SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 292



Aditya keluar dari kantornya setelah jam makan siang, dan kini sudah dalam perjalanan ke kantor polisi. Disana ibu mertuanya sudah menunggunya untuk menemui pelaku yang menyebabkan kebakaran. Sementara ibu Cahya di liputi rasa penasaran yang luar biasa siapa yang tega melakukan hal tersebut, karena selama ini dia merasa bahwa tidak pernah melakukan hal yang menyakiti orang lain tetapi kenapa ada orang yang tega menghancurkan bisnis yang baru di bangunnya.


Ibu Cahya masih menunggu kedatangan Aditya yang sudah dalam perjalanan. Tak lama akhirnya menantunya itu datang. Aditya langsung mengajak ibu mertuanya untuk masuk dan diarahkan ke ruangan kunjungan dan diminta menunggu karena tahanan akan segera dipanggil.


Hingga akhirnya yang ditunggu pun tiba, seorang perempuan yang terbilang masih muda keluar dengan pakaian tahanan berwarna oranye melangkah pelan sambil menundukkan kepalanya. Melihat siapa yang datang, Ibu Cahya dibuat sangat terkejut, karena itu adalah Farah yang tak lain adalah tetangganya. Farah adalah gadis yatim dan hanya tinggal dengan Ibunya dan 2 adiknya saja karena Ayahnya sudah meninggal.


Perempuan bernama Farah itu duduk di depan Aditya dan Ibu Cahya. Karena terkejut dan tidak menyangka dengan siapa pelakunya, mata Ibu Cahya sampai berkaca-kaca lalu tak lama menetes di pipinya.


"Farah! Kau? Jadi kau yang melakukan semua ini??? Ya Tuhan....!!!" Seru Ibu Cahya.


Sambil menangis, Farah memegang jemari Ibu Cahya dan meminta maaf atas semua yang sudah di lakukannya. "Bu Rina, saya meminta maaf tolong maafkan saya bu, saya menyesal sekali, tolong maafkan saya!"


"Farah, ya Tuhan, kenapa kau tega melakukan ini? Kau tahu kan bahwa aku yang menawarimu pekerjaan disana, aku datang ke rumahmu dan mengajakmu agar kau bisa bekerja dan membiayai sekolah adik-adikmu serta agar kau bisa membeli obat untuk ibumu yang sakit, tapi kenapa kau tega sekali melakukan ini?"


Farah memundurkan kursi yang di dudukinya dan langsung berlutut di kaki Ibu Cahya sambil terus menangis dan meminta maaf.


"Maafkan saya bu, maafkan saya, saya tahu saya salah, saya bodoh sudah menerima uang dari orang itu dan melakukan semuanya, saat itu saya benar-benar butuh uang untuk berobat ibu saya, Bu Rina tahu sendiri bahwa gajian masih lama tetapi saya tidak bisa menunggunya, jadi mohon bu Rina bisa mengerti keadaan saya, tolong maafkan saya"


Ibu Cahya menyeka airmatanya dan memegang kedua pundak Farah, menyuruh gadis itu agar bangun dan kembali duduk di kursi. Farah akhirnya berdiri dan melangkah kembali ke kursinya lalu duduk dengan masih terisak.


"Farah, jika kau kesulitan kenapa tidak mengatakannya padaku? Atau jika aku tidak ada disana kau bisa mengatakannya pada bu Ani, tentu kita bisa mencari solusi atas masalahmu, kau bisa mengambil gajimu lebih awal dari yang lain, tetapi lihatlah sekarang, akibat ulahmu semua jadi terkena imbasnya, mereka tidak bisa lagi bekerja, dan semua sudah habis terbakar, beras-beras di dalam karung, telur dan semuanya habis terbakar dalam sekejap, kenapa kau hanya memikirkan dirimu tanpa memikirkan yang lainnya?" Ucap Ibu Cahya dengan nada menahan marah. Gadis yang sudah dia tolong ternyata justru merusak seluruh tempat usahanya yang sudah Aditya bangunkan untuknya.


"Siapa yang membayarmu untuk melakukannya??" Aditya menatap Farah dengan tatapan tajam.


"Saya tidak tahu pak, dia seorang laki-laki wajahnya tertutup masker dan berkacamata hitam saat itu, saya hanya sekali bertemu dengannya dan dia langsung membayar saya serta menyuruh saya membakar tempat itu"


Aditya membuang muka dan menghela napasnya serta ingin berucap kasar, karena tidak mengetahui siapa orang itu. Aditya kemudian mengajak ibu mertuanya untuk segera pergi dari tempat ini. Mereka berdua berdiri dan hendak meninggalkan ruangan kunjungan tetapi sekali lagi Farah berlutut di kaki ibu Cahya meminta maaf. Karena masih merasa marah dan kesal dengan semua yang sudah dilakukan Farah, Ibu Cahya tidak memperdulikan permintaan maaf gadis itu dan tetap berjalan di samping Aditya.


Saat baru saja keluar dari kantor polisi, dan Aditya hendak ke mobilnya untuk kembali ke kantor, tiba-tiba ponselnya berdering dan security rumahnya yang menghubunginya.


"Ya pak! Ada apa???" Tanya Aditya dan kemudian terdiam sejenak mendengarkan security nya berbicara.


Aditya menghampirinya "Ibu! Ada keluarga Farah datang ke rumah untuk menemui Ibu, aku akan ikut pulang, Ibu ikut mobil Adit saja, biar Marco kembali sendiri"


Aditya memberikan beberapa lembar uang kepada Marco supir dari Cahya dan menyuruh lelaki itu agar membeli makan siang sebelum kembali karena dia yang akan membawa Ibu mertuanya pulang ke rumah. Aditya kemudian mengajak Ibu mertuanya ke mobilnya.


******


Semakin hari si kembar semakin susah untuk ditidurkan, dan dia cukup kesulitan melakukannya secara bergantian. Adiknya sudah kembali kemarin malam dan dia harus mengurus lagi si kembar sendirian. Kyra dan Kyros semakin aktif dan semakin suka melempar-lempar mainannya ke segala sudut ruangan hingga Cahya harus ekstra lebih bersabar lagi, karena disaat seperti inilah kedua anaknya sedang lucu-lucunya.


Setelah berhasil membuat kedua anaknya tidur siang, Cahya turun untuk memetik bunga mawar di halaman depan rumah, itu yang biasa dia lakukan setiap beberapa hari sekali untuk mengisi vas bunga yang ada di kamarnya. Bunga mawar di halaman depan sudah banyak yang bermekaran sedangkan di halaman belakang masih terlalu kecil untuk dipetik.


Sampai di depan pintu, Cahya melihat security nya membuka sedikit gerbang dan terlihat seperti berbicara dengan seseorang di luar gerbang tak lama securitynya menutup lagi gerbang itu. Cahya berjalan menghampiri security nya.


"Sedang berbicara dengan siapa pak??" Tanya Cahya.


"Oh itu bu, ada orang yang ingin bertemu dengan bu Rina, tadi saya sudah menghubungi pak Aditya dan beliau meminta agar menyuruh orang itu untuk menunggu di luar sampai pak Aditya dan bu Rina pulang, mereka sedang dalam perjalanan pulang sekarang"


"Memangnya yang di luar siapa??? Dan keperluannya apa dengan ibuku?"


"Ada ibu-ibu dan seorang laki-laki yang sepertinya itu anaknya, ibu-ibu itu mengatakan jika dia adalah ibunya Farah, saya juga tidak tahu apa keperluannya dia hanya mengatakan ingin bertemu dengan ibu Rina, tadi katanya sudah datang ke rumahnya mas Adri tetapi di beri tahu jika bu Rina ada disini makanya dia datang kesini"


Cahya mengernyit dan berpikir bahwa sepertinya orang itu punya kepentingan yang sangat mendesak dengan ibunya, tetapi kemudian dia mengingat sesuatu. "Eh pak, bisakah bapak membuka gerbangnya, saya ingin melihat siapa yang datang yang ingin menemui ibu saya"


"Maaf bu, saya takut nanti dimarahi pak Aditya kalau membiarkan ibu keluar rumah tanpa ijinnya, lebih baik bu Cahya menunggu pak Aditya saja"


"Pak, hanya membuka gerbangnya sedikit saja dan saya hanya ingin memastikan siapa yang datang, karena sepertinya saya tidak asing dengan orang itu, ayo buka saja saya hanya ingin melihat dan tidak akan kabur dari rumah, jika bapak takut dimarahi suami saya, saya yang akan bertanggung jawab, ayo cepat buka"


Security itupun membuka gerbang tidak kurang dari satu meter. Cahya berdir dan langsung mengingat orang itu saat pertama kali melihatnya. Cahya pun melangkah beberapa langkah ke depan gerbang dan menyapa ibu Farah dan adik dari Farah tetangganya dulu.


Tetapi tidak di sangkanya, ada seseorang yang mengambil foto Cahya yang sedang berdiri di depan gerbang, dan langsung mengirimkan foto itu kepada bosnya yang tak lain adalaha Cyntia. Dia sudah berhari-hari memantau rumah besar itu hanya untuk mendapatkan informasi serta kegiatan para penghuninya. Rumah itu sangat tertutup dan ternyata tidak sembarang orang bisa masuk karena harus mendapatkan ijin dari empunya, informasi itu tentu saja dia dapatkan setelah mengirim seseorang sebelumnya untuk masuk ke rumah itu dengan alasan ingin menemui Mama Aditya, dan diberitahu bahwa Mama Aditya sedang tidak berada dirumah, tetapi tentu saja orang suruhannya itu tidak kehilangan akal dan mencari alasan lain dengan mengatakan ingin menemui orang yang ada dirumah itu jika Mama Aditya tidak ada dirumah. Sayangnya usahanya gagal lantaran tidak diijinkan sebelum mengatur janji atau ada ijin dari Aditya agar bisa masuk. Dan saat ini dia mendapatkan info terbaru dari rumah itu, yaitu seorang perempuan cantik yang keluar dari dalam rumah besar itu dan langsung melaporkannya kepada Cyntia.