SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 08



Sepertinya kondisi Aditya belum sepenuhnya membaik, badannya masih menggigil dan terkadang terasa panas, hanya saja sakit kepalanya sudah tidak terasa lagi dan Aditya masih enggan makan karena mulutnya terasa tidak enak dan pahit, tetapi Mamanya memaksanya untuk makan sebelum minum obat walau dia menyerah dalam 3 suapan saja. Setelah meminum obat Adit merasa sangat mengantuk lalu dia tertidur dengan cepat dan Nyonya Harry tidak ingin mengganggu putranya yang tampak lelap tertidur.


Adri tampak terlihat sudah bersiap untuk menjemput Chika dan berpamitan kepada Mama dan Papanya, Adri lupa memberitahu Mamanya bahwa Chika akan datang bersama ibu serta kakaknya dan benar saja Mamanya marah karena ia tidak mempersiapkan apapun kalau akan ada tamu tetapi Adri menjelaskan bahwa mereka hanya menjenguk Aditya tetapi tetap saja Mamanya memarahinya.


...***...


Sampailah mereka dirumah Aditya dan disambut oleh Tuan dan Nyonya Harry, dan Chika mengenalkan ibu beserta kakaknya, Nyonya Harry tampak sangat senang dengan kehadiran Chika dan keluarganya. Chika pun menanyakan keadaan Aditya, Tuan Harry pun menjelaskan bahwa Aditya masih terlelap setelah meminum obatnya, mereka memutuskan untuk melihatnya nanti saja setelah Aditya sudah bangun dari tidurnya.


“Bu Rina, kedua Putri anda sangat cantik-cantik dan sangat manis, aku sangat senang karena beberapa hari ini Chika datang kesini dan menemani saya, dari dulu saya ingin sekali memiliki seorang putri tapi Tuhan memberiku 2 orang putra” puji Nyonya Harry.


“Terima kasih Bu, maaf jika Chika merepotkan anda, saat dia berkunjung kesini” ibu Rina berucap sambil menundukkan kepala memohon maklum.


“Chika tidak pernah merepotkan saya, dia sangat manis, bolehkah saya menganggapnya sebagai Putri saya?? Dan Cahya juga dia sangat cantik dan Adri bilang Cahya pandai memasak, kapan-kapan Tante ingin mencoba masakannya, bolehkan nak??”


“Tentu saja boleh tante, kapanpun tante bisa datang kerumah kami, kak Cahya pasti akan menyiapkan makanan istimewa untuk Tante” Celetuk Chika dan membuat semua yang ada disana tersenyum.


Adri turun dan memberitahu bahwa Aditya sudah bangun lalu mempersilahkan semuanya untuk naik dan menengok Aditya.


Aditya terkejut dengan kedatangan keluarga Chika terlebih dia melihat perempuan yang berdiri dibelakang mamanya, Aditya tersenyum walau tampak masih lemah lalu Adri menata bantal agar kakaknya bisa duduk diranjang.


“Kakak bagaimana keadaanmu sejak kemarin aku mengkhawatirkanmu” ucap Chika membuka obrolan. Aditya tersenyum sambil mengucapkan terima kasih kepada Chika karena kemarin seharian dia sudah menemani mamanya karena itu membantu agar mamanya tidak terlalu mengkhawatirkan keadaannya.


Mbak Tina ART Aditya datang membawakan sup jagung yang dibawa oleh Cahya untuk Aditya karena sudah saatnya Aditya meminum obatnya dan perutnya harus diisi oleh makanan.


“Adri! Suapilah kakakmu dengan Sup Jagung yang sudah Cahya bawakan untuknya” Perintah Mamanya dan dengan terpaksa Adri menurutinya.


“Aku pulang ke Jakarta untuk liburan dan kau malah membuatku tidak bisa menikmati liburanku dengan baik, Kau sengaja sakit ya saat aku pulang padahal sebelumnya kau tidak pernah sakit, kau ini merepotkan saja, segeralah menikah agar ada yang merawatmu saat kau sakit” Gerutu Adri yang membuat suasana menjadi tawa.


“Enak ga kak? sup Buatan Kak Cahya??” Chika bertanya dan dijawab Aditya dengan anggukan kepala. Setelah beberapa suap, Adri mengambilkan obat untuk kakaknya.


Cahya tiba-tiba merasa ingin buang air kecil dan menanyakan setengah berbisik dimana kamar mandinya, Mama Aditya pun menunjukkan kamar mandi dikamar Aditya.


“Kakak sudah meminum obatnya dia pasti sebentar lagi mengantuk lebih baik kita semua keluar dan membiarkan dia beristirahat lagi” Adri menyarankan agar meninggalkan Aditya agar bisa beristirahat dengan nyaman.


“Ada apa? Kamu butuh apa?” Tanya Cahya panik.


“Aku ingin minum tetapi aku terlalu lemah untuk mengambil gelasnya dan aku malah menjatuhkannya” Dengan suara pelan Aditya menjelaskan.


“Kalau kau membutuhkan sesuatu panggillah seseorang jangan mencoba sendiri kalau kau tidak mampu, sebentar akan kubereskan pecahan kaca ini dan akan ku ambilkan kau minum dibawah”


Cahya membersihkan pecahan gelas yang dijatuhkan Aditya, diam-diam Aditya tersenyum melihat Cahya dia senang sekali Cahya datang menjenguknya dan dia tidak menyangka sekali. Tak sengaja Cahya melihat ART Aditya sedang lewat didepan pintu dan Cahya langsung memanggilnya agar membawakan air untuk Aditya.


“Kenapa kamu disini apa kamu tidak kekantor, inikan hari kerja?” Aditya membuka obrolan agar Cahya lebih lama dikamarnya.


“Aku mengambil cuti 2 hari untuk beristirahat” Jawab Cahya singkat.


“Oh kamu mengambil Cuti aku pikir kamu sengaja ijin karena mau menjengukku” Canda Aditya agar Cahya mau tersenyum tetapi ternyata Aditya tidak mendapatkan senyum itu. Mbak Tina datang mengantar Air untuk Tuan Mudanya dan juga memberitahu Cahya bahwa sedang ditunggu dibawah untuk makan siang, sebelum kebawah Cahya membantu Aditya untuk minum.


...***...


“Maaf bu Rina, Chika dan Cahya, anak saya Adri tidak memberitahu saya kalau kalian mau datang kemari jadi kami tidak mempersiapkan apapun, jadi saya memutuskan untuk memesan makanan ini direstoran, sekali lagi saya minta maaf”.


“Tidak apa-apa bu Dina, justru malah kami yang merepotkan ibu sekeluarga”


“Ah tidak sama sekali bu Rina, terima kasih sudah berkenan menjenguk Aditya, dan Cahya terima kasih sudah membuatkan Sup Jagung untuk anak saya, Aditya makan cukup banyak tadi dibanding kemarin dan tadi pagi dia hanya mau beberapa suap saja tapi saat memakan sup buatanmu dia hampir menghabiskannya”


“Sama-sama tante, jika memang Aditya menyukainya besok saya buatkan lagi dan biar Chika mengantarkannya kemari”


“Terima kasih Cahya Sayang, kamu kalau ada waktu senggang datanglah kemari, tante akan senang sekali karena tante sudah menganggap kamu dan Chika adalah putri tante” Nyonya Harry berucap lembut karena merasa bahagia dengan kehadiran Chika dan keluarganya, entah kenapa dia merasa sangat ingin lebih dekat dengan mereka, keluarga sederhana yang penuh dengan cinta.


Setelah makan siang selesai Adri mengantarkan Chika dan keluarganya pulang, Adri merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan Chika, sejak melihat Chika pertama kali di Kampus Adri sudah jatuh cinta dengan Chika, Chika gadis yang sederhana, penuh keceriaan dan cerdas dan tidak mudah untuk mendapatkannya karena Chika tau Adri adalah putra konglomerat dan Chika hanya gadis sederhana tetapi Adri berusaha meyakinkannya bahwa Adri sangat mencintainya dan tidak memandang status dan derajatnya perlahan Adri bisa membuktikannya dan Chika menerimanya.


Kebahagiaan Adri bertambah saat datang membawa Chika kerumah orang tuanya dan mengenalkan Chika pada ibunya dan raut kebahagiaan terlihat dari wajah mamanya menandakan bahwa Mama dan Papanya menerima Chika dengan sangat baik dan Chika dengan kepolosan dan kesederhanaannya bisa membuat seluruh keluarga Adri menerimanya dengan baik. Bahkan kakaknya yang terkenal pemaksa dan galak itu juga sangat mendukung hubungannya dengan Chika, walaupun saat dia akan datang kerumah Chika siang itu tiba-tiba kakaknya datang dan memaksa ikut, Adri sangat ketakutan, takut kalau Aditya akan merasa risih saat dirumah Chika karena dia tau betul selama ini kehidupan kakaknya seperti apa tetapi sampai disana ketakutannya hilang bahkan Aditya tampak sangat nyaman dan menikmati hidangan sederhana yang disajikan oleh keluarga Chika dengan baik bahkan kakaknya itu berjanji ingin kembali lagi kesana untuk menikmati masakan ibu dan kakak Chika. Saat ini Adri hanya berharap semoga hubun gan keluarganya dan keluarga Chika berjalan dengan baik.