
Gienka hanya tersenyum kemudian berdiri dari kursi kerjanya dan menedekat lalu memeluk Ariel. "Aku sudah menyukainya sejak lama, tetapi dia sulit sekali untuk peka, saat ini dia sedang berada jauh, menurut Papa Iel apa yang harus aku lakukan???"
"Katakan saja...! Apa susahnya???" Ucap Ariel.
"Lalu bagaimana jika dia menolakku???" Tanya Gienka lagi.
"Siapa yang bisa menolak putriku yang cantik ini???"
"Papa...!!" Gienka semakin mempererat pelukannya pada Ariel.
"Jika dia menolakmu tidak apa, karena kau bisa mencari yang lain, kau cantik, cerdas dan luar biasa, kau pasti akan mudah mendapatkan yang lebih baik dari dia, tapi memangnya dia siapa??? Dia temanmu atau dia ceo dari perusahaan yang mungkin Papa mengenalnya??"
Gienka menggelengkan kepalanya dan tidak mau memberitahu siapa laki-laki yang dia sukai karena itu masih belum.pasti, dan jika keinginannya itu terpenuhi baru dia akan memberitahu Ariel. Karena sudah malam, Ariel meminta Gienka beristirahat agar tidak terlambat bangun lagi seperti tadi pagi, dan pekerjaan bisa dilanjutkan esok hari di kantor.
Ariel keluar dari kamar Gienka, sementara Gienka menutup laptopnya dan berganti pakaian sebelum dia tidur. Setelah berganti pakaian, Gienka mengambil bingkai foto dimana disana ada fotonya bersama Kyra dan Kyros lalu membuka pintu dan keluar ke balkon kamarnya. Duduk diam di sebuah kursi kayu, memeluk foto itu dan memandang ke langit.
"Ky....! Entah kapan kita akan bertemu lagi, entah kapan juga kau akan kembali kesini, mungkin benar kata Papa Iel bahwa aku harus mengatakan perasaanku padamu, dan jika kau kembali tentu aku akan mengatakan semuanya padamu Ky...! Dulu saat kecil kau selalu mengajakku untuk menikah, tetapi kenapa selama ini kau tidak peka akan hal itu, saat ini aku benar-benar menunggumu untuk melakukan apa yang dulu kau janjikan kepadaku! Aku berharap kau kembali dalam keadaan sehat dan kau segera pulang kesini, aku sangat merindukanmu Ky..." Gumam Gienka kemudian memejamkan matanya dan mendekap erat bingkai foto itu.
★★★★★★
Beberapa hari kemudian.......
Gienka datang ke kantor Kyra untuk pertama kalinya, setelah sahabatnya itu diangkat menjadi pimpinan disana. Kemarin saat bertemu dengan Kyra, dia meminta agar sekali-kali Gienka mau datang ke kantor barunya. Dan hari ini karena Gienka ada waktu luang maka dia memutuskan untuk datang. Sebenarnya selain untuk mengunjungi Kyra, Gienka juga ingin menyamlaikan sesuatu kepada sahabatnya itu.
Ketika memasuki ruangan itu, Gienka langsung memuji ruangan Kyra yang terlihat simple tetapi sangat bagus dan cantik. Sangat sesuai dengan diri Kyra yang menyukai hal simple tetapi tetap bagus. Sementara Kyra langsung membalikkan pujian Gienka, dimana nanti jika sudah waktunya, Gienka juga akan mendapatkan hal ini, mengingat sahabatnya itu adalah pewaris utama dari perusahaan properti terbaik dinegeri ini, yang tentunya akan memiliki hal yang lebih luar biasa darinya.
"Hahaha dan itu akan membuatku semakin sibuk saja...!!" Tawa Gienka terdengar renyah.
Kyra kemudian menyuruh Gienka agar duduk dulu sambil menunggu minuman yang sedang disiapkan. Kyra kemudian bercerita jika kemarin dia membaca berita di website resmi dari tempat Kyros bekerja bahwasannya Kyros dan teman-temannya telah berhasil kembali ke Bumi dengan selamat. Dan berita itu sangat membuat keluarganya sangat bahagia, sayangnya Kyros masih belum menghubungi mereka karena dia pasti saat ini sedang dalam proses pemulihan serta penyesuaian setelah berbulan-bulan berada di luar bumi. Dan mereka harus bersabar sedikit lagi menunggu Kyros menghubungi mereka.
Mendengar itu, wajah Gienka berubah menjadi sumringah. Kyros sudah kembali, itu adalah kabar yang sangat menggembirakan untuknya. Gienka sangat tidak sabar lagi untuk bisa berbicara dengan Kyros. Tetapi Gienka segera menghilangkan kebahagiaannya itu agar Kyra tidak curiga dan hanya mengatakan bahwa dia sangat bersyukur Kyros kembali dalam keadaan selamat.
"Ah tidak... Kau datang saja dengan Geffie, biasanya kau suka mengajaknya!!"
"Geff sedang ada pensi di sekolahnya, aku tidak bisa mengajaknya, ah lagipula kau juga tidak ada kesibukan apapun kan di malam minggu, ayolah Ra...!!" Pinta Gienka sambil merengek.
"Tidak Gie, aku malas sekali....! Kau cepat cari pacar supaya tidak pusing mencari teman saat akan menghadiri pesta!"
"Itu dia kenapa aku mengajakmu, kita bisa cari pacar disana, temanku itu seorang pemain sepakbola, dia baru saja kembali kesini setelah bertahun-tahun diluar negeri untuk membela tim sepak bola lamanya, dia kembali karena dia menerima tawaran untuk tim baru disini, jadi bayangkan betapa akan banyak laki-laki tampan disana, ayo pokoknya kau harus ikut denganku besok, aku akan menjemputmu dirumah, jangan menolak, oke aku harus kembali lagi ke kantor, bye Kyra...!!" Gienka memeluk dan cipika cipiki dengan Kyra lalu melenggang pergi tidak membiarkan Kyra berbicara ataupun menolak keinginannya. Karena Gienka sangat tahu jika dia melakukan itu, Kyra tidak akan pernah bisa menolak keinginannya.
"Dia selalu saja begitu...!!! Sangat tahu kelemahanku agar aku tidak menolak keinginannya, dasar Gienka..." Gumam Kyra kesal.
★★★★★
Keesokan harinya, Cahya membawa jus untuk Kyra yang sedang berenang lalu memanggil putrinya itu agar mengehentikan aktifitasnya dan minum lebih dulu. Kyra pun naik dan menghampiri Cahya lalu duduk dan mengusap wajahnya dengan handuk sebelum akhinya meminum jus buatan Ibunya.
Kyra pun memulai obrolannya dengan Cahya dengan membahas tentang pesta nanti malam dimana Gienka mengajaknya untuk menghadiri pesta itu. "Seperti biasa Mam, Gienka selalu pergi setelah meminta sesuatu padaku membuatku tidak bisa menolaknya, dia seolah tahu kelemahanku bahwa aku tidak akan bisa menolaknya jika setelah meminta dia langsung pergi, Gienka menyebalkan sekali....!" Gumam Kyra dengan kesal.
Cahya justru tertawa mendengar cerita dari putrinya itu, dia teringat jika apa yang dilakukan oleh Gienka pada Kyra mengingatkannya dulu pada sikap Elea kepadanya. Sama persis seperti Gienka dan Kyra saat ini.
Kyra mengernyit melihat Amamnya justru menertawakannya. "Mam, kenapa tertawa? Apa ada yang salah dengan kekesalanku pada Gienka???" Tanya Kyra.
"Tidak sayang.... Hanya saja dari ceritamu itu, Amam jadi teringat dengan Elea, kau tahu bahwa dulu Elea juga suka melakukan hal yang sama pada Amam, setelah memaksa dia langsung meninggalkan Amam sehingga Amam tidak bisa menolak keinginannya!"
'Benarkah??? Haha??" Kyra tertawa tidak mengira jika hal itu dulu juga pernah terjadi antara Amamnya dan Mama Elea.
"Ya, itulah yang terjadi, pernah suatu hari Elea mengajak Amam ke pesta, saat itu Amam kesal sekali tetapi ternyata di pesta itulah pertama kalinya Amam bertemu dengan Apapmu!"
"Cieeeee.....!!!" Kyra menggoda Cahya. Dia sangat tahu bagaimana kisah cinta kedua orangtuanya, dan baru tahu ternyata sikap pemaksa Elea itu adalah awal dari pertemuan orangtuanya karena yang Kyra tahu bahwa Amam dan Apapnya bertemu di pesta serta bagaimana Aditya menyelamatkan Cahya dari penghinaan perempuan lain.
Kyra selalu berharap memiliki kisah cinta yang indah seperti orangtuanya, sayangnya saat dia mulai memberi kepercayaan pada Zayan, lelaki itu justru meninggalkannya dan berselingkuh darinya. Mengingat itu selalu membuat dada Kyra terasa sesak. Zayan sangat jahat sekali kepadanya padahal dia sangat mencintai lelaki itu.