SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 282



Beberapa hari kemudian...


Setelah menghabiskan waktu liburnya dengan datang ke rumahnya juga rumah Elea, Danist dan juga Elea akhirnya hari ini memulai aktifitas mereka yaitu kembali ke kantor perkebunan. Tentu setelah cuti melahirkan selama tiga bulan juga mendapatkan tambahan libur dari Aditya dan tinggal bersama Danist di Swiss, pekerjaan Elea sangatlah banyak dan harus bisa dia tangani. Danist juga sibuk berurusan dengan plt GM yang menggantikannya selama dia pergi kemarin. Sedangkan Gienka dalam penjagaan Mama Elea dan juga besannya yaitu Mama Danist di rumah.


Sementara pak Andi sudah menyiapkan dirinya untuk menemui Danist dan mengatakan semuanya sayangnya lusa kemarin saat dia datang ke tempat tinggal Danist dan Elea, dia hanya bertemu dengan Chika. Dan Chika mengatakan jika Danist dan Elea baru akan kembali esok harinya karena mereka masih berada di rumah Elea. Tentu saja pak Andi merasa sedikit kecewa, karena selain ingin bertemu dengan Danist dan mengatakan semuanya dia juga sudah membawa banyak hadiah untuk Gienka cucunya. Dan hari ini dia akan kembali datang karena sudah jelas, Danist pasti sudah kembali kesana.


Setelah nanti berhasil mengungkapkan identitasnya dan menjelaskan semuanya, pak Andi baru berniat untuk memberitahu Ariel. Setidaknya yang paling utama saat ini adalah Danist lebih dulu. Jika semua tidak menemui kendala, dengan segera pembagian seluruh asetnya kepada Ariel dan Danist akan diselesaikan dengan segera oleh pengacaranya. Pak Andi keluar dari kantornya dan langsung menyuruh supirnya untuk kembali membawanya ke tempat tinggal Elea.


*****


Sampailah pak Andi dirumah Danist dan Elea, dengan beberapa barang bawaannya untuk Gienka yang dibawa oleh pengawalnya. Dia mengetuk pintu rumah itu dan tidak lama Mama Elea keluar.


"Eh pak Andi!"


"Selamat sore, kemarin lusa saya datang karena saya kangen dengan Gienka, tetapi Chika bilang kalian belum kembali"


"Iya pak, kami baru kembali semalam, mari silakan masuk, Gienka ada dibelakang bersama suami saya, saya akan panggilkan, silakan"


Mama Elea langsung melangkah menuju halaman belakang dimana suami dan cucunya sedang bermain. Dengan segera dia memberitahu suaminya agar ke ruang tamu membawa Gienka menemui Ayah Ariel sementara dia akan membuatkan minuman untuk tamunya itu.


Papa Elea menyalami Ayah Ariel, ini adalah kali pertamanya bertemu dengan mantan besannya. Dia kemarin-kemarin hanya mendengar bahwa Ayah sering datang berkunjung untuk bertemu Gienka. Kesan pertamanya setelah bertemu dengan Ayah Ariel adalah bahwa lelaki ini terlihat begitu baik dan dia merasa heran kenapa Ariel memiliki sikap yang tidak baik seperti Ayahnya. Papa Elea memberikan Gienka kepada Ayah Ariel dan dia menerimanya dengan senang dan menciumi cucunya dengan penuh kasih sayang.


"Senang akhirnya bisa bertemu dengan anda pak Frans" Ucap Ayah Ariel.


"Saya juga senang bisa bertemu dengan anda, saya sibuk di luar kota jadi pulang kesini hanya beberapa kali dalam sebulan, saya beberapa kali mendengar jika anda sering datang mengunjungi Gienka"


"Itu sudah menjadi kewajiban saya, Gienka adalah cucu saya jadi saya juga ingin memiliki kedekatan dengannya, sebelumnya saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada anda atas apa yang sudah terjadi diantara anak-anak kita dulu, saya merasa gagal sebagai orangtua dalam mendidik putra saya" Ungkap Ayah Ariel dengan nada sedih.


"Semua sudah terjadi, saya dan istri saya juga berusaha melupakan semua yang terjadi mengingat sekarang Elea juga sudah menemukan kebahagiaannya, dan saya juga melihat Ariel menyayangi Gienka dengan sangat baik, serta keduanya juga sepakat untuk memberikan yang terbaik untuk Gienka tanpa harus mengungkit yang dulu-dulu, bukankah itu yang terpenting" Ujar Papa Elea seraya mencoba tersenyum. Sebenarnya dia masih menaruh sakit hati kepada Ariel mengingat apa yang sudah diperbuat lelaki itu pada Elea akan tetapi Elea sudah menjelaskan padanya bahwa dia dan Ariel akan bekerja sama untuk kepentingan Gienka kedepannya.


"Saat saya kesini dan bertemu dengan Elea saya selalu merasa malu, sudah pasti begitu banyak penderitaan yang dialaminya kemarin karena ulah Ariel dan dia dengan mudahnya mau memaafkannya dan masih mengijinkan Ariel dan saya untuk bertemu dengan Gienka"


Dan saat keduanya sedang asyik mengobrol, ternyata Danist dan Elea baru saja tiba dari kantor. Melihat kehadiran Ayah Ariel dengan sopan Elea dan Danist menyalaminya, bahkan lelaki tua itu langsung memeluk Danist sambil menggendong Gienka, dia merasa bahagian sekali karena akhirnya bisa bertemu kembali dengan putranya setelah berbulan-bulan tidak melihatnya, dan saat ini dia akan mengungkapnya identitasnya kepada Danist, dia tidak peduli bagaimana reaksi dari Danist nantinya, mungkin akan marah tetapi tentu saja Danist tidak akan bisa mengelak bahwa kenyataannya dia adalah putranya.


"Senang sekali bisa melihatmu lagi Dan....!!! Bagaimana pekerjaanmu disana kemarin apa semuanya lancar"


"Alhamdulillah semua lancar pak, saya juga senang bisa bertemu lagi dengan anda"


"Syukurlah, selain untuk bertemu Gienka, aku datang juga ingin bercakap-cakap denganmu"


Saat memeluk Danist, pandangan pak Andi langsung tertuju kepada perempuan yang berjalan di belakang Danist. Ternyata mantan istrinya ikut datang kesini bersama Danist. Tatapan tajam langsung didapatkan oleh pak Andi dari bu Sari, mengisyaratkan bahwa wanita itu sedang memberi peringatan kepadanya. Perlahan dia melepaskan pelukannya pada Danist, dia harus sedikit bersabar dan mencari waktu yang pas untuk berbicara dengan Danist, yaitu saat Sari sedang tidak berada di ruangan ini.


Mama Danist pun langsung menaruh curiga dengan apa yang tadi didengarnya bahwa mantan suaminya itu ingin bercakap-cakap dengan Danist. Dia mulai ketakutan jangan-jangan lelaki itu ingin mengatakan semuanya kepada Danist, itu akan sangat tidak baik, dia harus bisa menghalangi itu semua agar tidak boleh terjadi.


"Danist sayang, kau pasti lelah, lebih baik kau pergi mandi lebih dulu, ada mertuamu disini, ada Mama dan Elea juga yang akan menemani tamu kalian, pergilah" Ucap Mamanya.


Sepertinya Mamanya benar, seharian ini dia sudah bekerja dan lebih baik mandi lebih dulu agar tubuhnya merasa ringan. "Iya Ma, dan maaf pak Andi say permisi ke kamar dulu, badan saya lengket sekali karena seharian ini saya menghabiskan waktu membaca banyak dokumen, berkeliling di perkebunan juga pabrik jadi tubuh saya banyak berkeringat tadi"


"Ya tentu saja, silakan nak, kau pasti lelah sekali, kita bisa berbicara nanti"


Danist pun meninggalkan ruang tamu untuk ke kamarnya. Hingga akhirnya dia kembali lagi menemui Ayah Ariel yang sedang mengobrol dengan Elea juga Papa mertuanya, juga ada Mamanya.


Dan ternyata Mama Danist sama sekali tidak bergeming dari sofa tempat dia duduk sampai hari sudah hampir gelap. Pak Andi merasa kesal kepada mantan istrinya itu karena sepertinya wanita itu bisa membaca arah yang ingin dia tempuh hingga tidak membiarkan dia bisa berbicara berdua dengan Danist. Karena hari sudah gelap dan semua rencananya hari ini sepertinya gagal, Sari sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk bersama Danist, akhirnya pak Andi memilih untuk berpamitan pulang saja karena akan percuma saja dia berada ditempat ini jika masih ada Sari disebelah Danist. Dengan perasaan kesal dan kecewa dia pulang dan akan berusaha lagi mencari waktu yang tepat untuk bisa mengatakannya pada Danist.


****


Tengah malam tiba, jam menunjukkan sudah hampir jam 1 dini hari. Di waktu seperti inilah semua orang sedang tidur dengan lelapnya, dan sekarang saatnya dia melancarkan aksinya. Tadi dia sudah menyiapkan segalanya dengan sangat baik dan tentu sekarang pasti sudah menyebar keseluruh ruangan hingga hanya dengan sebuah percikan api, semuanya akan langsung tersambar dan terbakar habis.


Perlahan dia mulai mengendus dan memotek obat nyamuk itu beberapa senti dan menjadi beberapa bagian dan menyalakan semuanya. Kemudian berjinjit dan memasukkan obat nyamuk yang terbakar ke lubang kecil ventilasi dapur dan beberapa ruangan lainnya. Dia menunggu beberapa menit hingga akhirnya dia mulai melihat ada sinar berwarna jingga yang menandakan bahwa api sudah menyala, bergegas dia berlari pergi dan tidak sabar dengan apa yang terjadi esok hari.