SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 297



"Ibu, kudengar minggu depan Ibu memiliki banyak pesanan, apa ibu sudah membatalkan semuanya???" Tanya Aditya.


Saat ini dia sedang menikmati makan malam bersama Cahya dan Ibu mertuanya di rumah.


"Ya, ada cukup banyak pesanan dan ibu berniat besok melemparnya ke cathering yang lain jika orangnya mau"


"Tidak usah dibatalkan atau dilempar kemanapun, aku kemarin menyuruh Maysa untuk mencari rumah baru yang di kontrakkan di dekat daerah itu dan sudah menemukannya jadi ibu bisa memberi tahu para pegawai ibu untuk sementara bisa bekerja disana, semua keperluan, seperti beras, telur dan peralatan lainnya besok akan di kirim kesana, ini uang untuk belanja bumbu dan sayuran, ibu bisa memulai lagi semuanya" Aditya mengeluarkan amplop cokelat lalu memberikan kepada Ibu mertuanya, amplop itu berisi uang untuk modal memulai lagi usahanya.


"Tidak Dit, ibu masih memiliki tabungan, biar ibu menggunakannya untuk berbelanja, kau sudah membantu banyak, Ibu merasa tidak enak jika selalu merepotkanmu"


"Anggap saja ini jatah bulanan untuk Ibu dariku, Ibu tidak pernah sekalipun merepotkanku, jangan menolak dan terima saja, semoga kali ini tidak ada lagi yang memiliki niat jahat kepada kita, masalah rumah yang terbakar akan dibangun lagi setelah semua permasalahn selesai, dan nanti akan ada cctv di setiap ruangan untuk bisa memantau semua kegiatan, di tempat sementara juga akan dipasang cctv jadi ibu jangan khawatir" Ucap Aditya.


Cahya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum saat Ibunya melihat ke arahnya. "Ibu terima saja, dan sekarang fokuslah untuk kembali memulai semuanya lagi" Gumam Cahya meyakinkan Ibunya.


Akhirnya Ibu Cahya menerima uang dari Aditya dan mengucapkan banyak terima kasih karena menantunya itu sangatlah baik dan selama ini tidak pernah ragu dan selalu membantunya. Perasaannya menjadi bahagia karena Aditya selalu memperlakukannya dengan dangat baik, dan yang paling utama adalah sangat mencintai Cahya. Tidak hanya Aditya, Adri juga melakukan hal yang sama dan sangat mencintai Chika. Bangga karena besannya telah menjadikan kedua putra mereka menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, berjiwa besar dan penuh cinta serta selalu menghormati orang yang lebih tua.


*****


2 hari kemudian.....


Ariel datang lagi ke kantor Aditya, dimana kali ini dia sudah menemukan alasan untuk datang, tidak seperti kemarin. Selain membawa beberapa berkas untuk diserahkan kepada Aditya, tentu tujuan lainya dia datang adalah bertemu dengan Maysa. Ariel sepertinya memiliki ketertarikan dengan sekretaris Aditya itu, dia beberapa kali mencoba mulai mendekati Maysa, akan tetapi perempuan itu tampaknya masih menjaga jarak dan hanya sesekali membalas pesan dari Ariel.


Ariel mulai menyadari bahwa dia harus bisa memulai sebuah hubungan baru dan tidak terus terkungkung dengan masalalunya mengingat Elea sudah berbahagia dengan suaminya. Dan dia juga harus bisa mendapatkan kebahagiaan sendiri, menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama yang pernah dia lakukan pada Elea dulu. Kesetiaan sangatlah berharga dan Ariel harus membayar mahal akibat penghianatannya kepada Elea hingga membuat perempuan itu tidak lagi mau menerimanya.


Seperti biasa Maysa menyapa Ariel dengan ramah dan sopan lalu memberitahu Aditya tentang kedatangannya kemudian menyuruhnya masuk. Setelah masuk Ariel langsung menghampiri Aditya dan menyodorkan berkas kepada sahabatnya itu.


Aditya menatap Ariel lalu terkekeh. "Wow akhirnya kau memiliki alasan untuk datang ke kantorku lagi ternyata" Gumam Aditya yang membuat Ariel memandangnya dengan pandangan sinis.


"Berhentilah mencelaku dan pelajari berkas itu!"


"Kau sudah tiga kali datang kesini selama seminggu ini, sebenarnya selain aku siapa yang ingin kau temui?? Atau kau hanya menjadikan diriku sebuah alasan untuk menemui orang lain disini?" Aditya bangun dari kursinya membawa berkas dari Ariel dan menyuruhnya untuk duduk.


"Apa Maysa sudah memiliki kekasih???" Ariel bertanya dan langsung mendapatkan tawa Aditya yang keras.


"Kau bertanya padaku tentang hal itu??? Hahaha tanya sendirilah pada orangnya, mana aku tahu, sudah ku duga kau datang hanya ingin menemuinya, cihhhh alasanmu sangat klasik, memalukan sekali, dasar baj*ngan haha" Ejek Aditya lalu mengambilkan sebuah minuman kaleng dan melemparnya ke Ariel.


"Kau hanya memberiku air mineral atau soda saja setiap aku kesini, sekali-kali beri aku brendi atau sampanye"


Aditya membaca berkas-berkas yang di bawa oleh Ariel. Sementara Ariel sibuk dengan minumannya dan membiarkan Aditya menyelesaikan mengecek berkas-berkas itu. Hingga akhirnya mereka berdua membahas lagi tentang isi berkas itu.


Sebuah ketukan pintu, mengalihkan Ariel dan Aditya dari bahasan pekerjaan mereka. Maysa masuk dan mengatakan jika para GM sudah tiba dan mereka sudah berada di lobi kemudian setelah jam makan siang nanti Aditya harus menemui mereka.


"Oke baiklah, oh iya May aku lupa, nanti malam bisakah kau mewakiliku untuk menghadiri makan malam di Infinity Resto, aku sudah ada janji dengan sepupu istriku untuk makan malam dengannya nanti sedangkan sekarang Ariel lupa membawa berkas tentang proyek pembangunan pusat perbelanjaan yang akan kita kerjakan jadi lebih baik kau dan Ariel nanti malam bisa membahasnya bersama, kau senggang kan May???" Tanya Aditya.


Sementara Ariel dibuat terkejut oleh ucapan Aditya tentang makan malam di restorannya, berkas yang di maksud saat ini sudah berada di tangan Aditya tetapi kenapa Aditya mengatakan pada Maysa bahwa dia tidak membawa berkas itu dan malah menyuruhnya datang ke restorannya.


"Baik pak, saya akan datang mewakili anda" Jawab Maysa.


"Oke bagus, datanglah jam 8, Ariel akan menunggumu disana, sekarang kau bisa kembali melanjutkan pekerjaanmu"


Maysa mengangguk dan membungkukkan tubuhnya. "Permisi pak!" Ucapnya lalu keluar.


"Apa yang kau katakan tadi??? Berkas itu ada di tanganmu" Tanya Ariel yang masih bingung dengan apa yang baru saja di katakan Aditya pada Maysa.


"Payah!!!! Astaga.... C'mon Iel? Kenapa kau payah sekali, aku membuka kesempatan untukmu supaya bisa lebih dekat dengan Maysa, hahaha sudahlah nikmati makan malam kalian di restoranmu yang romantis itu, kau payah sekali"


Ariel mulai mengerti apa yang di maksud Aditya, ternyata itu hanyalah alasan Aditya agar Maysa bersedia makan malam dengan dirinya. Ariel terkekeh dan memuji apa yang dilakukan Aditya untuknya. Dia sama sekali tidak pernah terpikirkan hal semacam itu.


"Brengs*k darimana kau bisa memikirkan ide itu???" Gumam Ariel.


"Kau memang payah, sudahlah bawa berkas ini lagi, dan nanti malam bersiaplah, bahas ini sekenanya saja dan korek dia lebih dalam, mungkin kau bisa menemukan sesuatu dari Maysa sehingga kau mungkin bisa memulai hubungan dengannya"


"Thanks Dit, kau memang sahabat terbaikku, oke aku harus segera kembali ke kantor, kau juga ada pertemuan penting sepertinya"


Aditya dan Ariel berdiri, kemudian Aditya mengembalikan berkas yang dipegangnya ke Ariel. Dan Ariel pun keluar dengan perasaan bahagia karena ide cemerlang dari sahabatnya itu.


Ariel keluar dari lift dan berjalan untuk keluar dari kantor Aditya. Saat tengah asyik berjalan sambil memaikan ponselnya, tidak disangkanya Ariel malah menabrak seseorang hingga membuat ponselnya jatuh.


"Maaf pak Maaf" Ucap orang itu.


"Its okay" Gumam Ariel lalu menatap orang yang menabraknya dan ternyata dia adalah Danist. Mereka berdua pun saling bertatapan.