
Karena mendengar keributam diluar, Viona yang ada didalam kamar tidak berani keluar sampai akhirnya dia terkejut mendengar suara yang sangat dikenalnya. Ariel akhirnya terkapar dilantai dan tidak sadarkan diri, kemudian 3 pria itu menghentikan aksinya. Suami Viona pun memanggil mereka menyuruh untuk mendobrak pintu kamar Ariel.
Beberapa kali percobaan akhirnya pintu itu terbuka, Viona langsung diseret oleh suaminya. Viona terus memberontak sampai akhirnya dia ditampar oleh suaminya itu.
"Kau pikir selama ini aku tidak tahu seluruh aktifitasmu, kau pikir aku bodoh, dasar wanita jalaang....!!! Kau memanfaatkan pria bodoh itu untuk kesenanganmu sendiri sampai kau lupa akan tugasmu sebagai istri, ayo cepat ikut aku pergi dari tempat ini" Teriak suami Viona dengan penuh kemarahan. Lelaki itupun menjambak rambut Viona dan menariknya dengan kasar hingga membuatnya berteriak karena kesakitan.
Ariel sudah tidak sadarkan diri dengan wajah penuh luka dan darahnya keluar dibeberapa area wajahnya. Suami Viona dan ketiga anak buahnya serta Viona meninggalkan apartment Ariel.
****
Cahya sedang asyik menonton televisi karena Kyros dan Kyra sudah tertidur dikamarnya sejak tadi, sedangkan Aditya disibukkan dengan pekerjaan diruang kerjanya. Sampai akhirnya Aditya kembali ke kamar dan menghampiri Cahya.
"Kau kembali, apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Cahya.
"Sudah, apa putri dan pangeran kita sudah tidur??"
"Mereka tidur sejak dua jam yang lalu, kau juga ganti pakaianmu dan tidurlah, beberapa hari ini kau kurang tidur karena menemaniku mengurus bayi kita, kau harus istirahat yang cukup jangan sampai sakit"
Aditya memegang bahu Cahya dan membuat Cahay berhadapan dengannya. "Aku memang butuh tidur nyenyak, bisakah kau membantuku?" Aditya memegang rahang Cahya lalu mellumat bibir istrinya itu dengan lembut dan perlahan. Cahya pun membalasnya dengan memaminkan lidahnya didalam mulut Aditya, mereka berdua larut dalam ciuman itu.
Aditya memegang pergelangan tangan kanan Cahya, lalu mengarahkannya diantara kedua pahanya. "Karena aku tidak bisa menghangatkannya ditubuhmu, mau kah kau menghangatkannya dengan jemarimu itu atau dengan mulutmu? Aku sangat menginginkannya?" Bisik Aditya ditelinga Cahya, seketika membuat wajah perempuan itu memerah.
Aditya terus menggerakkan jemari Cahya dan menggesekkannya diatas kejantaanannya yang masih tersembunyi dibalik celananya sambil terus mencium bibir Cahya. Aditya pun bergegas membuka resleting celana nya agar Cahya bisa melakukan apa yang diminta nya, tetapi kemudian terdengar suara tangisan dari kamar Kyra dan Kyros. Cahya langsung melepaskan ciumannya dan mendorong Aditya.
"Sepertinya itu tangisan Kyros, aku akan melihatnya, kau pergilah dan ganti pakaianmu lalu tidur" Cahya berucap sambil tersenyum.
"Astaga Nak.... Kenapa kau tidak bisa sebentar saja membiarkan Ayahmu ini bermesraan dengan ibumu, ya Tuhan" Gumam Aditya kesal.
Cahya hanya tertawa melihat tingkah Aditya, dia pun berdiri dan pergi menuju kamar Kyros dan Kyra. Benar saja Kyros menangis karena merasa lapar, Cahya langsung mengangkat dan menimangnya lalu menyusuinya.
Beberapa saat kemudian, Aditya sudah berganti pakaian tidur dan masuk ke kamar bayinya. Terlihat Cahya sedang duduk menyusui putranya, Aditya lalu memilih duduk disofa sambil memperhatikan Cahya. Hingga akhirnya Aditya tertidur disofa itu. Setelah Kyros kembali tertidur, Cahya menaruhnya di box bayinya lalu pergi mengambil selimut untuk Aditya. Cahya tidak ingin membangunkannya karena Aditya terlihat begitu lelap. Cahya kemudian berbaring di ranjang kecil yang memang sengaja dibuat untuk memudahkannya beristirahat menjaga bayinya.
*****
Seorang laki-laki keluar dari lift dengan istrinya, mereka berjalan menuju apartment mereka, dan baru saja mereka pulang dari sebuah pesta. Apartment miliknya berada tepat didepan apartment Ariel. Pandangan mereka tertuju pada pintu apartment Ariel yang setengah terbuka padahal ini sudah sangat larut.
Karena merasa curiga dan berniat memanggil pemiliknya, pria itupun berjalan menuju apartment Ariel. Pria itu mulai mengetuk pintu dan mencoba memanggil dengan mengucapkan permisi tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Hingga akhirnya pandangannya tertuju dilantai, dia melihat ada bercak darah didepan pintu. Dia pun perlahan mengarahkan pandangannya terus ke bawah hingga akhirnya dia terkejut menemukan seseorang sedang tergeletak dilantai. Pria itu langsung memanggil istrinya dan memintanya untuk menemaninya masuk melihat keadaan Ariel.
"Astaga tubuhnya penuh dengan luka lebam, dan lihatlah ada darah dari hidungnya?" Ucap wanita itu.
Lelaki itu langsung mencoba mengecek napas Ariel dengan menaruh jari telunjuknya didepan hidung Ariel.
"Dia masih hidup, kita harus membawanya ke rumah sakit, cepat kau panggil ambulance dan hubungi pihak resepsionist" Pintanya pada istrinya.
****
Ariel akhirnya dibawa oleh ambulance dan ditemani oleh pria itu. Sesampainya di rumah sakit Ariel langsung dibawa ke IGD dan mendapat perawatan disana. Cukup lama dokter dan perawat memeriksa Ariel, hingga membuat pria yang menolongnya itu tertidur di kursi tunggu.
Sampai akhirnya, dokter dan perawat keluar dari IGD dan membangunkan pria itu.
"Apa anda keluarganya?" Tanya Dokter.
"Tidak Dok, saya tadi menemukannya tergeletak dilantai apartmentnya, kebetulan saya tinggal tepat didepan Apartmentnya, bagaimana dok kondisinya?"
"Lukanya cukup parah, ada beberapa retakan ditulang lehernya dan di dada nya, bahkan tulang hidungnya juga bergeser, kami harus segera melakukan operasi, dan ini adalah barang-barang miliknya yang ada disaku celananya, ada ponsel dan dompet, mungkin anda bisa menghubungi pihak keluarganya dengan ponselnya"
..."Bro!! Besok kita jadi bertemu jam 10 kan?"...
Pria itu pun langsung membuka pesan itu, dan berusaha menghubungi orang yang mengirim pesan itu. Dia mencoba menghubungi beberapa kali tetapi tidak ada jawaban. "Ini sudah dini hari, pasti orang itu juga sedang beristirahat, aku akan mencoba menghubunginya lagi besok"
****
Pagi harinya Randy sedang bersiap untuk pergi menjemput Chitra dan mengantarnya ke kantor. Dia melihat ponselnya dan menemukan bahwa dia mendapat beberapa panggilan dari Ariel. Randy pun langsung menghubungi Ariel tetapi tidak ada jawaban darinya.
"Kemana sih ni anak, chat cuma dibaca doang ga dibales malah nelpon, ditelpon balik ga diangkat" Gerutu Randy.
Saat dalam perjalanan menuju rumah Chitra, ponsel Randy berdering dan menemukan nama Ariel disana.
"Woe Iel, dari mana saja kau, aku sudah menghubungimu sejak tadi tetapi tidak kau jawab"
"Maaf, saya bukan pemilik ponsel ini, saya hanya ingin memberitahukan jika pemilik ponsel ini sekarang sedang berada di rumah sakit, semalam saya menemukannya sedang terkapar di apartmentnya"
"Apa.....???? Kau ini siapa? jangan mengarang cerita konyol, dimana Ariel?"
"Saya tinggal didepan apartment pak Ariel, semalam saya menemukannya dalam keadaan babak belur sepertinya dia habis berkelahi dan saat ini kondisinya buruk, kalau bisa anda datang saja kemari, karena saya tidak tahu harus menghubungi siapa? Kondisi pak Ariel cukup serius dokter bilang ada beberapa tulangnya yang retak dan bergeser"
"Oke terima kasih aku akan segera kesana, di rumah sakit mana?"
Pria itupun memberitahu Randy di rumah sakit mana Ariel dirawat. Karena sudah berada di kompleks perumahan Chitra, Randy pun berniat mengajak Aditya.
****
Cahya sedang memakaikan pakaian pada Kyra, sedangkan Aditya sedang menggendong Kyros dan menciumi pipinya.
"Anak Papa ini harum sekali dan terlihat sangat tampan seperti Papa" Ucap Aditya sambil terus menciumi leher dan dada Kyros, membuat bayi itu terus tertawa karena merasa geli.
Suara ketukan pintu kamar membuat Aditya yang sednag menggendong Kyros teralihkan. Cahya beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan Kyra disana untuk membuka pintu.
"Randy kau, tumben datang pagi-pagi..!"
"Adit ada Ca?" Tanya Randy.
"Ada, masuklah dia sedang menjaga anak-anak didalam"
Randy mengikuti Cahya dibelakang, dan masuk ke kamar bayinya. Aditya terkejut melihat kedatangan Randy dan menanyakan ada keperluan apa dia datang sepagi ini. Randy pun menjelaskan kepada Aditya tentang apa yang terjadi dengan Ariel. Cahya yang mendengarnya juga sangat terkejut.
"Bagaimana bisa itu terjadi? Dia berkelahi dengan siapa?"
"Entahlah Dit, orang itu bilang kondisi Ariel cukup serius, dan sekarang lebih baik kita kesana untuk melihat keadaan Ariel, mungkin kita akan tahu jawabannya disana"
Aditya memberikan Kyros pada Cahya, dan berpamitan untuk pergi dengan Randy melihat kondisi Ariel.
*****
Disisi lain, suami Viona mengurung Viona semalaman dikamar mandi, membuat peremouan itu menggigil kedinginan sepanjang malam. Viona terus bergumam kesal karena semua rencananya telah gagal. Dia bebar-benar tidak menyangka jika suaminya telah membuntutinya selama ini. Dia terus bergumam kesal karena setelah ini pasti Ariel tidak akan lagi mau memaafkan dirinya, bahkan semalam Viona melihat Ariel terkapar dengan kondisi yang snagat mengerikan.
"Aaaaaarrrrrrggghhhhh sialaaaannnn.... Pria tua ini telah menggagalkan semuanya, usahaku sekarang menjadi sia-sia...... aaaaarrrrggghhh" Viona bergumam kesal sambil memukulkan tangannya di pintu kamar mandi.