SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 195



"Kau ini bagaimana? Apa kau tidak bisa mengurus rumah dengan baik? Membuka pintu saja lama sekali, kau tahu kan aku sangat lelah, sampai dikamar justru aku melihat semuanya berantakan!!! Cepat bersihkan dan rapikan semuanya...!!!!" Teriak Aditya lagi dan lelaki itu semakin marah kepada Cahya.


Cahya hanya terdiam menatap kemarahan suaminya, lalu terdengar suara tangisan dari bayinya, Cahya pun membalikkan badannya dan setengah berlari masuk ke kamar Kyra dan Kyros. Ternyata Kyros yang menangis, tadi bayi itu baru saja tidur mungkin terkejut mendengar teriakan Papa nya yang begitu keras. Sedangkan Kyra sedang terbaring sambil melihat kearah mainannya yang berputar diatasnya. Cahya langsung menggendong Kyros dan berusaha menenangkan bayi itu.


Sementara Aditya langsung melempar jas dan juga dasi nya ke lantai lalu pergi masuk ke kamar mandi. Cahya keluar dari kamar bayinya sambil menggendong Kyros yang masih menangis. Cahya pergi mengambil sapu, pengki dan juga kain pel untuk membersihkan pecahan gelas dilantai kamarnya.


Kyros masih menangis dan tidak mau diam, sambil terus berusaha menenangkan bayinya, Cahya mulai memunguti satu persatu mainan yang ada dilantai sambil menitihkan airmatanya mengingat teriakan Aditya tadi padanya. Kesekian kalinya Aditya berteriak padanya padahal dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun, mainan Kyros dan Kyra berceceran dilantai baginya itu sudah biasa karena bayi nya sering menjatuhkannya tetapi kenapa Aditya sekarang marah kepadanya karena hal sekecil itu. Seharian ini Cahya merasa sedikit lelah karena harus mengurus kedua bayi nya sendirian hingga belum ada waktu untuk merapikan kamarnya yang sedikit berantakan.


*****


Cahya kemudian melanjutkan menyapu pecahan kaca dari gelas yang dia jatuhkan tadi sambil sedikit berjongkok dan menahan pengki dengan sebelah tangannya yang sedang menggendong Kyros yang terus saja menangis. Karena kesulitan, Cahya pun berjongkok dan memunguti satu persatu pecahan gelas itu sambil terus berusaha menenangkan Kyros.


"Auuuuwww" Cahya memekik karena jarinya terkena pecahan kaca, tetapi masih melanjutkan kegiatannya sampai lantai benar-benar bersih dari semua pecahan kaca. Setelah itu Cahya kembali berjongkok dan mengelap lantai dengan kain pel, sampai lantai itu terlihat bersih.


Aditya keluar dari kamar mandi masih dengan keadaan kesal dan marah, dia melihat Cahya berjongkok mengelap lantai sambil menggendong putranya yang menangis. Cahya mengangkat kepalanya dan melihat suaminya sedang berdiri didepan pintu sambil menatapnya dalam diam tapi matanya masih dilingkupi kemarahan. Cahya pun berdiri dan membawa pengki berisi pecahan kaca serta sapu lalu membawanya keluar kamar.


Aditya masuk ke ruang gantinya sementara Cahya masuk lagi ke kamarnya. Sambil terisak, dia berputar merapikan tempat tidurnya, menata bantal dan selimut. Cahya bersyukur karena akhirnya Kyros mau menghentikan tangisnya. Aditya keluar dari ruang gantinya dan melihat kamarnya sudah rapi dan mengarahkan pandangannya ke arah Cahya yang masih merapikan bantal. Istrinya itu rupanya sedang menangis.


Melihat kedatangan Aditya, Cahya menyeka airmatanya lalu pergi begitu saja meninggalkan suaminya, membawa Kyros ke kamarnya dan menutup pintu kamar bayinya.


Aditya hanya mengangkat bahu nya lalu pergi keluar kamarnya.


******


"Mbak.... Mbak Tina..." Aditya mulai memanggil asisten rumah tangga nya tetapi rumahnya terlihat dalam keadaan yang sepi. Aditya berkeliling rumah tetapi tidak menemukan siapapun disana, dia pun keluar dan menemui security nya.


"Kenapa rumah sepi, kemana semua orang?" Tanya Aditya.


"Tuan sama Nyonya sedang pergi sejak tadi siang pak, pak Yongki juga bilang ingin berkunjung ke rumah mas Adri menengok mertua bapak jadi, bu Cahya dirumah sendirian sejak tadi karena Tina juga sedang pergi keluar untuk berbelanja"


"Cahya dirumah sendirian?"


"Iya pak, bu Cahya dari tadi sendirian dirumah pak"


Aditya merasa terkejut mendengar bahwa Cahya ternyata sendirian dirumah mengurus kedua bayinya dan tadi dia malah memarahi dan meneriaki istrinya itu hanya karena hal sepele. Pasti karena hal itu Cahya tadi terlihat sangat sedih bahkan menangis saat merapikan tempat tidur. Aditya merasa sangat bersalah, emosinya karena Erica lagi-lagi membuatnya tidak bisa mengontrol dirinya dan justru Cahya selalu jadi tempat pelampiasan amarahnya. Aditya langsung kembali masuk untuk menemui Cahya dan meminta maaf.


****


Sambil terisak Cahya membaringkan Kyros lalu mengambil Kyra yang sejak tadi dia tinggalkan untuk membersihkan kamar. Kyra bayi yang cerdas dan tidak begitu rewel ketika dibiarkan dengan mainannya yang menyala. Cahya duduk sambil menggendong putrinya dan menjaga putra nya yang sedang terbaring disampingnya. Cahya menyeka airmata nya dan mencoba menenangkan dirinya dengan berusaha melupakan kemarahan Aditya padanya.


Terdengar suara ketukan pintu dikamar bayinya disusul suara Aditya yang meminta Cahya untuk membuka pintu itu. "Sayang, buka pintunya, sayang...!!"


Cahya tidak memperdulikan panggilan Aditya dan lebih memilih mengajak bicara kedua bayinya. Sedangkan Aditya terus saja mengetuk pintu itu sambil terus memanggil nama Cahya.


"Sayang tolong buka pintunya, aku minta maaf, please buka pintunya...."


Aditya berdiri dan mengambil ponselnya yang masih ada dikamar mandi, tadi dia menaruhnya disana saat melepaskan celana nya sebelum mandi. Aditya kembali dari kamar mandi dan membuka ponselnya, ternyata Cahya tadi mengiriminya pesan. Aditya membuka pesan dari istrinya itu dan melihat sebuah foto kedua bayinya yang terlihat begitu menggemaskan serta di bawahnya ada sebuah pesan.


Papa sayang cepat pulang ya? Kakak Ky dan Adik Kyra sudah selesai mandi, kasihan Mama belum sempat mandi karena Mama sejak tadi mengurus kami sendirian, Papa cepat pulang ya? Biar Mama bisa mandi !!


^^^❤ Ky & Kyra^^^


Aditya mengusap kasar rambutnya, dia benar-benar menyesal karena sudah memarahi Cahya, bahkan meneriakinya dengan sangat keras. Cahya sangat membenci hal itu, hati istrinya itu pasti sangat tersakiti karena perbuatannya.


******


Sudah berjam-jam Cahya tidak keluar dari kamar Kyros dan Kyra, sementara Aditya masih mencoba menunggu istrinya itu untuk keluar. Ketukan pintu kamarnya membuat Aditya beranjak dan membukanya.


"Tuan muda, makan malam sudah siap, tuan Yongki dan orangtua nya juga sudah kembali sejak tadi dan mereka mencari anda juga Non Cahya"


"Baiklah, aku dan Cahya akan turun sebentar lagi"


Aditya kembali mengetuk kamar Kyra dan Kyros menyuruh Cahya agar turun untuk makan malam tetapi tetap sama tidak ada jawaban dari Cahya didalam sana. Merasa tidak enak dengan Yongki, Aditya akhirnya memutuskan untuk turun sendirian dan akan menyuruh Art nya untuk mengantarkan makan malam untuk Cahya.


Aditya turun dan bergabung untuk makan malam dengan Yongki juga orangtua nya.


"Sejak tadi kalian tidak keluar kamar sama sekali, dan sekarang kau turun sendirian? Kemana Cahya?" Tanya Yongki.


"Cahya diatas menjaga anak-anak, biar nanti mbak Tina yang mengantar makanan untuknya"


"Ya Anak-anak tidak bisa ditinggalkan sendirian, kapan om dan tante akan pulang?"


Aditya menggelengkan kepalanya "Tidak tahu, aku belum sempat menghubungi mereka, bisa saja besok sudah pulang"


******


Setelah makan malam, Aditya kembali naik ke kamarnya, disaat bersamaan ternyata kamar Kyra dan Kyros sudah terbuka tetapi tidak ada Cahya disana. Terdengar suara dikamar mandi yang seperti nya Cahya sedang berada didalam sana. Aditya masuk ke kamar bayinya yang ternyata keduanya sudah tidur dengan pulas di box bayinya mereka. Aditya mendaratkan ciuman ke kedua bayinya karena sejak tadi dia belum bertemu dengan mereka.


Hingga akhirnya dari dalam kamar bayinya, Aditya melihat Cahya sudah keluar dari kamar mandi. Bergegaslah Aditya keluar dan menunggu Cahya yang sedang mengganti pakaiannya diruang ganti.


Cahya pun keluar beberapa saat kemudian, Aditya langsung menghadang jalan istrinya itu.


"Sayang, aku minta maaf, please, aku benar-benar tidak tahu kalau kau seharian ini menjaga anak-anak sendirian, dan aku tadi sedang merasa tidak baik karena ulah Erica yang sengaja menabrakkan mobilnya ke mobilkuaku sangat marah dengan hal itu, please? aku mohon pemakluman darimu ya? Ucap Aditya sambil memegan jemari Cahya.


Cahya menatap Aditya lalu tersenyum masam ke arah suaminya itu. "Sudah berapa kali kau melampiaskan kemarahanmu padaku karena Erica mengganggumu? Sudah berapa kali? Kau jahat sekali! Kau meneriaki diriku dengan tatapan penuh kemarahan dan tidak aku ketahui apa kesalahanku, hanya karena kamar berantakan kau sampai tega berteriak tepat didepan wajahku, padahal tanpa harus mengetahui jika aku merawat anak-anak sendirian kau harusnya sadar bahwa itu hal yang lumrah terjadi ketika ada anak kecil dirumah ini" Cahya mulai terisak dan airmata nya mulai menetes. "Aku berulang kali mengatakan padamu bahwa jangan pernah kau berteriak didepanku, tapi lagi dan lagi kau melakukannya dan itu selalu terjadi jika ada orang lain yang membuatmu marah, aku selalu jadi korbanmu, aku istrimu bukan orang yang bisa kau teriaki, kau marahi saat kau baru saja bertemu dengan orang yang kau benci, aku muak Dit aku muak, sekarang pergi dari hadapanku, aku lelah seharian ini dan ingin beristirahat"


Aditya pun memberikan jalan kepada Cahya, dan Aditya dibuat terkejut karena Cahya bukannya berbaring ke tempat tidur mereka tetapi justru masuk ke kamar bayinya lalu menutup pintu kamar itu. Aditya langsung menggedor pintu itu dan terus memanggil istrinya agar mau keluar. Cahya membuka pintu itu lalu mematap tajam ke arah suaminya.


"Kau tidak lihat Kyros dan Kyra sedang terlelap dan kau malah membuat kebisingan dengan menggedor pintu, kau ingin membuat mereka bangun? Aku bilang aku ingin beristirahat jadi jangan membuat kebisingan lagi" Ucap Cahya lalu menutup pintu itu kembali.