SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 20



Setelah mengganti pakaiannya Cahya harus menunggu Aditya yang masih bercakp-cakap dengan tamunya, tak berapa lama seorang petugas hotel memanggil Cahya karena ternyata Aditya sudah selesai menemui tamunya dan sedang menunggu Cahya. Petugas hotel itu mengantar Cahya dan Aditya menuju kamar mereka, kamar itu didekorasi dengan sangat cantik khas kamar pengantin baru. Sesaat Cahya terpesona melihat kamar hotel ini dihias begitu cantiknya.



Cahya meminta ijin Aditya agar dia bisa menggunakan kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan diri setelah itu giliran Aditya. Saat Aditya dikamar mandi, Cahya duduk di sofa dengan gugup, kini dia berada dalam 1 kamar dengan lelaki yang kini menjadi suaminya, sedangkan pernikahan ini sangat cepat dan terkesan dipaksakan. Cahya pun masih belum begitu mengenal Aditya, lalu bagaimana pernikahan ini akan dijalankan. Cahya pun masih merasa trauma dengan masalalunya dengan laki-laki, sampai saat ini Cahya masih belum bisa membuka dan mempercayai laki-laki, tapi sekarang dia adalah seorang istri.


Cahya masih bingung dengan keadaannya saat ini, bingung dengan apa yang harus dia lakukan, apakah malam ini Aditya akan memaksanya untuk memenuhi tanggung jawab sebagai seorang istri. Cahya pun merasa sangat cemas dan ketakutan. Tanpa diduga Aditya sudah selesai mandi, dia melihat Cahya sedang merasa cemas lalu mendekatinya dan membuyarkan lamunannya.


“ Kau tidak apa-apa Ca??” Tanya Aditya.


“ Ehhh aku ti..dak kenapa-ke..na..pa!” Jawab Cahya terbata-bata.


“ Apa yang sedang mengganggu pikiranmu?? Kau terlihat mencemaskan sesuatu?” Ucap Aditya lalu berjongkok dan memegang kedua lengan Cahya mengajaknya untuk berdiri, dan menatap Cahya dalam-dalam tetapi justru Cahya malah menangis membuat Aditya menjadi bingung.


“ Adit... Maafkan aku.... aku masih belum siap, aku minta maaf?” Ujar Cahya sambil menangis seketika Aditya memeluknya untuk menenangkannya. Aditya memahami apa yang dialami Cahya selama ini, pernikahan ini memang terlalu cepat dan dipaksakan, Cahya pasti belum bisa menerima keadaan ini.


“ Stttttt... Tenanglah.. kenapa kau yang harus meminta maaf?? Akulah yang harus meminta maaf padamu tentang keadaan ini, aku yang memaksamu untuk melakukan ini semua, aku hanya ingin menjaga kehormatanmu dan keluargamu, lagipula kapan aku bilang kalau kau harus menjalankan tugasmu sebagai istriku saat ini?? Aku tidak akan memaksakan egoku, aku sudah berjanji akan menjagamu dan menghormatimu, itu yang akan kulakukan, aku memahami keadaan dan ketakutanmu saat ini, akan kuberi kau waktu untuk lebih mengenalku begitupula diriku padamu, saat ini kita jalankan pernikahan ini dengan sebaik mungkin dan aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap untukku” Ucap Aditya tulus lalu menghapus airmata Cahya sambil tersenyum agar Cahya merasa nyaman.


“Sekarang kau beristirahatlah, pasti kau sangat lelah, tidurlah diranjang, aku akan tidur disofa ini”


Lalu Aditya mengambil beberapa bantal dan menata nya disofa, Cahya berbaring diranjang dan berpikir betapa baiknya Aditya padanya. Bahkan disaat seperti inipun Aditya tidak memanfaatkannya justru malah menghormatinya sebagai seorang perempuan. Cahya menyesal pernah meragukan kebaikan Aditya, sayup-sayup terdengar Aditya sedang menyalakan televisi dengan suara lirih mungkin karena tidak ingin mengganggunya beristirahat.


Cahya akhirnya terlelap. Dalam keheningan dan lampu kamar sudah dimatikan, Aditya beranjak dari sofa menarik kursi rias lalu duduk menatap Cahya yang tertidur lelap.


“ Aku akan menjagamu, membuatmu bahagia, dan akan membuatmu jatuh cinta padaku lalu kau akan menjadi istriku seutuhnya” Ucap Aditya dalam hati dipenuhi dengan tekad kuat.


****


Keesokan harinya Cahya bangun dan sedikit bingung sedang berada dimana dia, tetapi kemudian teringat bahwa saat ini dia sudah menjadi seorang istri, Cahya beranjak dari tempat tidurnya untuk pergi mandi dan tersenyum ketika melihat Aditya masih tertidur dengan lelapnya disofa.


Cahya sudah selesai mandi dan bingung melihat Aditya sudah tidak ada di sofa, mungkin sudah bangun pikir Cahya tapi ada dimana dia sekarang, Cahya mendengar suara dari arah balkon hotel dan mencari sumber suara itu, ternyata itu adalah suara Aditya.


Cahya terkejut saat melihat Aditya sedang melakukan Push Up dalam keadaan setengah telanjang, dada dan perut Aditya terlihat begitu bidang dan sangat sexy, ini baru pertama kalinya Cahya melihat Aditya dalam keadaan seperti ini.


“ Hai selamat pagi, kau sudah selesai mandi ya??” Suara Aditya membuyarkan lamunan Cahya.


“ Ah iya sudah, apa yang kau lakukan disini??”


“ Ini yang biasa aku lakukan setiap pagi, oke aku mandi dulu dan kita sarapan lalu bersiap untuk pulang”


“ Iya, memang kenapa? Kau masih ingin disini? Kau dan aku besok harus kerja kan, kau tidak mengambil cuti pernikahan kita jadi aku juga tidak mengambil cuti, kalau kau masih ingin disini aku akan menghubungi Ariel untuk meminta tambahan waktu menginap disini”


“ Oh tidak-tidak, kita pulang saja” Jawab Cahya dengan cepat membuat Aditya tersenyum lalu berpamitan untuk kekamar mandi.


***


Cahya dan Aditya akhirnya sampai dirumah dan langsung disambut oleh Papa dan Mama Aditya, mereka sangat bahagia, terutama Nyonya Harry yang langsung memeluk Cahya bersyukur dan berterima kasih karena Cahya menjadi menantunya. Nyonya Harry pun diam-diam sudah menyiapkan kejutan untuk mereka, dengan segera ia mengantar mereka kekamarnya.


Cahya dan Aditya terkejut karena Mamanya telah menghias kamar mereka seperti kamar pengantin dengan hiasan bunga Mawar, balon dan beberapa hiasan lainnya, membuat kamar Aditya yang awalnya terlihat khas kamar laki-laki sekarang menjadi lebih manis.


“ Karena kalian memutuskan untuk menunda bulan madu, maka Mama dan Papa menyiapkan ini untuk kalian”Ucap Nyonya Harry bahagia.


“ Mama tidak perlu repot-repot menyiapkan ini semua” Ujar Aditya.


“ Tidak repot, Mama sebenarnya sedih ketika kalian memutuskan untuk tidak berbulan madu, tapi apa dikata pekerjaan kalian sangat banyak dikantor”


“ Mama memang yang terbaik, makasih ya Ma?”


“ Sama-sama, kalian beristirahatlah, dan tidak perlu buru-buru turun dari kamar” Ujar nyonya Harry sambil menegedipkan matanya menggoda membuat Aditya dan Cahya salah tingkah lalu meninggalkan mereka.



Aditya sedang duduk dan sibuk mengerjakan sesuatu dimeja kerjanya tetapi dia melihat Cahya mondar-mandir dan sibuk dengan pikirannya sendiri, lalu dia pun menanyakannya kenapa Cahya terlihat gusar dan kebingungan.


“ Aku bingung, bagaimana kita menjalankan pernikahan ini, apa nanti malam kita akan tidur seranjang??”


“ Kita jalankan saja dengan sebaik-baiknya, dan masalah tidur, aku bisa tidur di sofa lagi jika itu yang kau takutkan??”


“ Ta...piii.....”


“ Sudahlah Ca, jangan terlalu kau pikirkan, kita harus terlihat baik-baik saja jangan membuat keluarga kita menjadi khawatir, sekarang tenanglah dan kita turun kebawah untuk makan malam, pasti Mama dan Papa sudah menunggu kita, ayo??” Aditya menggandeng Cahya dan mengajaknya turun.


**""


“Akhirnya kalian turun juga, aku pikir kalian tidak akan turun untuk makan malam dan menyibukkan diri dengan kegiatan baru kalian” Teriak Adri menggoda saat melihat kakak dan kakak iparnya berjalan bergandengan menuju meja makan.


“ Diamlah kau” seru Aditya agar Adri berhenti menggodanya dan Adri justru tertawa melihat kemarahan kakaknya itu.