SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 133



Randy dan Chitra sedang menghabiskan waktu bersama disebuah cafe setelah mereka menghabiskan waktu bersama dan mengecek persiapan pertunangan mereka.


Mereka mengobrol dan bercanda sambil menikmati makan siang mereka. Disela-sela obrolan mereka ponsel Chitra berbunyi dan mendapat sebuah pesan. Chitra membuang muka saat menerima pesan itu membuat Randy bertanya-tanya pesan apa yang diterima oleh kekasihnya itu.


"Pesan dari siapa? Kenapa kau terlihat malas dan membuang muka?" Tanya Randy.


"Ah tidak, ini dari sepupuku, besok dia memintaku menjemputnya di airport "


"Menjemput di Airport? Memangnya dia darimana?"


"Dia sudah lama tinggal di luar negeri, dia sengaja datang untuk menghadiri pertunangan kita"


"Itukan bagus, lalu kenapa kau terlihat tidak senang? Apa kau bertengkar dengannya?"


Chitra merasa sangat tidak nyaman dengan kehadiran sepupunya itu, karena reputasi buruk yang dia dengar selama ini. Walaupun keluarganya mengatakan bahwa dia sudah baik-baik saja tetapi Chitra masih merasa khawatir dan ketakutan.


Dulu hubungan mereka sangat baik, hingga ada masa dimana sepupunya itu mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami cidera cukup parah dikepalanya. Setelah perjuangan yang luar biasa akhirnya dia sembuh tetapi ternyata itu adalah awal dari kekacauan keluarga mereka. Sepupunya itu sering bertingkah aneh dan akhirnya membuat orangtuanya membawanya ke luar negeri untuk berobat. Sejak saat itu hubungan Chitra dan sepupunya itu merenggang karena Chitra banyak mendengar hal buruk yang dilakukan oleh sepupunya itu dan kali ini dia datang untuk menghadiri pertunangannya.


"Ah tidak, kami tidak sedang bertengkar" Jawab Chitra dengan sedikit meragu.


****


Aditya dan Cahya akhirnya sampai dirumah, mereka memutuskan untuk kembali lebih awal agar Cahya bisa beristirahat dirumah dengan nyaman. Aditya melihat istrinya terlihat kelelahan saat naik tangga dengan perut besarnya, bagaimanapun dia harus segera mengajaknya untuk pindah dikamar bawah walaupun Aditya sendiri sangat tidak nyaman dikamar itu karena menurutnya terlalu sempit. Saat dulu Cahya memilih pindah kekamarnya sekarang, Aditya langsung merenovasinya agar lebih luas dan membuat ruang ganti untuk menyimpan semua pakaian, sepatu dan Tas milik Cahya serta barang-barang lain miliknya. Tetapi jika saat ini dia melakukannya itu terlihat percuma karena mereka pindah hanya untuk beberapa bulan sampai waktu Cahya melahirkan. Mau tidak mau Aditya tetap harus pindah kamar agar Cahya tidak semakin kesusahan.


Aditya merangkul Cahya dan menuntunnya pelan menaiki tangga. "Lebih baik besok kita segera pindah ke kamar bawah ya, lihatlah dirimu, badan kurusmu harus bersusah payah membawa perutmu yang besar"


"Iya terserah kau saja" Tutur Cahya sambil tersenyum.


Aditya membuka pintu kamarnya dan langsung menyuruh Cahya untuk beristirahat dan dia akan turun untuk mengambilkan istrinya minum. Saat akan turun Aditya berpapasan dengan Mamanya yang baru keluar dari kamarnya.


"Sayang, kamu sudah pulang? Bareng Adri?" Tanya Mamanya.


"Engga Ma, dia masih disana, nanti sore baru pulang kayak ngga tahu anak Mama aja"


"Biarkan saja, oh iya mana Cahya?"


"Cahya sedang beristirahat Ma, kasihan perutnya sudah semakin membesar jadi mudah kelelahan" Aditya melihat Mbak Tina sedang mau turun lalu dia memanggilnya.


"Mbak tolong buatkan Cahya jus semangka ya lalu antar ke kamar, kalau dia tidur jangan dibangunkan tarus saja dimeja"


Aditya mengajak Mamanya untuk duduk diruang keluarga dan mengobrol dengannya. Mamanya mulai menanyakan kabar Elea dan keluarganya. Aditya pun mengatakan jika semuanya dalam keadaan baik, dan Elea juga sangat semangat dengan pekerjaan barunya dikantor perkebunan. Mendengar itu, Mamanya sangat lega dan berharap yang terbaik untuk Elea.


Aditya pun membahas rencananya mengajak Cahya pindah ke kamar bawah karena tidak tega melihat istrinya semakin hari semakin kepayahan membawa perut besarnya. Mamanya pun langsung menyutujuinya dan akan menyuruh Mabk Tina untuk segera membersihkan dan menyiapkan kamar itu nanti agar besok bisa langsung ditempati.


"Papamu sedang pergi, sebentar lagi juga akan pulang"


"Kau tidak ke kamarmu?"


"Tidak Ma, aku tidak ingin mengganggu Cahya, aku disini saja menemani Mama mengobrol" Aditya memberikan senyumnya kepada Mamanya.


Ibu dan anak itu pun mengobrol berbagai hal diruang keluarga.


****


Setelah makan malam bersama orangtuanya, Aditya membawa nampan berisi makanan untuk istrinya karena tadi dia melarang Cahya untuk turun dan menyuruhnya untuk makan dikamar saja. Aditya masuk dan melihat Cahya sedang menonton televisi sambil memakan cokelat.


"Taruh cokelatmu dan makan makanan ini"


Cahya menoleh dan mendapati suaminya sedang memegang nampan berisi nasi serta udang goreng tepung kesukaannya, semangkuk sup dan jus serta segelas air putih.


"Wah ini enak sekali, ternyata ada sambelnya juga, suapi aku?" Pinta Cahya dengan suara manja.


"Suapi? Kau ini ada ada saja" Gerutu Aditya.


Aditya menuangkan sup ayam kedalam piring lalu mengambil sendok dan menyuapkannya ke Cahya. Sambil mengunyah Cahya mengambil udang goreng tepung dan mencocolkannya ke sambel yang ada dimangkuk kecil lalu melahapnya dengan penuh semangat. "Kau suami yang super siaga, aku sangat mencintaimu"


"Tentu saja kau sangat mencintaiku, mau dimana lagi kau bisa menemukan suami sepertiku, aku tampan, berwibawa, pemilik perusahaan besar, dan sexy tentunya seperti yang sering kau katakan padaku, ayo buka mulutmu lagi"


"Kau benar, aaaaa" Cahya membuka mulutnya dan menguyah makanannya setelah itu menelannya dan mengambil jus lalu meminumnya.


"Tiba-tiba aku merindukan Swiss, nanti kita harus kesana bersama anak kita ya, hmmmm aku juga ingin kembali liburan ke Maldives lagi" Ujar Cahya sambil menerawang.


"Tentu saja jika itu yang kau mau, tetapi tentu saja kita tidak bisa sebebas dulu jika kita pergi dengan anak-anak kita, kita tinggalkan saja mereka dirumah biar Mama dan ibu yang mengurus mereka jadi kita bisa bebas melakukan apapun berdua haha"


"Kau jahat sekali dan egois, tentu saja kita harus mengajak mereka"


Aditya melanjutkan menyuapi Cahya sampai makanan itu habis tidak bersisa, bahkan Cahya juga tidak membiarkan ada sisa kuah sup dimangkuknya. Setelah selesai, Aditya keluar dan membawa piring kotor itu ke dapur.


*****


Keesokan harinya, Chitra dan Mamanya sudah berada di Airport untuk menjemput keponakannya yang datang dari luar negeri. Sejak kemarin Chitra merasa tidak nafsu melakukan apapun semenjak dia mendapat kabar bahwa sepupunya itu akan datang dan Mamanya memintanya untuk menjemputnya. Atas desakan yang luar biasa dari Mamanya akhirnya dia mau untuk menjemputnya ditemani oleh Mamanya.


Mereka menunggu lebih dari satu jam, sampai akhirnya dari kejauhan mereka melihat seorang perempuan cantik memakai sweaater berwarna maroon dipadukan dengan celana jeans berwarna hita dengan rambut hitamnya yang teruarai panjang serta kacamata hitam yang menutupi matanya sedang berjaln menarik kopernya.


Menyadari itu adalah keponakannya, Mama Chitra langsung melambaikan tangannya memberi perempuan itu kode sambil berteriak memanggil nama keponakannya itu. "Cheryl........!!!"