
Cahya yang tengah duduk di tempat tidur terlonjak saat frame besar yang berisi foto pernikahannya dengan Aditya jatuh dari dinding. Saat itu pula Kyra dan Kyros yang sedang tidur dikamar mereka menangis dengan sangat keras. Cahya bergegas menyusul mereka dan mencoba menenangkannya. Saat itu juga Cahya menjadi teringat akan Aditya, dan hatinya semakin tidak tenang.
Tangisan Kyra dan Kyros semakin menjadi-jadi, membuat Cahya bingung harus bagaimana, biasanya Aditya selalu membantunya menangkan mereka berdua. Untungnya Asisten rumah tangganya masuk ke kamarnya dan mencoba membantunya. Sayangnya sudah cukup lama mereka berdua menangis tetapi tetap tidak mau berhenti membuat Cahya semakin gusar. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Ibunya agar bisa datang karena dia tidak bisa menghentikan tangisan kedua bayinya.
Cahya juga berharap Aditya bisa segera sampai di rumah mengingat suaminya itu sudah memberitahunya bahwa sedang dalam perjalanan pulang. Cahya mencoba menepis pemikiran buruknya tentang Aditya walaupun hatinya masih tidak tenang.
Kurang dari satu jam, Ibu Cahya datang dan membantu putrinya. Beruntungnya Kyra dan Kyros mau menghentikan tangisan mereka setelah berbagai bujukan dilakukan oleh Cahya, kedua bayi itu akhirnya kembali tidur. Sambil terisak Cahya mencurahkan isi hatinya bahwa sejak kepergian Aditya, dia merasa cemas sekali. Dengan lembut Ibunya mencoba menenangkannya bahwa semua itu hanya sebuah ketakutan dan Aditya pasti akan segera pulang.
Sayangnya hingga dini hari tidak ada kabar dari Aditya. Cahya mencoba terus menghubunginya tetapi ponsel Aditya tidak aktif. Cahya sama sekali tidak bisa tidur dan merapalkan doa bagai mantra agar Aditya bisa segera pulang.
******
Pagi menjelang, Aditya masih belum juga kembali. Cahya semakin gusar dan terus menangis membuat Ibunya sangat khawatir. Ibu Cahya kemudian berinisiatif menghubungi Randy menanyakan apakah tahu dimana Aditya karena sejak semalam menantunya itu tidak kunjung pulang dan Cahya tidak berhenti mengkhawatirkannya. Randy berjanji akan mencoba menghubungi Aditya dan akan mencaritahu dimana keberadaan sahabatnya itu.
Usaha Randy juga tidak berhasil untuk menghubungi Aditya, dia langsung berganti menghubungi Ariel dan memberitahunya tentang Aditya. Akhirnya mereka memutuskan untuk datang ke rumah Aditya dan mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi, mungkin setelah itu mereka bisa menemukan petunjuk keberadaan dari Aditya.
Ariel membuka garasi mobilnya dari dalam, dan sedikit terkejut melihat Elea sedang menggendong Gienka berjalan memasuki halaman rumahnya. Ariel kemudian menghampiri mereka. "Hai sayangnya Papa..! Ada perlu apa pagi-pagi sudah kesini???" Tanya Ariel sambil mentoel pipi Gienka.
"Dia sejak tadi menunjuk ke arah rumahmu membuatku harus mengantarnya kesini, kau mau pergi kemana sepagi ini???" Tanya Elea.
"Aku akan ke rumah Aditya, tadi Randy memberitahuku bahwa sejak semalam Aditya tidak pulang dan Cahya sangat mengkhawatirkannya"
"Adit tidak pulang?? Memangnya kemana dia pergi?? Semalam dia dan Cahya datang kesini dan mereka pulang bersama"
"Aku tidak tahu El apa yang terjadi, itu sebabnya aku akan kesana dan mencaritahu, ponsel Aditya sama sekali tidak bisa di hubungi"
"Cahya pasti khawatir sekali, ya sudah kau berangkat saja, aku akan menyusul kesana"
"Ikut saja denganku, kita pergi bersama, biarkan Gienka di rumah bersama Mama"
Elea mengangguk dan membawa Gienka pulang juga memberitahu Danist agar bisa ikut ke rumah Aditya bersamanya juga Ariel.
*****
"Apa yang terjadi Ran???" Tanya Ariel.
"Adit pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan tetapi dia tidak memberitahu detailnya pada Cahya kemana dia pergi, dan dia sempat mengirim pesan bahwa dia sedang ada di jalan menuju pulang tetapi tidak kunjung datang sampai sekarang!"
"Kemana perginya Adit???" Gumam Ariel.
Belum sempat berpikir, security terlihat membuka gerbang lagi dan ada sebuah mobil polisi yang memasuki halaman rumah ini. "Apa kau yang menghubungi polisi??" Tanya Ariel lagi.
Randy menjawab belum sempat untuk menghubungi polisi, dan sebenarnya baru akan. Tetapi jika melihat kedatangan mereka pasti telah terjadi sesuatu dan mereka akan menginfokannya. Ariel dan Randy menyambut mereka. Salah seorang polisi itu memberitahu bahwa telah terjadi sebuah kecelakaan tunggal yang menyebabkan sebuah mobil terjatuh ke jurang. Setelah melakukan pencarian ditemukan dompet berisi identitas atas nama Aditya. Polisi itu menunjukkan sebuah foto pada Randy dan Ariel dari ponselnya dan mengiyakan bahwa itu adalah milik Aditya sahabat mereka.
"Lalu bagaimana dengan keadaan Adit???" Tanya Randy.
"Itu sebabnya kami datang kesini pak, sampai detik ini kami tidak menemukan seorangpun yang ada di dalam mobil itu, sepertinya pengemudinya berhasil keluar dari dalam mobil, jurang itu cukup dalam mungkin yang bersangkutan terlempar dan saat ini sedang dalam pencarian"
Detik itu juga Randy, Danist dan Ariel saling berpandangan dalam diam. Aditya kecelakaan dan belum ditemukan membuat mereka bertiga tidak bisa mengatakan apapun karena shock. Polisi siap mengantar mereka ke tempat kejadian untuk melihat kondisi yang ada disana, dan juga ingin mendapatkan informasi dari pihak keluarga tentang ciri-ciri Aditya, seperti pakaian apa yang dipakainya sebelum pergi.
Randy kemudian mengajak polisi itu untuk masuk ke dalam dan menemui Cahya selaku istri dari Aditya. Cahya sedang duduk diruang tamu ditemani oleh Ibunya dan Elea juga Chitra. Melihat kedatang polisi, Cahya semakin ketakutan dan cemas.
Dengan berat hati Randy menyampaikan maksud dari kedatangan polisi kesini dimana mereka ingin memberitahu bahwa Aditya semalam mengalami kecelakaan dan mobilnya jatuh ke jurang. Cahya berteriak histeris dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Randy tentang Aditya.
******
Hari berlalu, sudah seminggu kejadian itu terjadi, dan masih tidak ada kabar apapun tentang keberadaan Aditya. Saat kesana dan melihat secara langsung kondisi mobil Aditya yang sudah ringsek parah. Tidak ada satupun petunjuk yang bisa menemukan keberadaan Aditya. Bahkan polisi juga sudah menerjunkan anjing pelacak untuk membantu mereka menemukan Aditya, sayangnya itu juga gagal.
Kedua orangtua Aditya juga langsung pulang bersama dengan Adri saat mereka mendengar kabar buruk itu. Kondisi Cahya begitu buruk, kantung matanya menghitap karena tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak dan terus menangis ketika ingat Aditya. Bahkan tubuhnya juga terlihat lebih kurus karena Cahya menolak makan apapun. Begitu juga dengan Nyonya Harry, walaupun dia terlihat kuat diluar tetapi sebenarnya dia juga merasa sangat hancur, mencoba bertahan untuk merawat kedua cucunya bersama dengan Ibu Cahya, karena Cahya sendiri larut dalam kesedihannya dan hanya berdiam diri ruang kerja Aditya dan menatap kosong ke arah meja kerja suaminya itu. Psikiater juga datang setiap hari untuk memeriksa keadaan mental Cahya, mengingat Cahya pernah mengalami riwayat tentang mentalnya yang terjadi karena dia terlalu sedih akan suatu hal.
Randy dan Ariel juga berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan petunjuk sekecil apapun tentang keberadaan Aditya. Bahkan mereka berdua pasrah dengan kenyataan paling terburuk tentang Aditya, bagi mereka yang terpenting adalah Aditya bisa ditemukan dalam keadaan apapun. Randy dan Ariel juga terpaksa tinggal sementara di rumah Aditya sambil terus memantau kabar tentang sahabat mereka itu. Sayangnya masih tetap tidak ada kabar apapun tentang keberadaan Aditya. Bahkan hal yang paling menyakitkan adalah saat mendengar kabar bahwa mungkin Aditya sudah dimangsa oleh hewan yang ada di tempat itu, mengingat jurang itu begitu lebat dengan semak belukar dan pohon-pohon. Ariel dan Randy juga yang lainnya berharap sekali agar bisa menemukan keberadaan Aditya.