SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 105



Didalam mobil Cahya hanya diam karena masih diselimuti kemarahan pada Aditya. Sedangkan Aditya masih bingung dengan apa yang terjadi pada istrinya.


"Sayang, kamu kenapa sih? Marah karena nungguin aku meeting ya? Kan tadi kamu sendiri yang bilang kalau kamu akan nungguin aku, aku juga ga maksa kamu buat ikut aku, kamu sendiri yang mau"


Cahya masih diam dan tidak mau merespon apapun. Cahya merasa tidak dihargai oleh Aditya selama ini, padahal selama ini dia sering mengatakan mencintainya tetapi dikantornya justru tidak ada fotonya malah foto perempuan lain. Aditya melirik ke arah Cahya menunggu istrinya itu mengatakan sesuatu padanya tetapi yang didapatnya hanya kemarahan yang coba ditahan oleh Cahya.


"Sayang, kita lunch dulu ya? Aku sangat lapar, kamu juga pasti lapar, kasihan bayi kita kalau perut kamu ga terisi apapun, makan apa aja deh terserah kamu, kalau makan bakso atau nasi padang gimana, kita kesana ya?"


"Ga usah!!! Aku bilang kan aku mau pulang sekarang, kalau kamu ga mau antar aku pulang, turunin aja aku disini aku bisa pulang sendiri, berhenti"


"Iya iya kita langsung pulang sekarang deh, udah dong jangan ngambek, kita pulang sekarang ya"


***


Sesampainya dirumah Cahya langsung masuk ke kamar dan tidak mengatakan apapun, sedangkan Aditya tidak tahu harus berbuat apa, perutnya sendiri terasa sangat lapar. Aditya pergi ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan, karena tadi pagi semua orang pergi jadi mbak Tina tidak memasak apapun untuk makan siang. Aditya hanya bisa pasrah memakan apel yang ada diatas meja makan.


Seorang perempuan cantik memakai celana jeans dan Tshirt putih berjaket hitam, rambut hitamnya terurai dengan indahnya, turun dari mobilnya. "Permisi!!!" Ucapnya diluar gerbang, beberapa saat kemudian security datang dan menanyakan keperluannya.


"Maaf pak, apa Tante Dina ada dirumah"


"Oh Nyonya, beliau sedang keluar bersama Tuan sejak pagi mbak, ada yang bisa saya bantu?"


"Oh sedang keluar ya, berarti dirumah sedang tidak ada siapapun dong?"


"Ada sih mbak, barusan Pak Aditya sama Bu Cahya datang"


"Oh Dede ada dirumah ya? Bisa buka gerbangnya saya mau masuk"


Perempuan itu hendak kembali ke mobilnya dan membawanya masuk tetapi security menahannya. "Maaf mbak, sebelum anda masuk, saya harus minta ijin dulu sama pak Aditya, apa anda diijinkan masuk atau tidak"


Perempuan itu tampak menggerutkan keningnya dan berpikir apa sampai segitunya mau berkunjung saja harus meminta ijin dulu supaya bisa masuk.


Aditya sedang menggigit sebuah apel dan ponselnya berdering, ternyata security rumahnya yang meneleponnya. "Hallo... Ada apa pak?" Tanya Aditya.


"Ini pak, ada yang mau bertamu, seorang perempuan, apakah boleh saya ijinkan untuk masuk"


"Perempuan??? Siapa?" Aditya menunggu securitynya menanyakan nama perempuan itu.


"Katanya namanya Olu"


Cukup lama Aditya diam tetapi kemudian menyuruh security nya untuk membukakan gerbang dan membiarkan perempuan itu masuk. Beberapa menit kemudian suara bel rumah berbunyi bergegas mbak Tina membukakan pintu, dan Aditya keluar dari ruang makan untuk menemui perempuan itu.


"Dede.....!!!! Aahhhhhh apa kabar?"


"Olivia, astaga kenapa tidak menghubungiku kalau kau pulang"


"Tidak akan surprise jika aku menghubungimu atau tante, ah dan ya kenapa sepertina sulit sekali sekarang saat mau masuk kesini, aku cukup lama berdiri diluar, jahat sekali"


Aditya lalu mempersilahkan perempuan bernama Olivia itu untuk duduk, dan menyuruh mbak Tina untuk membuatkan minum untuk tamunya. Aditya sangat senang Olivia datang mengunjunginya karena sudah sangat lama mereka tidak bertemu, Mamanya juga pasti sangat senang melihat Olivia ada disini tetapi sayangnya saat ini Mamanya tidak berada dirumah.


***


Cahya keluar kamar karena tadi dia sempat mendengar suara bel berbunyi dan penasaran dengan siapa yang datang bertamu. Cahya turun dan melihat Aditya sedang duduk bersebelahan dengan seorang perempuan dan mereka tertawa serta bercanda seolah sangat akrab. Aditya melihat kedatangan Cahya dan memberitahu Olivia bahwa istrinya datang. Olivia langsung berdiri dari duduknya dan berlari kearah Cahya lalu memeluknya.


"Ya Tuhan, akhirnya aku bertemu denganmu, maafkan aku dulu tidak datang ke pernikahan kalian, pernikahan kalian begitu mendadak membuatku tidak bisa mengatur jadwalku, kenalkan aku Olivia aku sahabat Dede ups maksudku Aditya" Olivia melepaskan pelukannya dan mengulurkan tangannya menyalami Cahya.


Sejenak Cahya terhenyuk dan berpikir bahwa dia seperti pernah melihat perempuan ini, kemudian teringat bahwa perempuan ini yang dipeluk Aditya difoto yang ada dikantor suaminya yang membuatnya menjadi kesal dengan Aditya.


"Hei, apa kau tidak mau membalas menjabat tanganku?" Ucap Olivia karena Cahya justru diam dan sibuk degan pikirannya sendiri.


Cahya bergegas membalas uluran tangan Olivia. Olivia merangkul Cahya dan mengajaknya untuk duduk.


"Oh wow De, kau benar-benar tidak tanggung tanggung mencari istri, dia benar-benar sangat cantik jika dilihat secara langsung, ku dengar kau sedang hamil ya? Aku ucapkan selamat untuk kalian"


"Terima kasih Olivia" Jawab Cahya singkat


"Panggil saja aku Olu, itu panggilan kesayangan suamimu untukku dan aku memanggilnya Dede, Mamaku berteman baik dengan tante Dina jadi kami berteman sejak masih kecil bahkan 1sekolah sampai lulus SD, kau tahu waktu kecil dia tidak bisa jauh dariku, dia selalu marah jika ada anak laki-laki yang ingin mengajakku bermain, dia selalu mengatakan jika Olu adalah milikku kau tidak boleh bermain dengannya hahaha saat kecil dia sangat payah dan menyebalkan, dia selalu menciumku jika ada kesempatan dan aku selalu menangis setelah dicium olehnya"


Cahya terkejut mendengar ucapan Olivia ternyata sedekat itu hubungan persahabatan mereka. Dan mencoba melirik ke arah Aditya, wajah suaminya memerah saat Olivia membahas masa kecil mereka. Pikiran Cahya menjadi berjalan jauh, dan membenarkan jika sepertinya Aditya dulu punya hubungan khusus dengan Olivia bahkan memajang foto mereka dikantornya.


"Tapi saat dia dewasa, seleranya bukan aku lagi, dia menyukai para perempuan yang punya tubuh yang sexy dan suka berdandan menor, dia sangat tergila-gila dengan si Erica membuatku muak melihatnya sampai aku tidak mau bicara padanya lebih dari 1tahun, dan saat mereka putus aku adalah orang yang paling bahagia mendengarnya hahaha aku sangat jahat bukan"


"Sudah cukup kau menghinaku didepan istriku, lihatlah dia seperti orang kebingungan mendengar kau tidak berhenti bicara sejak tadi, bahkan dia belum sempat menyebutkan namanya padamu"


"Tidak perlu menyebutkan nama, aku sudah tahu namanya, nama istrimu sangat luar biasa seperti orangnya, kau sangat pandai memilih istri, seperti ini yang harusnya kau peristri bukan seperti si Nenek Lampir Erica itu, ah aku lupa tadi aku membuat spaghetti bolognese aku tahu kau dan tante sangat menyukai bolognese buatanku"


"Wah kebetulan sekali aku sangat lapar" Ucap Aditya excited.


"Oke sebentar aku ambil dimobil dulu" Olivia pun pergi keluar.


Cahya hanya diam menatap kesal kearah Aditya, perasaanya kini berkecamuk luar biasa, amarahnya semakin memuncak tetapi Aditya masih tidak menyadarinya juga. Olivia kembali masuk dan Aditya langsung mengajaknya untuk ke ruang makan. Karena merasa kesal Cahya berpamitan untuk naik ke atas dengan alasan merasa lelah. Bukannya menahannya, Aditya malah membiarkannya pergi dan menyuruhnya untuk beristirahat saja dan dia akan makan siang dengan Olivia. Emosi Cahya semakin memuncak dan ingin meledak saat itu juga tetapi dia harus menahannya. "Dia mengabaikanku begitu saja, apa dia tidak berpikir bahwa aku sedang hamil dan aku juga belum makan siang, kenapa justru mengabaikanku" Gerutu Cahya dalam hati lalu pergi naik ke kamarnya.