
"Hal semacam itu juga pernah terjadi???" Gumam Chitra.
"Apa sampai saat ini Ayah dari Danist masih belum tahu jika tante Sari hamil dan melahirkan 1 anak???" Tanya Cahya.
"Entahlah" Jawab Mama Chitra.
Semua orang tampak hening karena tidak menyangka bahwa kejadian seperti yang dialami Elea ternyata juga pernah dialami oleh Mama Danist. Elea menyentuh dahinya dan menundukkan kepala nya, ternyata ini adalah salah satu alasan mengapa Danist begitu menyayangi Mama nya dan cinta nya pada sang Mama begitu kuat dan besar, Danist juga sangat sering mengatakan padanya jika Mama nya adalah hal yang paling berharga bagi hidupnya.
Disisi lain Danist dan Mama nya sudah sampai dirumah. Sang Mama mengambilkannya minum dan mereka duduk bersama diruang tamu.
"Kau ingat Dan, dulu mama sering bercerita padamu jika kita pernah memiliki tetangga yang sangat baik, yaitu keluarga nya Chitra, dulu dia selalu datang ke rumah menjemputmu sebelum Mama pergi berjualan, dia selalu menjagamu sampai Mama pulang, hingga akhirnya saat usia mu hampir 1tahun barulah nenekmu datang ke rumah untuk menjagamu"
"Tante Diyah sebaik itu Ma?"
"Iya Dan, dia sangat baik, dia bilang karena sering membawamu ke rumahnya hingga akhirnya dia hamil Chitra setelah sekian tahun pernikahannya, ya dulu orang bilang kalau sudah lama nikah dan belum juga memiliki anak mereka harus sering membawa anak kecil ke rumahnya sebagai pancingan"
"Kita berhutang budi pada keluarga Chitra ya Ma?"
"Ya sayang, mereka sangat luar biasa baik, Mama sangat sedih saat mereka harus pindah, karena memang Papa Chitra sering tugas berpindah-pindah, tapi Mama senang sekarang kita bisa bertemu lagi dengan mereka"
*****
Keluarga Aditya akhirnya berpamitan untuk ke villa, sedangkan Randy, Chitra juga sang Mama berpamitan untuk pulang. Aditya dan Cahya masuk ke kamar mereka dan menidurkan kedua bayinya diatas box bayi. Cahya duduk di atas tempat tidur sedangkan Aditya membaringkan badannya.
"Aku masih tidak percaya ternyata ada laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti itu, mereka begitu mudahnya terpikat dengan wanita lain padahal memiliki istri, ah Ya Tuhan.....!!!" Gumam Cahya.
"Tetapi tidak semua laki-laki seperti itu sayang, semua pasti ada alasannya"
"Ya semua ada alasannya, tetapi hati, nurani dan juga pikiran harus tetap dipakai, jangan seenaknya, habis dipake eh dibuang dan ditinggalin gitu aja, apa mereka tidak sadar bahwa mereka juga lahir dari rahim wanita, ciiihhh menyebalkan sekali"
"Ya tapi sekarang Danist sudah bisa membahagiakan Mamanya, itu hal yang sangat luar biasa menjadi kebanggaannya, sudah jangan marah-marah, kamu pergi mandi dulu, aku akan jaga anak-anak"
*****
Malam harinya Danist, Elea dan Chika datang ke Villa Aditya. Mereka datang membawa mainan monopoli kesayangan mereka, untuk menghabiskan waktu bermain semalaman mengingat besok adalah hari minggu. Rupanya Aditya dan Adri sedang ada di ruang keluarga menonton televisi.
"Wihhh kalian datang juga, apa yang kalian bawa??" Tanya Adri.
"Seperti biasa, kami membawa monopoli, ayo kita bermain bersama?" Jawab Chika.
"Monopoli?? Apa kalian sudah gila? Bermain monopoli seperti anak kecil saja" Gumam Aditya terheran-heran.
Chika dan Adri mulai menata semua yang diperlukan dipermainan itu, Aditya yang awalnya protes pun akhirnya ikut bermain. Cahya keluar dari kamar setelah menidurkan Kyros dna Kyra dan meninggalkan mereka dengan kedua Oma nya disana. Cahya berjalan ke arah ruang keluarga yang terdengar cukup berisik, dan dia dikejutkan dengan Aditya yang sibuk bermain dengan yang lainnya.
"Astaga kalian bisa-bisanya bermain monopoli, apa aku harus menyiapkan minuman dan cemilan untuk kalian"
"Tentu saja sayang, siapkan saja, kami sedang seru bermain" Sahut Aditya.
Cahya pun turun ke bawah untuk mengambil minuman dan juga cemilan untuk mereka. Cahya kembali naik ke atas dengan membawa nampan berisi pitcher yang penuh air sirup dingin dan camilan serta gelas. Cahya menuang minuman ke gelas dan membagikannya lalu duduk dan melihat keseruan mereka bermain. Tiba-tiba pandangan Cahya teralihkan ke suara televisi yang sedang memutar channel berita, pembawa berita itu mengabarkan tentang penggrebekan perselingkuhan disebuah hotel dan menyebut nama Viona, merasa penasaran Cahya pun menyuruh semuanya untuk diam dan melihat berita itu.
"Artis Angela tiara telah melaporkan kepada pihak kepolisian tentang perselingkuhan yang dilakukan suaminya, dan atas laporan itu polisi lalu melakukan penggrebekan disebuah hotel dan menemukan seorang pria dan wanita yang bukan pasangannya, yang tak lain adalah suami dari pelapor, sedangkan perempuan yang bersama suaminya itu bernama Viona Alexandra dan dia adalah seorang mantan model dan baru saja bercerai"
Wajah Voina sangat jelas terlihat walaupun dia mencoba menutupinya dengan tangannya. Cahya dan yang lainnya tampak terdiam melihat ke arah televisi, perempuan yang ada disana adalah orang yang oernah mereka lihat dan temui.
"Syukurin...... Dunia udah seribet ini, masih aja punya hobi merusak rumah tangga orang lain, syukurin sekarang ketangkep" Celetuk Chika, yang membuat semua yang ada disitu melihat ke arahnya.
"Hussss..... Kau ini" Ucap Cahya.
"Abisnya kesel banget, kagak ada kapoknya tuh orang, gedek liatnya, karma dibayar tunai" Ujar Chika sekali lagi.
Elea hanya diam tidak menanggapi atau melakukan apapun, melihat Viona, sekali lagi luka dihatinya muncul mengingat kejadian yang pernah dilakukan Viona padanya dulu. "Lah pada diem, lanjut yukk nanggung nie lagi seru" Ucap Danist.
Akhirnya mereka semua melanjutkan lagi permainan yang sempat tertunda. Cahya melihat ke arah Elea yang sedikit murung tidak seperti tadi. Cahya yang ada disamping Elea mengusap pundak Elea, dan tersenyum pada sahabatnya itu.
*****
2 Minggu kemudian.....
Elea dan juga keluarga nya sedang bersiap untuk menghadiri pernikahan Randy dan Chitra, begitu juga dengan Danist serta Mama nya. Pernikahan akan diadakan besok pagi sedangkan resepsi akan diadakan malam harinya. Tetapi Elea dan Keluarganya memutuskan untuk berangkat hari ini dan Cahya menyuruh mereka menginap di rumahnya sedangkan Danist dan Mama nya akan tinggal di apartment Elea.
Elea mengantar Danist ke apartmentnya, dan membantunya membersihkan apartment itu dan memasang sprei di tempat tidur.
"Dan, besok Ariel pasti akan datang ke pernikahan Randy dan Chitra, bagaimana apa kau masih mau membantuku???" Tanya Elea.
Danist tersenyum padanya dan mengangguk "Iya El, aku akan membantumu dengan senang hati, lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Jangan jauh dariku dan kau harus selalu ada disampingku, jika kau melihatnya sedang mengawasi kita, perlakukan aku dengan sedikit romantis hahaha sedikit saja Dan jangan banyak-banyak dan berlebihan hehehe"
"Memangnya kenapa El, jika aku melakukannya secara berlebihan???" Tanya Danist.
Elea menghentikan tawa nya dan memandang Danist.