
Ariel mengejar Maysa dan berusaha menahannya agar perempuan itu tidak pergi. "Kenapa kau berpikir seperti itu? Bukankah sudah ku bilang dari awal bahwa aku ingin diberi kesempatan untuk bisa mengenalmu lebih jauh lagi, harusnya kau mengerti maksudku bahwa aku tidak hanya ingin berteman tetapi lebih dari itu? Kau tahu itu kan May???"
"Maaf aku tidak bisa, masih banyak perempuan lain yang lebih baik dariku jadi kau bisa mencarinya" Maysa mencoba menepiskan tangan Ariel, tetapi ternyata tidak mudah karena Ariel memegangnya sangat erat.
"May, aku tahu kau juga sudah mulai menyukaiku, tetapi kenapa kau bersikap seperti ini, ayolah May, kita mulai menjalin hubungan yang lebih serius lagi..! Aku ingin kau menjadi pendamping hidupku, aku sangat menyukai dan mencintaimu, kenapa kau menolakku???" Ucap Ariel lagi.
"Lepaskan aku dan biarkan aku pergi sekarang, aku mohon!"
"Tidak!!!" Seru Ariel. "Aku tidak akan melepaskanmu atau membiarkanmu pergi sebelum kau menerima permintaanku, aku sangat tahu bahwa kau juga menyukaiku, jujur saja" Suara Ariel meninggi.
Maysa mulai menangis, memang benar apa yang dikatakan Ariel bahwa sebenarnya dia juga mulai menyukai lelaki itu. Kedekatan mereka akhir-akhir ini telah mulai menumbuhkan benih-benih cinta. Ariel begitu baik padanya juga sangat perhatian, tetapi Maysa tidak menyangka jika Ariel memintanya untuk menjalin hubungan yang serius. Maysa takut Ariel nanti tidak bisa menerima keadaannya. Sebelun ini terlambat, Maysa harus segera menghindari Ariel dan tidak melanjutkan ini lagi.
Ariel memegang kedua bahu Maysa agar perempuan itu bisa menenangkan dirinya tetapi bukannya tenang, Maysa justru semakin terisak dan menatapnya dengan sedih. Ariel mulai menyadari bahwa sepertinya dia terlalu keras dan memaksakan kehendaknya sehingga Maysa sekarang menjadi menangis, mungkin bagi perempuan itu, ini terlalu cepat. Ariel berpikir mungkin Maysa saat ini pasti juga memiliki keraguan padanya, mengingat dia pernah gagal dalam berumah tangga dan kegagalan itu karena sebuah perselingkuhan yang dilakukannya dulu.
"May, aku minta maaf jika aku sudah memaksamu,aku tahu mungkin ini terlalu cepat dan kau pasti juga masih meragukanku mengingat aku pernah melakukan kesalahan besar di masalaluku, aku minta maaf atas apa yang baru saja kukatakan padamu, maafkan aku, aku sudah begitu lancang dan terlalu memaksakan kehendakku, tidak apa May jika kau menolakku, aku menerimanya, maafkan aku ya???" Ariel menatap Maysa sedih lalu melepaskan kedua tangannya yang memegang bahu Maysa.
Ariel terlihat sedih tetapi dia harus menerima kenyataan yang ada. Pasti akan sangat sulit mendapatkan perempuan yang mau menerima masalalunya yang begitu buruk. Apa yang dilakukannya dulu sudah memberi dampak yang begitu buruk, selain pada Elea pasti juga akan berpengaruh pada perempuan lainnya yang tahu tentang hal itu. Maysa perempuan yang baik, tentu dia pasti ingin mendapatkan laki-laki yang bisa menjaganya.
Sementara Maysa masih terisak tetapi kemudian dia menyeka airmatanya. Dia melihat Ariel yang memundurkan langkahnya, lelaki itu sangat sedih dan juga pasti kecewa kepadanya. Sebenarnya tadi dia menolak bukan karena alasan masalalu Ariel, Maysa bisa merasakan bahwa laki-laki itu sedang dalam tahap berubah menjadi lebih baik dan mungkin dia juga bisa menerimanya karena setiap manusia pasti memiliki kisah kelamnya di masalalu. Masalalu Ariel bisa dirubah untuk menjadi lebih baik tetapi permasalahannya saat ini adalah masalalunya sendiri, Maysa tidak bisa merubahnya, masalalu itu begitu buruk serta tidak akan pernah bisa diperbaiki selamanya. Maysa takut Ariel tidak bisa menerimanya jika hubungan mereka dimulai bahkan Ariel juga ingin menjadikannya sebagai istrinya.
"Tidak perlu minta maaf, aku menolakmu bukan karena masalalumu, aku yakin kau sudah berubah dan tidak akan mengulanginya lagi, kau sangat baik dan kau layak mendapatkan perempuan yang baik juga!" Gumam Maysa.
"Bukan.....!!!!! Sudah kubilang bukan...!! Aku sudah tidak virgin lagi..!!!" Seru Maysa kesal, mendengar itu wajah Ariel langsung berubah seketika. Maysa kemudian tersenyum sedih.
"Melihat ekspresimu, aku yakin kau pasti tidak akan menerima hal itu kan??? Itulah penyebabnya aku tidak bisa menerima permintaanmu, aku memang mulai menyukaimu juga tetapi aku tidak bisa menjadi perempuan yang sempurna untuk bisa kau nikahi" Ucap Maysa sedih, airmatanya mulai tumpah lagi dan isakan Maysa semakin menjadi-jadi.
Ariel menjadi tidak tega melihatnya, Maysa terlihaat begitu sedih, dia pun memeluk Maysa untuk menenangkannya. Ariel bingung kenapa Maysa begitu sedih hanya karena hal itu, menurutnya itu bukan hal besar yang harus terlalu dipermasalahkan karena di jaman sekarang mungkin hal itu sudah cukup biasa, lalu kenapa Maysa begitu mempermasalahkannyal.
"May, kenapa kau menjadikan itu alasan untuk menolakku?? Kau tahu kan aku juga bukan laki-laki yang suci, aku tidak akan mempermasalahkan hal semacam itu, well jika aku mendapatkannya kuanggap itu bonus untukku tetapi bukan berarti itu menjadi syarat atau kewajiban untukku saat mencari pasangan, aku akan menerima semua kekuranganmu, setiap pasangan harus saling melengkapi bukan?? Itu yang akan aku lakukan nanti, jadi kau jangan terlalu memikirkan hal itu!"
Sambil terisak dipelukan Ariel, Maysa pun menceritakan bahwa dia sejak dulu memiliki prinsip untuk menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya kelak, akan tetapi pasangannya yang kemarin itu selain bersikap buruk, suka mabuk-mabukan serta sering meminta uang kepadanya, lelaki itu jugalah yang sudah merenggut mahkotanya yang sudah berusaha dia jaga dengan baik. Dia dipaksa untuk melakukannya dengan ancaman akan dipukul jika tidak mau melakukannya, karena terlalu cinta, dengan perasaan sedih Maysa pun akhirnya merelakannya.
Itu juga yang menjadi salah satu alasannya tidak bisa meninggalkan lelaki itu, padahal sikap lelaki itu sangat buruk dan suka bermain tangan. Maysa sering sekali mendapat perlakuan kasar jika keinginan mantan kekasihnya itu tidak dia penuhi. Lelaki itu selain meminta uang juga selalu memaksa Maysa untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, dan tentu saja Maysa tidak pernah bisa menikmatinya, dia selalu dilingkupi ketakutan dan rasa penyesalan, tetapi tidak sanggup untuk menolaknya. Maysa sering mendapatkan pukulan dan tamparan jika berusaha menolak, baik saat dia tidak mau memberikan uang atau saat dia menolak berhubungan. Tetapi pada akhirnya dengan berat hati dan keyakinan penuh, Maysa harus meninggalkan lelaki itu jika ingin hidupnya menjadi lebih baik walaupun kedepannya dia harus memikul beban berat karena tidak bisa menjaga kehormatannya untuk suaminya kelak. Itu sebabnya dia sangat takut saat tadi Ariel mengungkapkan perasaan padanya, takut Ariel suatu saat akan marah kepadanya karena hal itu.
Mendengar semua itu, Ariel sangat terkejut dan mengutuk apa yang sudah dilakukan lelaki itu pada Maysa. Ariel mengusap lembut punggung Maysa yang terisak dipelukannya, berusaha menenangkan oerempuan itu. Pantas saja Maysa begitu sedih saat mengungkapkan kebenaran tentang dirinya, menandakan bahwa perempuan itu sangat sukar dengan keadaan dirinya sendiri. Ariel tidak menyangka Maysa mengalami hal semacam itu, bagaimana bisa ada laki-laki yang tidak mau bekerja tetapi malah meminta uang pada kekasihnya, dan jika keinginanya tidak dituruti akan marah dan melakukan kekerasan, itu sangat buruk sekali.
Ariel melepaskan pelukannya lalu memegang kedua bahu Maysa dan menatapnya dengan dalam kemudian menyeka airmata Maysa. "May, dengarkan aku, aku akan menerima semua kekuranganmu, jangan lagi khawatirkan hal itu, setiap orang memiliki masalalunya masing-masing, kau dan aku juga demikian, kita harus sama-sama saling melengkapi oke??? Aku akan menerimamu, kau juga harus melakukannya, kita harus meninggalkan masalalu dan memulai hal yang baru, kau mau kan menerima pernyataan cintaku??? Kau mau kan menjadi kekasihku???"
Maysa tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Dengan perasaan bahagia Ariel memeluknya lagi dan mengucapkan terima kasih padanya karena sudah mau menerima cintanya.