SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 291



Setelah membicarakan bisnis, Aditya mengajak Ariel dan Randy untuk pergi lagi ke kantor polisi. Sepertinya pihak kepolisian telah menemukan sesuatu tentang perkembangan masalah kebakaran yang terjadi. Dan sekarang mereka dalam perjalanan kesana. Entah apa berita terbaru dari kepolisian, yang jelas Aditya sangat berharap permasalahan itu sudah ada titik terangnya. Setidaknya setelah itu dia bisa merasa tenang begitu juga dengan ibu mertuanya.


Sampai disana, Aditya langsung menemui pihak kepolisian yang menangani masalah ini. Aditya dipersilahkan untuk duduk.


"Baik pak Aditya terima kasih anda sudah berkenan datang lagi, jadi setelah kemarin saya memberitahukan kepada anda bahwa kejadian ini ada unsur kesengajaan di dalamnya dan kami sudah menemukan siapa pelakunya dari semua saksi-saksi yang sudah kami periksa"


"Sudah menemukan pelakunya??? Siapa pak??"


"Salah seorang karyawan yang bekerja disana"


"Salah satu karyawan???" Seru Aditya terkejut.


"Ya pak Aditya, setelah kami interogasi lebih jauh lagi dia akhirnya mengakuinya, dia sengaja membocorkan semua gas di dapur sebelum pulang lalu sengaja datang pada tengah malam dan menjatuhkan obat nyamuk yang menyala, tentu saja gas yang sudah menyebar langsung menyambar api di sekitarnya dan terjadi kebakaran, tetapi dia mengatakan bahwa ada orang yang membayarnya sehingga dia mau melakukan itu"


Aditya mengernyit, ternyata benar dugaannya bahwa tempat itu sengaja di bakar oleh seseorang, tetatpi lebih parahnya lagi orang itu adalah salah satu karyawan. "Ada yang membayarnya??? Siapa???"


"Itu pengakuannya dan dia sendiri tidak mengenal orang yang membayarnya hanya saja dia hanya pernah sekali bertemu, tetapi mungkin ibu mertua atau keluarga bapak ada masalah dengan orang lain sehingga mungkin membuat orang itu melakukan hal itu?"


Aditya terdiam dan berpikir siapa yang berani melakukan hal semacam ini. Aditya juga merasa bahwa selama ini keluarganya tidak pernah terlibat masalah dengan siapapun. Aditya memutuskan untuk kembali pulang lebih dulu dan mendiskusikan ini dengan keluarganya karena mungkin dengan itu dia bisa mendapatkan petunjuk. Dan setelah itu dia akan mengajak Ibu mertuanya untuk menemui pelaku, sehingga mendapatkan lebih jelas maksud dan tujuannya melakukan itu.


Aditya keluar kemudian kembalian menemui Ariel dan Randy yang menunggunya. Tanpa berbicara banyak Aditya lalu mengajak kedua sahabatnya itu untuk pulang dan bersama-sama membicarakan hal ini, karena Aditya juga membutuhkan bantuan keduanya untuk memecahkan permasalahan ini.


*****


Saat sampai di rumah, Aditya langsung menyuruh Cahya untuk memanggil ibunya. Ketika semua sudah berkumpul, Aditya mulai menceritakan semuanya yang tadi dia dengar di kantor polisi jika memang ada kesengajaan dalam insiden kebakaran itu juga mengatakan jika pelakunya adalah salah seorang dari pegawai yang bekerja disana dan saat ini sudah ditahan.


Sontak Ibu Cahya di buat terkejut dan tidak percaya bahwa ada yang sengaja membakar tempat usahanya yang tidak lain adalah pegawainya sendiri. Aditya kembali menjelaskan jika ada yang membayar orang itu untuk melakukannya dan meminta untuk mengingat-ingat adakah diantara anggota keluarganya yang akhir-akhir ini memiliki permasalahan dengan orang lain yang bisa jadi memicu kejadian ini terjadi.


Semua terdiam dan mencoba mengingat-ingat, cukup lama sekali tetapi tidak ada satupun yang memiliki permasalahan dengan orang lain, baik itu Cahya, Ibunya juga Chika, mereka kompak mengatakan jika tidak memiliki permasalahan dengan siapapun.


"Ibu, maaf! Mungkin Ibu pernah memarahi seorang pegawai ibu karena dia berbuat salah atau bagaimana??" Tanya Aditya.


Ibu mertuanya menggelengkan kepalanya. "Tidak Dit, Ibu tidak pernah memarahi siapapun"


"Tunggu-tunggu....!" Sela Ariel kemudian. "Mungkin saja bukan dendam karena sebuah masalah atau yang lainnya, bisa jadi ini terjadi karena iri atau semacamnya, persaingan bisnis maksudnya, mungkin di tempat itu atau disekitarnya ada yang memiliki usaha yang sama jadi ketika tempat ini berdiri ada yang merasa tersaingi"


"Ya, apa yang diucapkan Ariel benar, lebih baik kau dan Ibu besok ke kantor polisi saja dan menemui pelakunya, tanyakan lagi kenapa dia melakukan hal sekejam itu pada kita, setidaknya kita bisa mendengarkan apa yang dia inginkan lalu kita bisa mengoreksi apa yang salah dengan diri kita" Ujar Cahya.


Semua terdiam dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Cahya, memang lebih baik menanyakan langsung alasan kenapa orang itu tega melakukan hal ini. Walaupun dia dibayar tetapi pasti memiliki alasan kenapa mau menerima tawaran itu.


******


Setelah dari rumah Aditya, ternyata Ariel tidak langsung kembali pulang melainkan kembali lagi ke kantor Aditya. Tadi dia sudah menghubungi Maysa bahwa dia akan mengantar perempuan itu untuk mengambil mobilnya di bengkel. Dia sudah dihubungi pihak bengkel bahwa mobil sudah di derek kesana dan juga sudah selesai diperbaiki. Maysa menolak untuk di jemput oleh Ariel dan berniat mengambil mobilnya sendiri karena tidak ingin merepotkan Ariel, tetapi Ariel memaksa dan tetap mau menjemputnya.


Ariel menunggu Maysa di parkiran sambil melihat ke arah pintu keluar kantor Aditya, sebentar lagi jam pulang kerja. Tidak lama karyawan mulai keluar, termasuk Maysa, Ariel bergegas menyalakan mobilnya dan menghampiri Maysa.


Ariel keluar dari mobil dan melangkah mendekati Maysa. "Sore May, ayo masuk" Ariel membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan masuk.


"Pak Ariel, saya kan sudah mengatakan tidak perlu menjemput saya"


"Tidak apa-apa, ayo sebelum bengkelnya tutup"


Maysa terlihat meragu tetapi kemudian dia masuk ke mobil Ariel karena merasa tidak enak dan Ariel sudah menjemputnya. Ariel juga masuk ke mobilnya dan mulai mengemudikannya.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini May??" Tanya Ariel membuka obrolannya lagi.


"Lancar pak" Jawab Maysa singkat.


"Kau sepertinya sangat menyukai pekerjaanmu sebagai seorang sekretaris, apa karena itu sudah menjadi keinginanmu sejak dulu???"


Maysa tersenyum. "Iya Pak, dulu ibu saya juga seorang sekretaris dan aku melihatnya sangat keren, jadi aku juga ingin seperti dia"


"Wow....!!! Lalu profesi Papamu?"


"Papaku meninggal saat aku masih kecil, dan Mama harus bekerja keras sendiri untuk menghidupiku, Mama pergi ke Jakarta sementara aku tinggal bersama nenekku di Surabaya tetapi suatu hari Mama memilih untuk berhenti menjadi sekretaris lalu memilih pulang"


"Apa Mamamu tidak menikah lagi?"


"Pernah tetapi hanya sebentar lalu berpisah bahkan aku juga belum tahu seperti apa wajah suami keduanya, setelah itu Mama pulang dan membuat usaha di rumah, setelah lulus aku yang bergantian datang kesini dan menjadi sekretaris juga seperti Mama"


Ariel menoleh ke arah Maysa dan diam-diam melempar senyum ke arah perempuan itu. Sepertinya Maysa adalah perempuan yang mandiri dan mencintai Mamanya, terlihat dari perawakan Maysa yang lembut. Mamanya pasti merasa bangga memiliki seorang putri seperti Maysa. Dan pasti mereka Mama Maysa adalah perempuan hebat sehingga bisa memiliki anak seperti Maysa yang sangat mengerti keadaanya.


Sampailah mereka di bengkel, Ariel dan Maysa turun dan masuk ke bengkel. Ariel menemui pemilik bengkel dan menanyakan tentang kerusakan mobil Maysa.


Tak diduga Ariel menanggung semua biaya kerusakan mobil Maysa. Terjadi perdebatan antara dirinya dan Maysa karena sudah tentu Maysa menolaknya, karena merasa terlalu berlebihan dan Ariel juga sudah membantunya. Tetapi tentu saja bukan Ariel jika tidak bisa menangani permasalahan seperti ini. Akhirnya mau tidak mau Maysa pun menuruti dan membiarkan Ariel membayar tagihan bengkel itu.