
Pagi harinya...
Gienka membuka matanya, dia tersenyum merasakan Kyros memeluknya dengan erat dari belakang. Kaki mereka saling bertautan dan Gienka bisa merasakan jantung Kyros berdebar. Mereka tidur tanpa memakai apapun dan hanya tertutup dengan selimut setelah semalam melakukannya. Gienka memejamkan matanya lagi menikmati pagi yang hangat ini dan pelukan Kyros yang selalu menenangkannya.
Jemari Kyros bergerak naik ke atas dan menekan-nekan dengan lembut dada Gienka, membuat Gienka mendesis pelan. Kyros memalingkan wajah Gienka supaya menoleh ke arahnya dan menciumnya. Tak lama Gienka bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang hangat dan mengeras di diri Kyros.
"Kita coba seperti ini...!" Ujar Kyros.
Dengan lembut Kyros mengangkat sebelah kaki Gienka yang masih berbaring miring membelakanginya, kemudian dari belakang, Kyros menyelipkannya yang terasa keras dan hangat, memasuki pusat Gienka yang lembut dan basah.
Gienka setengah menjerit merasakan penetrasinya. Gaya penyatuan seperti ini membuat titik-titik yang biasanya tidak tersentuh menjadi tersentuh semua, membangunkan sarafnya.
Kyros membimbing Gienka supaya mengikuti ritmenya, mereka bergerak dengan lembut, tidak terburu-buru, menikmati setiap detiknya dengan bahagia. Dan kemudian mencapai puncak bersamaan. Setelah selesai mereka mengatur napas sebelum akhirnya Gienka bangun untuk menyiapkan sarapan dan menyuruh Kyros agar bersiap untuk bekerja.
★★★
"Good morning my wife...!" Kyros memeluk Gienka yang sedang memasak dari belakang lalu mencium leher istrinya itu.
"Morning my hubby...!"
Kyros menghirup aroma masakan Gienka. "Baunya harum sekali...Apa yang kau buat...!!?"
"Tidak ada yang istimewa, aku hanya membuat telur orak-arik kesukaanmu, aku tambahkan kacang polong dan cincangan wortel serta sosis....! Aku sudah mengupas dan memotong nanasnya, kau bisa kan membuat jus nya sendiri?"
"Tentu saja...!" Kyros mencium pipi Gienka dan melepaskan pelukannya kemudian membantu istrinya membuat jus.
Tidak butuh lama jus nanas pun siap, Kyros menuang jusnya ke gelas dan membawanya ke meja makan, Gienka juga sepertinya sudah selesai membuat sarapannya. Ditengah menikmati sarapan paginya, ponsel Kyros berdering, ada panggilan video, dan senyumnya mengembang ketika ada nama Amamnya disana. "Amam video call..!" Gumam Kyros.
Gienka tersenyum.lebar dan menggeser posisi duduknya di dekat Kyros. "Hai Mam....!!!" Sapa Kyros dan Gienka bersamaan.
"Hai sayang... Kalian baru sarapan ya???"
"Iya Mam... Kok seperti ada di jalan? Dari mana?"
Cahya tersenyum kemudian mengarahkan kamera ke arah Aditya yang mengendarai mobil. "Amam dan Apap baru saja kembali dari Double G resto"
"Double G??? Habis makan malam ya Mam???" Tanya Gienka, yang langsung tahu bahwa itu adalah restoran milik Papanya.
"Ya, bisa dikatakan seperti itu sayang...! Kami diundang oleh orangtua Axel, dan kami membicarakan perihal persiapan pernikahan Kyra dan Axel....!"
Kyros dan Gienka saling berpandangan. "Persiapan pernikahan????" Seru mereka bersama-sama dan Cahya menganggukkan kepalanya.
"Kapan Mam, kapan????" Tanya Gienka excited.
"3 Bulan lagi....!" Cahya kemudian menyebutkan tanggal tepatnya.
"Wah......!!!! Sepertinya aku harus mulai menyiapkan ijin cutiku untuk pulang dan menghadirinya...!" Ujar Kyros dengan wajah sumringah.
Gienka dan Kyros berpelukan dengan bahagia. Akhirnya akan ada pernikahan lagi setelah pernikahan mereka. Kyra akan segera menikah dengan Axel dan itu pasti adalah hari yang sangat membahagiakan.
"Hadiah apa yang harus kita berikan untuk mereka???" Tanya Gienka pada Kyros.
"Sayang...! Masih lama kenapa kau yang heboh...! Masih banyak waktu untuk memikirkannya...!" Ucap Kyros sambil mengusap kepala Gienka.
"Hehehe aku bahagia sekali tau....! Ya sudah cepat habiskan sarapanmu, sudah jam segini...!"
"Iya...! Hmm sebelum memberi Kyra dan Axel hadiah, sepertinya aku harus memberikanmu hadia mobil supaya kau tidak terus dirumah seharian dan bisa jalan-jalan...! Besok kita beli...!"
"Ide bagus...! Hehehe... Kau memang suami yang oengertian sekali...." Sahut Gienka.
Mereka berdua kemudian melanjutkan sarapannya lagi.
Sementara itu Cahya mengungkapkan kebahagiaannya pada Aditya atas apa yang tadi terjadi. Putri kesayangan mereka akan memulai kehidupan yang baru setelah sebelumnya Kyros juga menikah. Cahya masih tidak percaya putri kecil yang dulu selalu jadai kesayangannya sekarang sudah tumbuh dewasa menjadi perempuan yang baik, mandiri dan penyayang. Cahya masih merasa bahwa seperti baru kemarin saja dia melahirkan Kyra tetapi Kyra sekarang sudah mau menikah dengan lelaki pilihannya.
"Apa yang akan kau lakukan pada Cyntia???" Tanya Cahya memecah keheningan.
"Aku masih akan menyuruh orang kita untuk mengawasi seluruh pergerakan keluarga konyol itu, aku tidak mau mengambil resiko, tapi kau tenang saja...! Kyra dan Axel akan ku pastikan aman...!" Jawab Aditya.
""Semoga saja mereka menyerah dan tidak lagiengusik kita"
★★★★★★
Beberapa bulan kemudian....
Besok adalah acara lamaran dan pertunangan, kesibukkan sudah di mulai di rumah Aditya. Berbagai persiapan sedang dilakukan, seperti memasang hiasan bunga-bunga dan lain sebagainya. Kyra yang ditemani oleh Cahya juga terlihat sibuk mengarahkan beberapa pekerja. Pernikahannya akan dilakukan minggu depan di pulau dewata tepatnya di Villa milik keluarga Aditya dan semua persiapan sudah 80%. Rangkaian acara akan dimulai esok hari, dari lamaran, serta lainnya hingga menuju hari pernikahan. Kyros dan Gienka juga akan pulang sehari sebelum pernikahan, Kyros sudah selesai mengurus cutinya selama seminggu demi menghadiri pernikahan adik kesayangannya itu.
Kehidupan rumah tangga Kyros dan Gienka juga berjalan dengan baik. Tidak ada kehadiran Camilla, karena ternyata kepindahan Camilla ke LA membawa kenyamanan di kehidupan rumah tangga mereka. Dan mereka berdua masih tidak tahu jika ada campur tangan dari orangtuanya tentang kepindahan Camilla itu.
Lalu bagaimana dengan Celia dan Keluarganya?
Cyntia memilih menyerah dan melarang keras Celia untuk mendekati Axel lagi. Cyntia takut untuk berhadapan lagi dengan Aditya karena itu bukanlah hal yang bagus. Orangtua Cyntia melarang keras Cyntia dan Celia jatuh ke dalam masalah besar dengan keluarga Aditya. Tetapi Aditya masih meminta orangnya agar tetap memantau keluarga Cyntia, takut mereka akan berbuat nekat lagi sampai nanti acara pernikahan Kyra dan Axel selesai.
Ditengah kesibukan itu, security membuka sedikit gerbang dan terlihat berbincang dengan seseorang disana. Cukup lama sekali, Aditya saat ini sedang berada diluar untuk bertemu dengan Klien sehingga membuat securitynya tidak bisa menghubungi dirinya. Melihat gelagat aneh yang terjadi di depan, Kyra pun menghampiri securitynya.
Dan ketika sampai disana, Kyra dikejutkan dengan kehadiran Zayan.
"Zayan...??? Kau ada disini???" Tanya Kyra.
Zayan tersenyum. "Iya... Apa kabar Ra...!?"
"Baik... Ada perlu apa kau kesini?"
"Aku ingin bicara denganmu, bolehkah kau ijinkan aku masuk?" Tanya Zayan.