SEXY HUSBAND

SEXY HUSBAND
Eps 432



"Jadi balik ke kantor atau tidak???" Tanya Kyros pada Gienka.yang ada disebelahnya.


Mereka baru saja dari rumah sakit untuk konsultasi tentang rencana penundaan memiliki momongan. Dan Gienka juga sudah memilih yang ingin di pakainya untuk menunda itu. Tetapi sejak kemarin mood Gienka sedang tidak baik untuk hal kecil saja dia bisa marah-marah, bahkan Kyros juga tidak luput dari kemarahannya karena telat menjemputnya pagi tadi padahal dia harus meeting. Beruntungnya Kyros tidak terlalu ambil pusing karena dia tahu bahwa Gienka sedang berada di fase bulanannya yang membuatnya akhirnya seperti itu.


"Tidak...! Antar aku pulang saja!" Jawab Gienka sedikit ketus.


"Ya sudah aku antar pulang...! Nanti istirahat dirumah saja sampai kondisi mu lebih baik...!" Kyros mengusap lembut kepala Gienka.


Kyros kemudian mengarahkan mobilnya ke arah rumah Ariel, dimana Gienka saat ini tinggal disana. Wajah Gienka sedikit pucat karena dia merasakan nyeri di perutnya yang membuatnya tidak nyaman. Kyros tidak ingin mengajaknya mengobrol, dan membiarkan Gienka nyaman dengan dirinya sendiri karena mood Gienka juga tidak dalam keadaan baik.


Semalam Kyros sudah mendapatkan kabar bahwa Jelena hari ini akan di panggil oleh polisi untuk dimintai keterangan perihal permasalahannya dengan Kyra. Kyros sangat berharap Jelena akan mendapatkan hukuman yang setimpal, mengingat bukti-bukti yang sudah keluarganya berikan sudah sangat mendukung untuk menjebloskan perempuan itu ke penjara. Mengenai Zayan, Kyros sudah tidak peduli, dia enggan berteman lagi dengan Zayan. Kyros sangat benci sekali orang yang tidak bisa menjaga dengan baik kepercayaan yang sudah di berikannya. Kyros bisa meresakan bagaimana sakit hatinya Kyra ketika Zayan mengakhiri hubungan mereka yang sudah terjalin bertahun-tahun hanya karena sebuah alasan konyol dan sangat rendahan.


Kyros sendiri sempat merasa bahwa mungkin Zayan hanya memanfaatkan ketenaran Kyra juga segala sesuatu yang Kyra miliki, entah kenapa pemikiran itu begitu saja muncul di benaknya. Akan tetapi sekali lagi Kyros tidak mau telalu larut dengan memikirkan si brengsek Zayan itu karena sekarang Kyra baru saja memulai menjalin hubungan yang baru dengan Axel. Kyros yakin Axel ratusan kali lebih baik dari Zayan. Meskipun dibandingkan dengan Axel, Zayan terlihat lebih tampan tetapi ketampanan seseorang hanya bisa dilihat melalui mata, sedangkan kebaikan hati selain bisa dilihat dari mata juga bisa dirasakan oleh hati orang yang menyaksikannya. Jika tampan tetapi tidak memiliki hati yang baik tentu tidaklah bagus, tetapi jika kebaikan hati serta ketulusan dimiliki oleh seseorang itu maka akan timbul perasaan nyaman dan bahagia bagi orang-orang yang ada disekitarnya. Dan jika ada laki-laki yang memiliki keduanya tentu itu adalah bonus berlipat.


Kyros sangat berharap di masa pendekatan ini, Axel bisa benar-benar membuktikan jika dia memang layak untuk Kyra. Sebagai seorang kakak, Kyros tentu ingin Kyra bisa menjemput kebahagiaannya dengan segera, mengingat saat ini Gienka sahabat baiknya juga sudah mendapatkan kebahagiaannya. Pernikahannya dengan Gienka tinggal 3 hari lagi, semua persiapan sudah beres, dan nanti malam dia tinggal mengantar Gienka untuk fitting baju memastikan apakah gaun itu sudah benar-benar past atau belum.


Sampailah Kyros di rumah Gienka, dan calon istrinya itu mengajaknya untuk masuk agar Kyros juga bisa beristirahat di dalam. Rumah dalam keadaan sepi di jam-jam begini memngingat semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, Ariel masih di kantor begitu juga dengan Maysa sedangkan Geffie juga masih belum kembali dari sekolahnya.


Gienka kemudian mengajak Kyros ke ruang tengah dan saat Kyros duduk di sofa Gienka langsung saja mengambil bantal dan meletakkannya di atas kedua paha Kyros lalu dia berbaring disana bertumpu paha Kyros. Perut Gienka nyeri sekali dan akan merasa lebih baik jika dibuat untuk tidur. Tak lama tidurlah Gienka dan Kyros mengusap-usap lembut rambut perempuan yang sangat dicintainya itu sambil tersenyum. Kyros menyalakan televisi dengan suara yang tidak terlalu keras agar tidak mengganggu Gienka, dan karena mengantuk juga Kyros pun akhirnya menyusul Gienka untuk tidur dengan menyandarkan kepalanya di sofa.


Beberapa jam kemudian, Kyros perlahan membuka matanya dan melirik ke segala arah dan menyadari jika dia saat ini berada di rumah Gienka. Tetapi ketika melihat ke kakinya, Gienka sudah tidak lagi berbaring di atas pahanya mengartikan bahwa perempuan itu sudah bangun lebih dulu. Kyros menggosok-gosok wajahnya untuk membuat dirinya bisa sadar sepenuhnya.


"Kau sudah bangun ternyata???" Gienka muncul dan sudah terlihat lebih segar karena dia baru saja mandi dan berganti pakaian.


"Kau bangun jam berapa??? Kok sudah rapi??" Tanya Kyros.


"Aku sudah bangun 2 jam yang lalu, aku tidak ingin mengganggumu yang sedang pulas, oh iya tadi Apap menelepon dia bilang Jelena sudah ditahan dan dijadikan tersangka, well itu berita yang sangat bagus bukan? Biar tahu rasa itu perempuan gila....!"


"Benarkah...??? Syukurlah.....!!! Sepertinya kita harus menengoknya untuk mengejeknya, aku senang sekali melakukan itu...!" Gumam Kyros sambil tersenyum.


"Kita pasti akan melakukannya, minum kopi itu sebelum dingin, aku membuatnya untukmu jadi nanti malam kau bisa bekerja dengan baik!" Gienka duduk di sebelah Kyros sambil menyodorkan secangkir kopi buatannya.


★★★★★★


Hari pernikahan itu akhirnya tiba, Gienka terlihat sangat cantik dengan gaun pernikahan berwarna tosca yang begitu indah dan sangat elegan dengan hiasan bunga-bunga berwarna pink membuat terlihat lebih luar biasa. Gaun bergaya bohemian tanpa lengan itu juga menunjukkan leher Gienka yang jenjang dengan kalung silver yang melingkar disana serta dada putih Gienka juga membuatnya semakin terlihat anggun. Make up yang dibuat sangat simple, begitu juga tatanan rambut serta headpiece sederhana dengan warna senada dengan gaunnya membuat terlihat lebih cantik.


Gienka berdiri di sebelah Kyros yang sangat tampan dengan memakai tuksedo berwarna tosca, senada dengan gaun Gienka, berkemeja berwarna putih, semua sangat pas ditubuh Kyros. Mereka tampak seperti raja dan ratu dari negeri dongeng, Gienka yang cantik bersanding dengan Kyros yang tampan. Ditangan Gienka ada bucket bunga mawar Berwarna putih.


Akad nikah juga berjalan dengan sangat lancar, Kyros memberikan mahar yang sangat sederhana sesuai permintaan dari Gienka yaitu Gienka ingin sebuah terrarium berbentuk planet saturnus dan ditengahnya terdapat miniatur dirinya dan Kyros yang memakai baju kebanggaannya sebagai seorang astronot. Tetapi tentu saja Kyros memberikannya tidaklah main-main, dimana ada emas murni seberat 99 gram yang dijadikan cincin yang melingkari planet itu. Itu terlihat sangatlah indah meski sederhana.


Acara ini sangatlah mewah meskipun hanya dihadiri tamu yang terbatas, karena Ariel tidak ingin moment bahagia putrinya terlihat biasa saja, dia tentu ingin yang terbaik untuk Gienka. Para tamu undangan juga terlihat bahagia semua. Selain keluarga serta teman dekat dari Gienka dan Kyros, ada juga beberapa rekanan bisnis dari Aditya dan Ariel yang sengaja diundang karena mereka memiliki relasi yang cukup baik dan dekat.


Kyra terkekeh. "Apa membicarakan hal itu tidak terlalu cepat? Uncle jangan berharap berlebihan, itu masih lama...!"


"Lama??? Semua kemungkinan bisa terjadi, lihatlah Ky, hanya dalam hitungan hari saja dia sekarang sudah menikah, dan kau??? bisa saja sebulan lagi atau minggu depan juga menikah dengan pemain sepak bola itu??? Kalian sangat cocok, kau cantik dan dia manis, sempurna sekali....!"


"Apa yang akan Uncle berikan jika aku menikah nanti sebagai hadiahku!??" Tanya Kyra dengan nada menggoda.


"Apa saja yang kau minta, ummhhhh tapi yang paling cocok adalah uncle akan memberimu tiket bulan madu ke negara yang kalian mau, itu sangat mudah bukan, kau juga akan senang! Benarkan???"


"Aku pegang janji uncle...!" Kyra mengangkat jari kelingkingnya untuk mengikat janji yang dibuat oleeh Yongki untuknya.


"Ya...!" Yongki pun membalasnya sambil tersenyum lalu memeluk keponakannya itu.


Kyra menoleh ke arah Axel yang sedang berbincang dengan Apapnya juga dengan Adri. Hubungannya dengan Axel berjalan dengan sangat baik. Axel memang alki-laki yang baik, penuh canda tawa, ramah dan sangat perhatian, sangat berbeda dengan Zayan yang cuek, kaku dan suka sekali memaksakan kehendaknya. Kyra sudah cukup merasa nyaman dengan Axel tetapi dia sendiri masih butuh waktu untuk mengenal dan melihat keseriusan dari laki-laki itu.


Hingga waktunya tiba yaitu acara dansa. Semua orang sudah berdiri dengan pasangannya dan ketika musik dimainkan mereka pun mulai berdansa. Tidak lupa kedua mempelai juga melakukannya. Sungat luar biasa, kebahagiaan dirasakan oleh semua orang. Gienka tidak berhenti tersenyum karena bahagia, dia menyandarkan kepalanya di dada Kyros menyadari bahwa Kyros sekarang benar-benar sudah menjadi miliknya yang dulu hanya menjadi angan-angan dan impiannya saja. Tuhan sudah mengabulkan doanya selama ini. Gienka hanya berharap bahwa dia dan Kyros akan selalu dilimpahi kebahagiaan didalam pernikahan mereka nantinya dan dijauhkan dari segala hal buruk.


Axel juga tidak bisa berhenti menatap Kyra yang ada di depannya. Kyra selalu terlihat cantik di setiap harinya tetapi hari ini kecantikannya bertambah berkali-kali lipat. Axel sudah memiliki keyakinan bahwa dia harus bisa membuat Kyra mencintainya. Masih butuh waktu tetapi Axel tetap akan menunggu hari itu tiba dimana Kyra akan mengungkapkan perasaannya kepadanya. Beberapa hari terakhir, Axel mulai menyadari banyak hal baik yang ada di diri Kyra, selain kerendahan hati, Kyra juga sangat ceria dan sedikit manja tetapi hal itu sangat wajar karena hampir semua perempuan juga akan manja, tetapi tentu sikap manja Kyra tidak berlebihan, semua masih pada porsinya.


"Kau menatapku seperti itu? Sebentar lagi aku akan seperti kepiting rebus!" Gumam Kyra.


"Kepiting rebus? Maksudnya?mm" Tanya Axel.


"Ya karena aku malu dan salah tingkah gara-gara kau memandangku seperti ini!"


"Hahaha kenapa? Jika ada seorang puteri yang begitu cantik di depanku bagaimana bisa aku tidak memandangnya....!"


"Berhentilah merayuku... Aku sudah cantik sejak dulu jadi gombalanmu itu tidak berarti apapun haha!"


Kyra dan Axel tertawa tetapi mereka tetap berdansa dengan romantis. Dari kejauhan Aditya hanya melempar senyumnya melihat putrinya tertawa bahagia bersama Axel. Disisi lain Aditya juga bahagia melihat putra kebanggaannya juga terlihat bahagia bersama dengan Gienka. Aditya selalu berdoa agar kedua anaknya itu selali mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan disetiap langkah kehidupan mereka.


Setelah acara dansa, tibalah waktunya untuk Gienka melempar bucket yang dipegangnya ke arah orang-orang yang belum menikah. Acara ini diyakini bisa membuat orang yang mendapatkan lemparan bucket itu akan bisa segera menyusul menikah seperti kedua pengantin saat ini. Kyros memegang tangan Gienka dan membawanya naik ke pelaminan lagi. Sementara itu di bawah, orang-orang yang masih single juga sudah bersiap untuk berebut bucket bunga yang akan dilempar Gienka dan Kyros ke arah mereka. Tidak ketinggalan Kyra juga tampak bersiap.


Gienka dan Kyros menghadap ke pelaminan mereka membelakangi orang-orang yang ada di bawah. Kemudian mc mulai menghitung dari 3 sampai 1 dan dihitungan ke satu, secara bersamaan Gienka dan Kyros melempar bucket bunganya ke belakang. Mereka saling dorong dan berteriak, hingga akhirnya yang mendapatkan bucket itu adalah Kyra. Sontak semua orang tertawa, ada juga yang tersenyum lalu bertepuk tangan. Kyra hanya senyum-senyum saja dan wajahnya memerah.


"Ky.....! Adikmu on the way menyusulmu....! Sebentar lagi akan di gol...in..... Axel...! Teriak Louis.


Tariakan itu membuat semua orang kembali tertawa. Axel hanya terkekeh dan melirik ke arah Kyra yang tersenyum kepadanya. Sementara Kyros memeluk Gienka dan mereka berdua juga melempar tawa mereka ke arah Kyra dan Axel.