, ini sering dia lakukan saat di rumah.
"Kau memakannya sendiri tanpa mengajakku???" Ucap Aditya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Aku baru memakannya satu, duduklah, ini masih ada sekotak penuh"
Mereka berdua menikmati kue itu dengan perasaan senang.
"Sayang, Papa meminta kita untuk pulang, karena ada banyak pekerjaan disana dan Papa serta Adri akan menggantikanku disini"
"Ya tidak apa-apa, kurasa Papa pasti akan kuwalahan mengurus semua disana sendirian"
"Lalu bagaimana denganmu?? Aku terlalu sibuk hingga belum sempat membawamu jalan-jalan, dan kita sekarang sudah harus pulang, bagaimana kalau kita bergabung liburan dengan staff yang lainnya" Ujar Aditya.
Aditya tampak sedang memikirkan sesuatu, Cahya memang benar, ini adalah kesempatan untuk Mamanya menghabiskan waktu bersama cucunya. Tetapi Aditya juga merasa kasihan kepada Cahya, yang sudah lebih satu bulan disini bersamanya, dan dia belum sempat mengajak istrinya itu jalan-jalan keluar kota.
*****
Keesokan harinya....
Seperti biasa, Elea mengajak Gienka ke rumah Cahya. Sebentar lagi dia dan Danist akan kembali pulang, mengingat tugas Danist tinggal 2 hari lagi selesai, setelah itu mereka mendapat jatah liburan selama seminggu sebelum akhirnya mereka akan kembali. Elea sangat tidak sabar untuk kembali pulang, dan dia akan pulang dengan kebahagiaan karena sudah menjadi istri Danist yang sesungguhnya.
Elea dikejutkan dengan kehadiran Mama Aditya yang membuka pintu. Mama Aditya menyapa Elea dan memeluknya juga menanyakan kabar sahabat baik menantunya itu. Elea lalu dipersilahkan masuk, dan Mama Aditya mengangkat Gienka dari strollernya dan menggendong bayi itu.
"Tante Dina kapan datang?" Tanya Elea.
"Kemarin El, tante datang bersama Om dan Adri, Cahya bilang kemarin kau sudah pulang dan kami baru sampai disini, bagaimana kabar Danist???"
"Kabar Danist sangat baik Tan"
"Syukurlah, dia pasti senang kau datang menyusulnya kesini, ayo masuk, Cahya ada di belakang bersama Kyra dan Kyros"
Elea dan Mama Aditya berjalan menuju halaman belakang dimana disana ada Cahya sedang bemain bersama si kembar. Mereka pun mengobrol sambil mengajak bermain ketiga bayi itu.
"Chika sering mengatakan padaku jika Mama mu sangat merindukan Gienka El" Ucap Mama Aditya.
"Iya tan, saat melakukan panggilan video Mama lebih memilih melihat wajah Gienka daripada wajahku"
"Itu memang biasa terjadi, saat kami memliki cucu cinta kami akan teralihkan kepada cucu kami daripada kepada anak-anak kami, semua ada masanya, oh iya ku dengar mertuamu memilih pulang ke Bandung ya??"
"Iya Tan, Mama Sari lebih memilih pulang saja sampai kami kembali nanti, dan rencananya aku dan Danist nanti akan langsung menyusul kesana"
"Danist dan Elea juga akan segera mengurus pernikahan mereka Ma" Sahut Cahya.
"Benarkah??? Selamat ya Elea sayang, memang harus segera disahkan secara hukum negara" Ucap Mama Aditya.
Cahya memberitahu Elea jika dia dan Aditya akan pulang bersama yang lainnya nanti, karena ada banyak hal yang harus diurus Aditya disana Cahya juva mengatakan bahwa dia, Aditya juga Mama mertuanya akan ikut bergabung dengannya dan yang lain saat liburan nanti. Sementara pekerjaan akan di urus oleh Papa mertuanya dan Adri. Keputusan ini akhirnya diambil oleh Aditya semalam karena tidak bisa jika harus pulang tanpa mengajak Cahya berjalan-jalan, juga tidak bisa meninggalkan Mamanya sendirian dirumah tanpa Kyra dan Kyros karena dia pasti sangat merindukan kedua bayi itu.
Elea menyambut dengan senang kabar yang di sampaikan Cahya. Akhirnya dia juga bisa pulang bersama dengan sahabatnya itu, dan mereka akan liburan bersama. Elea juga merasa sangat senang, saat nanti dia dan Danist menikah lagi dan menggelar pesta, Cahya dan Aditya bisa datang, mengingat dulu mereka berdua tidak menghadiri pernikahannya dengan Ariel.
Ya, Elea dan Danist kemarin sudah membahas rencana pernikahan merka dan pesta yang akan mereka adakan. Mereka sepakat untuk mengadakan pesta sederhana yang hanya akan di hadiri oleh kerabat dan teman terdekat saja. Awalnya Elea sempat menolak diadakannya pesta dan hanya ingin akad yang sederhana saja, tetapi Danist menginginkannya karena ingin memiliki kenangan indah saat pernikahannya, setelah memikirkannya Elea pun mencoba mengerti akan hal itu, Danist pasti ingin sesuatu yang spesial di hari besarnya, jadi Elea menyetujuinya.