
Aditya menerima ciuman Cheryl, dia menarik Cheryl dan kini mereka berdua saling berpelukan dan berguling diatas ranjang. Ciuman mereka semakin panas, kini Cheryl berada diatas Aditya, dia melepaskan jas Aditya dan melemparkannya entah kemana kemudian Aditya menggulingkan Cheryl yang kini berada diatasnya. Dia berusaha menurunkan gaun Cheryl tetapi kemudian saat Aditya memejamkan matanya sambil menikmati ciuman itu Aditya dikejutkan dengan munculnya bayangan seorang balita dan mengucapkan kata " Papa ". Sontak Aditya terkejut dan membuka matanya lalu mendorong Cheryl.
Bergegas Aditya bangkit dari tempat tidur dan menyadari kesalahannya. Dia bergegas pergi dan meminta maaf pada Cheryl serta mengatakan jika ini seharusnya tidak terjadi.
" Sorry Cheryl, aku telah melakukan kesalahan, aku harus pergi"
Cheryl hanya terdiam menatap kepergian Aditya, tidak menyangka jika disaat seperti ini Aditya justru meninggalkannya, Cheryl masih bingung sebenarnya apa yang terjadi pada Aditya.
Cahya sudah lama menunggu Aditya tetapi lelaki itu belum juga pulang, sampai akhirnya Cahya tertidur disofa menunggu suaminya yang tak kunjung pulang. Semua makanan dan Cake yang sudah disiapkannya masih tertata rapi diatas meja.
Aditya sampai dirumah 1jam kemudian, dan menyuruh supirnya untuk membawa saja mobilnya karena sudah larut malam. Dia langsung masuk ke rumah dan langsung kekamarnya, tidak menyadari jika Cahya sedang tertidur disofa.
Aditya langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan air hangat, dia benar benar mengutuk dirinya, hampir saja dia hilang kendali atas dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia ingin mengkhianati pernikahannya, dia punya Cahya yang sangat dicintainya, walaupun keadaan Cahya sedang tidak baik tetapi dia tetap istrinya. Bahkan Cahya telah menyelamatkannya saat Theo ingin membunuhnya, dan itu yang akhirnya membuat mereka kehilangan bayi mereka. Semua tidak sepenuhnya salah Cahya, bahkan keadaan istrinya saat ini juga tidak lepas dari kesalahannya. Aditya memukulkan tangannya ke tembok, kesal dengan dirinya sendiri.
Kemudian Aditya tersadar, saat masuk ke kamar dia tidak melihat Cahya di ranjang. Bergegas dia memakai handuk dan keluar untuk mencari Cahya. Dia berlari ke dapur dan terkejut melihat semua yang ada diatas meja. Ada lilin yang menyala hampir habis ditengah meja, dan dikelilingi masakan kesukaannya, serta sebuah Cake sederhana yang dilapisi krim dan coklat diluarnya bertuliskan HAPPY BIRTHDAY ADIT SAYANG.
Aditya meneteskan airmatanya, tidak menyangka jika Cahya sudah menyiapkan ini semua, bahkan dengan bodohnya dia hampir saja terlena dengan perempuan lain. Menyadari kesalahannya Aditya kembali mencari Cahya, langkahnya terhenti saat melihat gerakan diatas sofa. Dia mendekatinya, ternyata Cahya tertidur disana dan seperti sedang kedinginan. Segera Aditya mengangkatnya dan membawanya ke kamar, membaringkannya lalu menyelimutinya.
Aditya mengambil kesimpulan jika Cahya sedang menunggunya untuk memberikannya kejutan sampai dia ketiduran disofa. Aditya kemudian ikut berbaring disamping Cahya dan berkali-kali mengucapkan permintaan maaf. Lalu memeluk Cahya dan ikut tertidur bersamanya.
*****
" HAPPY BIRTHDAY...!!!"
Aditya mengerjapkan matanya dan menemukan Cahya tersenyum padanya serta masih terbaring disampingnya sambil bertumpu pada sikunya dan miring menghadapnya.
Aditya mengerjapkan matanya lagi lalu teringat jika hari ini adalah ulang tahunnya. " Thank You" gumamnya tersenyum.
Cahya terkekeh lalu bangkit dari ranjang. " Kau pulang jam berapa semalam, aku menunggumu sampai tertidur, apakah begitu banyaknya pekerjaan hingga kau pulang selalu larut, aku ingin meminta maaf padamu atas segala sikap dan perbuatanku selama ini, aku sangat menyesal dan lagi-lagi aku melakukan hal yang kekanak-kanakan, maafkan aku" Ucap Cahya menyesal.
" Sstttt kenapa kau harus minta maaf, aku yang harusnya meminta maaf karena bukannya aku menghiburmu aku justru mengabaikanmu, kau sudah menyiapkan dinner romantis untuk kita tapi aku justru pulang terlambat, sorry"
" Tidak apa, nanti aku akan menyiapkannya lagi, sebentar aku akan mengambilkan cake yang aku buat untukmu"
Cahya beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar untuk mengambil cake yang dibuatnya untuk Aditya. Lalu menancapkan lilin diatasnya dan membawanya kembali ke kamar.
" Sebelum kau meniup lilinnya, jangan lupa ucapkan permintaanmu lebih dulu" ucap Cahya.
" Aku meminta agar istriku kembali padaku, dan menghiasi wajahnya dengan senyuman manisnya"
Cahya tersenyum dan mengatakan jika dia akan kembali lagi pada suaminya dan akan berusaha menebus kesalahannya dengan membuatnya bahagia. Cahya menaruh Cake yang dipegangnya ke meja, lalu kembali menghadap Aditya dan menundukkan kepalanya lalu mengecup lembut bibir suaminya.
" Maafkan aku, aku pikir aku melakukan semuanya untuk menghukum diriku sendiri tetapi ternyata tanpa kusadari aku juga telah menghukummu padahal kau tidak salah apapun, aku mencintaimu, maafkan aku" Cahya memeluk Aditya yang duduk bersandar di ranjang.
" Aku juga sangat mencintaimu"
Cahya melepaskan pelukannya lalu kembali naik ke atas ranjang, tetapi dia duduk diatas paha Aditya dan langsung menciumnya. Dia sangat merindukan bibir manis Aditya. Tetapi ternyata tidak ada reaksi dari suaminya itu, akhirnya Cahya terpaksa melepaskan bibirnya dan hendak pergi karena malu.
Aditya tertawa melihat kekesalan diwajah Cahya, lalu menarik istrinya dan saat Cahya jatuh diatas ranjang, Aditya langsung menindihnya.
" Hahaha bagaimana perasaanmu saat keinginanmu ditolak? itulah yang aku rasakan saat kau menolak ciumanku waktu itu, aku sangat kesal" Ujar Aditya.
" Jadi kau balas dendam kepadaku??? Kau jahat sekali, sekarang biarkan ku pergi mandi" Ucap Cahya kesal.
" Ketika kau sudah terperangkap, aku tidak akan melepaskannya, kau sudah membuatku terlalu lama menahan ini, sekarang kau tidak akan kulepaskan, aku yakin kau juga merindukannya" Aditya menggesekkan badannya ke Cahya dan Cahya bisa merasakan bahwa kepemilikan suaminya yang berada dibalik selimut sedang tegang.
Aditya mulai mencium bibir Cahya, mereka saling berpagutan lalu mulai saling memasuki dan menjelajah satu sama lain. Sampai akhirnya ciuman itu terlepas dan nafas mereka terengah-engah.
" Sudah cukup lama, aku ingin segera memasukimu"
Tak menunggu waktu lama, Aditya langsung melepaskan dress yang dipakai Cahya, dan langsung menenggelamkan dirinya dalam-dalam karena sejak semalam dia hanya berbalut handuk dan saat bangun sudah tidak tahu handuknya berada dimana.
Setelah menenggelamkan dirinya Aditya bergerak dengan cepat, dia benar-benar sudah merindukan istrinya. Gerakan Aditya membuat Cahya terus bergumam tidak karuan merasakan sensasi luar biasa.
Tidak butuh lama, Aditya langsung meledak didalam tubuh Cahya.
" Aku meledak lebih cepat karena aku sangat merindukanmu jadi aku tidak bisa mengendalikannya, terima kasih, aku mencintaimu Ca" Napas Aditya terengah-engah dan langsung mengangkat badannya agar tidak membebani Cahya lalu berpindah ke samping istrinya. Mereka berdua tertidur setelah percintaan itu.
****
Bunyi bel rumah berbunyi memaksa Cahya untuk bangun dan segera memunguti pakaiannya lalu memakainya. Sedikit merasa jengkel karena ini weekend siapa yang bertamu. Setelah berpakaian, Cahya langsung berjalan untuk membuka pintu. Saat pintu dibuka Cahya melihat seorang wanita cantik datng membawa paperbag ditangannya. Dia seperti pernah melihat wanita ini, tetapi dimana, Cahya mencoba mengingatnya.
Sebelum mengingat lebih jauh ternyata wanita itu menanyakan apakah benar ini rumah Armand Aditya dan mengenalkan dirinya sebagai Cheryl. Cahya mengangguk dan sedikit bingung karena mengingat dia pernah bertemu wanita ini dimana.